
Sementara sepasang pengantin tengah menikmati honeymoon mereka tanpa tahu kehebohan yang terjadi. Mereka di sana tak hanya honeymoon namun juga mencari dokter terbaik untuk Zafira.
Setelah menemui dokter, keduanya memutuskan kembali ke resort. Evan mengulas senyumnya, dia sedikit lega melihat istrinya yang tampak santai dan tak terbebani akan penyakitnya lagi.
Cup
"Thanks sayang, kamu begitu tegar dan kuat menghadapi masalah ini. Aku janji akan selalu mendukungmu, berada selalu di sisimu selamanya. " gumam Evan dengan nada seriusnya. Zafira menanggapinya dengan senyuman, dia memeluk tubuh sang suami tercinta.
Saat ini keduanya telah berada di kolam renang, merilekskan tubuh mereka yang terasa pegal saat ini. Evan mencumbu istrinya di sana, tubuh keduanya begitu rapat tanpa celah. Zafira mendorong pelan suaminya, lalu berenang ketengah sambil mengerlingkan mata pada sang suami. Evan terkekeh, pria itu mengejar istrinya.
"Kamu tertangkap sayang. " Evan memeluk erat tubuh istrinya, lalu membawanya ke tepi kolam. Pria itu melepaskan bikini istrinya, dan keduanya kembali melakukan penyatuan di sana.
"Lebih cepat hubby. " gumam Zafira. Evan menggeram rendah, dia semakin menghujam istrinya dengan cepat dan kuat. Setelah mencapai pelepasan bersama, Evan naik keatas sambil menggendong istrinya, kedua kaki Zafira berada di pinggang sang suami.
Mereka berdua mengulang kegiatan panas itu di dalam kamar mandi.
Satu jam berlalu setelah membersihkan diri Zafira mengganti pakaiannya dengan gaun satin tipis berwarna merah muda. Evan datang, pria itu kini bertelanjang dada dan tengah mengeringkan rambut istrinya mengunakan hairdryer.
Setelah selesai Evan mengambil kaosnya lalu memakainya, keduanya duduk di atas ranjang. Zafira berinisiatif menghubungi maminya, sekalian menanyakan kabar sang mommy mertua. "Halo Mi, bagaimana kabar mami di sana? "
"Mami baik baik saja sayang, gimana honeymoon kamu dan Evan? " tanya Mami Amira pada putrinya.
__ADS_1
"Menyenangkan Mi. " Zafira juga menanyakan keadaan mommy mertuanya, Mami menjelaskan yang terjadi namun tak secara detail. Dia tentu saja khawatir, namun Mami Amira menyakinkan dirinya. Setelah berbincang melepas rindunya dengan sang mami, Zafira menutup sambungannya. Dia mengatakan kekhawatirannya mengenai mommy pada suaminya,Evan tentu saja khawatir tentang keadaan sang ibu.
"Kamu tenang aja sayang, di sana ada Daddy, Ethan dan Nara yang menjaga mommy. " ucap Evan dengan lembut. Pria itu merangkul istrinya, dia paham akan kekhawatiran yang di rasakan Zafira saat ini. Zafira menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskan perlahan.
Zafira mengajak suaminya ke luar, Evan tentu saja menuruti keinginan sang istri. Mereka berjalan jalan tak jauh dari resort tempat mereka menginap. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan sepasang suami istri yang seumuran dengan keduanya.
"Halo Miss. " sapa Zafira dengan ramah.
"Hai juga, ternyata kalian bukan orang sini
ya. " jawab wanita hamil itu pada Zafira. Zafira mengangguk, keduanya memilih mengobrol di tempat yang nyaman.
"Iya kami asalnya dari negara x, aku Zafira dan ini suamiku Evan. " Mereka langsung berkenalan satu sama lain. Wanita itu memperhatikan penampilan Rinjani yang tengah hamil.
"Mendapat support darimu membuatku bersemangat Fira, Terima kasih. " ucapnya dengan tulus yang di angguki Zafira.
