Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ Part 21


__ADS_3

Zafira kini masih memeluk mami tercintanya, paruh baya mengusap lembut punggung sang anak. Putrinya baru saja mengatakan kejadian yang terjadi kemarin.


"Please mom, tolong jangan paksa aku untuk berdamai sama mereka. Bagiku satu satunya keluargaku hanya mami seorang. " gumam Zafira dengan lirih.


"Sudah sayang, kamu jangan pikirin hal yang tidak penting nak, fokus saja pada kehamilan kamu sayang. " ucap Mami Amira dengan lembut. Zafira menghela nafas panjang, mengangguk setuju dengan nasehat sang mami tercinta.


"Ya sudah kamu istirahat sayang! Mami mencium kening sang anak, lalu bangkit dan beranjak ke luar dari kamar Zafira. Wanita itu bergabung dengan besannya di ruang tengah.


"Kau berhasil membujuk Fira, Mir? " tanya Mommy Ella padanya. Nyonya Amira menggeleng, nyonya Ella mendesah kecewa mendengarnya. Entah bagaimana lagi dirinya membujuk menantunya untuk berdamai dengan masa lalu. Daddy Gara hanya diam, mendengarkan obrolan kedua wanita di depannya.


"Ella please jangan paksa putriku untuk berdamai, biarkan waktu yang akan menjawabnya. Kalian tidak pernah merasakan apa yang kami rasakan hingga dengan mudah berusaha membujuk Fira untuk memaafkan mereka. " tegas Nyonya Amira. Nyonya Ella merasa tersentil mendengarnya, diapun mengatupkan bibirnya rapat.


"Kalau begitu saya permisi. " Nyonya Amira langsung pergi begitu saja. nyonya Ella bisa melihat raut kekecewaan pada besannya itu terhadapnya.


"Mommy seharusnya jaga batasan mommy, tak perlu ikut campur urusan keluarga Zafira. Menantu kita berhak mengambil keputusan sendiri,mommy tak perlu mendesaknya. " tegur Daddy Gara yang membuat mommy Ella kehilangan kata kata.


Sementara Zafira tengah muntah muntah di dalam kamar mandi, Evan mengurut leher istrinya.Pria itu begitu kasihan pada sang istri, setelah selesai dia menggendongnya dan membawanya ke ranjang. "Sayang, aku tak ingin apapun saat ini bisakah kamu memanggilkan Mami, aku ingin masakan buatannya.


Evan segera menghubungi mertuanya segera setelah itu menyimpan ponselnya di laci meja. Dia memutuskan mengajak istrinya ke luar dari kamar, keduanya bergabung ke ruang tamu.


"Sayang kamu mau apa nak, biar mommy yang buatkan? " tanya Mommy dengan lembut pada mertuanya.


"Mami Amira lagi membeli susu hamil untukku Mom, aku ingin Mami yang membuatkan sesuatu untukku!


Mommy Ella terdiam mendengar penolakan sari menantunya secara halus. Evan dan Daddy hanya saling melirik satu sama lain, tak mengatakan apapun. Tak lama Mami Amira kembali, Zafira langsung meminta keinginannya pada sang ibu tercinta.



"Baiklah sayang, mami akan membuatkannya untuk kamu!

__ADS_1


"Mommy, bisa membuatkanku jus alpukat. " ucap Zafira dengan lembut pada mertuanya. Raut wajah Mommy Ella kembali ceria, wanita itu langsung bangkit dan mengajak besannya pergi ke dapur. Zafira menghela nafas panjang, dia tak sampai hati menyinggung perasaan sang mertua. Evan mengulas senyumnya melihat sikap bijak sang istri, pria itu mencium kening wanitanya.


"Maafin aku Dad, maaf aku mengecewakan mommy tadi. " sesalnya pada sang mertua.


"Enggak papa nak, Daddy paham jika perasaanmu tengah sensitif saat ini semenjak hamil!


Satu jam berlalu mami dan Mommy kembali, mereka membawakan pesanan Zafira lalu menaruhnya di atas meja.


Strawberry Oatmeal dan Jus Alpukat


Zafira begitu lahap makannya, Mami mengulas senyumnya melihat sang anak yang tampak bahagia. Evan sekali kali menegur istrinya agar tak terburu buru makannya, dia tak ingin wanitanya tersedak nantinya. Setelah beberapa saat wanita hamil itu telah menghabiskan makanan dan jusnya. Dia tampak tak merasa mual mual lagi saat ini, dia usap perut ratanya.


