
Hari berikutnya Zafira melakukan aktivitas seperti biasa, dia juga sering membawa obatnya ke manapun dia pergi. Untuk hubungannya dengan Evan kini tengah rengang, gadis itu masih kecewa dengan sang kekasih.
"Sebenarnya siapa cinta pertama kamu itu Van, apa dia begitu sempurna hingga tak bisa kau lupakan? " gumam Zafira lirih. Kali ini dia kembali absen dalam urusan kampus, moodnya masih memburuk hingga sekarang.
"Sayang pagi ini kamu gak ke kampus nak? " tanya Mami Amira pada sang anak.
"Enggak mom, aku lagi malas. " jawab Zafira singkat dengan wajah masamnya. Mami mengerutkan kening, merasa putrinya memiliki masalah saat ini.
"Sayang ada apa? "
"Mom, jika seseorang yang kita cintai masih terpaku pada cinta pertamanya bagaimana Mi? " tanya Zafira menatap sendu sang mami tercinta.
"Maksud kamu apa Evan nak, apa dia menyakitimu sayang. " cecar Mami dan Zafora mengatakan apa yang dia rasakan mengenai Evan pada sang ibu. Mami Amira cukup kecewa mendengarnya, wanita paruh baya itu mengusap punggung anaknya dengan lembut. Mami menghela nafas kasar, dia tak ingin menyalahkan siapapun dalam masalah putrinya.
"Sayang, jika menurut kamu itu menyakitkan lebih baik lepaskan sayang, tapi jika kamu masih mencoba bertahan kamu perjuangkan dia. " tegur Mami dengan bijak. Zafira hanya diam, gadis itu menghela nafas pelan berusaha mencerna nasehat sang mami tercinta.
Zafira POV
Apa yang di ucapkan mami benar, selama ini aku telah bertahan demi berjuang meraih cinta Evan. Tapi apa bisa aku melepaskan cintaku padanya, membiarkan dia berbahagia dengan cinta pertamanya. Tidak aku harus berjuang sekali lagi, meski harus lagi lagi mengalami kesakitan yang sama untuk kesekian kali. Saat kelak hati dan ragaku telah lelah dan saat itu pula aku akan berhenti dan menyerah.
"Aku mencintai Evan Mi, dia alasan aku selama ini berjuang keras melawan penyakit dalam diriku mam. " gumam Zafira dengan lugas.
Mami menitikkan air matanya melihat putrinya yang berjuang demi cintanya pada Evan. Wanita itu langsung memeluk sang anak, memberi kekuatan pada Zafira. "Aku gak papa Mi, aku yakin bisa melalui ini semuanya. " ucap Zafira dengan penuh keyakinan.
Mami melepaskan pelukannya, menghapus air matanya dengan cepat. "Bi, siapkan cemilan untuk kami. " ucap Mami pada pelayannya. Kedua wanita beda usia itu memilih bersantai dan mengobrol, Zafira juga membahas Nandika pada sang mami. pelayan datang menaruh makanan dan segala cemilan di atas meja setelah itu pergi dari sana.
__ADS_1
Di sisi lain Evan tampak melamun di teras, pria itu merutuki kebodohannya kemarin. Dia berusaha menghubungi Zafira namun panggilannya di tolak. Garvin datang bersama Meisya, pria itu langsung menepuk pundaknya.
"Kamu lagi ngapain Van? " tanya Garvin penasaran.
"Aku membuat kecewa Zafira Vin, dia masih marah padaku sampai sekarang. " ungkap Evan yang menjelaskan kebenarannya pada Garvin. Mendengar nama Zianka di sebut membuat Meisya mengerutkan kening, dia sepertinya tak asing dengan nama itu.
"Maaf Van, Zianka siapa yang kamu
maksud? " tanya Meisya penasaran. Garvin dan Evan menoleh kearahnya, Evan menjelaskan siapa Zianka pada Meisya. Meisya tentu saja terkejut mendengarnya, gadis itu teringat jika Zafira pernah menyebutkan nama gadis itu.
"Ya Tuhan, jadi Zianka cinta pertama Evan adalah adik tiri dari Zafira. Zafira pasti akan sangat hancur jika dia mengetahui kebenaran ini. " batin Meisya miris. Melihat respon kekasihnya, Garvin merasa penasaran dengan apa yang di pikirkan gadisnya itu.
