
Setelah beberapa hari Ella hanya bisa mendesah berat, dia telah berusaha membujuk suaminya namun Gara kekeh dengan keputusannya. Keduanya kini saling mendiamkan satu sama lain, tak bertegur sapa namun Ella tetap menjalankan tugasnya sebagai istri.
Pagi ini mereka sarapan bersama, tak ada sambutan dan kata kata manis seperti biasa yang mereka lakukan. Gara bangkit menghampiri istrinya, lalu membawanya ke pangkuannya. "Bagaimana kalau aku ikut bersama kamu sayang, aku menemani kamu berobat? " Gara berusaha memberikan ide sekaligus menekan egonya.
"Bagaimana dengan perusahaan kamu mas, perusahaan juga membutuhkan kamu!
Ella meraih wajah suaminya, menciumnya dengan lembut. Gara membalasnya, ciuman itu berubah liar dan menuntut. Gara bangkit, mengendong istrinya menuju ke kamar, di sana mereka melakukan penyatuan indah itu.
Ella mengulum senyumnya, menikmati sentuhan Gara di wajahnya. Keduanya baru saja bercinta, melepaskan rindu setelah beberapa hari mereka saling mendiamkan satu sama lain. "Aku juga berat harus meninggalkan kamu mas, tapi ini semua aku lakukan agar aku bisa segera sembuh!
"Kapan kamu akan berangkat sayang? " tanya Gara pada akhirnya.
"Satu minggu lagi mas, aku ingin menghabiskan waktu aku dengan suamiku tercinta. " jawab Ella sambil tersenyum manis. Gara tak punya alasan lain selain memberikan izin untuk istrinya pergi berobat.
"Baiklah kamu boleh pergi sayang, jaga dirimu dan berjanjilah kamu akan segera kembali dengan sehat. " pintanya.
"Iya mas aku berjanji! Ella bisa bernafas lega melihat sang suami yang memberikan izin untuknya. Dia segera menghubungi orang tuanya untuk memberitahu hal ini. Setelah selesai Ella turun dari ranjang membersihkan dirinya lebih dulu bergantian dengan sang suami.
"Nyonya, Nona Hanum datang. "
"Biarkan dia masuk Bi. " jawab Ella sambil tersenyum. Hanum masuk ke dalam, keduanya saling berpelukan sekilas.
"Kamu ke sini sama siapa Num? " tanya Ella dengan senyuman manisnya.
"Si pria mesum El. " jawab Hanum dengan malas. Ella sempat bingung namun tak lama gadis itu tertawa, paham siapa yang di sebut pria mesum oleh Hanum.
"Kita jalan jalan yuk El, bosan nih!
"Bentar aku izin suamiku dulu ya. " Ella bangkit dan segera menemui sang suami. Tak lama dia kembali, mengajak Hanum pergi. Nickolas memilih menganggu Gara daripada mengikuti kedua gadis itu, terutama mendengar suara cempreng Hanum yang menganggu telinganya.
Keduanya kini berada di salah satu museum pameran lukisan, mereka berdua berkeliling dan sesekali memberikan pujian untuk lukisan yang ada di sana.
"Aku jadi penasaran siapa ownernya? " tanya Ella dengan antusias.
__ADS_1
"Kalau gak salah nih ya namanya Rendy Atmaja. " jawab Hanum sambil mengamati beberapa lukisan.
Deg
Ella mendadak terdiam mendengar nama itu di sebut, nama sang mantan orang yang telah dia lupakan. Tak mendengar suara Ella, Hanum menoleh dan mengerutkan dahi melihat calon iparnya yang melamun. "Ella ada apa, kenapa kamu hanya diam? "
"Apa kau mengenal pemilik pameran lukisan ini? " tanya Hanum dengan penuh selidik.
"Dia.. "
"Maaf permisi. " ujar seseorang membuat Hanum dan Ella menoleh. Rendy datang bersama seorang wanita, Ella terkejut melihatnya namun ikut senang jika Rendy telah menemukan penggantinya. Rendy yang awalnya terkejut melihat Ella, segera mengontrol dirinya.
"Hai Ella, bagaimana kabarmu? " tanya Rendy dengan ramah dan tenang.
"Aku baik, oh ya siapa yang bersama kamu kak? " tanya Ella.
