Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS BAB 7 | S2 ISTRI BAYANGAN


__ADS_3

Like, vote dan komen ya



"Kenapa hanya diam Nia, kemana ocehanmu sedari tadi? " Louis sengaja mengunkung tubuh istrinya, sedari tadi Nia berusaha menyembunyikan kegugupannya. Dia menghela nafas panjang, merasakan detak jantungnya berdebar kencang setiap kali berada di dekat Louis.


"Minggirlah Louis!


Cup


Nia terkejut, bibirnya di pagut pria yang menjadi suaminya ini, tangannya berada di leher pria Itu. Louis tersenyum di sela sela ciuman mereka berdua. Setelah berciuman, Louis segera menyingkir dan duduk dengan tegap, membuat Nia bernafas lega. Namun pemikiran Nia salah, justru pria itu membawanya ke atas pangkuannya. Tangan besar pria itu melepas bra istrinya kemudian menangkup salah satu gundukan sang istri, meremasnya pelan.


"Louis aah. " desah Nia. Nia kini setengah polos di bagian tubih atasnya, Louis begitu leluasa menyentuh lekukan tubuhnya. Tidak ini salah, Nia berusaha mendorong Louis dengan sekuat tenaga. Gadis itu kembali mengenakan pakaiannya, setelah selesai melirik tajam kearah Louis.


"Jangan menyentuhku lagi Louis, kita hanyalah orang asing dan aku tidak mencintaimu begitupun kau! Raut wajah Louis berubah kelam, ucapan istrinya memantik percikan amarah dalam dirinya. Niapun merasa ketakutan, dengan tangan gemetar gadis itu mengambil sisi di wajah suaminya.


"Maafkan aku Louis. "


"Aku butuh beradaptasi dengan statusku yang sekarang, apalagi melupakan Dika yang sedikit sulit untukku. Aku tidak mau menjadikanmu sebagai pelarianku.. "


Louis hanya diam, pria itu menurunkan Nia dari pangkuannya. Setelah bangkit, dia segera ke puar dari kamar dan membanting pintunya kasar. Nia segera mengejar suaminya, gadis itu mempercepat langkah kakinya menuju ke ruangan kerja Louis.


Tok


tok


tok


Nia mengetuk pintu berulang kali namun Louis tak berniat membukanya, cklek gadis itu mendorong pintunya lalu masuk ke dalam. Dia terkejut dengan ruangan suaminya yang berantakan, Nia segera menghampiri sang suami dan menariknya untuk duduk di sofa.


"Dengar aku tidak suka kamu mengingat Dika lagi, dia sudah tiada sekarang. " geram Louis dengan tangan terkepal.

__ADS_1


"Maafkan aku Louis, baiklah kamu boleh meminta hakmu padaku. " Louis terdiam, dia masih terkejut dengan penuturan sang istri. Pria itu menatap dalam istrinya, memcari kebohongan Nia namun tak menemukannya.


Louis bangkit, membopong istrinya ke luar dan membawanya menuju ke kamar mereka. Keduanya saling berpagutan mesra, Nia mengusap dada sang suami hingga mereka sampai di kamar.


Warning ++


Louis menurunkan istrinya, lalu tangannya melepas pakaian mereka hingga keduanya polos. Nia begitu malu saat tubuh polosnya di tatap suaminya dengan penuh gairah. Pria itu menggiring istrinya hingga terlentang di atas ranjang, Louis segera menindihnya. "Kau milikku sayang, selamanya milikku tak akan kubiarkan pria lain memilikimu. "


Dan sore itu Louis mengajak Nia mengarungi kenikmatan surgawi, perempuan itu berubah menjadi wanita seutuhnya. Berkali kali Nia mencapai puncaknya kala sang suami terus menerus menggempurnya tanpa henti. Hingga menjelang pagi keduanya berhenti, dan langsung terlelap.


##


"Engh. " Nia membuka matanya, hal yang pertama dia lihat adalah wajah suaminya yng kini memeluknya. Wanita itu terdiam, dia menghela nafas berat dan pasrah akan apa yang telah terjadi. Mungkin saat ini mereka belum saling mencintai, namun seiringnya waktu semuanya pasti berubah pikirnya.


"Kenapa? " suara serak nan jantan dari Louis membuyarkan lamunan Nia. Pria itu bersandar di kepala ranjang, dia membawa Nia bersandar di dadanya. Keduanya hanya terbalut selimut, wanita itu mengeratkan genggamannya pada selimut yang menutupi tubuhnya.


