Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 31 | S2 - HATI YANG MENYATU


__ADS_3

Hari demi hari hubungan Louis dan Angela semakin baik dan dekat, setelah keduanya melebur dalam gairah yang membara. Angela juga merasa pusing, mendengar kedua anak sambungnya terus terusan meminta adik, dia terpaksa memberikan alasan yang logis untuk si kembar. Namun Angela akui hidupnya berwarna semenjak mengenal Louis dan si kembar.


"Louis, apa tidak sebaiknya aku meminum pil. Kita sepertinya perlu fokus pada si kembar lebih dulu. Selain itu aku belum mengenalmu terlalu jauh begitu sebaliknya. " ujar Angela berusaha membicarakan, mengenai menunda memiliki anak pada suaminya.



"Kamu belum siap memiliki anak dariku? " tanya Louis.


"Bukan begitu maksudku sayang, hanya saja aku tidak ingin menomor duakan si kembar. " cebik Angela kesal akan suaminya yang tak peka. Louis tergelak, dia paham maksud dari istrinya tersebut.


"Jika menundanya, kamu enggak kasihan sama para kecebongku yang akan terbuang begitu saja hemm! "


"Aaa duda tua menyebalkan. " gerutu Angela yang benar benar sebal pada suaminya, tangannya memukul bahu suaminya pelan. Angela menghela nafas panjang, dia kembali melirik suaminya dengan lekat.


"Aku ingin sekali mengandung anakmu sayang, tapi setelah kita memiliki rasa satu sama lain. Aku tidak ingin anal anak kita kelak akan menderita jika kita berpisah nantinya. "


Louis membungkamnya dengan ciuman, pria itu sedikit melumaat bibir sang istri, Angela memberikan akses hingga pria itu leluasa mengeksplore bibirnya.


Plup


"Tak ada perceraian. " tegas Louis dengan wajah kelamnya. Angela buru buru mengecup singkat rahang suaminya, sepertinya dia mengatakan sesuatu yang salah. Dalam hatinya dia juga tak mau hal itu terjadi, namun apa dia bisa di cintai oleh suaminya sementara dirinya tahu siapa sang pemilik hati Louis.


Mendengar kata perceraian, membuat hati Louis bergejolak, ingin sekali dirinya marah namun sekuat tenaga dia tahan. Kini Louis hanya diam membisu, mengabaikan istrinya yang kini mencoba merayunya.


"Tapi Louis, aku tidak ingin selalu merepotkan kamu dan juga selalu bergantung padamu, aku hanya ingin mandiri jika sewaktu waktu kita.. "


"Hentikan Angela. " bentak Louis emosi.


Louis menurunkan istrinya, pria itu terlanjur emosi, mendengar kata perceraian. Diapun bangkit, pergi meninggalkan istrinya menuju ke ruangan Gym.



Satu jam berlalu, Angela memutuskan pergi ke ruangan Gym. Raut wajahnya berubah kecut, kala suaminya tengah berbicara dengan seorang wanita. Louis sendirilah yang menyuruh Linda datang, karena ada pekerjaan penting. Hatinya terbakar cemburu, hal itu di sadarinya sejak awal. Melihat kehadiran istrinya Louis meminta Linda pergi, pria itu terlihat sangat seksi dengan tubuh kekarnya yang dipenuhi peluh keringat.

__ADS_1


"Jika ingin membahas perceraian, aku tidak mau dan kembalilah ke ruangan utama. " ujar Louis.


Louis menarik pinggang istrinya, hingga tubuh keduanya menempel. "Apa kau cemburu, melihatku bersama wanita lain. "


"Apakah aku berhak, aku hanya istri sementaramu Louis dan terserah kamu mau melakukan apa! Setelah mengatakan hal iru, Angela memalingkan wajahnya kearah lain.


Dengan wajah datarnya, pria itu melepas celana istrinya dan juga miliknya kemudian menyatukan tubuh mereka. Angela memekik, karena suaminya melakukan penyatuan tanpa ada pemanasan. Pria itu membawanya bersandar di tembok, Louis terus memagutnya seiring gerakan di sana yang semakin cepat.


Hosh hosh


Louis memperbaiki penampilan istrinya, ya saat ini Angela hanya memakai hotpants dan celana pendek.Dia membawa istrinya duduk dengan posisi wanita itu kini berada di pangkuan suaminya, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


"Kalau kau cemburu, bicaralah. " bisik Louis sambil mengecup telinga sang istri. Tubuh Angel mengeliat geli, dia selalu luluh dalam sentuhan Louis yang begitu memabukkan dan membakar gairahnya.


"Ayo kita jemput si kembar hubby. " ujayrnya sambil mengatur nafasnya.


