
Note : Author bikin cerita yang konfliknya ringan ringan saja kok
Jangan lupa mampir ke novelku yang baru One Night Stand, Gairah wanita malam
"Sayang, kau mau salad buah? " tanya Xander pada sang kekasih. Elena hanya mengangguk tanpa berbicara. Xander lagi lagi menghela nafas panjang, Jessie menahan tawanya melihat sikap sang kakak ipar yang tengah merajuk.
"Kak El, gimana kalau besok pergi ke kebun strawberry. " tawar Jessie.
"Ide bagus Jes, entah kenapa aku pengen metik buah strawberry dengan tanganku sendiri! Jessie mengulas senyumnya, dia berhasil mengembalikan mood sang ipar. Xander bernafas lega, adiknya bisa di andalkan dalam membujuk Elena.
"Mommy. " Jessie menoleh, wanita itu tersenyum melihat putera kecilnya berlari kearahnya dan diikuti Danzo. Dia langsung mencium kepala Denis, di akhiri usapan di kepala bocah tampan itu. Elena yang melihatnya tersenyum tipis, tangannya menyentuh perut ratanya.
"Mommy maafin Denis, mommy marah karena Denis makan eskrim terlalu banyak hingga sakit perut. " sesal Denis.
"Mommy enggak marah sama Denis, lain kali jangan di ulangi oke mommy sangat khawatir sama kamu sayang. " Jessie menasehati puteranya dengan lembut dan sabar. Denis mengangguk dengan cepat, bocah itu langsung mencium pipi mommynya sebagai permintaan maafnya. Jessie tersenyum sumringah, lalu beralih melirik kearah Danzo, suaminya. Danzo mencium keningnya, kemudian duduk di sofa bersama Denis.
"Kalian pasangan yang serasi. " puji Elena pada kedua iparnya.
"Thanks, kau tak tahu saja kakak ipar, kami dulunya macam kucing dan tikus, selalu berdebat. " ujar Jessie sambil tertawa. Elena ikut tertawa mendengarnya, dia penasaran dengan perjalanan cinta Jessie dan Danzo.
"Aku jadi penasaran dengan kisah kalian!
Jessie dan Danzo saling melirik satu sama lain, terlihat ada cinta di kedua manik mereka. Elena merasa iri melihat kemesraan mereka, dia berharap dirinya dan Xander juga bisa berbahagia. Xander tengah memperhatikan wanitanya, dia bangkit kemudian di kecupnya kepala Elena.
"I Love you amor! bisiknya pelan. Elena selalu berdebar setiap kali Xander membisikkan kata cinta kepadanya.
"Me too!
"Nah, kakak ipar kau ingin konsep pernikahan seperti apa? "
__ADS_1
"Sederhana saja gimana. " jawabnya sambil menatap kearah Jessie. Xander dengan cepat menatapnya, dia tak setuju dengan keinginan Elena. Dia ingin pernikahannya megah, ingin memberikan sesuatu yang luar biasa untuk Elena.
"Sayang, aku ingin mewujudkan impianmu, menikah ala King and Queen. " sahut Xander dengan tatapan intensnya. Elena menghela nafas panjang, menarik kekasihnya hingga Xander duduk di sebelahnya. Dia langsung mengenggam tangan sang kekasih, dengan lembut dia pandangi wajah Xander.
"Aku hanya tak ingin membuang uang kamu sayang!
"No sayang, dengar sebagai calon suamimu aku begitu ingin membahagiakanmu dan calon anak kita, apapun akan aku lakukan untukmu asalkan kau bahagia. Please kali ini kau harus setuju dengan pendapatku sayang!
"Kak Xander benar kak El, dia ingin membuat hari spesial kalian semakin istimewa, selain itu kak Xander ingin memperkenalkan kak El ke publik agar semua orang tak menganggap remeh kak Elena!
"Huft aku selalu kalah kalau berdebat dengan kau dan Jessie, sayang. " adunya pada Xander dan di balas kekehan pria itu.
Xander membawa Elena ke pelukannya, dia benar benar mencintai wanita dalam dekapannya saat ini. Jessie begitu terharu dengan kemesraan kakak dan iparnya, Danzo mengenggam tangan sang istri.
