
Yak tebakan kalian salah wkwk
Bentar lagi ada perang saudara wkwk dan othor bingung nentuin jodohnya Cyra ckckck
Kini Cyra tengah melamun di taman bunga yang letaknya di belakang istana. Dia masih penasaran dengan dia yang dibicarakan suaminya bersama sang asisten. Dia menghela nafas panjang, kembali mengusap perutnya dengan lembut.
"Aku harus berfikir positif, enggak mungkin suamiku mengkhianatiku. " gumam Cyra meyakinkan dirinya sendiri. Cyra berusaha menguatkan dirinya, segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Drt
drt
drt
Cyra mengambil ponselnya dari dalam saku, melihat nomor asing menghubunginya membuatnya merasa ragu. Diapun menekan tombol hijau, menempelkan ponselnya di atas telinga.
"Iya Halo, ini siapa ya? "
"Nona Summer Cloudy Madison, sekian lama akhirnya aku bisa menghubungi Anda nona. "
"Siapa kamu? "
Terdengar suara kekehan di ujung sana, membuat Cyra merasa semakin was was.
"Siapa aku enggak penting, aku hanya secret admire kamu, kamu perlu hati hati dengan suamimu karena dia menyimpan rahasia. " Setelah mengatakan hal itu sambungan terputus, Cyra merasa tak mengerti apa maksud dari ucapan orang yang menghubunginya.
Cyra menyimpan ponselnya, dia penasaran apa maksudnya ucapan orang asing itu.
"Apa maksudnya aku harus berhati hati dari Rey. "
Tiba tiba kepala Cyra terasa pusing, dia langsung memijit kepalanya. Diapun berbalik dan memilih kembali ke dalam, beristirahat di ruang tamu. Dia menengok kearah jam di dinding, menunjukkan waktu 01.00 siang. Cyra menyandarkan tubuhnya yang penat di sofa dengan pelan.
"Pelayan. " panggil Cyra.
__ADS_1
Pelayan datang menghampirinya lalu membungkuk sebentar. "Buatkan aku teh hangat, kepalaku pusing!
"baik Nona. " pelayan langsung pergi meninggalkan Cyra sendiri. Cyra menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya.
Pelayan kembali, menaruh secangkir teh di atas meja setelah itu pamit pergi. Cyrapun menyeruput tehnya dengan pelan pelan setelah itu meletakkan kembali ke tempatnya.
Di sisi lain
Seorang pria kini tengah menyeringai sinis, hari yang di nanti selama ini akhirnya datang. Ada kesempatan dirinya untuk merebut segalanya yang telah direnggut. Dominic Archer, merupakan salah satu calon pewaris tahta pertama dari kerajaan Wallace.
Dia merupakan putera pertama dari istri pertama tuan Tommy Avero Wallace, dengan mendiang Eleanor Claire Wallace. Hubungan Ayah dan Anak menjadi renggang kala sang ayah menikah lagi dan memiliki anak yang lain. Saat Remaja, Dominic semakin kecewa dan marah kala sang ayah memilih bersama istri baru dan puteranya. Dominic akhirnya memilih pergi dengan kebencian yang meletup letup dalam hatinya.
"Ternyata adik tersayangku sudah menikah, istrinya sangat cantik dan membuatku tertarik untuk merebutnya!
visual Dominic versi anime
"Ya aku akan merebut My Angel dari Reymond wallace, sama halnya ibunya yang merebut Ayah. " gumam Dominic.
"Pelayan. " teriak Dominic.
Para Maid tergopoh gopoh datang menghampirinya kemudian membungkuk sekilas. Dominic memasang wajah datarnya kearah pelayannya satu persatu. "Rubah dekor kamar di sebelah dengan warna biru dan putih, lalu hiasi dengan beberapa bunga di sekitarnya dan aku mau semuanya harus SEMPURNA tanpa celah jika tidak... " Dominic sengaja menggantung kalimatnya, para maid menelan saliva mereka kasar dan merasa gugup.
"NYAWA KALIAN TARUHANNYA, KALIAN PAHAM!
"PAHAM TUAN, KAMI PERMISI! pelayan segera pergi dan mengerjakan perintah dari Dominic. Dengan arogan, Dominic menuruni anak tangga dan berjalan santai ke ruang tamu. Sang asisten segera menuangkan wine ke dalam gelas dan Dominic segera meneguknya hal itu terjadi beberapa kali.
