
Nia tampak melamun di depan air mancur di hadapannya, gadis itu terlihat lebih tegar dari kemarin. Kehilangan pria yang dicintainya sempat mengguncang raga gadis itu namun Nia telah bangkit dari keterpurukannya. Dia telah memikirkan matang matang, ingin mencari siapa pelaku yang membunuh kekasihnya.
Air yang awalnya tenang kini terus bergerak tak tentu arah sama halnya hidup Nia.
"Nia. " panggil Louis dengan lembut.
Nia sontak terkejut, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hendak terjatuh, namun Louis segera menahannya. Pria itupun membopong Nia palu menurunkannya dengan hati hati. "Lain kali jangan melamun lagi Nia, untungnya ada aku kalau tidak pasti kamu sudah tenggelam. " ujar Louis.
"Maafkan atas kecerobohanku!
"Nanti jam 07.00 malam, aku akan mengajakmu kesuatu tempat, kamu persiapkan dirimu sebaik mungkin Nia. " ujarnya sambil tersenyum.
"Memangnya ada apa Louis? "
Louis tak memjawabnya, pria itu langsung pergi begitu saja. Niapun menghela nafas panjang, gadis itu memutuskan kembali ke dalam mansion.
Tepat pukul 7 malam, Nia telah selesai bersiap siap. Gadis itu menuruni anak tangga, menemui Louis di bawah yang sudah menunggunya.
"Cantik. " Louis terpana dengan penampilan Nia malam ini, gadis itu terlihat lebih cantik dan seksi di matanya. Niapun merasa malu di tatap Louis begitu intens, segera saja dia berdehem. Pria itu segera menepis pemikirannya, tangannya merangkul di pinggang ramping Harmonia. Keduanya berjalan bersama ke luar dari mansion, Nia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Louis.
"Louis, bisakah kamu membantuku? "
"Bantuan seperti apa yang kamu inginkan hemm!
"Aku ingin mencari pembunuh Dika. " sahut Nia dengan wajah serius. Louis menatap gsdis di deannya tanpa ekspresi, entahlah apa yang di pikirkannya saat ini.
"Aku akan memenuhi keinginanmu asal kau membantuku. "
__ADS_1
"Kalau begitu menikahlah denganku Nia. " ujar Louis. Niapun terkejut, gadis itu masuk ke mobil kemudian mobil melesat jauh. Selama perjalanan, Nia memikirkan permintaan Louis barusan.
Nia POV
Bagaimana ini? Ya aku menjanjikan pada Louis, akan memenuhi keinginannya. Aku tak menyangka pria itu mengajaknya menikah, aku harus apa sekarang? Jelas jelas aku hanya akan menikah sekali dengan pria yang aku cintai. Ah kenapa aku terjebak dengan ucapanku sendiri.
"Ayo kita turun! Nia mengangguk, gadis itu segera turun dari mobil. Ya Louis mengajak Nia makan malam di tepi pantai, banyak bunga dan pilin di sekitar sana. Menjadikan tempat itu terlihat indah dan romantis, di temani bintang bintang di langit.
"Bagaimana dengan keputusanmu Nia? "
"Aku.. aku setuju. " jawab Nia dengan pelan. Diam diam Louis tersenyum miring, mendengar jawaban dari Nia, sesuai dengan apa yang di pikirkannya. Pria itu meraih tangan Nia lalu di genggamnya dengan erat, Nia merasa gugup di tatap Louis begitu dekat.
"Louis ini terlalu dekat. " protes Nia. Louis tersenyum simpul, tangannya beralih memeluk pinggang ramping Nia hingga tubuh mereka merapat. Louis bisa merasakan dua squishy Nia yang bersentuhan dengan dadanya, di balik dress gadis itu.
"Sial. " umpatnya dalam hati, tubuhnya terasa tegang dan sepertinya naluri kelakiannya terbangun, berdiri tegak namun bukan tiang.
Nia melotot, bibirnya di pagut oleh Louis, ciuman pertamanya di renggut oleh pria di hadapannya. Louis menyudahi ciumannya, dia benar benar merasa candu dengan bibir Nia yang begitu manis. "Apa apaan kamu Louis, aku memang setuju menikah denganmu namun bukan berarti kamu seenaknya menciumku. " geram Nia kesal.
