Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 27


__ADS_3

Keluarga besar Gara dan Ella ikut berlibur bersama anak anaknya, mereka kini dalam perjalanan menuju ke Villa. Setelah sampai di sana, mereka masuk ke kamar masing masing, Gara telah menyiapkan keperluan buat si kembar dan sang istri selama mereka di Villa.


"Sayang istirahatlah, biar si kembar di jaga Sheila, babysitternya. " ujar Gara pada sang istri. Ella mengangguk meminta Sheilla menjaga baby twins di kamarnya. Ella langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, Gara merasa kasihan melihat istrinya yang kelelahan. Selama perjalanan baby Ethan sempat rewel, Ella berusaha menenangkan salah satu putra mereka itu. Ya Gara telah mempekerjakan satu baby sitter lagi yaitu Sheilla, jadi Ratna dan Sheilla akan membantu Ella dalam mengurus si kembar.


Sebenarnya Ella keberatan namun keputusan Gara tak bisa di bantah olehnya. Melihat istrinya yang terlelap, pria itu melabuhkan ciuman di kening Ella lalu bangkit perlahan, tak ingin menganggu istirahat istrinya.


"Rat, twins sangat lucu dan tampan ya, seandainya rahimku tak di angkat, pasti aku akan memiliki anak lucu seperti ini. " ungkap Sheilla lirih. Ya Sheilla merupakan wanita bersuami, di usianya yang masih menginjak angka dua puluh dua, wanita itu menikahi kekasihnya. Karena kecelakaan Sheilla kehilangan rahimnya, namun dia telah memiliki satu bayi perempuan yang dia adopsi, umurnya di bawah si kembar.


Ratna memeluk tubuh teman barunya itu, mereka telah berkenalan dan langsung akrab, dia cukup kasihan dengan musibah yang menimpa Sheilla. "Kamu sabar ya Sheilla,aku tahu kamu kuat menjalani semua ini. " ucap Ratna dengan tulus.


"Terimakasih ya Ratna, aku beruntung bisa mengenal kamu sebagai teman aku. " balas Sheilla tersenyum tipis. Keduanya saling berbagi tugas, Ratna membereskan barang barang si kembar. Setelah memastikan si kembar nyaman dalam tidurnya, Sheilla pergi ke kamarnya sebentar untuk membersihkan diri.


Sementara Nagara saat ini tengah mengobrol dengan Jovano melalui ponsel, pria itu mencari tahu tentang Miranda. Ya selama ini Gara terus memantau pergerakan wanita itu, dia tak ingin kecolongan lagi. Dia tak ingin wanita gila itu mendekati Ella dan baby twins, Gara tak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Gara, aku nanti malam akan mampir sekalian melihat kedua jagoanmu itu. " ujar Jovano tanpa basa basi.


"Hm datanglah, kami ada di Villa. " ujar Gara dengan nada datarnya. Gara mengakhiri pembicaraannya, dia tak mempermasalahkan jika Jovano ingin ikut bergabung, selama pria itu tak membuat masalah nantinya. Sore menjelang malam, suasana tampak meriah di tengah outdoor party. Jovano datang di sambut Gara dan lainnya, pria bermata abu abu itu menyapa kedua keponakan tampannya.


__ADS_1


Ella tampak mengobrol bersama orang tua serta mertuanya, wanita itu begitu ceria dan bahagia saat ini melihat keluarganya berkumpul seperti sekarang. Sesekali Ella menoleh kearah Ratna yang menjaga si kembar, memastikan keadaan kedua anaknya.


Hanum datang sambil menggendong baby girlnya yang di beri nama Queenza Aresha Johnstone, di temani Nicholas sang suami. Kedatangan mereka di sambut hangat Ella dan keluarga besar mereka, ada sedikit masalah membuat Nick dan keluarga kecilnya datang terlambat namun bisa di atasi.


"La, lihatlah tuan Jovano sepertinya tengah mencari kesempatan. " tunjuk Hanum kearah Jovan dan Ratna. Ellapun mengangguk setuju, keduanya mulai bergosip membahas Jovano dan Ratna.


"Mereka terlihat seperti sepasang suami istri 'kan. " ujar Ella sambil tersenyum. Hanum setuju dengan pendapat kakak iparnya, entah apa yang tengah mereka rencanakan saat ini. Gara hanya berdecak pelan, mengawasi pergerakan Jovano saat ini, dia tahu apa yang tengah pria itu lakukan sekarang.