Dering ponsel milik Daddy Gara menyita perhatian mereka, paruh baya itu langsung mengangkat teleponnya. "Aku akan ke sana sekarang, kau tunggu aja di sana. "


"Ada apa Daddy? " tanya Mommy khawatir.


"Nara kecelakaan mom. " ujar Daddy pelan yang membuat semua orang memekik kaget. Keduanya langsung pamit ada sang menantu, Zafira ingin ikut namun semua orang melarangnya. Jadilah dirinya bersama Mami tercinta tinggal di sana berdua.


Tiba di rumah sakit, mereka bertiga langsung menemui dokter yang memeriksa keadaan Nara dan Shenna.


"Bagaimana keadaan putri kami Nara dok? " tanya Nyonya Ella khawatir.


"Putri Anda hanya mengalami luka ringan tapi gadis bernama Shenna lukanya cukup parah, sepertinya dia mengalami amnesia. " ujar Dokter panjang lebar. Nyonya Ella terkejut mendengarnya, sungguh dia merasa berhutang budi pada gadis cantik itu yang telah menolong Nara.


"Bolehkah kami masuk ke dalam Dokter!


Dokter memberikan izin, mommy langsung masuk ke dalam dan memastikan keadaan Nara lebih dulu. Setelah itu dia baru menjenguk Shenna yang ruangannya ada di sebelah.


Melihat kondisi Shenna yang di pakaikan perban di kepalanya membuat Nyonya Ella menangis. Dia kini berada di sisi gadis yang telah menyelamatkan putrinya. "Terimakasih telah menolong Nara nak, kamu begitu baik Shenna. " gumam Nyonya Ella lirih.

__ADS_1


Cklek Ethan masuk ke dalam dan mendapati ibunya menangis, pria itu mendekat dan mememluk sebentar sang ibu.."Mom, sebaiknya mommy menjaga Nara saja, Shenna biar aku yang jaga. " ucap Ethan dengan halus.


"Baiklah nanti kabari mommy jika Shenna sudah bangun nak!


Ethan mengangguk, dia membiarkan ibunya ke luar dan fokusnya kembali tertuju pada tubuh Shenna. Pria itu menghela nafas kasar, meraih tangan Shenna kemudian menggenggamnya dengan erat. Dia telah menyelidiki kecelakaan ini, ada seseorang yang sengaja melakukannya.


"Segeralah bangun She, aku tak suka melihatmu seperti ini. " gumam Ethan lirih.


Merasakan pergerakan membuat Ethan terkejut, dia segera memanggil dokter. Dokter langsung datang, bersamaan dengan Shenna yang telah membuka kedua matanya.


"Aku di mana. " gumam Shenna lemah.


"Kau ada di rumah sakit nona, sebentar saya akan memeriksa kamu lebih dulu!


"Aku siapa Dok? " Dokter langsung menjelaskan pada Shenna, Shenna hanya diam setelah mendengar penjelasan dokter barusan. Tatapannya teralihkan kearah Ethan yang berada di dekatnya, Ethan langsung mengenalkan dirinya pada Shenna.


Shenna berusaha bangun, Ethan dengan sigap membantunya bersandar. Dia meringis kecil saat berusaha mengingat dirinya sendiri, Ethan langsung menegurnya dengan lembut.


"Apa yang kau rasakan sekarang? "


"Kepalaku pusing kak, dan aku tak bisa mengingat apapun. " jawab Shenna yang di angguki Ethan. Pria itu bangkit dan ke luar sebentar, Shenna mengerutkan kening keihat kepergian Ethan tiba tiba.


Tak lama Ethan kembali dengan membawa makanan, dia langsung menyuapi Shenna dengan sabar. Shenna membuka mulutnya, mengunyahnya dengan lahap. Selesai menyuapi Ethan membantunya minum, Shenna langsung mengucapkan terimakasih padanya. Dia menatap lekat pria di hadapannya saat ini, entah kenapa dia merasakan nyaman bersama Ethan.


"Hei kenapa kamu melamun Shenna? " tanya Ethan dengan lembut.


"Eh aku enggak papa, kamu mengenal aku bukan dan please katakan siapa sebenarnya aku? " desak Shenna sambil memohon pada Ethan. Ethan jelas kebingungan, dia sungguh tao berani mengatakan kebenaran mengenai siapa Shenna yang justru nantinya akan menyakiti Shenna sendiri.


"Aku ingin tahu siapa orang tuaku kak! "

__ADS_1


"Tunggu dulu ya, kamu harus pulihkan kondisi kamu Shen. " jawab Ethan. Shenna hanya pasrah akan jawaban yang di berikan Ethan.


__ADS_2