"Tuan Dom, Aku dengar perusahaan Wallace grup menjalin kerjasama dengan perusahaan AlJ Grup. Bagaimana menurut Anda tuan, langkah apa yang akan Anda ambil? "
Dominic terdiam sejenak, seringai terbit di sudut bibirnya. Asisten Revan menaikkan sebelah alisnya, merasa penasaran dengan rencana tuannya ini. "Soal perusahaan, aku sudah menyuruh seseorang melakukan tugasnya dan saat ini fokusku hanya satu, kamu tahu itu Asisten Revan!
"Nona Summer, kenapa tuan bukankah tuan bisa menyewa, kenapa Anda malah memilih wanita itu? "
__ADS_1
"Hn, dia kelemahan adikku Reymond!
Asisten Revan mengangguk, dia sekarang paham kemana tujuan dari rencana tuannya itu. Dominic kembali meneguk segelas wine, senyuman tak lepas di bibirnya.
"Selain itu aku tertarik dengan wanita itu, akan kupastikan Summer menjadi milikku. " batin Dominic. Selama ini Dominic sengaja menyembunyikan identitasnya hingga hari itu tiba dan sekarang adalah saatnya.
Dimana Dominic akan menjalankan rencananya demi membalas dendam. Dia juga tahu kalau Reymond telah tahu jika dirinya kembali, mungkin saja adiknya itu tengah menyusun rencana untuknya. Asisten Revan menghela nafas pelan, melirik tuannya dengan wajah datarnya.
"Jangan sampai Anda mati konyol tuan hanya karena wanita, fokuslah pada rencana awal tuan!
"Aku enggak perlu nasihatmu Revan, lebih baik lakukan saja apa yang menjadi tugasmu. " Aura dingin terpancar dari tubuh Dominic, Asisten Revan langsung terdiam seketika. Kini suasana terasa tegang, Asisten Revan merutuki kebodohannya dan memilih undur diri dari hadapan tuannya itu. Setelah kepergian asistennya itu, Dominic hanya bisa mendengus kesal.
***
Reymond telah kembali pulang, terlihat jelas jika pria itu begitu kelelahan. Cyrapun langsung memijit kepala suaminya dengan lembut, Rey meraih tangan istrinya kemudian menoleh.
"Ada apa sayang, katakan sepertinya kamu ingin bicara sesuatu? "
"Eh enggak kok Rey, hanya saja sepertinya kamu sangat lelah memangnya apa yang kamu lakukan hari ini di luar? " Reypun diam, menatap sang istri dengan ragu ragu. Cyra menghela nafas panjang, mencoba bersabar karena suaminya tidak pernah menjawab pertanyaannya.
Rey mengusap pipi sang istri dan tersenyum tipis, lalu menggeleng pelan. Cyra mendesah kecewa, lagi lagi suaminya masih diam, sepertinya enggan memberitahunya.
"Rey, seberapa berharganya aku dihidupmu Reymond? "
"Sangat berharga sayang, kamu dan calon anak kita adalah nyawaku! Rey mengulas senyum manisnya di hadapan sang istri.
"Kalau aku penting untukmu, kenapa kamu selalu diam saat aku bertanya? "
Skakmat, Rey diam membisu mendengar penuturan istrinya yang membuatnya kalah telak. Dia sebenarnya punya alasan, kenapa tak memberitahu istrinya untuk saat ini, di sisi lain dirinya juga tak ingin membuat istrinya salah paham. "Aku kecewa sama kamu Rey, kalau kamu enggak mau beritahu aku ya sudah!
Cyra bangkit dengan hati hati, melenggang pergi meninggalkannya. Dari jauh Mommy melihatnya dan bergegas menemui menantunya di ruang tamu. "Nak ada apa, sepertinya kamu dan Cyra tengah bertengkar? "
"Em enggak ada apa apa Mom, hanya ada kesalahpahaman antara aku dan Cyra. "gumam Reymond.
__ADS_1
"Yq sudah, kamu harus sabar ya istrimu lagi senssitif karena faktor kehamilanya. " Reymond tersenyum tipis lalu mengangguk kearah mertuanya yang pengertian.
bersambung