"Maaf Tuan, sebaiknya Anda kembali ke tempat Anda. " ucap Ratna sopan pada pria di depannya. Entah apa maksud pria di depannya ini namun dia merasa tak nyaman akan kehadiran teman dari majikannya ini. Jovano hanya mengulas senyumnya, tak peduli dengan peringatan Ratna padanya, pria itu justru sibuk bermain dengan si kembar. Gadis itu menggeleng pelan,melirik kearah Sheilla dan memberi kode pada wanita itu.


Kesal karena ucapannya di abaikan, Ratna memilih bangkir dan beranjak dari sana, dengan sigap Jovano menahan tangannya. Gadis itu merasa tak nyaman, banyak tamu yang berbisik padanya. Dia sangat sadar diri jika dirinya hanya sebatas baby sitter, Ratna tak ingin orang lain berburuk sangka padanya.


"Aku Jovano, siapa nama kamu nona? " Jovano tetap menggenggam tangan Ratna, Ratna benar benar di buat kesal oleh Jovano. Ella datang menghampiri Sheilla,membisikkan sesuatu padanya dan Sheilla mengangguk paham.


"Sorry Ratna. " Sheilla meminta maaf pada Ratna, dia tak bisa membantunya lepas dari Jovano. Ratna menghela nafas kasar, menepis pelan tangan Jovano lalu meminta izin pada Ella untuk pergi.


"Dia sangat susah untuk di dekati. " gumam Jovano entah pada siapa. Ella menoleh, tersenyum melihat suaminya ikut bergabung bersamanya.


"Sayang kau sengaja melakukannya bukan? " tanya Gara. Ella paham apa maksud suaminya, dia menggenggam tangan suaminya erat.

__ADS_1


"Iya mas, aku hanya ingin trauma yang Ratna alami segera hilang. " Ella telah mencari tahu siapa Ratna dan masa lalu gadis itu, selain memberinya pekerjaannya, Ella juga berniat membantu Ratna menghapus trauma gang Ratna dia dapatkan dari mantan suami gadis itu. Gara mengulum senyumnya, mencium singkat kening sang istri, cukup bangga dengan sikap istrinya yang begitu baik.


Ratna berhasil menghindari Jovano, dia benar benar tak ingin berdekatan dengan pria manapun kecuali si kembar yang lucu. Kehilangan buah hatinya membuat pukulan telak untuk Ratna, dia begitu membenci mantan suaminya.


"Kau takut berdekatan dengan aku Ratna Ayu Mentari? " suara bariton seorang pria membuat tubuh Ratna menegang, dia menoleh dan melihat Jovano berdiri tak jauh darinya. Ratna melangkah mundur, dia masih trauma dengan seorang laki laki. Jovano bergerak maju, memperkecil jarak di antara mereka.


"Menjauhlah dariku Tuan. " ucap Ratna sambil mengepalkan tangan.


Grep Jovano berhasil memeluknya saat Ratna hendak menghindar lagi, Gadis itu memberontak namun tenaga Jovano lebih besar darinya. "Tidak semua pria sama seperti mantan suamimu Ratna!


"Lepaskan aku Tuan, aku di sini hanya fokus bekerja, merawat baby twins sesuai perintah Nyonya Ella dan Tuan Gara. " tegas Ratna berusaha mendorongnya. Jovan tak merasakan apapun, justru mengeratkan pelukannya. Tubuh Ratna tiba tiba lemas, Jovan menggendongnya lalu membawanya ke dalam.


"Jangan menyentuhku. " Ratna menepis tangan Jovan yang menyentuh pipinya. Jovan menghela nafas kasar, frustrasi menghadapi Ratna yang terus menerus menolaknya. Pria itu mengatakan isi hatinya pada Ratna, gadis itu diam tanpa mengatakan apa apa.


"Maaf Tuan, saya tidak ingin menjalin hubungan baru. Saya sudah nyaman hidup sendiri setelah perceraian saya dengan mantan suami saya. " kekeh Ratna keras kepala.


"Tapi aku tertarik padamu sejak awal Ratna, beri aku kesempatan untuk membuktikan jika aku pantas untuk kamu! Ratna tetap menggeleng,dia merasa tak pantas untuk Jovano.


"Masih banyak wanita yang setara dengan Anda tuan, saya anggap ucapan Anda tadi tidak pernah ada. Permisi! Ratna bangkit, pergi meninggalkan Jovano sendirian. Jovan menatap sendu kepergiannya, patah hati lagi karena dirinya di tolak Ratna.

__ADS_1


"Bagaimana caranya aku meyakinkan dia, aku tak pernah mempermasalahkan status Ratna. " batin Jovan.


__ADS_2