Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 8


__ADS_3

"Hei pulang sana, kamu hampir mabuk Rendy. " ujar Firda melihat kelakuan temannya itu.


"Aku mencintaimu Ella, kenapa kamu tega mengkhianati cinta kita. " racau Rendy tanpa sadar mengungkapkan isi hatinya. Firda memilih diam, membiarkan Rendy mengungkapkan semuanya.


Firda memilih memapahnya ke kamar lain, setelah itu kembali ke ruang tamu. Menatap foto dirinya dan Rendy saat mereka kuliah di kampus yang sama. "Ternyata kamu tetap tak berubah ya Ren, sekali mencintai seseorang kamu bakal mencintai gadis itu selamanya. " gumam Firda.


"Apa aku bisa memiliki cintamu Rendy. " batin Firda miris. Ya selama ini Firda mencintai Rendy dalam diamnya, gadis itu tak berniat mengungkapnya pada Rendy. Demi nama persahabatan, Firda memilih mengalah daripada berjuang. Dia tak ingin persahabatan mereka rusak hanya karena cinta sebelah pihaknya.


Firda menaruh ponselnya, baginya Rendy adalah pahlawannya. Selama ini Rendy selalu membantunya dalam hal apapun, hingga benih benih itu tumbuh di hatinya. Salahkah dia jika dirinya menyimpan cinta untuk Rendy Atmaja.


Hingga langit berubah gelap, Firda baru selesai menyiapkan makanan. Rendy ke luar dari kamar dan menghampirinya. Terlihat pria itu baru bangun, dengan cepat gadis itu menyodorkan secangkir kopi untuk Rendy.


"Minum dulu kopinya Ren!


"Makasih Fir, kamu yang memapah aku ke kamar? " tanya Rendy sambil menyesap kopinya.


"Memangnya siapa lagi, apa kamu fikir Ella. " ledek Firda dengan senyum usilnya. Rendy berdecak pelan, tatapannya berubah tajam padanya. Firda terkekeh pelan, mereka makan malam bersama. Rendypun menatap lekat Firda, lalu membuang nafas panjang.


"Maaf ya. kamu jadi terbawa bawa urusanku dengan Ella, thanks sudah mau menjadi pacar pura puraku. " ucap Rendy dengan tulus.


"Sama sama Rendy!


"Ren, kamu gak punya temen cowok gitu, kenalin dong ke aku!


"Gak ada. " jawabnya singkat. Firda mencebikkan bibirnya, kecewa dengan jawaban dari Rendy. Rendy mendengus pelan, menghabiskan makanannya. Entah kenapa dia tak suka jika Firda menanyakan tentang pria lain.


"Masa iya aku jomblo seumur hidup, 'kan gak mungkin. " gerutunya. Rendy memilih diam tak berkomentar apapun, Firdapun menatap kesal sahabatnya itu. Dia berharap Rendy cemburu mendengar dirinya menanyakan pria lain, namun semuanya hanya angan angan.


"Mungkin aku aja yang terlalu berharap sama kamu Rendy!

__ADS_1


"Ya sudah aku tidur duluan ya Ren, selamat malam. " Firda bangkit, beranjak dari sana dam pergi ke kamarnya. Rendy menatap kepergiannya dalam diam.


##


Pagi ini Rendy mengajaknya jalan jalan, tentu saja Firda sangat senang. Keduanya pergi ke taman safari, melihat berbagai jenis hewan yang ada di sana. "Ren, kamu gak jenguk kembaran kamu tuh. " tunjuk Firda kearah monyet yang bergelantungan.


"Sembarangan, wajah tampanku kau sama 'kan dengan monyet. " ketus Rendy kesal. Firda tersenyum tanpa dosa, gadis itu justru tertawa melihatnya mengomel.


"Jangan marah marah cepat tua lho nanti, senyum dong katamu kamu pria tampan. " goda Firda sambil meledek. Rendy menghela nafas panjang lalu tersenyum, Firdapun mencubit kedua pipinya gemas.


Tawa Firda terhenti, Rendy segera menariknya menjauh. Pria itu menunggu apa yang ingin di katakan Firda padanya. "Dengar Ren, aku gak mungkin nemenin kamu terus. Tapi aku bangga sama kamu karena kamu menerima semuanya dengan suka rela, meski itu pahit. "


"Hidup itu terus maju Ren, kamu gak usah menoleh ke belakang lagi. Aku doakan semoga kamu mendapatkan gadis yang tepat untuk kamu!


