
Like, vote dan komentar
Hari berikutnya, Nia mengantar suaminya hingga ke bandara. Wanita itu mengeratkan pelukannya di tubuh sang suami. Nia melepaskan pelukannya, menatap sendu kearah suami tercinta.
"Aku berangkat dulu sweety, kamu jaga diri baik baik. "
"Hati hati. " gumamnya serak sambil menahan tangisnya. Louis memberi ciuman di kening serta bibir istrinya kemudian melepas pelukannya. Pria itu melangkah masuk, cek in penerbangan diikuti Harry dari belakang.
"Sebaiknya kita pulang kakak ipar. " Terry mengajak Nia pergi dari sana, mobil yang membawa mereka, melaju kencang. Nia menatap luar jendela, hatinya begitu sedih melihat kepergian sang suami. Ya dia harus berjauhan selama seminggu dengan suaminya, menahan rasa rindu begitu menyesakkan dada.
Kini mereka sampai di kediaman mommy dan daddy, kepulangan mereka pagi itu di sambut hangat mommy. Wanita paruh baya itu mendekap sekilas menantunya, dia paham perasaan yang di rasakan Nia saat ini. Dengan tatapan tak sukanya, Sarah memutar bola matanya malas sambil mencibir. "Akhirnya kamu mendapatkan karma yang pantas, sebentar lagi kau juga akan kehilangan Louis. "
"Apa maksudmu Sarah kenapa kamu berbicara seperti itu pada Nia nak? " tanya mommy menaikkan nada suaranya.
"Mommy, Harusnya mommy melarang Louis menikahi wanita tak tahu asal usulnya ini. " sahut Sarah dengan menekankan kalimatnya. Nia memejamkan matanya sejenak, lalu manik cokelatnya kembali terbuka dan melirik tajam kearah Sarah.
"Itu bukan hakmu nona Sarah, dengar Louis suamiku dan kamu di sini hanya adik angkatnya, artinya orang asing bagi aku dan suamiku!
Sarah mendelik, "Lihat mom dia sudah berani menghinaku. " adunya pada sang mommy. Daddy merasa jengah dengan tingkah Sarah yang kian menjadi jadi itu.
"Cukup, jangan berdebat lagi kita harus bersiap siap. " tegas daddy. mereka pergi ke kamar masing masing
🌸🌸
Nia telah siap dengan dress berwarna hijau, dia akan menghadiri acara penting Leon dan Terry. Dia segera turun, merangkul mempekai pengantin wanita lalu ke luar dari mansion.
Daddy melajukan mobilnya dengan hati hati, menuju ke Gereja tempat pemberkatan puteranya, Leon. Setibanya di sana mereka langsung masuk, hanya ada beberapa sanak keluarga yang hadir, mengingat acaranya sangat privasi. Terry datang menghampiri mempelai prianya, meraih tangan Leon dengan erat. Leon nampak sumringah melihat betapa cantiknya wanitanya. Pasturpun mulai membacakan doa doa sebelum acara di mulai.
"Saudara Leon Gerraldo Wallace, bersediakah engkau menerima saudari Teresa Carolina sebagai istrimu dalam susah maupun senang. "
__ADS_1
"Ya saya bersedia. " Leon melempar senyuman manisnya kearah Terry.
"Saudari Teresa Carolina bersediakah engkau menerima saudara Leon Gerraldo Wallace, sebagai suamimu dalam susah dan senang!
"Ya saya bersedia. "
Suara tepuk tangan meriahkan acara pesta, Nia maju ke depan membawa sepasang cincin. Leon menyematkan cincin ke jari manis istrinya begitu pula sebaliknya.
"Silakan cium pasangan Anda!
Leon merengkuh pinggang Terry, mendaratkan ciuman di bibir istrinya dan di sambut tepuk tangan oleh para tamu. Nia ikut terharu melihatnya, dia teringat pernikahannya dengan Louis dulu membuatnya tersenyum getir namun dia tak pernah menyesalinya.
"Well, nyonya Leon bersiaplah nanti malam aku akan memakanmu. " bisik Leon sensual.
"Oh ya, aku tak sabar menantikan itu. " Terry mengerlingkan matanya, Leon terkekeh dan kembali memagut bibir istrinya. Wanita itu menepuk dada suaminya, singa jantannya memang tidak tahu tempat. Nia datang dan memberikan selamat untuk keduanya, kedua wanita itu saling berpelukan sekilas.
