
Nyonya Elena dan Tuan Xander menemui Yulita sesuai janjinya pada anak dan menantunya kemarin. Kini mereka berada di kediaman bagaskara, Nyonya Yulita dan suaminya telah menanti kehadiran keduanya beserta Arandira, putri mereka.
"Bagaimana kabarmu adikku? " tanya Nyonya Yuli pada saudara tirinya Elena.
"Aku baik begitu juga suamiku. " balas Nyonya Elena dengan tenang. Wanita itu berusaha tenang, meski jengkel dengan kelakuan kakak tirinya itu.
"Langsung saja, tujuanmu menghasut putraku itu apa kak Yuli, kau berniat menghancurkan rumah tangga Nick. " ujar Nyonya Elena dengan sorot tajamnya menghunus kearah sang kakak. Nyonya Yuli mengelak tuduhan yang di layangkan adiknya, suasana kini mulai tampak tegang.
"Berhentilah mengusiknya, ingat kau itu bukan siapa siapa putraku jadi jangan seolah olah kau adalah ibunya. " sarkas Nyonya Elena dengan sinis. Nyonya Yuli merasa tertampar dengan perkataan Nyonya Elena. Wanita itu terus menyudutkannya, memberi nasehat pada Nyonya Yuli. Sementara para pria hanya diam melihat perdebatan kedua istri mereka.
"Apalagi cucuku Ciara, jika kau berani menyakitinya aku tak akan segan segan menghancurkanmu kak. Aku masih menghormati kamu layaknya saudari kandung, namun jika sikapmu tak berubah kamu akan tahu akibatnya!
Nyonya Yulita tak berkutik mendengar ancaman yang di layang kan Nyonya Elena padanya. Sedangkan Aran hanya mampu menahan kekesalannya dalam hati, dia tak berani melawan bibinya itu. Nyonya Elena menoleh kearahnya, menatapnya dengan tatapan tajamnya.
"Dan Kamu Aran, jagalah sikapmu. Nick sudah menikah, jangan pernah mengusik keluarga Nick. " Nyonya Elena memberi nasehat sekaligus ultimatum pada gadis muda di depannya saat ini. Meski mereka tak memiliki ikatan darah, nyonya Elena begitu menyayangi Aran seperti putrinya sendiri. Aran hanya mampu menahan kekesalannya dalam hati, untuk saat ini dia tak bisa membantah ucapan auntynya itu.
Nyonya Elena menghela nafas panjang, Tuan Xander mengalihkan pembicaraan agar suasana tak terasa menegangkan. Keduanya menikmati cemilan yang telah di sediakan, setelah selesai urusannya keduanya berpamitan pulang.
Sepanjang perjalanan Nyonya Elena tak banyak bicara, Tuan Xander membiarkan istrinya tenang. Dia tahu jika saat ini istrinya tengah menahan amarahnya.
__ADS_1
Nyonya Elena POV
Aku tak ingin kejadian di masa lalu terulang lagi dan Hanum yang akan mengalaminya. Aku merasa kasihan dengan Hanum yang selama ini tertekan akan sikap Kak Yuli dan Aran. Ya Tuhan aku harap keluarga kecil Nagara dan Nickolas hanya ada kebahagiaan setelah ini.
Mereka kembali ke rumah putra keduanya, si kecil Ciara datang dan langsung di gendong sang opa. Nyonya Elena tentu saja menciumi wajah imut cucu perempuan kesayangannya itu. Keduanya membawa si kecil ke dalam, Hanum hanya pasrah saat sang mertua menyuruhnya bersantai. Mommy Elena membawa ke kamar, dia akan membantu cucunya bersih bersih diikuti Daddy Xander.
"Mommy dan Daddy begitu memanjakan Ciara mas, apa tidak apa apa. Aku takutnya saat dewasa dia menjadi manja, keinginannya harus di penuhi. " gumam Hanum dengan nada cemasnya.
"Tak masalah sayang, lagian Ciara princess kesayangan semua orang termasuk Evan dan Ethan yang sayang banget sama Ciara. " sahut Nick sambil tersenyum. Hanum merasa baru kemarin dia melahirkan Ciara, namun waktu begitu cepat hingga putrinya kini telah berusia lima tahun. Dia berharap kelak putrinya itu mendapatkan pria yang mencintainya dengan tulus saat Ciara dewasa nanti.
