
Hayoloh DIA siapa yang di maksud wkwk
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
"Sayang akhirnya kamu pulang juga, kamu enggak papa bukan! bentar biar aku periksa! " Reymond memastikan keadaan istrinya baik baik saja, setelah aman dia kembali menatap sang istri. Cyra hanya diam, Reymond menaikkan sebelah alisnya melihat sikap istrinya yang berubah.
Cyra menepis pelan tangan Reymond, lalu menghela nafas pelan. "Aku capek Rey, mau mandi dan istirahat bentar!
"Ya sudah sayang pergilah! Reymond tersenyum memaklumi perubahan sikap istrinya, mungkin pengaruh kehamilannya pikirnya. Cyra mengangguk, dia berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya.
Cklek pintu di buka lalu masuklah Reymond ke dalam. Dia berjalan pelan mendekati sang istri, naik ke atas ranjang dan ikut berbaring. Cyrapun merapatkan tubuh mereka, dia segera melepas kemeja suaminya kemudian melemparnya.
Wanita hamil itu mulai memberikan pelayanan, menuntaskan segala keresahannya. Reymond mengusap bokong sintal istrinya kala milik mereka bersatu seirama.
Satu jam berlalu kegiatan mereka telah usai Reymond masih memangku sang istri tercinta. Setelah tenang Cyra menjelaskan keresahan hatinya pada sang suami. Reymond langsung mengerti, kenapa istrinya begitu sangat agresif dan tak sabaran. "Aku takut, aku takut kamu ninggalin aku yang tengah hamil Rey. " gumam Cyra dengan lirih.
Reymond kembali merebahkan istrinya di kasur, membelai lekuk tubuh wanitanya dengan lembut dan sensual. "Hanya kamu yang aku cintai sayang, kamu segala galanya bagiku termasuk dalam urusan ranjang aku sangat puas dan tak pernah bosen sama kamu!
"Engh sayang maafkan aku yang meragukan kamu!
"Sst sudahlah sayang enggak papa aku mengerti kok. "
Tangan nakal Rey kembali menjalar ke mana mana, Cyra berdecak kesal melihat kelakuan suaminya. Rey menghentikan aksinya, dia membopong istrinya ke kamar mandi.
Skip
Selesai berpakaian, keduanya memutuskan ke luar dari kamar dan kini berada di ruang tamu. Cyra merasa lega ketakutan dan kekhawatiran yang dirasakan dirinya seketika lenyap.
Drt
drt
drt
Cyra menyambar ponselnya, ternyata mommylah yang menghubungi dirinya msmbuat Cyra sangat senang. "Halo mommy, mommy aku rindu sama mommy. " ucap Cyra dengan lirih.
"Mommy juga merindukan kamu sayang, mommy ingin bertemu denganmu. " ujar mommy di ujung sana.
Cyra menoleh kearah suaminya, Rey tersenyum lalu mengangguk. "Baiklah mom, suamiku akan menyuruh sopir menjemput mommy, mommy siap siap ya? "
__ADS_1
"Iya nak! sambungan terputus, Cyra mensruh kembali ponselnya. Dia memandang suaminya dengan senyuman manis di bibirnya.
"Terimakasih Rey, kamu mengizinkan mommy datang ke mari. " ucapnya tulus.
"Sayang jangan berterimakasih, lagian mommy adalah ibu mertuaku jadi wajar saja aku menyuruh sopir untuk menjemputnya. "
Bibir Cyra melengkung membentuk senyuman, dia wanita yang paling beruntung mendapatkan suami seperti Rey. Dia usap perutnya dengan lembut, menyalurkan kebahagiaan yang tengah dirasakannya pada calon anak mereka. "Rey kita cari nama buat calon anak kita ini, kira kira nama apa yang cocok ya? "
"Aku sudah ada nama yang cocok untuk calon bayi kita, namun akan aku umumkan saat kelahirannya. "
Pelayan datang, membungkukan badan kearah mereka berdua.
"Tuan Muda, Nona maaf orang tua Nona telah datang. "
"Suruh masuk karena dia mertua saya. " ujar Rey. Pelayan mengangguk, dia segera pergi ke depan. Tak lama seorang wanita paruh baya datang, Cyra bangkit dari duduknya kemudian menyambut kedatangan mommy.
"Putri mommy, nak mommy sangat merindukanmu. "
"Cyra juga mom! Mommy melepas pelukannya, perhatiannya tertuju pada perut Cyra setelah itu menatap puterinya tak percaya. Cyra tersenyum lebar kearah mommy tercintanya.
