Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 34


__ADS_3

KALIAN TEAM DOMINIC KIARA ATAU DOMINIC ALEESYA GUYS


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


SESEKALI LEMPAR KOPI BOLEHLAH


"Mas kok sikap kamu dingin banget sama Alessa. " ujar Kiara pada suaminya. Mereka berdua makan siang bersama di salah satu Restauran.


"Aku hanya tidak menyukainya sayang, lagipula sejak kapan kamu akrab dengan gadis itu!


"Alessa gadis yang baik lho mas, aku dan dia sekarang teman. " oceh Kiara. Dominic hanya diam mendengarkan, namun sesekali pria itu memagut bibir istrinya hingga Kiara melototinya.


"Sudah hentikan sayang, jangan bahas lagi gadis itu! Selesai makan siang, Dominic mengeluarkan selembar uang, setelah itu keduanya ke luar dari restauran.


Kini mereka sampai di kediaman Ayahanda, mereka berdua menemui pasangan paruh baya itu dan mengobrol di ruang tamu. Ayah dan Bunda sangat senang melihat kehadiran Dominic dan istrinya. "Bund, aku minta maaf atas sikapku selama ini pada Bunda. " ujar Dominic dengan wajah seriusnya.


"Bunda sangat senang kamu mau manggil bunda nak, bunda juga minta maaf sama


kamu. " Dominic langsung memeluk wanita paruh baya itu, Ayah dan Kiara tersenyum bahagia melihat keduanya yang akrab.


"Oh ya Ayah, Bunda jenis kelamin bayi kami kembar laki laki. " sahut Kiara dengan senyuman manisnya.


"Oh God, Bunda sangat bahagia sayang mendengar kabar ini. " pekik Bunda dengan antusias. Dominic menepiskan senyumnya, melihat kedua orang tuanya yang sangat senang dengan kehamilan Kiara. Pria itu kembali duduk di sebelah sang istri setelah acara maaf maafannya dengan sang ibunda.


"Terimakasih ya Tuhan, engkau telah membukakan mata hati suamiku. Aku sangat senang melihat hubungan bunda dan Mas Dom menjadi lebih erat sekarang, setelah bertahun tahun suaminya itu membenci ayah dan


bunda. " batin Kiara.


Kiara bersandar di dada suaminya, Dominic mencium keningnya singkat. Ayah tersenyum simpul melihat puteranya yang kejam kini berubah menjadi pria dan suami yang romantis. Selain itu Dominic membicarakan pada orang tuanya mengenai paman Eden.


"Eden sama sekali tak berubah, dia masih sangat ambisius meski diusianya yang sudah tua. " geram Ayah.


"Sebaiknya kamu dan Kiara tinggal sementara di istana ini nak, kami bisa membantumu msnjaga istrimu. Bunda cemas kalau kalau pamanmu itu berniat mencelakai Kiara. " ucap Bunda dengan tutur lembutnya.

__ADS_1


"Nasehat bunda ada benarnya mas. "


##


Tepat pukul 03.00 sore


Sementara itu Maura, adik angkat Cyra tengah menghubungi seseorang. "Baiklah aku akan menunggu gadis itu ke luar dan melakukan rencana kita. " Maura menyimpan ponselnya dari dalam tas, mengamati sekitaran butik ALEEFASHION. Tak lama target yang dia tunggu akhirnya ke luar, Maura segera turun dari mobil dan mengejar Alessa.


"Nona tunggu!


Alessa menoleh, menaikkan sebelah alisnya memandang kearah Maura. Maura tersenyum miring, memperhatikan wajah bingung dari Alessa. "Perkenalkan aku Maura, adik Cyra dan Cyra adalah adik ipar dari Kiara. "


Maurapun mengatakan segalanya pada Alessa mengenai masa lalu Kiara dan Dominic. Maura tampaknya memerankan perannya dengan epic, berusaha memperdaya gadis di depannya.


"Jika kamu menyukai tuan Dominic, seharusnya kamu berusaha dan rebut pria itu Nona. " pungkas Maura. Alessa menghela nafas berat, entah kenapa perasaannya mengatakan jika gadis di hadapannya ini memiliki niatan terselubung.


"Tuan Dom sudah memiliki istri, aku tak berhak merebutnya. Lagian pria itu tak menyukai kehadiranku untuk apa berjuang untuknya, aku juga memiliki harga diri. " tegas Alessa.