"Oma, Cia bisa pakai baju sendiri. " ucap Ciara dengan polos. Oma dan Opanya menahan senyumnya melihat kepolosan sang cucu cantiknya.
"Oma hanya membantu Cia sayang, bagi Oma Ciara itu princess kecilnya oma dan
"Opa duduk di sini saja. Oma cantik, Cia minta susu boleh 'kan oma. " dengan mata puppy eyes nya gadis kecil itu merayu omanya, tentu saja sang oma luluh. Paruh baya itu ke luar, Opa Xander ikut berbaring di sebelah sang cucu cantiknya yang super manja. Opa mengambilkan buku dongeng cucunya, lalu membacakan cerita lucu untuk Ciara.
Tak lama Oma kembali, Ciara bangun dan meminum susunya hingga habis. Setelah itu kembali berbaring di tengah, Oma berada di sisi kirinya. Tawa Oma meledak mendengar ucapan polos sang cucu, dia begitu menikmati momen kebersamaan dirinya bersama Ciara.
"Lihat Opa, cucu cantik kita begitu pintar dalam merayu. " gumam Oma Elena pada sang suami. Opa Xander tersenyum geli mendengarnya, pria itu menciumi wajah Ciara karena gemas.
__ADS_1
Sementara di kediaman Nagara, pria itu di buat pusing oleh tingkah putra kembarnya. Ella tertawa melihat kerempongan sang suami menghadapi kedua putra mereka itu. "Sayang lihatlah Evan dan Ethan tak henti hentinya membuat aku pusing. " keluh Nagara pada istrinya.
"Bukankah mereka adalah duplikat Daddy. " ujarnya sambil terkekeh. Nagara menghela nafas kasar, pernyataan istrinya tepat sekali hingga membuatnya tak bisa menyangkal. Pria itu langsung membisikan sesuatu di perut wanitanya. Usia kandungan Ella kini masuk ke tiga bulan lebih. Ella tersenyum geli melihat tingkah suaminya, dia usap kepala sang suami dengan lembut. Pria itu kembali duduk dengan tegap dan memeluk istrinya dari samping.
"Dad pokoknya Evan mau adik perempuan. " pekik Evan kesal akan kelakuan Ethan
"Ish tapi aku maunya adik laki laki kak Evan. " protes Ethan tidak terima. Nagara menggelengkan kepalanya, melihat kembali perdebatan kedua putranya itu. Dia jadi teringat akan masa kecilnya bersama Nickolas, mungkin saja mommy juga merasakan hal seperti ini dulunya pikir Nagara menyesal.
"Evan, Ethan sudah berdebatnya. Sebaiknya kalian belajar saja oke, Evan jika adikmu tidak tahu kamu ajari dia sayang. " teguh Ella dengan nada lembutnya.
"Oke mom. " Evan bangkit, mengajak adiknya pergi ke kamar, meninggalkan orang tuanya. Setelah kepergian si kembar suasana kini terasa sunyi. Ella menghela nafas lega, menoleh kearah sang suami sambil tersenyum mengejek. Nagara mendengus sebal, bagaimana bisa si kembar menurut pada ibunya sedangkan pada dirinya keduanya seperti reog.
Nagara mencium bibir istrinya, gemas akan tingkah istrinya yang sering kali meledeknya. Dia sangat bersyukur akan kebahagiaan yang dia miliki sekarang ini. Ella bersandar manja di dada sang suami sambil mengusap perutnya.
"Sayang terimakasih kamu telah bersabar menghadapi aku dan kedua Putra kembar kita. Aku yakin kamu terkadang merasa kesal akan tingkah kami yang terkadang manja. " ucap Nagara dengan tulus.
"Gak papa Daddy, aku menikmati peranku sebagai ibu dari empat anak, satu anak masih dalam perutku. " ujarnya jahil menyebut suaminya sebagai bayi besarnya. Nagara tentu saja malu namun pria itu tak bisa menghilangkan kebiasaan bersikap manja pada istrinya.
Sebenarnya gak masalah bermanja ria dengan istri sendiri.
__ADS_1
Akan jadi masalah jika bermanja pada istri orang atau suami orang hehe
Nagara juga telah menyiapkan kejutan spesial untuk istri tercintanya. Dia berharap sang istri akan menyukai kejutannya nanti.