Setelah acara selesai mereka langsung pulang, Sarah menarik tangan Nia hingga langkah wanita itu terhenti. "Lepaskan tanganku. " Niapun menampik tangan Sarah dengan kasar.
"Dengarkan aku, kamu tidak pantas untuk
Louis. " geram Sarah. Nia menghela nafas berat, jengkel tentu saja dengan tingkah laku dari Sarah.
"Memangnya siapa kau heh, selalu mengajak aku ribut. Apa kau enggak malu atau memang enggak punya urat malu, berusaha merebut Louis dariku! tangan Sarah terkepal erat, dia benar benar sangat marah dan tidak terima atas ucapan Nia padanya. Niapun bergegas pergi, masuk ke dalam mobil dan perlahan mobil itu melesat jauh.
"Lihat saja apa setelah ini kau masih akan sombong hemm. " seringai licik terbit di bibir Sarah, wanita itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Ikuti terus Louis selama dia di Meksiko. " Sarah menutup teleponnya, menyimpan ponselnya dalam tas lalu pergi.
__ADS_1
##
"Baru beberapa jam kita berpisah, aku sudah merindukanmu hubby. " Nia memperhatikan foto pernikahannya dengan sang suami, cintanya kian dalam pada prianya. Rasanya sesak jika mengingat Louis berada jauh dari sisinya.
Dia merindukan ciuman, pelukan hangat, serta cumbuan suaminya pada tubuhnya. Nia juga merindukan perhatian dan kelembutan sang suami yang sabar menghadapi sikap keras kepalanya, mengingat bagaimana kerasnya sikap sang suami.
Nia memutuskan berendam, yang diisi aroma mawar dalam bathtube. Dia memejamkan matanya, mencoba menghilangkan rasa stress yang tengah dia rasakan. Satu jam berlalu, dia ke luar dengan membalut tubuhnya dengan handuk lalu segera berganti pakaian. Wanita itu berjalan ke balkon, menikmati pemandangan dan berusaha mengalihkan pikirannya dari sang suami.
"Bagaimana bisa, mommy wanita yang begitu baik dan lembut namun kenapa memiliki anak angkat seperti Sarah, wanita bermuka dua itu. " gumam Nia tak habis pikir. Dia menggelengkan kepalanya, dia tak mau ikut campur namun juga tak tinggal diam saat wanita rubah itu mengusiknya.
Drt
drt
Nia berbalik, mengambil ponselnya lalu kembali ke balkon. Dia mengerutkan kening, melihat nomor asing menghubungi dirinya.
"Halo siapa ya? "
"Harmonia, ini aku Danzo! ujar Danzo diujung seberang.
Nia membekap mulutnya, ternyata kakaknya yang menghubungi dirinya. Keluarga satu satunya yang di miliki selain kakek tentunya.
"Kak Zo, maafin Nia kak!
Terdengar suara helaan nafas di ujung sana, Nia yakin saat ini sang kakak pasti sangat kecewa padanya. "Tidak apa, apa pedebah itu menyakitimu Nia, maksudku Louis Greyson. " ujar Danzo. Tidak heran jika Danzo tahu, pria itu memiliki akses dan mata mata di mana mana.
"Suamiku sangat baik kak. " ucap Nia dengan sungguh sungguh, mengalihkan panggilan telepon ke video call.
"Ya kakak tahu. " Terlihat dari sorot Nia, adiknya itu mencintai si bedebah itu. Danzo Claude Alastair, merupakan ketua mafia yang paling di takuti, dia terkenal sebagai pria yang misterius dan kejam. Dia tak segan segan melenyapkan nyawa jika targetnya adalah musuh atau orang yang dia benci. Dia merupakan pria yang lebih berbahaya dari pada Louis dan Leon. Danzo sudah lama menekuni kegiatan dunia hitamnya tersebut, hanya dia dan kakeknya yang tahu kecuali Nia.
__ADS_1
"Kakak ada urusan sebentar, jaga dirimu baik baik. Ingat jika pria bedebah itu menyakitimu, kakak akan datang ke sana, menemuimu Nia. " sambungan terputus, Nia menghela nafas berat sepertinya perkataan sang kakak tidak main main.
tbc