Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 39 | S2 Xander & Elena Story 2


__ADS_3

Cup


"Dengarkan aku El,aku menginginkanmu menjadi istriku, hanya kamu. " ujar Xander setelah ciuman mereka terlepas. Elena hendak berbicara namun lagi lagi Xander menghentikannya, pria itu menyuruhnya diam.


"Bagaimana dengan keluargamu Xander, bisakah mereka berfikir sepertimu!


"Come on El, aku yang menjalani bukan keluargaku, kamu adalah pilihanku! Xander mendorongnya ke dalam mobil, pria itu lantas melajukan mobilnya kencang. Elena hanya bisa menghela nafas panjang, sepertinya dirinya memang tak akan pernah menang jika berdebat dengan Xander.


"Villa baru? " Elena merasa bingung, kenapa dirinya di ajak ke sebuah Villa. Mereka segera turun dan masuk ke dalam, Xander merangkulnya dengan posesif.


"Ini Villa baru aku, di mana setelah menikah kita akan tinggal di sini sayang, kita dan calon anak anak kita. " ucap Xander dengan senyuman di bibirnya. Elena tak menyangka Xander telah menyiapkan semuanya dengan sangat baik.


"Selain itu aku juga membuatkan taman untukmu, letaknya ada di belakang villa, di dekat kolam renang. "


"Aku juga ada hadiah untuk kamu Xander!


"Hadiah? " beonya. Elena mengangguk, sebelumnya wanita itu meyakinkan dirinya kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Xander membaca hasil testpack dan hasil USG yang di berikan Elena kepadanya.


"Sayang, ini!


"Yes, aku hamil Xander,janinnya berusia empat Minggu. "


"Sayang. " Mata Xander berbinar, dia dengan sigap memeluknya, pria itu begitu bahagia, keinginan dirinya terwujud nyata. Elena menurunkan egonya, memeluk sang kekasih dengan erat. Xander membawanya ke ruang tamu, mengusap perut rata Elena, sesekali menciumnya singkat.


Xander menatap Elena dengan penuh cinta, dia semakin mencintai wanitanya. Elenapun memperhatikan wajah bahagia kekasihnya, lagi lagi dirinya kembali dilema.


"Bagaimana aku bisa melepasmu Xander, sedangkan dalam perutku ada calon anak kita, pengikat kau dan aku." batin Elena. Elena juga sempat terkejut kemarin saat dirinya menggunakan testpack, dia tak mungkin menyingkirkan calon anak dalam perutnya, hanya demi kepentingannya sendiri.


"Ternyata usahaku berhasil sayang, membuatmu hamil. Kamu dan calon anak kita prioritas utamaku. Pikirkan lagi soal pernikahan kita El sayang, umurku sudah sangat cukup untuk menikah, demi masa depan calon anak kita. "


"Kau benar Xander, tapi beri aku waktu untuk memikirkannya! Elena bersandar di dada calon suaminya, Xander terus menciumi kepalanya dengan penuh kasih sayang. Tak di pungkiri Elena selalu nyaman berada di sisi Xander.


"Iya sayang, ya sudah kita jalan jalan yuk." Elena mengangguk, dia bangkit. Xander menggandengnya ke luar, pria itu mulai posesif padanya.

__ADS_1


"Xander. " panggil seseorang


Sontak Xander menoleh bersamaan dengan Elena, seorang wanita mendatangi mereka dengan senyuman manisnya. Xander mengingat wanita di hadapannya kemudian tersenyum tipis. "Hai Veronica apa kabar? "


"Aku baik X, ya sudah kita ngobrol di


restauran. " tawar Veronica yang diangguki oleh Xander. Mereka bertiga memasuki sebuah restauran, Elena tersenyum kecut kala melihat Veronica duduk di sebelah Xander. Entah sengaja atau tidak yang pasti dia tak menyukai kehadiran Veronica.


"Xander. " panggil Elena dengan nada datarnya.


"Iya sayang ada apa, calon baby ingin di suapi sama kamu. " ketus Elena. Veronica mengernyitkan dahi, dia merasa bingung dengan ucapan Elena. Xander tertegun, melihat wajah masam kekasihnya saat ini.


"Apa maksudnya Xander? "


"Aku hamil anak Xander, gitu aja kok enggak tahu dasar bodoh." maki Elena.


"Sayang. " Xander memperingatinya, Elena justru melirik kekasihnya dengan sinis kemudian berbisik di telinga Xander.


