
"Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu Kiara? " tanya Reymond pada kakak iparnya itu. Dia tak habis pikir dengan pemikiran dari istri kakaknya itu. Kiara kini menangis tersedu sedu, Cyra berusaha menenangkannya namun Kiara tetap menangis.
"Aku hanya beban bagi mas Dom!
"Pemikiranmu sangat dangkal Kia, seharusnya kamu bisa berpikir bukan jika Dominic sangat mencintaimu, dia berusaha mati matian mempertahankanmu meski taruhannya, dia harus melepaskan marga Wiggers dari belakang namanya!
"Lalu aku harus diam saja saat suamiku terdesak, semenjak hadir dalam hidup mas Dom, masalah terus hadir dalam hidup kami. " balas Kiara dengan lirih. Dia menggeleng , Kiara sangat keras kepala ternyata dan kenapa bisa kakakku yang arogan dan kejam itu berubah menjadi kelinci sekarang, dan bisa mencintai wanita keras kepala seperti Kiara pikirnya.
"Mau ke mana? "
Kiara menghapus jejak jejak air matanya, dia hendak bangun namun di tahan oleh Cyra. Dia kembali melirik adik iparnya itu lalu menghela nafas pelan. "Menemui Mas Dom, minta maaf padanya? "
"Jika kamu menemuinya, kamu akan diperlakukan kasar olehnya. Sebaiknya biarkan Dominic menenangkan dirinya dulu, hilangkan sikap keras kepalamu itu. "
"Jika aku jadi Dominic, sudah ku lempar kau ke lautan Kiara. " dengus Reymond sebal. Cyrapun langsung memberi pelototan tajam pada suaminya, Reymond langsung nyengir. Kiara menurut, apa yang dikatakan adik iparnya memang benar adanya. Rasa bersalah kini menghantam hatinya, Kiara teringat ekspresi suaminya tadi yang begitu marah dan kecewa padanya.
Kiara langsung bangkit dan naik ke kamarnya, cklek dia membuka pintunya dengan pelan setelah itu masuk ke dalam. Wanita itu mengedarkan pandangannya, mencari sosok suaminya dan pandangannya tertuju kearah pintu balkon yang terbuka. Kiara bergegas ke sana, menemui sang suami.
"Mas Dom. " panggil Kiara dengan lembut.
Dominic hanya diam, mengabaikan panggilan istrinya. Sepertinya pria itu masih marah dan kecewa pada Kiara istrinya, Kiara tersenyum getir melihat sang suami memgabaikan dirinya.
"Sesuai ucapanmu, aku akan melakukannya saat jenis kelamin calon anak kita sudah di ketahui. Jika memang perempuan, maka aku akan menikah lagi. " putus Dominic dengan nada dinginnya. Nyut dada Kiara berdenyut nyeri mendengar keputusan suaminya, Dominic menoleh ke belakang dengan raut datarnya. Pria itu memperhatikan setiap ekspresi dari istrinya kemudian tersenyum sinis.
"Kenapa sedih, bukankah ini keinginan kamu. Harusnya kamu sangat senang sekarang. " ujar Dominic dengan nada sinis.
__ADS_1
"Terimakasih telah menyetujuinya mas. " Kiara memaksakan senyumnya di hadapan pria yang menjadi suaminya. Dominic hanya berdecih, berjalan melewatinya, setelah itu ke luar sambil membanting pintu.
Brak
Tes tes tes
Hiks hiks cairan bening yang sejak tadi dia tahan seketika luruh begitu saja. Kiara menekan dadanya yang terasa sesak, bohong jika dia tak sakit hati akan ucapannya sendiri dan kini Dominic telah menyetujuinya.
"Maafkan aku mas, maaf. " gumam Kiara dengan lirih. Perempuan itu mengusap perut buncitnya, mengucapkan maaf pada calon baby twinnya. Kiara segera duduk di atas ranjang, tubuhnya yang lemah tak sanggup untuk berdiri akan kenyataan yang di terimanya. Dari luar pintu Dominic mengepalkan tangannya, tak sanggup mendengar suara tangisan sang istri yang begitu memilukan. Pria itu segera pergi dari sana, dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.
Hingga menjelang malam, Kiarapun mengkhawatirkan suaminya yang tak kembali ke kamar mereka. Sesekali wanita hamil itu menoleh kearah jam di dinding, waktu menunjukkan tepat pukul 07.00 malam. Cklek pintu di buka, Kiara buru buru bangkit dan berjalan mendekati sang suami. "Akhirnya mas Dom kembali juga, aku khawatir kamu kenapa kenapa mas? "
"Jangan pedulikan aku! Dominic menepis tangan istrinya yang berada di lengannya. Kiara menatap punggung suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi dengan tatapan nanarnya, wanita itu menghela nafas panjang lalu mengambilkan pakaian untuk suaminya, lalu meletakkannya di kasur.
