Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 19


__ADS_3

Esok harinya Luna datang ke apartemen Cyra membawa makanan dan juga mainan buat si kecil Yurika, dia ke sana bersama Rafendra. "Yuri sayang, ini aunty bawakan makanan dan mainan untukmu. " seru Luna heboh.


Yurika berlari kearah Luna yang berada di ruang tamu, Luna segera memangkunya kemudian menciuminya berkali kali. "Oh ya sayang, di mana bunda kamu?"


"Unda masih bobok sama ayah di kamal, Aunty!


"Ayah siapa sayang? " Luna terlihat bingung dengan ucapan keponakannya itu.


"Ayah Leymond onty. " Luna terdiam, dia sebenarnya masih sangat kesal dengan Reymond namun dia memilih diam. Apalagi melihat wajah ceria dan bahagia dari Yurika, membuatnya tak tega untuk menghancurkan kesayangannya itu.


"Ya sudah ayo sarapan sama aunty dan uncle, setelah itu pergi jalan jalan sayang. " ujar Luna sambil tersenyum. Yurika mengangguk, dia beralih menatap Rafendra lalu merentangkan tangannya. Pria itu tersenyum geli, mengangkat tubuh kecil bocah manis itu kemudian dibawanya ke meja makan. Selesai sarapan ketiganya langsung pergi, Luna sempat mengirim pesan ke nomor Cyra.


Di kamar Cyra membuka matanya, dia nampak terkejut melihat tubuhnya polos sama seperti Reymond, dia mendesah pelan, teringat perdebatan mereka semalam dan berakhir dengan percintaan panas mereka di ranjang.


"Rey lepas, puteri kita pasti kelaparan


sekarang. "


"Hn. "


Tring, Cyra mengambil ponselnya, bernafas lega setelah membaca pesan dari Luna setelah itu menaruh ponselnya di atas meja. Reymond menggesek gesek kepalanya di bukit kembar wanitanya, Cyra merasakan geli, lalu berusaha mendorong tubuh prianya. Reymondpun mengangkat wajahnya lalu melepas pelukannya di tubuh wanitanya namun dia membawanya ke atas pangkuan.


"Aku masih kangen sama kamu sayang. " ujar Reymond dengan manja.


"Manjanya kayak puteri kecil kita. " sindir Cyra sambil tertawa. Reymond merengut sebal, Cyra tertawa keras melihat wajah prianya yang merajuk. Reymond langsung membopongnya, membawanya ke kamar mandi mengabaikan teriakan Cyra.


Satu jam berlalu, keduanya memutuskan ke luar dan sarapan bersama di meja makan. Mereka berdua saling menyuapi satu sama lain, Reymond tersenyum merekah, hidupnya kembali berwarna semenjak keluarga kecil mereka berkumpul lagi.


Tok

__ADS_1


tok


tok


Cyra langsung bangkit dan pergi ke depan, dia menarik handle pintu lalu membukanya. Dia sangat terkejut melihat kehadiran Dominic di depan pintu apartemennya. "Untuk apa kamu kemari lagi, apa belum puas kamu menghancurkan rumah tanggaku dulu!


"Di mana Princessku? " Dominic mengabaikan pertanyaan dari Cyra.


"Namanya Yurika bukan princess, puteriku tidak ada di sini. " balas Cyra dengan wajah datarnya. Reymond langsung menyusulnya, keduanya saling melempar tatapan tajam satu sama lain. Dominic tersenyum sinis kearah Cyra sambil melipat tangannya di dada.


"Oh kalian kembali bersama rupanya, apa perlu video intim kita dulu aku sebar sayang. " ucap Dominic menyeringai sinis.


"Lakukan saja, aku sudah tak peduli. Kamu hanya terobsesi padaku bukan karena mencintaiku. " Reymond memeluknya dari samping, berusaha menguatkan wanitanya ini. Dominic mengeraskan rahangnya, ternyata ancaman dirinya tak berarti apa apa untuk Cyra. Dia menjadi kesal sendiri dan langsung pergi begitu saja, Cyra bernafas lega namun tubuhnya langsung lemas.


Reymond memeluknya dengan erat, sambil mengusap lembut punggung wanitanya. "Maaf sayang, kamu harus terlibat urusanku dengan Dominic!


"Aku janji sayang!


Setelah Cyra tenang, Reymond melepas pelukannya. Dia memeluk pinggangnya lalu bersama sama ke luar dari apartemen. Mereka masuk ke dalam mobil, Rey tancap gas dan melajukan mobilnya kencang, berniat menyusul Luna.


