Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 28 | S2 - SEBUAH PERTEMUAN


__ADS_3

6 Tahun berlalu


Louis kini semakin sukses, keberhasilannya dalam memenangkan tender dan proyek besar, kian membuat namanya semakin terkenal di kancah internasional. Tak pelak banyak investor yang ingin bekerja sama dengan pria yang kini berusia 36 tahun, selain kompeten Louis juga sangat profesional. Semenjak kepergian istrinya, Louis semakin gila kerja dan fokus pada si kembar. Kini kedua anaknya tumbuh menjadi anak anak yang pintar di usianya yang ke enam tahun.


Soal pasangan, Louis masih menikmati kesendiriannya. Hatinya telah membeku semenjak wanita yang di cintainya, pergi untuk selama lamanya. Hal itu membuat luka di hati Louis tersayat lebar, dia sempat terpuruk waktu itu hingga hampir memgabaikan kedua anaknya. Namun berkat support keluarganya, Louis bangkit dan menjalani hidupnya kembali.


Saat weekend Louis mengajak si kembar datang ke rumah Leon dan Terry, membiarkan kedua anaknya bermain dengan Calvin, putera Leon dan Terry agar si kembar tidak kesepian.


"Aunty Terry. " ucap Liana dengan pelan.


"Iya sayang ada apa hemm? " Terry mengusap lembut kepala keponakan cantiknya itu.


"Sst jangan bilang daddy ya Aunty. Liana ingin sekali merasakan pelukan dan kasih sayang mommy, aunty!


Terry menatap sendu keponakannya, dia merasakan kasihan pada si kembar, yang menginginkan sosok sang ibu. Dia kecup kedua pipi Liana dengan lembut, kemudian tersenyum padanya. "Liana sama Logan yang cariin mommy buat daddy saja bagaimana? "


"Memangnya ada yang mau jadi mommynya Logan dan Liana, Aunty? " ucap Liana dengan mata berkaca kaca. Tak tahan melihatnya, Terry segera memeluk kesayangannya itu dengan erat.


"Percaya sama aunty, pasti ada yang mau jadi mommy kalian kok, lebih baik kita jalan jalan saja sayang. " Terry berusaha mengalihkan pembicaraan, tak lupa dia menghubungi sang kakak ipar lebih dulu untuk minta izin.


🌸🌸


Di sisi lain seorang gadis tengah puas memaki teman dekatnya, lalu pergi begitu saja. Ya dia adalah Angela Elvira Martinez, gadis berusia 25 tahun yang baru saja patah hati karena di phpin seorang pria.


"Lelaki memang sama aja, semuanya buaya. " dengus Angel sambil menggerutu. Angela benar benar di buat muak dengan sikap Devon yang suka bergonta ganti cewek. Dia bernafas lega, setidaknya dirinya tak masuk jebakan Devon.


"Pria menjijikkan. " Angel menghentakkan kakinya kesal, memilih duduk di salah satu kursi yang kosong setelah itu memesan makanan.


Huwa hiks hiks


Angela menoleh, wanita itu bangkit setelah mendengar tangisan anak kecil. Diapun menghampiri si kecil Liana yang hampir mengambil es krimnya namun dia tahan. "Jangan sayang, es krimnya sudah kotor. "


"Tapi aku pengin es krim huwaa. "

__ADS_1


"Sst manis jangan nangis oke, nanti tante beliin es krimnya. " Liana menghentikan tangisannya, mata lentiknya memperhatikan Angela dengan lekat.


"Nama aku Liana tante, kalau tante? "


"Angel sayang, panggil saja tante Angel. " Angel tersenyum tipis pada Liana yang kini membalas senyumannya. Angela segera mengajaknya duduk dan mengobrol dengan bocah manis itu.


Di sisi lain Louis dan si kecil Logan tengah mencari cari keberadaan Liana, tak lama pria itupun akhirnya menemukan puteri kecilnya. Melihat Daddynya datang, Liana segera berlari kearah Louis, Louis langsung menggendongnya. Angela tertegun melihat sosok Louis, pria dewasa yang tampan dan matang di usianya yang sekarang.


"Eh maaf tuan, saya hanya membantu Liana. " ujar Angela dengan kikuk.


"Daddy, ayo makan siang bareng tante Angel. " pinta Liana.


Louis hanya mengangguk, pria itu menurunkan puterinya lalu memesan makanan. Si kecil Logan langsung menjitak kepala saudarinya itu agar tak membuatnya cemas. Liana memanyunkan bibirnya, menatap sebal kearah Logan. "Nyusahin saja Kamu Li, daddy dan aku khawatir banget sama kamu. " sungut Logan kesal.