Maura tersenyum sinis mendengar jawaban dari Alessa. Wanita itu melipat tangannya di dada dan menatap lekat kearah Alessa. "Dasar naif, kau membuang kesempatan yang ada nona. Bukankah cinta bisa melakukan segalanya demi keinginan yang di capainya. "


Maura tersentak kaget, wajahnya memucat mendengar penuturan Alessa. Alessa segera masuk ke mobilnya, tancap gas dan melaju dengan kencang. Maura tersadar dari keterpakuannya, menatap kepergian mobil Alessa dengan umpatan umpatan kasarnya.


"Lihat saja, sampai mana ketahananmu atas pemikiran konyolmu itu Alessandra. " desis Maura sinis. Wanita itu langsung pergi dari sana dengan kekesalan di hatinya.


"Tak di sangka tuan Dominic begitu kejam di masa lalu, tapi aku salut dengan Kiara yang mampu bertahan dengannya. Aku harap keluarga kecil mereka dilimpahi kebahagiaan. " Alessa sangat beruntung memiliki teman seperti Kiara, wanita itu sangat ramah, baik dan juga menyenangkan. Dia tidak akan pernah merebut Dominic dari sahabatnya itu apapun yang terjadi.


30 menit kemudian


Alessa sudah sampai di mansion papanya, gadis itu langsung turun dan bergegas masuk ke dalam. Dia langsung pergi ke kamarnya, untuk membersihkan diri. Setelah selesai Ales turun ke bawah, meminta minuman pada maid di sana.


"Dua bulan lagi aku harus fashion weeks di Paris, aku harap selama di sana aku bisa melupakan segalanya. " gumam Alessa dengan penuh keyakinan. Wanita itu meraih majalahnya yang ada di meja, lalu membukanya bolak balik. Ya Ales tidak akan menunda kegiatannya itu selama di Paris, entah kapan dia akan kembali ke indonesia dan yang pasti dia harus menata kembali hatinya dan hidupnya.


Drt

__ADS_1


drt


drt


Mitha Calling..


"Ya Mit ada apa? "


"Begini nona asisten ceo DA Grup memberitahu kalau perusahaan mereka sedang mencari model untuk iklan, namun belum ada yang cocok hingga tawaran itu di berikan pada


Nona. "


Ales terdiam, tangan lentiknya mencari tahu siapa Ceo dari DA Grup, matanya melotot setelah tahu jika Dominiclah sang pemilik perusahaan itu. Gadis itu lagi lagi mendesah kasar, memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Kenapa harus perusahaan dia sih. " gerutu Ales dengan kesal. Sebagai desainer sekaligus model, Ales selalu bersikap profesional namun kali ini sepertinya adalah pilihan sulit untuknya. Lebih baik kesampingkan urusan pribadi, lagian aku bisa menjaga jarak dari pria itu pikirnya.


"Mitha, katakan pada mereka kalau aku menerimanya!


"Siap nona, katanya shootingnya dua hari


lagi. " Alessa pun memutus sambungannya, meletakkan ponselnya di meja kemudian menyesap tehnya dengan pelan, lalu menaruhnya kembali di meja. Gadis itu menyandarkan kepalanya di sofa, tubuhnya masih lelah atas kegiatannya tadi di butik.


"Seandainya waktu bisa di putar ulang, aku tidak ingin bertemu dengannya. "


"Kenapa nih puteri papa yang cantik kok melamun? " Alessa menoleh dan tersenyum manis pada papanya itu. Papa Hans duduk di sebelah putrinya, sesekali mengusap kepala Ales dengan lembut.


"Ales menerima tawaran jadi model iklan perusahaannya tuan Dom papa, tapi Ales profesional kok tidak mencampurkan pekerjaan dengan urusan pribadi. " ucap Alessa dengan jujur. Papa Hans merasa cukup bangga dengan keteguhan hati puterinya itu, dia berharap kelak sang puteri bisa menemukan pria yang tepat untuk Alessa.


"Iya Papa percaya sama kamu nak, oh ya dua bulan lagi kamu mau ke Paris ya? "


"Iya papa, Ales pasti bakal kangen banget sama Papa. Ales sebenarnya berat ninggalin Papa namun mau bagaimana lagi!


"Enggak papa sayang, semoga acaranya berjalan lancar dan sukses. "

__ADS_1


"Terimakasih Papa. " Ales langsung berhambur memeluk tubuh pria paruh baya tersebut. Bagi Papa Hans, kebahagiaan puterinya adalah prioritasnya saat ini.


bersambung


__ADS_2