Kini mereka semua berada di taman bermain, Cyra hanya menggeleng melihat sepupunya yang berdebat dengan Reymond. "Sudahlah kalian jangan bertengkar terus, Luna kapan kamu menikah dengan Rafendra? " ucap Cyra mengalihkan pembicaraan.


"Beberapa hari lagi Cyra, aku dan Rafen akan menikah di Amerika, negara kelahiran Rafen. " balas Luna sambil tersenyum.


"Ya aku ucapkan selamat, aku harap Rafen tidak seperti sahabatnya yang brengsek itu. " sahut Reymond dengan sinis. Rafendra berdecak kesal, mendengar ucapan Reymond barusan. Luna ingin sekali menampar wajah Reymond yang sejak tadi terus menerus menyela pembicaraannya.


Cyra mencubit pinggang Reymond agar berhenti mengajak Luna berdebat. Reymond langsung nyengir, tanpa aba aba mencium bibir wanitanya sekilas, mengabaikan tatapan Luna dan Rafen. Luna berdecak sebal melihat kelakuan Reymond yang tak tahu malu, gadis itu beralih memperhatikan keponakan cantiknya.


"Oh ya Luna, aku dan Rey mau ajak Yurika jalan jalan, kalian mau ikut tidak? "

__ADS_1


"Pergilah lagian aku dan Rafen mau


kencan. "pungkas Luna. Cyra dan Reymond segera mengajak putri kecil mereka pergi dari sana. Rafendra merangkul bahu sang kekasih, mengajaknya pergi dan masuk ke dalam mobil.


Sementara di sisi lain Dominic tengah mengamuk, dia berteriak dengan kencang, meluapkan emosinya karena gagal merebut Cyra dari Reymond. "Hanya sedikit lagi namun semuanya hancur berantakan. " Para pengawal memilih diam, memperhatikan tuannya yang tengah dalam suasana hati yang tidak baik.


"Sialan. " maki Dominic sambil melempar kaleng minumannya ke sembarang arah. dari jauh seorang gadis melihat apa yang di lakukan Dominic namun setelah itu bergegas pergi. Dominic mengeluarkan ponselnya lalu mengirim video pada media, setelah itu tersenyum licik.


Dominic kembali masuk ke mobil, tancap gas dan melesat jauh. Sampai di mansionnya, pria arogan itu turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam, menjatuhkan dirinya di atas sofa. Seorang gadis datang membuatkan minum untuknya, Dominic mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadis itu yang terlalu asing, siapa kamu? "


"Em anu tuan, saya Kinara keponakan bibi Rumi. "balas Kinar dengan pelan.


Dominic menyeringai kecil, setelah dirinya memperhatikan penampilan Kinara. "Mulai sekarang kamu pelayan pribadiku, kamu harus menuruti perkataan aku jika tidak aku akan melakukan sesuatu yang kejam pada bibimu. " ancam Dominic.


Tubuh Kinara bergetar ketakutan, diapun langsung mengangguk mengiyakan ucapan Dominic. Dominic tersenyum puas, dia akan menjadikan gadis di depannya pemuas hasratnya, menggantikan Cyra. Kinara segera menyingkir dari sana namun pria arogan itu mencekal tangannya. Dominic menariknya dan membawanya duduk di sebelah dirinya. "Katakan siapa nama lengkap kamu!


"Kinara Ayu Prameswari, tuan!


"Aku Dominic, mulai sekarang kamu harus menurut padaku dan persiapkan dirimu, jika saatnya tiba aku ingin kamu melayaniku di atas ranjang. " bisik Dominic.


"Tapi tuan - "


"Aakh. " Kinara mendesah pelan, kala buah persiknya yang ranum di remas tangan besar Dominic.


"Aku tidak menerima penolakan. " Kinara menelan salivanya kasar, dia hanya bisa berdoa dalam hati. Gadis itu rupanya ketakutan, dia tahu apa maksud dari ucapan majikannya itu barusan. Dominic terus menyentuh buah yang ranum itu, sesekali mengecupi telinga Kinara hingga gadis itu mengeliat geli. Dia sangat malu, mendapati posisi intim seperti ini dengan majikannya yang baru.


"Ya Tuhan, aku ingin pergi dari sini tapi bagaimana dengan bibi. " batin Kinara.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2