Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 13 | S2 - BUKAN WANITA PENGGODA


__ADS_3

LIKE, VOTE DAN KOMEN


"Ezra, kamu bantu siapkan acara pernikahanku dengan Terry, besok!


"What kenapa mendadak? "


"Dengar aku tak ingin ambil resiko, Revan terang terangan menganggu Terry dan pria brengsek itu hampir menodainya. " geram Leon. Ezrapun mengangguk paham, pria itu bangkit dan pergi dari sana.


Terry terlihat gelisah, Leon yang mengerti langsung mengenggam tangannya. Wanita itu menghela nafas panjang, dia berharap acara mereka besok akan berjalan lancar.


"Aku ambil minuman honey. " Terry bangkit dia langsung pergi ke dapur.



Keduanya bersulang meminum wine, Leon merebut gelas berisi wine lalu di taruhnya di meja. Pria itu mengangkat Terry, mendudukan wanitanya di atas meja dapur, lalu mengungkung dirinya dari depan. Wajah mereka begitu dekat, Terry merasakan hembusan nafas calon suaminya yang menerpa wajahnya.


"Lebih baik kita bermain sebentar, lupakan masalah kita sejenak! .


Drt


drt


Leon menggeram kesal, aktivitasnya terganggu karena ponselnya. Terry tertawa melihat respon Leon yang terlihat sangat kesal.


"Ada apa Louis Greyson Wallace. " geram Leon emosi. Terdengar suara decakan di ujung sana namun Leon tak peduli.


"Aku dan Nia akan ke penthousemu. "


Tut Leon langsung memaki saudara kembarnya itu, Terry menggeleng melihat tingkah sang kekasih. Pria itu melempar ponselnya, lalu pergi dari sana menuju ke kamar mandi.


"Honey, kamu mau apa ke kamar mandi? "

__ADS_1


"Menidurkan adik kecilku, dia sudah bangun karena bersentuhan denganmu. " teriak Leon dari dalam. Terry tergelak, wanita itu turun dari meja, lalu pergi ke depan. Dia sangat senang melihat kehadiran Nia, dua wanita itu minta izin pada Louis.


"Pergilah, dua bodyguard akan mengawal kalian, Kamu hati hati sayang. " Louis mengecup singkat bibir sang istri, Terry yang melihatnyapun memanyunkan bibirnya.


"Lets go kakak ipar. " Mereka ke luar, Terry melajukan mobilnya, dari belakang, dua bodyguard mengikuti mereka. Setibanya di pusat perbelanjaan, Terry dan Nia bergegas memilih dress. Dari jauh seorang pria mengamati dua wanita itu, ya dia adalah Erick. Pria itu bergegas menghampiri keduanya, dengan sengaja Erick menyenggol lengan Nia.


Bruk


"Eh maafkan saya Nona nona. " sesal Erick, Pria jangkung itu berniat menyentuh tangan Nia namun Nia menghindarinya. Nia segera menarik Terry, menjauhi pria asing itu. Seringai terbit di sudut bibirnya, rencana licik tersusun di kepalanya untuk menarik simpati Nia.


"Wanita yang menarik!


Selesai belanja, Nia dan Terry tanpa sengaja berpapasan dengan Sarah. Sarah tersenyum dingin, menatap keduanya terutama Nia. Wanita yang telah merebut Louis darinya, amarahnyapun seakan meledak, ingin sekali mencakar wajah Nia hingga rusak.


"Wanita murahan, berani beraninya kamu merebut Louis dariku. " racau Sarah sambil memakinya dengan kata kata kasar. Nia merasa tersinggung atas ucapan Sarah barusan, perempuan itu menatap sengit Sarah.


"Tidak ada yang merebut di sini, Louis yang menginginkanku, jadi aku bisa apa. Dengarkan aku, Louis adalah suamiku dan dia milikku. " jelas Nia dengan angkuh.


"Oh ya, kita lihat saja aku atau kamu yang akan bertahan di sisi Louis, yang pasti Louis suamiku. Setiap malam kami bercinta, mungkin saja salah satu benihnya tengah tumbuh di perutku. " Nia mengusap perutnya, matanya melirik sinis kearah Sarah.


