Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
ISTM Part 10


__ADS_3

Sementara itu Maura berusaha membujuk sang Daddy agar mengizinkannya pergi namun daddy berulang kali menolaknya. "Nak, ingat kondisimu kamu perlu istirahat yang banyak dan kamu enggak boleh kelelahan.


"Ayolah Dad, aku harus membujuk kak Summer agar dia pulang dan aku bisa minta maaf padanya. "


"Sebaiknya kamu di rumah saja Maura, jangan lagi membuat Cyra / Summer terbebani lagi, apa kamu belum puas melihat kakakmu itu tersiksa selama ini. " sahut Mommy dengan tegas.


"Mommy. " tegur Daddy.


Mommy merasa jengah dengan sikap Daddy yang selalu membela Maura namun dia tak peduli. Dia tak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan Cyra saat ini. Wanita paruh baya itu bangkit dan melenggang pergi dari sana. Daddy menghela nafas kasar melihat kepergian mommy, Maura terdiam menunduk terngiang ucapan mommynya itu. Pria paruh baya itu kembali menatap puterinya sambil tersenyum.


"Sebaiknya kamu dengerin apa kata daddy sayang! "


.


Maura tak lagi merengek, keinginannya telah ditentang sang daddy. Diapun berbalik dan pergi ke kamarnya dengan raut kesalnya. Di dalam kamar, dia berusaha menghubungi seseorang untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya.


"Cari tahu siapa aku sebenarnya, rahasia apa yang ditutupi oleh Daddy Damian. "


Maura menyimpan ponselnya di atas meja, dia merasa bingung sekarang dan sejujurnya dia tak akan pernah mau meninggalkan keluarga yang membesarkannya ini. "Enggak, aku enggak mau ninggalin keluarga ini apapun yang terjadi meski harus melawan Cyra sekalipun. "


"Tapi suaminya Cyra, sangat tampan dan aku merasa penasaran dan tertarik dengannya. " Maura senyum senyum sendiri membayangkan wajah tampan Reymond.


##


Di sisi lain Bryan kini tanpa sengaja bertemu dengan Cyra dan Rey di sebuah restauran. Cyra sangat terkejut, mengeratkan genggaman tangannya. Bryanpun menyeringai, sekian lama dia mencari akhirnya bertemu wanita yang dijodohkan dengannya. Namun alisnya mengkerut, melihat sosok pria di sebelah Cyra.


"Sayang akhirnya aku menemukanmu, kamu mengajakku main kucing kucingan ya dan kini aku berhasil menemukanmu!


Bryan berusaha meraih tangan Cyra, Rey langsung menghempaskannya kasar, menatap tajam kearah Bryan dengan aura dinginnya. "Jangan berani beraninya menyentuh tangan istriku. " geram Reymond.


"Apa Istri? " Bryan sangat terkejut mendengar pengakuan Reymond. Dia kembali menatap Cyra dengan tatapan tak percayanya. Cyra menghela nafas panjang, kembali menatap Bryan dengan wajah datar.


"Ya Dia Reymond, suamiku Bryan. Perjodohan antara aku dan kamu sudah di batalkan, aku menolaknya. "

__ADS_1


"Enggak bisa Cyra, hanya aku yang pantas menjadi suamimu dan sebaiknya kita pulang. " ujar Bryan setengah memaksa.


"Aku enggak mau Bryan, jangan memaksaku! Reymond bangkit dan mengajak istrinya ke luar, Bryan langsung mengejarnya. Reymond menyuruh anak buahnya untuk menghajar Bryan, karena dia tak ingin mengotori tangannya. Setelah itu keduanya masuk ke mobil, sopir langsung menyalakan mobilnya, melaju kencang.


Selama perjalanan pulang Cyra dan Reymond sama sama terdiam, larut dalam pikiran masing masing. Sesekali Cyra melirik suaminya, entahlah dia takut kalau suaminya marah makanya dia memilih diam.


Diapun kembali menatap jalanan dari balik kaca, Cyra mengambil ponselnya dan langsung menghubungi sang paman. Diam diam Reymond memperhatikan apa yang di lakukan istrinya.


"Jangan libatkan paman Albert lagi sayang, masalah Bryan biar aku yang urus. " Mendengar ucapan suaminya, Cyra mengurungkan niatnya dan menoleh kearah Ray. Raypun meraih tangan istrinya lalu mengenggamnya dengan erat.


"Aku enggak mau terlalu membebanimu Rey!


.