"Kok kamu bilang gitu Fir, kayak kamu mau pergi ninggalin aku gitu? " Rendy mengernyitkan dahi, menatap lekat wajah Firda.


"Gimana sih Ren, kalau aku sudah punya kekasih lalu mutusin nikah, jelas aku tak bisa menemani kamu lagi Rendy. " sahut Firda sambil tersenyum. Rendy tak bisa berkata kata, apa yang di katakan Firda ada benarnya.


"Ish jahat bener kamu Rendy. " protes Firda tak terima..Rendy tertawa, mengacak acak rambut Firda lalu membeli es kelapa muda mereka berdua. Dengan manyun gadis itu menyesap es kelapa mudanya.


Bruk


Tanpa sengaja Rendy menabrak seseorang, dia segera menoleh dan membantu gadis itu berdiri. "Eh maaf, aku tidak sengaja!


"Ya gak papa. "


"Kenalin aku Rendy, dan ini Firda. " sapa Rendy.


"Aku Amanda. " jawab Manda sambil tersenyum. Firda memperhatikan keduanya, lalu menarik tangan Rendy. Entah kenapa dia tak suka dengan kehadiran Amanda.

__ADS_1


"Rendy, ayo jalan jalan lagi. " Firda segera mengajaknya pergi dari sana, Amanda menatap kepergian mereka dengan senyuman misterius.


"Kamu kenapa sih Fir, kok narik aku tadi? " tanya Rendy heran.


"Gak papa. " jawab Firda cuek. Rendy menggelengkan kepalanya, sudah terbiasa dengan tingkah aneh Firda seperti tadi. Mereka memutuskan pergi ke studio milik Rendy, selain suka melukis pria itu juga suka fotografi.


Rendy menunjukkan beberapa fotonya pada Firda, Firda memberikan pujian untuk hasil foto pria itu. "Foto aku dong Ren, yang bagus ya sebagai kenang kenangan. " celetuk Firda asal.


"Kamu ini berbicara aneh deh Fir. " jawab Rendy langsung memotretnya saat Firda telah siap. Dia mengambil banyak foto dari sahabatnya itu, Firda segera melihat hasilnya. Dia merasa puas akan hasil jepretan Rendy dan memintanya untuk menyimpan beberapa foto.


"Kalau kamu sibuk, aku pulang sendiri aja Ren, gak papa kok!


Firda berbalik, hendak ke luar dari studio nun di tahan Rendy. Gadis itu menoleh, menunggu apa yang ingin di katakan Rendy padanya. "Aku anter aja yuk, gak sibuk kok. "


Keduanya segera masuk ke mobil, Rendy melajukan roda empatnya dengan kencang. Selama perjalanan mereka mengobrol, Firda lebih banyak melamun sepertinya memikirkan banyak hal. "Besok lusa temani aku ya, bertemu nenek dan kakek!


"Memangnya ada apa Rendy? " tanya Firda.


"Gak papa, nenek dan kakek nanyain kamu terus dari beberapa hari lalu sekalian kita liburan gimana. " jawab Rendy sambil tersenyum.


"Aku mau kok, kayaknya aku perlu refreshing nih dan ide kamu bagus juga. " ucap Frida dengan senyuman lebarnya. Rendy tersenyum kecil melihat Firda yang begitu antusias.


"Aku harap kita akan selamanya seperti ini Fir, aku tak ingin kehilanganmu. " batin Rendy. Firda menoleh, salah tingkah melihat Rendy yang menatap dirinya. Jantung Firda berdebar debar, dia semakin gugup melihat Rendy yang menatapnya.


"Huh seandainya kau tahu perasaanku padamu Ren, bagaimana reaksimu nanti. Apakah kamu akan marah atau sebaliknya? "


Firda tak memiliki keberanian mengatakan perasaannya pada Rendy, dia takut jika Rendy marah dan justru membencinya. Atau kemungkinan terburuknya Rendy menjauhinya atau menyuruhnya menjauh.


"Biar aku pendam rasa ini Rendy, apa mungkin tak seharusnya rasa ini hadir di antara kita!

__ADS_1


tbc


__ADS_2