Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT Epson 17


__ADS_3

Sebenarnya othor di pihak Rey apa dominic ya wkwk


Oh ya maaf ya kalau cerita othor ngalor ngidul enggak karuan 😊😁


Cyra menghela nafas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan, kedua manik cokelatnya menatap dalam penuh kerinduan pada sosok pria yang kini menjadi mantan suaminya.Diapun bangkit dan berjalan kearah Reymond, grep keduanya saling berpelukan melepas rindu. Reymond menciumi puncak kepalanya setelah itu beralih mengusap perut besar Cyra.


Keduanya saling melepaskan diri, Cyra menangis tersedu sedu di hadapan pria yang masih sangat dia cintai sampai saat ini. "Rey kenapa, kenapa kamu tega melempar aku ke pelukan pria lain. Apa kamu kira aku barang yang seenaknya bisa kalian lempar ke sana sini, aku wanita yang punya perasaan Reymond. " ucap Cyra dengan menaikkan nada bicaranya


"Hanya kamu Rey, hanya kamu pria yang aku cintai tapi dengan teganya kamu membuangku begitu saja. "


Air mata Rey langsung mengalir deras mendengar ucapan Cyra, dia menggeleng keras menyangkal apa yang telah dipikirkan wanitanya. Wanita hamil itu juga ikut menitikkan air matanya, dia membuka kancing dressnya lalu memperlihatkan dadanya pada mantan suaminya itu. "Lihat tubuhku ini sudah kotor, di nikmati pria lain yang bukan suamiku dan ini semua karenamu Tuan Muda


Reymond. " bentak Cyra dengan emosi meletup letup.


Rey terdiam kaku, melihat tanda yang sangat jelas dia tahu terdapat di dada dan leher wanitanya. Hatinya juga ikut sakit melihatnya, apalagi melihat wajah menderita dari calon ibu anaknya itu. Rey mencoba meraih tangan wanitanya namun Cyra langsung menepisnya dengan kasar. "Dan lebih mengecewakannya lagi, kamu malah menikahi Maura saat kita baru resmi bercerai, kamu memang pria brensek Reymond. "


"Sayang, dengar aku tidak menikah dengan Maura, kamu jangan percaya kabar itu. "


"Aku sudah tidak percaya denganmu Tuan muda ucapanmu hanyalah sebuah bualan, kamu dan Dominic sama saja, hanya menginginkan tubuhku tanpa peduli aku bahagia atau tidak. " Cyra berbalik dan berjalan menjauhinya, Reymond menahannya namun wanita hamil itu kembali menolaknya lalu ke luar dari privat room. Di luar Cyra berjalan melewati Dominic begitu saja, dia mengangkat tangannya agar Dominic tak mendekatinya.


"Jangan dekati aku, aku tak mau disentuh oleh pria brensek seperti kamu ataupun Reymond. " pungkas Cyra dengan nada datarnya.


"Carilah wanita jaaalang yang mau melayani kamu di atas ranjang, aku membencimu tuan dominic karena kamu rumah tanggaku

__ADS_1


hancur. " bentak Cyra. Setelah mengatakan hal itu Cyra segera menghubungi paman Albert. Tak lama paman Albert datang menjemputnya, Cyra segera masuk ke dalam mobil dan mobil berjalan jauh dari jangkauan Dominic dan Reymond.


"Cyra. " teriaknya penuh amarah menggelegar, menatap kepergian Cyra dengan wajah merah padam. Reymond berlari kearahnya, mencari sosok Cyra namun tak menemukannya. Dia langsung menarik kerah ke meja Dominic kemudian menghajarnya.


"Ini semua karenamu, Cyra sangat marah padaku sialan. " umpat Reymond emosi.


"Hahahaha, bagaimana rasanya kamu kehilangan orang yang kamu cintai hah, begitulah yang dirasakan ibuku saat kehadiranmu dan ibu sialanmu itu. " geram Dominic sambil memgumpat.


bug Reymond langsung memukul wajah Dominic, dia merasa tidak terima atas hinaaan yang di lontarkan Dominic pada ibunya. Lalu pergi dan mengejar Cyra, Rey melajukan mobilnya dengan sangat kenceng.