"Sayang, apa kau mengenal Zia? " tanya Garvin dengan tatapan intimidasi.
"Tentu saja tidak. " elak Meisya sambil tersenyum bodoh, dia seolah olah tak mengetahui siapa Zia. Meisya berharap apa yang ada dalam pikirannya saat ini hanya omong kosong belaka. Tidak, dia tak akan membiarkan hidup sahabatnya semakin hancur nantinya, sudah cukup penderitaan yang Zafira alami selama ini.
"Yank, aku pulang dulu ya. " ucap Meisya pada kekasihnya Garvin.
"Aku antar ya. " tawar Garvin namun di tolak Meisya.
"Aku mau menemui Zafira saat ini, dia pasti begitu sedih dan kecewa. " ujar Meisya Garvin mengangguk, mencium kekasihnya sekilas dan membiarkannya pulang sendirian.
Meisya telah masuk ke dalam taksi, perempuan itu begitu resah akan kenyataan yang dia terima. Dia tak habis pikir dengan jalan kehidupan sahabatnya yang begitu rumit ini. Beberapa menit berlalu akhirnya diapun sampai di rumah Zafira, turun dari taksi dia langsung mengetuk pintu. Pelayan membuka pintunya, membiarkan gadis itu masuk dan langsung menemui sang pemilik rumah.
"Eh nak Meisya, kamu mau bicara sama
__ADS_1
Fira? " tanya Mami Amira pada sahabat anaknya.
"Iya tante. "
"Ya sudah tante tinggal sebentar. " Mami Amira bangkit, pergi meninggalkan kedua gadis itu di ruang tengah. Meisya duduk di dekat sahabatnya, menyentuh tangan Zafira.
"Aku kecewa Mei, bukannya aku egois karena ingin selalu di prioritaskan Evan hanya saja kemarin aku sangat membutuhkan dirinya. " keluh Zafira dengan tatapan terlukanya. Meisya menatap nanar sahabatnya, dia sekuat tenaga menahan tangis melihat sahabatnya yang rapuh.
"Apa aku harus melepaskannya Mei? "
"Enggak Fira, kamu harus berjuang dan aku yakin kelak Evan akan membalas perasaanmu nantinya. Aku tadi bertemu dia di rumahnya, pria itu sama kacaunya seperti kamu dan Evan juga menyesali tindakannya. " ujar Meisya panjang lebar. Zafira langsung memeluknya, Meisya mengusap punggung sahabatnya dengan lembut.
"Seandainya kamu tahu siapa cinta pertama Evan, kau akan semakin terluka dan hancur nantinya Fira dan aku tak sanggup melihatmu semakin rapuh. " batinnya dalam hati. Zafira melepaskan pelukannya, perasaannya sedikit lega setelah berbagi pada orang orang tersayangnya.
"Besok aku akan menemui Evan, Mei!
"Ya apapun keputusanmu aku dukung Fira, selama kamu happy. " sahut Meisya sambil tersenyum. Zafira tersenyum tipis, dia merasa beruntung memiliki sahabat yang mengerti dirinya seperti Meisya.
Gadis itu meraih ponselnya, membaca pesan permintaan maaf dari Evan. Zafira sendiri tak berniat membalasnya, dia perlu bertemu dengan kekasihnya itu dan mendengar penjelasan Evan. Meisya sendiri hanya diam memperhatikan apa yang di lakukan Zafira, diam diam dia berharap Zafira tak tahu siapa cinta pertama Evan sebenarnya.
"Maafin aku Fira, aku lakukan ini demi kebaikan kamu!
Zafira menaruh ponselnya di atas meja, perempuan itu kini membahas hubungan Meisya dengan Garvin. Meisya merasa malu, diapun mengatakan tentang kesiapan dirinya menjadi istri dari Garvin kelak. Zafira turut senang mendengar kabar bahagia ini, dia bernafas lega melihat Meisya yang tampak dewasa dalam mengambil keputusan.
"I am happy for you Meisya, senang akhirnya kamu tak mementingkan ego kamu lagi. Aku yakin Garvin sangat bahagia mendengar keputusan kamu ini. " tebak Zafira.
__ADS_1
"Kamu benar Fira, kak Garvin begitu heboh seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainannya. " ucapnya sambil terkekeh. Zafira ikut tertawa mendengar pengakuan Meisya barusan.