"Biarkan si kembar bersama opa dan omanya, kita habiskan waktu berdua sayang. " Louis membopong Angela, membawa wanita itu ke


Skip



Lagi lagi Louis kembali menciumnya, pria itu seakan jatuh pada pesona Angela. Dia melajukan mobilnya kencang, sesuai janjinya Louis mengajak Angel jalan jalan berdua. Kini mereka berada di taman, banyak pasangan entah suami istri atau kekasih berada di sana. Louis mengenggam tangan sang istri, pria itu tak henti hentinya menatap Angela.


"Please, Louis bersikaplah dingin kepadaku, jangan kau memberi harapan yang nantinya hanya akan tersakiti salah satunya. " gumam Angela lirih.


"Aku tahu di hatimu akan selalu tersimpan nama mendiang istrimu Louis, jadi aku mohon dengan sangat bersikaplah sewajarnya! " Angela memohon pada suaminya, Louis hanya diam tak menanggapinya.


Louis menarik istrinya, membawanya ke dalam dekapannya. Angela menangis terisak, wanita itu merasakan sesak setiap kali meminta sesuatu pada sang suami. "Dengarkan detak jantungku Angel, begitu berdebar saat berada di sisimu, apa kau tak mendengarnya!


Tangan Angela berada di dada sang suami, pandangan mereka kembali bertemu. wanitaitu selalu berdebar, setiap kali dirinya menatap suaminya. "Dalam mimpi, Nia merestui hubungan kita, dia memintaku untuk menjagamu. "


"Untuk mengungkapkan sebuah rasa, tak perlu dengan ucapan, yang terpenting tindakan nyata. Dengar Angel, kau sangat penting bagiku dan si kembar. " sahut Louis sambil berbisik pelan di telinga istrinya.

__ADS_1


Mata Angel berkaca kaca, wanita itu mengusap rahang sang suami. Dia sangat bahagia mendengar pengakuan suaminya, tangan keduanya saling bertautan satu sama lain. Tubuhnya bergetar, kala suaminya mencium telapak tangannya lembut. "Nia sangat beruntung memiliki suami seperti kamu Louis, begitu juga aku. "


Tiba tiba Angela menyentuh lehernya, tenggorokannta terasa kering. "By, aku haus!


"Sebentar ya aku akan membeli minuman. " Louis bangkit dan pergi ke ujung jalan. Sambil menunggu suaminya, Angela bersenandung kecil. Tak lama suaminya kembali, Louis menyerahkan sebotol air mineral yang telah di buka tutupnya.


Glek glek Angela meneguk minumannya hingga tersisa setengah, menoleh kearah suamimya yang kini memperhatikan dirinya. "Kamu mau sayang hemm? "


"No, aku pingin dari sumbernya. " Louis sedikit meremas gundukan istrinya, Angela menatap sengit kearahnya.


"Mesum. "


Louis terkekeh, dia merasa gemas pada wanitanya dan mencubit pelan pipi Angela. Angela menyingkirkan tangan suaminya, masih sebal dengan tingkah mesum Louis yang tak tahu tempat.


"Aku pingin makanan khas Korea sayang. "


"Baiklah, ayo kita cari. " Keduanya bangkit, pergi meninggalkan taman, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti Louis dan Angela.


Kini mereka sampai di Korean Food Restaurant, mereka berdua masuk dan langsung memesan makanan, bulgogi, bibimbap, Jjapchae, strawberry milk and Korean Watermelon Punch. Dengan romantis Louis menyuapi sang istri, Angela begitu bahagia mendapati sikap romantis suaminya.


Selesai makan, mereka kembali jalan jalan dan kini mereka berada di tepi Danau. Angela merentangkan tangannya, menikmati udara segar dengan suka cita. Dengan senyum tipisnya, Louis memperhatikan lekat sang istri. Angela menoleh, tersenyum manis kearah suaminya.


"Kau tahu sayang, baru kali ini aku merasa berharga bagi seseorang, diperlakukan begitu memuja layaknya seorang ratu. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan kamu Louis, terimakasih selama ini kamu telah membantuku sayang. " Angela memeluk pinggang suaminya, raut wajahnya terlihat jelas sangat bahagia.


"No problem sayang, sekarang aku suamimu tempatmu berkeluh kesah. "


"Terkadang aku merasa tidak adil, kenapa aku terlahir sebagai perempuan hingga papi memandangku sebelah mata. " Angela tersenyum getir, mengingat perlakuan papinya padanya.


"Sut, kelahiranmu adalah berkah sayang, Tuhan sudah memberikan kehidupan yang lebih baik untuk kamu, dengan bertemu aku dan si kembar! "


"Iya kamu benar hubby! Obrolan itu terhenti, sepasang suami istri kini berciuman mesra di sana. Ciuman berakhir, keduanya kembali menatap danau yang terlihat begitu indah, damai. Kini mereka duduk di sebuah bangku, Angela bersandar di bahu suaminya sambil membahas calon adik untuk si kembar.


tbc

__ADS_1


__ADS_2