Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 34 | S2 - PERTEMUAN KELUARGA


__ADS_3

Like, vote dan komen ya bund 😁


Jangan lupa mampir juga di novelku terjerat cinta sang casanova


"Mom, Dad dia Angela istriku. " Louis segera menjelaskan awal pernikahan dan pertemuan dirinnya dengan Angela, agar orang tuanya tak salah paham. Kedua orang tua Louis awalnya terkejut melihat kehadiran Angela, namun akhirnya pasangan paruh baya itu mengerti.


"Kau benar benar keterlaluan nak, harusnya kamu menikahi Angel dengan memberinya sebuah pernikahan mewah, perlakukan dia layaknya ratu dalam pernikahan kalian. " protes mommy pada sang putera.


Mommy Kiara melirik kearah menantunya yang sedari tadi diam. "Sayang, harusnya kamu protes pada suamimu nak. "


"Tak apa mom, mungkin nanti Louis akan menyiapkan segalanya. " ujar Angel dengan sopan dan ramah. Louis mengusap perut rata wanitanya, hal itu di sadari oleh mommy.


"Mom, Angel tengah hamil sekarang dan calon bayi kami kembar tiga. " ungkap Louis dengan senyum mengembang di bibirnya. Mommy dan Daddy terkejut, keduanya bahagia memdengar kabar kehamilan Angela.


"Selamat sayang, atas kehamilan kamu. " ucap mommy dengan tulus.


"Iya Mom, terimakasih! Angela tersenyum hangat kearah mertuanya tersebut, tak menyangka dirinya akan di terima sang mertua dengan baik tanpa ada drama apapun.


"Tapi bagaimana dengan papiku, papi belum memberikan aku dan Louis restu. " gumam Angel dengan nada khawatir.


"Kamu tenang saja sayang, mommy dan daddy yang akan menemui papi kamu. " bujuk Mommy dengan senyuman hangatnya. Angela mengangguk, dia merasa lega dan berharap mommy dan daddy bisa membujuk Papi. Biar bagaimanapun Papi adalah orang tuanya satu satunya yang di miliki dan sayangi.


Sementara itu Devon tengah mengobrol dengan Papi Hardi, pria itu sengaja memprovokasi pria tua itu. "Om, aku ingin memiliki Angel seutuhnya, om harus lakuin sesuatu agar bisa memisahkan Angel dari duda sialan itu. " tegas Devon.


"Ya Om juga maunya begitu, om sangat tidak setuju jika Angel memiliki suami seperti Louis itu. " geram Papi Hardi. Devon tersenyum miring mendengarnya, pria itu senang dengan respon papi Hardi.


"Hanya ada satu cara om. " Devon menyeringai licik, Papi menatapnya dengan raut penasaran kearah calon menantunya tersebut.


Devon POV


Sebentar lagi Angel, sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Aku tak akan membiarkan kamu bersama Louis, kau hanya milikku. Ini tidak adil bagiku, aku lebih dulu mengenalmu Angel tapi kenapa kamu malah menikahi pria itu.


Devon bangkit, beranjak ke luar dari ruangan Papi Hardi. Pria itu meninggalkan area rumah sakit, dia sempat berbicara dengan seseorang, melalui telepon. Devon sampai di apartemennya, dia langsung turun dari mobil.

__ADS_1


"LOUIS GREYSON WALLACE, Lihat saja aku akan merebut Angel darimu. " gumam Devon dengan sinis. Diam diam Devon mencari informasi mengenai Louis.


Kini Mommy dan Daddy datang ke rumah tuan Hardi, papinya Angela. "Kalian siapa dan ada urusan apa kalian datang ke mari Tuan, Nyonya? "


"Saya Kiara dan ini Dominic suamiku, kami berdua orang tua Louis. " ujar Mommy dengan sopan dan ramah. Mendengar nama Louis di sebut, Papi Hardi memandang wajah tak sukanya.


"Oh jadi kalian, orang tua pria brengsek yang menikahi puteriku diam diam, apa kalian tak pernah mengajarkannya sopan santun. " ketus Tuan Hardi.


"Kalau soal itu Anda tak perlu meragukannya lagi Tuan Hardi, saya dan suami saya mendidik kedua putera kami dengan baik, memberinya kasih sayang yang melimpah, tak pernah membeda bedakan entah perempuan atau laki laki. " jawab mommy dengan tegas.