"Jelaskan sejujurnya pada selingkuhanmu yang bodoh itu atau aku akan berbuat nekat, misalnya mengugurkan janin dalam perutku. " bisik Elena yang seketika membuat kedua mata Xander membulat.


"Benar kata Elena, dia hamil anakku Vero!


Veronica sangat terkejut mendengarnya, pria yang dia sukai ternyata akan segera punya anak dari wanita lain. "Kamu bohong 'kan Xander. " ujarnya seraya menggenggam tangan Xander.


Elena merasa jengah, dia bangkit dan ke luar dari restauran dengan rasa jengkelnya. Xander menepis tangan Veronica, lalu menatap sahabatnya itu dengan tajam. "Aku serius, maaf Vero aku harus pergi!


Xander bangkit, berlari mengejar Elena yang lebih dulu pergi. Dia tak ingin wanitanya salah paham padanya, namun sialnya Elena telah pergi dengan taksi dan menonaktifkan ponselnya.


Di sisi lain Elena pergi ke salah satu apartemen yang di berikan Xander, untuk saat ini dia sangat malas bertemu dengan Xander. Dia masih sangat kesal, teringat bagaimana Xander menanggapi kehadiran Veronica.


"Belum apa apa dia sudah ingkar janji. " Elena menyentuh perut ratanya, wanita itu menghela nafas kasar.


"Hai kakak ipar. " Jessie datang, ya tadi Elena menghubungi adik iparnya untuk datang. Keduanya saling berpelukan sekilas, Jessie memperhatikan wajah masam Elena.

__ADS_1


"Jes katakan, ada hubungan apa Xander dan juga Veronica dulu. "


"Veronica Lethicia maksud kamu? " Jessie semakin heran, kala Elena mengangguk kearahnya. Dia merasa penasaran kenapa kakak iparnya menanyakan soal Veronica.


"Yang aku tahu kak Xander dulu sempat dekat dengan Vero, keduanya saling memcintai. karena pekerjaan kakak, dia ninggalin Veronica ke luar negeri, keduanya menjalani hubungan LDR hingga dua tahun setelahnya hilang kontak, entahlah aku tak tahu apa yang


terjadi. " jawab Jessie dengan singkat.


Mendengar penjelasan Jessie, Elena tersenyum kecut dan semakin kesal pada sikap Xander. "Ternyata dia bertemu mantan terindahnya, pantas saja dia senang. " pikir Elena.


"Emangnya ada apa sih kak? "


"Tadi kami bertemu Veronica, wanita itu mengajak Xander mengobrol. " Elena menjelaskan segalanya pada Jessie, Jessie mengangguk paham.


"Itu tandanya kak El cemburu sama kak Xander, mungkin benar jika kakak sudah mencintai kakakku! Elena diam, ucapan Jessie ada benarnya. Entah kenapa dia begitu takut kehilangan Xander, semenjak hamil dirinya selalu risau akan hal ini.


Drt


drt


drt


"Halo kak X, datanglah ke apartemen, Elena ada di sini. " Jessie menutup sambungannya, wanita itu kembali memperhatikan kakak iparnya.


"Sayang. " Xander datang, pria itu langsung memeluk sang kekasih. Jessie memilih pergi, membiarkan keduanya berbicara dengan tenang.


"Antara aku dan Vero tak ada hubungan apapun, percayalah padaku! Elena mencari kebohongan di kedua mata kekasihnya, namun dia tak menemukannya. Elena memagut bibirnya, Xander membalasnya. Pria itu membopongnya menuju ke kamar mereka berdua.


Di dalam sana dua insan tengah berbagi peluh bersama, Xander menggerakkan pinggulnya hati hati dan penuh kelembutan. Elena mendesah menyebut namanya terus, sesekali mengusap peluh di dahi sang calon suami. Keduanya mendesah bersamaan seiring pelepasan mereka, Xander menarik selimut menutupi tubuh mereka.


"Sayang, maafkan kata kata kasarku tadi. Aku merasa sangat takut kehilangan kamu, aku dan calon anak kita butuh kamu Xander! Xander tersenyum tipis, tangannya masuk ke dalam selimut, mengusap perut rata istrinya.


"I love you El. "

__ADS_1


"Me too. " Xander membawa Elena ke dadanya, dia usap bahu polos wanitanya dengan lembut. Dia begitu tergila gila pada Elena sejak awal mereka bertemu.


tbc


__ADS_2