Niapun segera mendorong tubuh pria itu, lalu bangkit dan pergi dari sana. Louis mengusap wajahnya kasar, lalu bangkit dan berlari menyusul calon istrinya. "Tunggu Nia, aku minta maaf padamu. " ucap Louis menahan tangan gadisnya itu. Niapun berbalik dan menepis kasar tangan Louis, dia menatap kesal kearah Louis. "Kamu berbeda dengan Dika, Louis. Dia tak pernah menciumku hanya di kening dan pipi tapi kamu dengan beraninya mengambil ciuman pertamaku hah. " pekik Nia emosi.
Louis mengeraskan rahangnya, mendengar ucapan Nia barusan. Entah kenapa dia seakan tidak rela jika Nia masih teringat dengan Dika, apalagi membandingkan dirinya dengan pria yang telah tiada itu.
"Cih sial, ada apa denganku. " batinnya kesal.
Louis hanya mampu mendengus sebal, tatapannya berubah datar kearah Nia. "Oh ayolah, itu hanya ciuman pertama Nia, kamu jangan berlebihan seperti ini. "
"Kau. " Nia semakin kesal dengan pria di depannya, gadis itu berbalik namun lagi lagi Louis menghentikannya. Pria itu langsung menyeretnya kembali ke tempat semula, keduanya dinner berdua.
Setelah selesai merekapun langsung pulang, keduanya tak ada yang berbicara. Merasa lelah Nia tertidur selama perjalanan pulang, Louis meliriknya sekilas lalu kembali fokus menyetir.
__ADS_1
Skip
Louis membopong tubuh Nia, menuju ke kamar
gadis itu. Nia mengigau menyebut nama Dika dalam tidurnya, membuat raut Louis berubah masam. Tak lupa pria itu menyelimuti tubuh Nia setelah itu ke luar dari sana, pergi ke kamarnya.
##
Pagi ini Mikayla datang ke mansion Louis, penampilan wanita itu tampak elegan dan juga seksi. Louis tidak menyapa wanita itu, dia begitu sibuk dengan sarapannya begitu juga dengan Nia.
"Louis, siapa gadis di sebelahmu ini. Kenapa dia berada di mansionmu honey? " tanya Mikayla dengan raut tak sukanya.
"Dia cal.. " ucapan Louis terpotong, pria itu meringis kesakitan karena kakinya di injak Nia. Niapun menghembuskan nafas pelan, lalu tersenyum palsu di hadapan Mikayla.
"Saya teman Louis, namaku Harmonia Clarissa panggil saja Nia. " sapa Nia dengan ramah. Mikayla masih belum percaya akan ucapan Nia, dia masih menatap curiga gadis itu. Nia hanya mengangkat bahunya, tidak peduli jika wanita di depannya itu tak percaya.
"Sudahlah ayo kita berangkat Mika! Meskipun kesal Louis tetap melirik sekilas kearah Nia.
"Ayo honey. " Mika langsung bangkit, mengandeng lengan Louis namun pria itu msnepis tangannya. Berjalan lebih dulu meninggalkan Mika yang ada di belakang. Mika hanya bisa mengumpati sikap acuh Louis padanya, sebelum menyusul Louis, wanita itu melirik tajam kearah Nia.
"Awas saja kau, jika aku tahu kamu menggoda Louis, aku tak segan menghancurkan
hidupmu. " Mikayla melenggang pergi, meninggalkan Nia sendirian di meja makan. Niapun mendengus jengkel dengan sikap Mikayla padanya.
"Cih siapa juga yang mau menggoda pria brengsek itu. " makinya dengan pelan. Nia bangkit, membereskan meja makan, membawa piring kotornya ke dapur dan diambil alih oleh para maid. Nia memilih bersantai di ruang tamu, memindah chanel dengan cepat mencari acara yang menghibur.
"Huh, jadi kangen kakek. " gumamnya pelan. Nia mengambil ponselnya yang ada dalam saku. Gadis itu terlihat bimbang, ingin menghubungi kakeknya atau tidak ya. Jika dirinya menghubungi kakek, pasti kakek akan melacak keberadaannya.
Nia menaruh kembali ponslenya di atas meja, gadis itu mengurungkan niatnya, menghubungi sang kakek.
Sementara Mikayla terus berusaha mencari perhatian Louis, dia tak mudah menyerah begitu saja. Dia tak akan membiarkan Nia atau gadis lain mengambil Louis darinya.
__ADS_1
tbc