"Hiks paman, bawa aku pergi jauh, aku sudah tak sanggup lagi. " Cyra menangis dalam dekapan bibinya, Luna yang melihatnya ikut menangis melihat keadaan sepupunya.


"Maafkan paman nak, paman berjanji akan membawamu pergi jauh, paman dan bibi akan menjagamu sampai bayimu lahir nanti. " Setelah itu paman Albert kembali fokus menyetir mobilnya.


"Aku menyesal bunda, telah menceraikan Cyra, sekarang Cyra tak mau lagi berhubungan dengan aku lagi. " gumamnya lirih.


Bunda ikut menangis, wanita paruh baya itu merangkul putranya lalu menggiringnya ke ruang tamu. Di sana Reymond memukuli dirinya sendiri, Ayah langsung menghentikan kelakuan puteranya itu. "Nak hentikan, maafkan ayah ya, Dominic balas dendam karena sikap ayah dulu di masa lalu. "


"Bunda juga turut andil, maafkan bunda ya Rey, karena bunda dan ayah kamu harus kehilangan wanita yang sangat kamu cintai. " Reymond hanya diam, namun pria itu masih menangis, terngiang percakapannya dengan Cyra yang membuatnya terluka.


Setelah beberapa jam menempuh jarak, kini Cyra serta paman dan bibinya berada di negara Paris. Luna tidak ikut karena ingin membuat perhitungan dengan Reymond. Wanita hamil itu duduk di balkon, menikmati pemandangan kota yang sangat indah. "Maafin mama sayang, mulai saat ini kita tinggal di sini tanpa sosok papa kamu. " gumam Cyra sambil mengusap perut besarnya.


Cyra memutuskan akan membesarkan bayinya sendiri tanpa di dampingi sosok suami, meski sulit keputusannya sudah sangat bulat. Dia tak sanggup lagi jika harus berkaitan terus dengan Reymond dan Dominic. Dirinya tak mau dipermainkan lagi oleh dua pria itu yang tak pernah mengerti perasaan dirinya.

__ADS_1


"Selamat tinggal Reymond, untuk saat ini aku ingin bahagia meski tanpa kamu di sisiku dan maafkan aku yang telah kotor karena tak bisa menjaga diriku. "


Dua tahun kemudian


Cyra telah melahirkan bayi perempuannya, di beri nama Yurika Aloise Swan dan kini usianya menginjak dua tahun. Bayi mungil itu kini jadi gadis cilik yang sangat manis dan cantik.


"Unda, nda. " panggil Yurika dengan nada cadelnya.


Cyra menaruh majalahnya, memeluk tubuh puteri kecilnya kemudian menciumnya penuh kasih. "Iya sayang ada apa hemm, kok panggil bunda? "


"Ayah mana unda, Yui kangen sama ayah. " Cyra langsung terdiam mendengar pertanyaan dari puterinya, inilah sesuatu yang dia takutkan selama ini. Dia menghela nafas panjang, lalu tersenyum hangat pada puteri kecilnya.


"Ayah sedang bekerja sayang, mencari uang buat Yuri dan bunda. "


"Benalkah, jadi kalau ayah unya uang, Yui bisa minta boneka sama ayah. " ucap Yurika dengan polosnya. Kedua mata Cyra berkaca kaca, tak menyangka puterinya begitu sangat pintar, dia merasa bersalah karena telah membohongi Yurika. Wanita cantik itu langsung mendekap puteri kecilnya, dia menangis dalam diam, kerasa bersalah karena puterinya tumbuh tanpa kasih sayang dari ayahnya.


"Maafin bunda Yuri, maaf bunda jahat sama kamu, menjauhkan kamu dari ayahmu. " batin Cyra bergejolak kesakitan.


Tangan kecil Yurika menyentuh pipi sang bunda lalu mengusap air matanya, tampaknga gadis cilik itu terlihat bingung. "Unda, enapa unda nangis, Yui enggak nakal kok unda. " celitehnya dengan mimik muka menggemaskan.


"Iya sayang Yuri anak baik dan enggak nakal, bunda nangis karena kamu sangat lucu sayang! Cyra memaksakan senyumnya di hadapan puteri kecilnya, Yuri mengangguk lalu memeluk tubuh bundanya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2