"Kau menyesal Nia? " Louis merasa gelisah, menanti respon dari istrinya itu. Niapun mendongakkan kepalanya, menatap lembut sang suami. Desiran aneh terasa di hati mereka masing masing, Nia usap rahang suaminya dengan lembut lalu menggeleng kecil.


"Tidak, hanya saja kenapa kamu begitu perkasa hubby. " cebiknya. Louis tersenyum geli mendengar penuturan sang istri namun di sisi lain dia begitu senang dengan panggilan Nia padanya.


"Yeah, aku panggil kamu hubby. " gumamnya dengan malu malu. Louis menyibak selimutnya, seringai nakal terbit di bibirnya kala melirik kearah sang istri.


"Kita lakukan lagi. " Nia kembali harus melayani sang suami di atas ranjangnya, keduanya kembali memadu kasih dengan mesra. Setelah puas keduanya segera membersihkan diri di kamar mandi.


Skip


"By, kamu enggak ke kantor hari ini? " Sambil menyeruput teh hijaunya, dia bertanya pada sang suami. Louis menaruh ponselnya, tersenyum tipis pada Harmonia.


"Tidak sayang, hari ini aku ingin menghabiskan waktu denganmu!


"Oh ya By, aku ingin tahu bagaimana keluarga kamu. " Louis berhenti memainkan rambut istrinya, pria itu melirik sang istri dengan tatapan lekatnya. Nia menaikkan sebelah alisnya, melihat suaminya yang diam saja. Wanita itu tersenyum kecut, muncul berbagai pemikiran dalam kepalanya.

__ADS_1


"Apa kamu memang hanya menjadikanku istri bayanganmu Louis, sepertinya kamu tidak ingin mengenalkan aku pada keluargamu. " batin Nia miris.


"Belum saatnya sayang!


"Saat itu tiba, mungkin saja aku sudah pergi dari sisimu Louis. " Niapun menghela nafas panjang, memaksakan senyumannya di hadapan suaminya. Untuk saat ini dirinya akan bersabar, ingin tahu sampai mana sikap bungkamnya Louis yang menyembunyikan pernikahan mereka.


"Well, kita lihat sampai kapan pernikahan ini akan bertahan! Louis terkejut mendengar penuturan istrinya, pria itu hendak meraih tangan Nia namun ditepis halus wanita itu. Niapun bangkit, meninggalkan suaminya sendirian di ruang tamu.


"Kau memang memiliki tubuhku Louis, tapi tidak dengan hatiku! Nia tertawa sumbang, bukan pernikahan seperti ini yang dia inginkan. Sudah sejak lama wanita itu curiga dengan sikap manis dan lembut Louis padanya. Tangannya terkepal kuat, lalu mengambil ponsel dari dalam saku kemudian menghubungi seseorang.


Sementara Louis kini mengusap wajahnya kasar, sebuah senyuman miring terbit di bibirnya melihat kepergian sang istri. "Kau di sini hanyalah alat bagiku Nia, jangan berharap lebih. " desisnya sinis. Louis mengambil ponselnya, menghubungi asistennya.


"Jalankan rencana berikutnya, harus terlihat sempurna dan jangan sampai ada celah. " Louis mematikan sambungannya, pria itu duduk dengan wajah angkuhnya. Apa yang dia inginkan harus dia dapatkan, apapun caranya. Kini Nia tengah memberi makan ikan ikan yang ada di kolam belakang mansion.


Sikap cemburumu


Sikap posesifmu


dan perhatianmu padaku


Hanyalah KEPURA PURAAN


Dan bodohnya aku, aku percaya itu!


"Dika, maafkan aku. Maaf, aku mengkhianati cinta kita. " Cairan bening menetes, meluncur membasahi pipi mulusnya. Wanita itu menangis, merindukan sosok pria yang di cintainya yang telah tiada. Seandainya waktu bisa diulang, Nia tidak ingin mengenal Louis dan tidak terpedaya pada pesona pria itu.


Aah


Hiks hiks Tangis Nia pecah, dia bukan wanita tegar yang bisa selalu menyembunyikan kesedihannya. Setelah beberapa saat wanita itu menghapus air matanya berusaha memghadapi semuanya. Nia bangki, kembali ke dalam mansion dan bergegas ke kamarnya.


Lima belas menit kemudian Nia kembali dengan langkah buru buru ke luar dari mansion tanpa pamit pada suaminya. Louis yang merasa penasaran, segera menyuruh anak buahnya untuk mengikuti istrinya itu ke manapun.

__ADS_1


"Mau ke mana kamu Nia, kenapa kamu buru buru!


tbc


__ADS_2