
LIKE, VOTE DAN KOMEN YA BUND!
"Baik baik di sekolah ya sayang. " Angelpun mencium pipi si kembar.
"Iya Mommy, daaah! Si kembar berlari masuk ke dalam sekolah mereka, Angela melambaikan tangan menatap kepergian kedua anak sambungnya. Setelah itu kenbali ke mobil, sopir melajukan mobilnya.
Ckit tiba tiba mobil mendadak berhenti, Angela hampir saja terhuyung ke depan.
"Maaf Nyonya, di depan ada mobil yang menghalangi jalan. " ujar sang sopir. Devon ke luar dari mobil, berjalan kearah kobil yang membawa Angela, lalu mengetuk kacanya. Angela menghela nafas kasar, lagi lagi dirinya harus berurusan dengan pria gila seperti Devon.
"Honey, keluarlah aku ingin bicara sama kamu. " pungkas Devon dengan sabar.
Sebelum ke luar Angela berinisiatif menghubungi sang suami, dia takut Devon akan berbuat macam macam pada dirinya. Dengan terpaksa wanita itu ke luar, senyuman di bibir Devon kian merekah melihat wajah pujaan hatinya.
"Aku ada kejutan untukmu. " Devon langsung mengeluarkan kotak berisi cincin berlihat, Angela terkejut melihatnya.
"Ceraikan suamimu, lalu menikahlah denganku Angel. " pinta Devon.
"Apaa!
"Kamu sudah gila Dev, aku tak akan bercerai dari suamiku. " geram Angel dengan wajah memerah, menahan amarahnya. Devon tersenyum sinis, mendengar penolakan Angel. Pria itu langsung menarik wanitanya, Angel sempat berontak namun Devon tak mempedulikannya.
Dia memaksa Angel masuk ke mobilnya, lalu pria itu langsung tancap gas. "Devon, turunkan aku sekarang. " teriak Angel panik.
"Diam. " bentak Devon. Angel menangis histeris, wanita itu ketakutan saat ini. Sementara Louis mencari lokasi istrinya melalui gps dalam ponsel miliknya, pria itu terlihat begitu marah.
##
"Lepaskan istriku brengsek. " umpat Louis setelah sampai di Villa di mana Devon membawa kabur Angela. Pria itu justru tertawa sambil mencengkram tangan Angela. Louis memberi kode pada Harry, Harry langsug mengangguk.
__ADS_1
"Lepas Devon. " bentak Angela sambil memberontak namun tenaga Devon cukup kuat. Wanita itu tak menyerah, dia mengigit lengan devon hingga cekalan tangannya terlepas, Angel segera berlari kearah suaminya.
"Cih sial. " maki Devon kesal.
Louis segera menangkap tubuh sang istri, lalu membawanya pergi dari sana. Dia meminta Harry untuk mengurus Devon, dia tak ingin mengotori tangannya.
Angela menangis sesegukan dalam dekapan suaminya, Louis mengusap punggung istrinya yang bergetar. Dia hanya bisa mengumpat dalam hati, merasa gagal menjaga istrinya. Berulang kali Louis meminta maaf pada istrinya, membujuk istrinya agar lebih tenang.
Pria itu membopong istrinya, membawa Angel menuju kamar. Kedua orang tua Louis bertanya namun pria itu hanya diam. Si kembar masuk ke kamar, memghampiri mommy mereka yang berbaring di atas ranjang. "Daddy, kenapa mommy menangis, apa daddy menyakiti mommy? " tanya si kecil Logan.
"Mommy kalian hanya lelah sayang biarkan mommy istirahat oke. " jawab Louis tersenyum kearah dua buah hatinya itu.Si kembar duduk di ranjang, mengamati mommy mereka sesaat kemudian mengecup pipi Angela. Louis tersenyum kecil, melihat betapa sayangnya si kembar pada Angela.
"Twins, sebaiknya kita ke luar ayo. " ajaknya pada kedua anaknya. Logan mengangguk, mereka bertiga memutuskan ke luar dari kamar.
"Nak apa yang terjadi? " tanya Mommy penasaran.
"Angel di bawa kabur Devon, mom dan pria itu berusaha merebut Angel dariku. " geram Louis dengan nada amarah tertahan. Mommy dan Daddy terkejut mendengarnya, pasangan paruh baya itu menatap iba kearah puteranya.
"Dengar Louis hanya pura pura mencintaimu, kau di nikahi olehnya karena hanya sebagai partner ranjangnya Angel sekaligus hanya sebagai istri pengganti. "ujar Devon tadi di villa.