"Sayang, aku suamimu bukan orang lain jadi ini tugasku melindungi kamu. Kamu cukup berada di sisiku, aku tak akan membiarkan orang pain menyakiti kamu dan calon anak kita!


Cyra merasa lega mendengar penuturan Ray, dia memeluk tubuh sang suami. Empat puluh lima menit berlalu akhirnya mereka tiba di istana mereka berdua. Keduanya segera turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam. Seperti biasa para pelayan menyambut kepulangan mereka berdua.



"Sayang apa kamu masih memikirkan kejadian tadi? "


"Aku yakin Bryan tak akan tinggal diam Rey, dia pasti akan melakukan segala cara untuk membalas kita. "


"Jangan di pikirkan sayang, fokus saja sama calon anak kita ini. " Reymond menciumi perut istrinya dengan lembut. Cyra mengulum senyumnya, dirinya sangat beruntung memiliki suami sebaik Reymond.


Drt


drt


drt


Cyra mengambil ponselnya yang berdering lalu memeriksa pesan yang masuk. Diapun hanya membacanya tanpa berniat membalasnya, Rey yang melihatnya menaikkan sebelah alisnya heran. "Siapa yang mengirimi pesan kamu sayang, kenapa enggak di balas? "

__ADS_1


"Maura, dia ingin bertemu denganku tapi aku tak mau, aku sangat tahu watak adikku itu Rey yang terlalu ambisius dan keras kepala. "


"Ya sudah kita temui saja dia mumpung masih sore sayang. "


"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu


sayang? " Ray tak menjawabnya, dia membantu istrinya bangun dan keduanya bersiap siap. Setelah selesai keduanya keluar dari kamar, menuruni anak tangga dengan hati hati. Asisten Rafka datang, memberikan berkas laporan hal itu membuat Cyra merasa tidak enak pada suaminya.


"Rey sebaiknya aku pergi diantar sopir, kamu selesaikan saja pekerjaanmu. "


"Tapi kamu hati hati sayang. " Cyrapun mengangguk, mengecup singkat suaminya setelah itu melenggang pergi. Rey sebenarnya keberatan melihat istrinya pergi sendiri, dia dan Rafka langsung pergi ke ruangan kerjanya.


# Di Taman


Cyra datang menghampiri Maura yang telah menunggunya. Maura menatap dan menilai penampilan kakaknya yangsangat anggun dan elegan ditambah perutnya yang terlihat menonjol. Diapun langsung tersenyum kecut, terlihat jelas kehidupan kakaknya itu sangat bahagia. Cyra menatap adiknya dengan raut datarnya, tak ada senyuman sama sekali di wajahnya.


"Ada apa katakan, kenapa kamu mengajakku bertemu? "


"Sepertinya kakak sangat bahagia ya hidup bersana kakak ipar, kakak beruntung memiliki suami yang baik dan aku harap bisa memiliki suami seperti kak Reymond. " ujarnya sambil tersenyum palsu.


"Bukankah kamu memang seperti itu sejak kecil Maura, selalu merebut apa yang aku miliki dari mainan, kamar hingga kasih sayang


daddy. " balas Cyra sambil mengusap perutnya.


Maura merasa tertohok dengan penuturan Cyra barusan, dia memperhatikan apa yang dilakukan kakaknya. "Apa kamu juga akan merebut suamiku juga hah, jika benar maka memang kamu benar benar parasit yang tak tahu diri!


"Cukup jangan menghinaku lagi. " bentak Maura emosi.


Cyra tersenyum sinis, ternyata memang tebakannya benar jika Maura berniat jahat dalam rumah tangganya dengan Reymond. Maura berusaha menenangkan dirinya setelah itu menatap tajam pada Cyra. "Lihat saja nanti, apakah suamimu itu akan tahan jika melihat wanita yang lebih sempurna darimu dan lebih segala galanya dari kamu Cyra. "


"Aku kenal betul suamiku seperti apa, jika dia tak mencintaiku mana mungkin dirinya mengizinkanku hamil calon anak kami. Aku dan Rey saling mencintai satu sama lain, tak akan kubiarkan kamu berniat menjadi duri dalam rumah tangga kami. Sudah cukup aku selalu mengalah darimu tapi tidak untuk sekarang!


Plak Maura melayangkan tamparannya, Cyra tersenyum sinis dan membalas tamparannya.

__ADS_1


"Hiduplah mandiri jangan lagi menumpang di hidup orang. " Cyrapun pergi dari sana, mobilnya melaju meninggalkan taman. Maura berkali kali mengumpatinya, menatap kepergian Cyra dengan penuh kebencian.


bersambung


__ADS_2