"Kenalkan Dia Firda, kekasih aku. " sahutnya sambil merangkul bahu Firda. Firda dan Ella saling menyapa satu sama lain, Ella tersenyum menanggapinya dan turut senang melihatnya. Dia juga mengenalkan Hanum pada Rendy dan Firda, mereka tampak akrab dan berbaur dengan cepat.
"Ayo lihat lukisannya lainnya. " Rendy dan Firda mengajak Hanum dan Ella berkeliling. Ella cukup senang melihat impian Rendy yang terwujud sekarang. Rendy diam diam melirik kearahnya tanpa Ella sadari setelah itu memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Maaf Firda, kak Rendy aku pamit pulang dulu ya suamiku menghubungi aku tadi. " ujar Ella dengan ramah.
"Baiklah hati hati Ella, lain kali aku dan Rendy akan mampir ke rumahmu. " sahut Firda yang dibalas anggukan oleh Ella. Hanum dan Ellapun pergi dari sana, Rendy menatap kepergian Ella dengan tatapan sulit di artikan.
Ehem Firda memperhatikan Rendy yang menatap kepergian Ella. "Kau masih sayang sama dia, kenapa kau tidak mengejarnya Ren? " tanya Firda.
"Apa kau gila Fir, dia sudah punya suami. " maki Rendy pada temannya itu.
"Tumben sadar biasanya lelaki pada buta, demi cinta rasa obsesi rela mengejar wanita yang sudah bersuami begitu sebaliknya. " cerocos Firda panjang lebar. Rendy memutar bola matanya jengah, mendengar ucapan Firda membuatnya kesal.
"Bawel kau, pantas saja kau jomblo hingga sekarang. " sindir Rendy dengan nada mencibir.
Bug
"Ish jangan bawa bawa statusku sialan. " umpat Firda kesal dengan tingkah Rendy yang berkata seenaknya meski itu sebuah kejujuran. Rendy bangkit, meninggalkan Firda sendirian dan gadis itu segera menyusulnya.
__ADS_1
"Udah aku transfer ya dan akting kamu tadi bagus juga, harusnya kau jadi artis
sekarang. " ujar Rendy. Firda hanya diam, memilih bermain games dalam ponselnya.
"Bodo amat, selamat menikmati masa kesendirianmu sobat dan cepatlah move on. " cibir Firda tanpa menoleh kearah Rendy. Rendy mendengus kesal, selama perjalanan hanya ada perdebatan di antara mereka berdua. Firda menyimpan ponselnya dalam tas, lalu menoleh pada Rendy dengan senyuman di bibirnya.
"Bagaimana kalau aku membantumu mencari pasangan di aplikasi kencan? " tawar Firda.
"Cih aku tak memerlukan aplikasi itu. " ketus Rendy.
"Hei sangat di sayangkan dengan kekayaan dan ketampananmu itu, percuma kaya dan tampan jika jomblo namun mengharapkan wanita yang berstatus istri orang. "
"Sok tahu kamu. "
"Tahulah, tuh wajah kamu mupeng lihat Ella tadi. " sinisnya. Kini mereka berada di depan rumah Rendy, Firda sangat suka membuat kesal temannya itu. Rendy hanya bisa mengumpat kelakuan jahil Firda yang tak ada habisnya.
"Kenapa kamu makin benci sama aku, awas lho benci itu benar benar cinta. " ledek Firda dengan tawanya yang keras.
"Firda. " geram Rendy kesal sekaligus jengkel.
"Apa beb. " Firda mengedipkan sebelah matanya, tertawa melihat Rendy yang melototi dirinya. Rendy hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Firda yang menyebalkan.
"Serius nih, dengar ya jika kamu ingin melupakannya kamu cukup membiarkan mantan tercintamu itu bahagia bersama pilihannya. Jika kamu masih berniat merebutnya, kamu sama saja pecundang Rendy!
"Siapa juga yang mau merebutnya, bodoh. " sewot Rendy.
"Dih marah, ya siapa tahu 'kan hati orang mana tahu. " jawabnya enteng. Rendy yang kesal langsung menyentil dahi Firda, membuat gadis itu merintis kesakitan.
"Sakit bodoh. " makinya kesal.
"Makanya jangan sok tahu deh, Firda Hailey Amartha.
"Iya iya Rendy Atmaja, pria tampan tapi jomblo ups. " Firda segera membekap mulutnya melihat lirikan tajam dari Rendy.
tbc
__ADS_1