"Enggak, enggak mungkin Louis seperti itu. " Angela menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya akan ucapan Devon namun hati kecilnya membenarkan. Angela menangis terisak, tangannya menyentuh kearah perutnya.
####
Setelah kejadian itu sikap Angel berubah menjadi lebih pendiam, hal itu membuat Louis merasa aneh dengan sikap istrinya. Tak adalagi sikap manja yang sering di tunjukkan istrinya itu saat bermesraan dengan dirinya. Awalnya Louis memahaminya namun lambat laun kesabaran pria itu di uji akan sikap diamnya Angela.
Kini usia kandungan Angela masuk bulan ke empat, perutnya sudah membulat mengingat dalam perut wanita itu ada bayi lebih dari satu.
"Kenapa kamu berubah Angel, sekarang kau terlihat menghindariku. katakan apa salahku sayang? " tanya Louis terus terang.
__ADS_1
"Kau tak salah Louis, justru akulah yang salah. " gumam Angela dengan lirih.
"Angela, jangan diam saja katakan Alasanmu. Apa kemarin Devon berbicara sesuatu yang mempengaruhimu? " Louis menatap istrinya dengan tatapan penuh selidik. Dia sudah bisa menebak jika istrinya berubah karena ulah Devon. Louis menghela nafas berat, dia ingin sekali meluapkan amarahnya namun dia tahan, memgingat sang istri hamil besar.
"Kau meragukan cintaku hem, jadi perhatian dan semua rasa sayangku padamu, tak berarti apa apa bagimu! "
"Jika aku tak mencintaimu, aku akan menaruh kamu meminum pil dan tak akan membiarkan kau mengandung benihku. " tekan Louis dengan nada berat.
Prang Louis melempar vas bunga ke sisi samping istrinya, sontak hal itu membuat Angel terkejut. Angela mengangkat wajahnya, tertegun melihat tatapan sang suami yang kecewa padanya. Louis yang terlanjur emosi, meninju kaca di meja rias, dia abaikan tangannya yang berlumuran darah. Angela berjalan mendekati suaminya, menyentuh tangan Louis namun di tepis pria itu.
"Louis, tangan kamu terluka. " ujar Angela dengan wajah khawatirnya.
"Sudahlah jangan pedulikan aku, sebaiknya kau urus dirimu sendiri. " sahut Louis dengan wajah dinginnya. Louis melangkah ke luar, pergi meninggalkan istrinya tersebut. Angela menatap kepergian suaminya dengan tatapan nanarnya. Matanya nampak berembun, msliat sikap dingin sang suami, penuturan Louis terus terngiang di kepalanya, membuat dirinya tersadar jika sikapnya selama ini salah.
Angela menghela nafas panjang, berusaha menghilangkan rasa sesak dalam dadanya. Rasa bersalah kini tengah dia rasakan, Angel akan meminta maaf pada suaminya. Wanita itu segera menyusul kepergian suaminya, dia menuruni anak tangga dengan tergesa gesa.
Hosh hosh
Semakin perutnya besar, Angela semakin mudah lelah jika dia kelamaan berdiri atau berjalan. Dia menghentikan langkahnya, mengusap perut buncitnya dengan lembut. "Nak ada apa, apa perutmu kembali kram? " mommy datang menghampiri menantu tersayangnya.
"Tidak kok Mom, oh ya apa mommy melihat suamiku? "
"Tadi mommy lihat Louis pergi, sepertinya dia tengah marah. Apa kalian tengah bertengkar sayang? " Mommy menatap lekat wajah menantunya, sebuah anggukan membuat wanita paruh baya itupun mengerti. Mommy menuntun Angela ke ruang tamu, di sana wanita paruh baya itu menasehati Angela.
"Mommy aku salah, aku mendiami Louis beberapa bulan ke belakang ini tanpa sebab. Louis sangat marah padaku mom, aku memakluminya karena ini semua salahku yang begitu mempercayai ucapan Devon. " sesal Angela dengan wajah sedihnya.
"Mom, tolong hubungi Louis, aku khawatir sama dia. " pinta Angela pada sang mertua.
"Biarkan suamimu tenang dulu sayang, mommy tidak ingin Louis melampiaskan amarahnya ke padamu. " tegur Mommy dengan bijak. Angela mengangguk pasrah, setuju dengan pendapat mertuanya.
__ADS_1
"Maafkan aku Louis, maaf karena meragukan cintamu. Aku memang wanita yang bodoh sayang, sekali lagi maafkan aku. "
tbc