"Kau wanita penggoda. " Sarah melayangkan tangannya, Terry mencekalnya kemudian menghempaskan kasar dan tak lupa mendorongnya hingga jatuh.


"Awh, sialan kamu Terry. " Sarah meringis kesakitan, Nia dan Terry langsung pergi meninggalkannya. Sarah bangkit, menatap kepergian Nia dan Terry dengan sorot penuh kebencian, dia akan membalas mereka dengan kejam.


##


Terry dan Nia telah pulang, raut wajah Nia terlihat sedih akan ucapan Sarah padanya. "Dengar kakak ipar, jangan dengarkan rubah betina bermuka dua itu dan kamu harus hati hati menghadapinya. " geram Terry. Mood Nia seketika buruk, pria yang menyenggolnya dan Sarah adalah sebuah kesialan untuknya.


"Sweetheart, ada apa? " Louis datang, memeluk istrinya dengan erat. Ya pria itu mendapat laporan jika istrinya telah di ganggu oleh Sarah. Dia melirik kearah Terry, Terry menjelaskan semuanya pada Louis. Nia mengeratkan dekapannya di tubuh sang suami, jelas hatinya sakit akan penuturan Sarah tadi.


Setelah tenang Nia melepas pelukannya, dia tersenyum tipis pada sang suami. Dia berjanji, dia tak akan lemah menghadapi orang orang yang mengusik rumah tangganya. Mereka kini duduk di sofa, membahas masalah Sarah.

__ADS_1


"My Lion kamu enggak khawatir sama aku. " Terry merengek, dia sangat sebal pada sikap calon suaminya yang begitu cuek. Leon hanya menggeleng hal itu membuat Terry mencebikkan bibirnya. Diapun bangkit dan beranjak dari sana, Leon terkekeh melihat sikap merajuk wanitanya.


"Lucu sekali dia. "


Tak lama Terry kembali membawa cemilan, dia memilih mengabaikan kekasihnya. Leon tersenyum geli, lengan kekarnya merengkuh pinggang Terry. Pria itu mencium belakang telinga kekasihnya, membuat Terry meremang, lalu menoleh kearah Leon.


Cup


Terry membulatkan matanya, namun tak di pungkiri ikut menikmati ciuman dari Leon yang begitu memabukkan. Louis menatap datar pasangan di depannya, pria itu kini memagut bibir sang istri tercinta. Kedua pasangan itu mengakhiri ciuman masing masing, Louis melirik kearah saudaranya.


"Kalian belum menikah Leon!


"But I do it with her, making love with Terry. You Know? " jelas Leom dengan seringai miringnya. Louis berdecak pelan, dia tak menyangka saudaranya itu berani making love sebelum menikah. Terry merasa pipinya memanas, wanita itu bersembunyi di dada bidang Leon.


"Don't worry Louis, Aku dan Terry besok akan menikah, Terry adalah tanggung jawabku sekarang. " Terry merasa terharu akan sikap berani kekasihnya, dia tatap lekat pria yang dia cintai itu.


"Thanks GOD, aku bahagia bisa di cintai oleh kamu Leon. " Leon mendaratkan ciumannya di kening Terry, kemudian tersenyum hangat padanya. Nia ikut bahagia, melihat pasangan di hadapannya yang begitu mesra. Dia melirik suaminya dengan senyuman manis di bibir tipisnya.



"Kamu senang sayang, ingat kamu bukan wanita penggoda tapi Istriku? "


"Iya Hubby, aku bukan wanita penggoda, aku istri dari Louis Greyson Wallace, Harmonia Greyson Wallace. Aku tidak akan kalah dan lemah dari Sarah yang berniat menghancurkan rumah tangga kita! Louis tersenyum puas, akan penuturan dari wanitanya.


"Sebagai hadiahnya, kamu boleh menciumku di mana saja termasuk em.. " Bisik Louis di telinga istrinya. Niapun melotot, pipinya bersemu merah, membuat Louis terkekeh.


"Pasangan mesum. " sindir Terry.


"Diam kau mulut ember. " sembur Louis sarkas. Niapun tertawa kencang, sedangkan Terry bersungut sungut melirik tajam calon iparnya. Leon menghela nafas pelan, menggeleng melihat kelakuan Louis dan Terry yang seperti tom and jerry.


tbc

__ADS_1


__ADS_2