"Tuan Evan, anda begitu beruntung memiliki istri seperti Zafira, dia memiliki sisi positif yang tak banyak wanita lain miliki. " ucap Rinjani sambil tersenyum. Evan tersenyum mendengarnya, pria itu merengkuh sang istri dari samping.
Rinjani mengulas senyumnya, dia mengusap perut bulatnya dengan lembut. Obrolan keduanya terus berlanjut, mereka sama sama begitu santai dengan perbincangan ini. Zafira tentu saja begitu senang memiliki teman baru yang menyenangkan.
"Aah. " Rinjani tiba tiba menjerit, suasana berubah panik. Suami Rinjani langsung menggendongnya dan membawanya ke. rumah sakit. Evan dan Zafira langsung menyusul mereka, Zafira begitu panik akan keadaan Rinjani.
__ADS_1
Tiba di rumah sakit, ketiganya menunggu di luar. Pada dokter tengah melakukan operasi saat ini, terpaksa dia melahirkan secara caesar karena penyakit kista yang di miliki Rinjani.
Beberapa jam berlalu, terdengar suara tangisan bayi membuat ketiganya bernafas lega. Dokter ke luar dari ruangan operasi, menjelaskan keadaan Rinjani dan bayinya. Setelah dokter memindahkan ruangan Rinjani, Lewis, Evan dan istrinya langsung masuk ke ruangan Rinjani.
Lewis menciumi wajah istrinya yang masih terbaring lemah, pria itu begitu menghawatirkan keadaan wanitanya. Satu jam berlalu Rinjani baru tersadar, Lewis langsung menjelaskan jika bayi mereka terlahir prematur.
"Kalau boleh tahu siapa nama anak kalian Rinjani, Tuan Lewis? " tanya Zafira penasaran.
"Kivandra Galaxy Narendra. " jawab Tuan Lewis sambil tersenyum. Zafira dan suaminya memberikan selamat untuk keduanya, keduanya turut bahagia dengan kebahagiaan baru yang di rasakan Rinjani dan suaminya. Sebelum keduanya pulang, mereka lebih dulu menjenguk baby Galaxy yang ada di ruang inkubator. Namun sebelumnya Lewis telah bertukar nomor dengan Evan, setelah itu Evan dan Zafira berpamitan pulang pada tuan Lewis.
Selama perjalanan menuju ke resort, Zafira tampak kagum dengan ketampanan baby Galaxy tadi. Evan yang mendengar ucapan istrinya tersenyum tipis, dia tak sabar menantikan istrinya mengandung buah hati mereka berdua.
Turun dari taksi, mereka bergegas masuk ke dalam resort. Mereka memilih beristirahat di dalam kamar, Evan membiarkan istrinya tidur. Pria itu kini tengah menghubungi sang daddy, membahas perihal perusahaannya selama dia tinggal. Dia juga menanyakan kabar mengenai kesehatan sang mommy tercinta.
Saat hendak menaruh ponselnya, tiba tiba benda canggih itu kembali berdering. Evan mengerutkan kening melihat nomor asing menghubungi dirinya.
From xxx
Nak Evan ini saya tante Vera, ibunya Zia. Zia begitu hancur setelah mendengar kamu menikah, saat ini dia tengah mengamuk di dalam kamar sambil memanggil nama kamu. Dia bisa tenang jika melihat kamu nak, segeralah kembali dan temui putri tante. Tante mohon!
Evan mengumpat pelan setelag membaca pesan dari tante Vera. Diapun langsung menghapusnya dan tak lupa memblokir nomor tante Vera. Bagaimana bisa dia menemui Zia, sementara dirinya telah menikah dengan Zafira, wanita yang dia cintai. Dia tak akan melakukan kebodohan hanya demi bertemu dengan gadis masa kecilnya itu. Dia menaruh ponselnya ke dalam laci, lalu ikut berbaring di sebelah istrinya.
__ADS_1
Pria itu menatap lekat wanitanya yang tengah terlelap, dia sentuh wajah cantik istrinya. Evan mencium kening Zafira sekilas lalu memagut bibirnya dengan lembut. "Aku sangat mencintaimu sayang, sampai kapanpun aku tak akan pernah menduakan kamu!