"Aku sedang hamil mom, calon anakku dengan Rey, calon cucu mommy. "
"Mommy sangat senang sayang, selamat ya! Cyra mengangguk, mengajak mommy duduk fi sofa dan berbincang bersama di sana. Cyra dan Rey juga meminta restu pada mommy Nadira. Rey mengulum senyumnya melihat rona bahagia di wajah istrinya hal itu membuatnya banyak banyak bersyukur.
"Iya sayang mommy janji, tapi mengingat sikap daddy kamu, mommy merasa jengah dan
lelah. Apalagi Daddy selalu membela Maura, mentang mentang dia puterinya juga. "
Cyra menghela nafas panjang, meraih tangan sang mommy lalu mengenggamnya. Dia juga merasakan hal yang sama seperti mommy, sangat lelah menghadapi sikap Daddy yang terus membela Maura.
"Oh ya sayang kapan resepsi pernikahan kalian di gelar? "
Cyra melirik suaminya, Rey menanggapinya dengan senyuman setelah itu kembali menatap mommy. "Secepatnya mom, tapi bukan saat ini karena belum aman buat Cyra. " sahut Reymond dengan sopan.
"Mommy setuju dengan rencana kalian, asalkan terbaik buat keamanan kamu dan Cyra!
Mommy Nadira tersenyum hangat, melihat kemesraan puteri dan menantunya itu. Dia juga sangat bahagia mendengar kabar kehamilan puteri kesayangannya itu.Pelayan datang menyajikan makanan dan minuman di atas meja lalu menyingkir dari sana. Cyra juga mengatakan soal pertemuannya dengan Maura pada mommynya itu.
"Fokus pada kandungan dan suamimu, soal Daddy dan Maura biar jadi urusan mommy
__ADS_1
nak. "
"Iya Mom, gimana kalau mommy menginap di sini, aku masih kangen sama mommy. " rengeknya manja.
"Duh puteri mommy sangat manja, enggak malu sama suami kamu nak. " goda Mommy dengan jahil. Cyra merengut sebal kearah mommynya, beralih menatap sang suami dengan rengekan. Reymond tersenyum geli melihat tingkah manja istrinya, tanpa malu menciumnya di hadapan sang mertua.
"Gemesin banget sih kamu sayang. " gumamnya setelah ciuman mereka selesai. Cyra menunduk malu, menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. Mommy tertawa kecil melihat tingkah malu malu putrinya.
"Em mom, bisakah mommy membuatkanku puding? "
"Tentu saja bisa sayang, kamu tunggu ya!
"Dapur ada di sebelah kanan mom. " Mommy mengangguk, diapun bangkit dan melenggang pergi.
"Rey malu tahu, dilihatin mommy saat kamu menciumku. " protes Cyra pada suaminya. Rey hanya tertawa, tanpa merasa bersalah.
Saat hendak membalas ucapan istrijya, tiba tiba ponselnya berdering. Rey langsung mengambil dan menekan tombol hijau.
"Ya Halo Rafka, ada apa? "
"Saya mendapat laporan jika dia kembali Tuan Muda. "
Deg.. Reymond sangat terkejut mendengar kabar yang di sampaikan asistennya. Dia berusaha menguasai diri dan berusaha tenang, Cyra menaikkan alisnya melihat perubahan ekspresi suaminya yang tiba tiba, err sedikit mencurigakan.
"Suruh orang untuk mengawasinya. "
Klik Reymond mengakhiri pembicaraannya, dia membuang nafas kasar hal itu tak luput dari pandangan Cyra. Cyra memyentuh tangan suaminya, membuat Reymond menoleh kearahnya.
"Rey!
"Ya sayang ada apa? "
"Aku penasaran, siapa DIA yang di maksud oleh asisten kamu. " cecar Cyra dengan tatapan intimidasi.
Tubuh Reymond langsung tegang, dia diam membisu mendengar pertanyaan istrinya. Cyra semakin penasaran siapa yang dimaksud Dia, melihat sikap aneh suaminya yang enggan mengatakan padanya. Reymond mengusap wajahnya kasar, lalu kembali menatap lembut istrinya.
"Belum saatnya kamu tahu sosok Dia ini sayang, maafkan aku!
"Baiklah aku tak akan memaksa, asalkan kamu janji akan segera mengatakannya padaku apapun yang terjadi. " Reymond mengangguk pelan, menarik tubuh sang istri pelan ke dalam dekapannya.
__ADS_1
Tak lama mommy kembali membawa puding, ketiganya memakannya bersama sama sambil diwarnai canda tawa. Rey herusaha mencairkan suasanan yang sempat menegangkan
bersambung