"Bagaimana dengan Anda tuan, apa Anda telah memberikan kasih sayang pada Angel, lalu bagaimana perlakuan Anda selama ini pada Angela. " cetus Mommy menyindir besannya itu. Tuan Hardi tertohok, ucapan Mommy Kiara begitu menusuk.


"Itu bukan urusan Anda nyonya. " elak Tuan Hardi.


Mommy Kiara mendengus sebal, besannya ini sangat egois dan keras kepala. Daddy Dominic, menatap pria tua di depannya dengan wajah datarnya. "Dengar Louis dan Angel telah menikah, aku harap Anda merestui pernikahan mereka. " sahutnya.


"Aku akan merestui mereka jika Angel, mau menginap di rumah selama satu minggu tanpa suaminya. " seru Tuan Hardi dengan seringai liciknya. Mommy dan Daddy sangat geram akan keinginanan Tuan Hardi.



Di Negara lain lebih tepatnya di negara X, Jessie kini tengah tertawa memperhatikan wajah masam suaminya Danzo. Ya Danzo sudah satu minggu tak mendapat jatahnya, karena istrinya tengah kedatangan tamu tak diundangnya, membuat pria itu uring uringan.


Beberapa tahun lalu keduanya memutuskan menikah dan kembali ke negara X. Mereka memiliki seorang putera yang usianya sama dengan si kembar, hanya berbeda beberapa bulan, Dennis George Alastair. Selain itu Danzo dan Jessie juga tak terlibat lagi dalam urusan mafia, dia memilih fokus pada keluarga kecil mereka.



"Apa kau belum puas menyiksaku. " ketus Danzo dengan wajah datarnya, melirik penampilan istrinya yang begitu seksi dan menggairahkan. Dengan sengaja Jessie duduk di paha suaminya, mengabaikan tatapan tajam Danzo yang begitu menusuk.


"Kenapa kamu marah marah sih sayang, bukankah sejak awal kamu bilang tak tertarik dengan tubuh kurusku. " celetuk Jessie.


"Iya dulu tapi sekarang beda, tubuhmu sangat berisi membuatku kecanduan. " geram Danzo sambil mengusap wajahnya kasar, terlihat jelas jika dia tengah frustrasi sekarang. Jessie tertawa cekikikan, dia sangat suka menyiksa sang suami. Wanita itu meraba dada bidang suaminya, sesekali mengecupnya hal itu membuat gairah Danzo semakin terlonjak kuat.


Cup

__ADS_1


Danzo menekan tengkuk istrinya kuat, menghisap bibir manis Jessie dengan rakus. Wanita itu menepuk dada sang suami, Danzo menyudahi ciumannya yang begitu panas.


"Begini, Peter mengajakku jalan jalan bolehkan aku pergi menonton pameran lukisan, tenang saja ada Viola juga kok. " ucap Jessie sambil mengusap dada sang suami.


"Tidak boleh, kau lupa pria itu masih menyukaimu. Aku tak akan membiarkan dia berduaan denganmu. " pungkas Danzo dengan nada datarnya. Jessie mencebikkan bibirnya, dia sudah tahu jika suami pencemburunya ini tak akan mengizinkan.


"Aku ingin dua ronde setelah itu kamu boleh pergi. " Danzo membopong tubuh istrinya, membawanya ke ranjang dan melakukan penyatuan di sana.




"Tahu begini, mending enggak usah ikut. " gerutu Jessie, melirik suaminya yang berjalan di sampingnya. Ya dia dan Danzo kini tengah melihat pameran lukisan. Danzo melingkarkan lengannya di pinggang sang istri dengan posesif. Si kecil Denis di gendong Peter, bergantian dengan Viola.



"Aku jadi semangat, terimakasih vitaminnya sayang. " bisik Danzo dengan seringai mesumnya. Jessie memutar bola matanya malas, tak menanggapi bisikan sang suami.



Danzo mengajak istrinya berkeliling, mencari lukisan yang bagus untuk wanitanya. Dia tak peduli dengan Peter dan Viola yang sejak tadi berdebat sambil membawa si kecil Denis.



"Jadi cowok ngalah kek, gantian nih gendong Denis. " omel Viola.



"Iya bawel banget sih kamu. " sahut Peter sebal. Denis tertawa melihat paman dan bibinya berdebat di hadapannya. Viola yang merasa gemas, menciumi bocah tampan itu hingga Denis tertawa kencang.



tbc

__ADS_1


__ADS_2