"Aunty, kapan adik bayi lahir? " tanya Denis dengan antusias.
"Masih lama sayang, sekitar delapan bulan
"Kenapa kalian tak buatkan adik untuk Denis. " sahut Xander dengan seringai jahilnya. Jessie hanya diam tak menanggapinya, dia tak mau bertengkar dengan sang kakak.
"Mommy, aku main sendiri saja uncle Xander tak asyik. " Denis memecah keheningan, bocah itu langsung bangkit, pergi meninggalkan orang tua serta paman dan bibinya. Elena menyikut perut kekasihnya agar berhenti tertawa, dia yang mengerti suasana tegang saat ini memilih diam. Xander kembali melihat kearah adiknya, Jessie kini memasang wajah datarnya kearah dirinya.
"Maafkan aku Jes!
Jessie hanya diam, wanita itu justru membolak balik majalahnya, mengabaikan permintaan maaf dari kakaknya. Xander melirik kearah Danzo, memberi kode padanya namun Danzo hanya mengedikkan bahunya. Pria itupun mengusap punggung istrinya, dia paham dengan perasaan Jessie saat ini.
"Sayang kamu baik baik saja hemm!
"Aku enggak papa, kamu lanjutkan saja bahas pernikahan kak Xander. " ujar Jessie singkat. Danzo menghela nafas panjang, pria itu kembali melirik kearah Xander dan mengobrol dengannya.
__ADS_1
Tak lama Jessie izin pada suami dan anaknya, dia pergi dengan taksi menemui teman lamanya. Mereka bertemu di taman sore itu, Jessie berkali kali membuang nafas kasar. "Kamu kenapa sih Jes, kamu ada masalah dengan suami kamu? "
"Enggak Ris, Denis sepertinya ingin adik tapi kamu tahukan bagaimana kondisiku!
Wanita bernama Larissa itu mengangguk paham, dia seorang dokter kandungan dan dirinya 'lah yang merawat Jessie dulu saat wanita itu tertembak. "Sudahlah Jes, jangan galau terus tuh lihat kerutan banyak di wajahmu. " celetuk Larissa mengoda sahabatnya.
"Hei aku belum tua ya, Denis aja baru akan berumur tujuh tahun. " protes Jessie tak terima.
Larissa tertawa terbahak bahak, dia sangat suka membuat kesal sahabatnya. Jessie menatap sebal kearah Rissa yang sedari tadi menertawakan dirinya. "Lama lama aku jodohin kamu sama asisten suamiku!
"Lha apa hubungannya sih Jessica Danzo
Alastair. " ledek Rissa.
"Up to you, oh ya apa hubunganmu sama dokter kutub itu belum membaik? "
Larissa terdiam, dia menghela nafas berat. Mengingat hubungannya dengan Edward, lagi lagi membuatnya murung. Selama ini dirinyalah yang berjuang untuk cinta pria itu, namun sepertinya usahanya sia sia. Edward tetaplah Edward dokter tampan dengan segala sikap dingin dan arogannya yang tak tersentuh.
"Mungkin priamu itu perlu di panasi dengan api kali ya, siapa tahu sikapnya berubah hangat. kalau aku jadi kau Rissa, sudah kutembak kepalanya. " celetuk Jessie asal.
"Dasar gila kau Jes!
Jessica tergelak kencang, dia menghentikan tawanya dan menatap iba sahabatnya. Dia usap punggung Risa, Jessie memberi support pada Rissa agar tetap semangat. "Mending cari pria lain aja Ris, gimana kalau aku cariin aja. "
"Memangnya kamu berani, enggak takut suamimu ngamuk dan menembak pria yang kau temui haha! Jessie langsung nyengir, mengingat bagaimana mengerikannya jika Danzo cemburu.
Huh jangan sampai membangunkan singa yang tidur!
"Bahas lain aja, jangan si kutub itu bisa bisa migren entar!
__ADS_1
"Tapi kau bucin sama dia 'kan! Larissa mencebik, ucapan Jessie menohok hatinya. Tak di pungkiri Edward adalah cinta pertamanya, namun sepertinya akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan baginya. Larissa hanya bisa mengumpat dalam hati, berusaha menghilangkan bayang bayang Edward.
tbc