Tak lama Dominic ke luar, dia memilih mengambil pakaian dari dalam lemari. Kiara yang melihatnyapun hanya tersenyum kecut, namun dia berusaha menahannya. Dominic langsung naik ke atas ranjang, berbaring memunggungi Kiara. Kiara lagi lagi menghembuskan nafas berat melihat sikap suaminya.
"Jangan berbicara lagi, sebaiknya kamu tidur. " ketusnya. Kiarapun mengatupkan bibirnya, menarik selimut menutupi tubuhnya. Keduanyapun terlelap dengan Dominic memunggungi sang istri. Hingga tengah malam Kiara terjaga dari tidurnya, dia sempat melirik kearah suaminya sekilas.
"Sayang kamu lapar ya. " gumamnya sambil mengusap perut buncitnya. Kiara segera menyibak selimutnya, lalu turun dan melangkah ke luar dari kamar. Merasakan pergerakan di sampingnya, Dominic menoleh ke belakang, melihat istrinya yang ke luar dari kamar namun dia hanya diam. Sampai di dapur, Kiara segera membuat hamburger, serta segelas susu ibu hamil. Setelah menghabiskannya, wanita itu kembali kekamar, dan berbaring di sebelah suaminya. Dia tersenyum miris, melihat posisi suaminya yang masih sama.
"Kamu sangat marah padaku mas, hingga kamu tidak peduli lagi padaku. " batin Kiara lirih. Kiara lagi lagi menelan pil pahit, dia memutuskan untuk beristirahat karena tubuhnya berasa lelah.
###
Hari berganti hari hingga bulan berganti bulan, sikap Dominic semakin dingin pada istrinya. Hubungan keduanya mulai renggang, Reymond dan Cyra berusaha membujuk Dominic namun pria itu masih sangt keras hatinya. Kiara selama ini tak tinggal diam, dia berusaha meminta maaf namun yang dia dapat hanyalah, sikap dingin dari suaminya serta makiannya. Kini perut wanita itu semakin membesar di usianya ke lima bulan, lusa hari di mana dia akan cek usg. Dia harus siap dengan segala kemungkinan yang ada.
__ADS_1
Cukup sudah, Kiara tak tahan lagi dengan sikap sang suami. Segala upaya telah dia lakukan namun tak bisa meluluhkan sikap dingin prianya, ayah dari calon anak anaknya.
Kini Kiara kembali ke rumah kontrakannya di Jakarta, dia pergi tanpa berpamitan pada suaminya. Ya dia mendesak sang adik ipar untuk membantunya, Reymondpun menurutinya karena merasa kasihan.
Sementara di Villa Dominic kelimpungan, mencari sosok sang istri di setiap kamar yang ada dalam villa namun tak menemukannya. Tanpa sengaja pria itu menemukan selembar surat diatas meja, segera saja di membukanya dengan jantung berdebar kencang.
...Dear Mas Dominic...
...Maafkan istrimu yang tak berguna ini, aku menyerah menghadapi sikapmu yang kian hari membuatku sakit hati. Aku tahu aku salah, membuat keputusan yang membuatmu marah besar, namun kamu setidaknya tak perlu menghukumku selama dua bulan ini. Aku tahu aku hanyalah wanita yatim piatu, aku hanya wanita yang dulunya pemuas nafsumu mas, namun kamu tak perlu kamu ingatkan lagi tentang hal itu....
...Karena dua hal itu sudah melekat dalam ingatanku...
...Apa kamu tahu mas?...
...Selama ini aku menahan rasa sakit, atas ucapan dan perlakuanmu padaku, namun aku memilih diam! Berharap suatu saat kamu mau memaafkan wanita hina ini, namun nyatanya tidak sama sekali. Kamu tetap keras dengan egomu yang tinggi!...
...untuk baby twins, aku akan menjaganya dnegan sangat baik karena mereka harta berhargaku satu satunya yang ku miliki. Aku harap mas memberiku waktu, untuk menata hatiku. ...
Istri tercintamu
KIARA
Tes tes
Cairan bening menetes di kedua manik kelam Dominic, setelah membaca surat dari istrinya. Menyesal, dia baru menyadari akan sikapnya yang sudah keterlaluan pada istrinya hingga istrinya itu pergi dari sisinya.
__ADS_1
"Kiara, " gumam Dominic dengan wajah penyesalannya. Tubuh kekar itu langsung luruh ke lantai.
tbc