"Maafin aku kak. " sesal Liana.


"Jangan di ulangi. "


Angela tersenyum tipis, melihat interaksi dua bocah manis di depannya. Kemudian mereka makan siang bersama, sesekali Angela menyahuti celotehan Liana ataupun Logan. Sesekali gadis itu melirik kesekelilingnya, takut orang orang membicarakan dirinya yang tengah bersama suami orang.


"Eh tidak tuan. " Angela benar benar merasa tidak nyaman, kala manik kelam Louis menatapnya dengan tajam. Dia segera menghabiskan makanannya dengan buru buru.


"Saya permisi, tak usah di bayar tuan. Tadi saya sudah membayar makanan saya. " Angela bangkit, gadis itu langsung pergi. Louis hanya diam, memperhatikan kepergian wanita yang menolong putrinya.


"Kita pulang twins. " Louis menggandeng si kembar, membawanya ke luar dari restauran.


##


Tepat pukul 07.00 malam Angela terpaksa datang ke pesta yang di adakan di salah satu hotel dan ini atas permintaan papinya yang super keras itu. Ingin sekali membantahnya namun Angela malas berdebat dengan sang papi.



Inilah yang membuatnya malas, harus bertemu dengan Devon, pria casanova cap kadal buntung. Dia sangat yakin jika Devon meminta papanya untuk menekan papi.

__ADS_1


"Sexy. " Devon tersenyum nakal kearahnya dengan kerlingan mata. Ingin sekali Angela meninju wajah si brengsek itu.


"Angel, jaga sikapmu dan ingat orang tua Devon banyak membantu keluarga kita. " bisik Papi.


Devon langsung menariknya menjauh, papi membiarkan mereka. Angela langsung menepis kasar tangan Devon, meliriknya tajam. "Well, kau sangat cantik dan seksi sayang, aku tak sabar ingin bercinta denganmu. " ucap Devon vulgar.


Plak


"Kau. " geram Devon yang memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan. Devon langsung menariknya pergi dari sana, Angela berusaha memberontak. Tanpa sengaja berpapasan dengan Louis, tanpa banyak bicara pria itu meninju wajah Devon, lalu menarik Angela ke sisinya.


Bug


"Sialan jangan ikut campur urusanku. " maki Devon.


"Angel, ikut denganku atau bisnis papimu akan hancur. " ancam Devon. Angela merasa ketakutan, dia bersembunyi di belakang tubuh Louis. Devon tak menyerah, pria itu hendak mengapai tubuh Angela, namun lagi lagi Louis menghajarnya dan di balas Devon. Setelah merasa gagal Devon langsung pergi tak lupa memgancam Angel lagi, Angelapun langsung memeluk tubuh Louis.


Angela menarik tangan Louis, lalu duduk di pinggir dan mulai mengobati sudut bibir Louis yang berdarah menggunakan tisu. Dia merasa bersalah terhadap Louis, Louis hanya diam memperhatikannya. "Maafkan aku tuan. " sesalnya.


"Hm. " Louis mengenggam tangan Angela, setelah itu melepasnya.


"Angela. " teriak Papi. Pria paruh baya itu datang memghampirinya, dengan raut kemarahan di wajahnya.


"Sikapmu tadi, membuat papi malu Angel. " geram Papi.


"Tapi pa, Devon hendak berbuat kurang ajar sama aku Pi, masa aku harus diam. " sahut Angela.


"Cukup, kau selalu berbuat ulah Angel, yang hanya selalu membuat papi malu. Sekali saja kamu jadi anak yang berguna untuk papi, jangan hanya menyusahkan saja. "


Angel merasakan sakit hati akan penuturan papinya, sejak dulu papinya begitu egois. Hanya demi bisnis, dia melakukan segala cara dan dialah korbannya, apalagi papi sejak dulu menginginkan anak laki laki. Louis langsung mengenggam tangannya, Angela menoleh dan menatap lekat kearahnya.


"Tidak seharusnya seorang ayah berbicara seperti itu tuan. " ujar Louis dengan ekspresi datarnya.


"Diam, kau jangan ikut campur dan kau Angel ayo pulang. " Papi berusaha menariknya, Louis mendorong paruh baya itu lalu membawa Angel pergi dari sana, mengabaikan teriakan dan umpatan papi.

__ADS_1


Angel mengusap air matanya kasar, dia tidak boleh cengeng dan lemah, bukankah selama ini dia selalu diperlakukan seperti ini. Diam diam Louis mengepalkan tangannya, entah kenapa dirinya setiap kali melihat Angel, gadis ini mengingatkannya pada mendiang sang istri.


tbc


__ADS_2