Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ Part 16


__ADS_3

Dua hari berlalu, nyonya Vera kini berada di kediaman keluarga Johnstone. Mommy Ella menunggu apa yang ingin di bicarakan wanita di depannya saat ini.


"Di mana Evan, nyonya Ella? " tanya Nyonya Vera dengan basa basi.


"Putraku tengah honeymoon dengan istrinya, memangnya ada apa?


"Zia tengah sakit, dia ingin bertemu dengan Evan saat ini. " Nyonya Vera mengatakan kondisi putrinya pada nyonya Ella. nyonya Ella menghela nafas berat, dia mencoba tenang menghadapi masalah ini.


"Maaf sepertinya tidak bisa, putraku bukan pria single lagi Vera dan aku harap kau mengerti hal ini. " cetus mommy Ella dengan halus. Nyonya Vera mencoba menahan kecewanya sekaligus amarahnya dan penolakan nyonya Ella barusan.


"Tapi bagaimana dengan putriku, Ella? "


"Kau harus memberitahu Zia, tidak selamanya semuanya harus dia dapatkan apalagi sesuatu itu telah menjadi milik orang lain. kenapa kamu kekeh meminta putraku datang, apa begitu sikapmu yang sebenarnya yang suka merebut milik orang lain Vera? " tebak mommy Ella dengan lugas.


Nyonya Vera merasa tersentil dengan ucapan nyonya Ella barusan, wanita itu tak bisa berkata kata lagi. Mommy Ella sendiri menghela nafas kasar, berusaha mengontrol dirinya agar tak terbawa emosi lagi.


"Lalu bagaimana dengan Zia? "


"Kamu beritahu dia untuk jangan mengharapkan Evan lagi. " tegas Nyonya Ella.


"Aku kecewa mendengarnya Ella, ternyata kamu tak memiliki perasaaan. " Nyonya Vera langsung bangkit dan melenggang pergi begitu saja. Nyonya Ella menggeleng pelan, dia tak berniat menahan kepergiannya.


Mommy Ella menghela nafas panjang, dia tak mungkin memberitahu Evan hal ini terutama Zafira. Dia tak ingin menantunya itu kepikiran hingga membuatnya jatuh sakit nantinya. Dia tak menyangka jika teman lamanya itu memiliki sikap serakah dan inginnya menang sendiri.


Dalam perjalanan pulangnya Nyonya Vera tak begitu marah akan sikap nyonya Ella barusan, dia merasa wanita itu telah meremehkan dirinya. Dia langsung pulang ke mansion megahnya, mansion peninggalan dari mendiang suaminya. Nyonya Vera turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam dan mencari keberadaan putrinya.


"Zia, Zia. " pekik Nyonya Vera dengan keras.


"Ada apa Ma? " Zianka datang, gadis itu menemui sang mama di ruang tengah.


"Aku gagal membujuk nyonya Ella agar Evan mau menemui kamu sayang. " ungkap Nyonya Vera pada putrinya. Zianka tampak kecewa mendengarnya, raut wajahnya berubah murung.


Dering ponselnya membuat Zianka dengan malas mengambil benda canggih itu, perempuan itu memberikan alasan pada mamanya. Setelah posisinya menjauh, Zianka langsung berbicara dengan detektif yang dia suruh."Bagaimana hasilnya, apa kau sudah tahu siapa istri dari Evan Sagara Johstone? " tanya Zia tak sabaran.

__ADS_1


"Dia bernama Zafira Aleeza nona untuk alamatnya saya belum mengetahui kepastian nya lebih lanjut. " ujar sang detektif.


Deg


"Ma aku ke kamar dulu. " Zianka langsung pergi ke kamarnya langsung. Setelah mengunci pintu kamarnya, dia kembali memastikan apa yang dia dengar barusan.


"Enggak, enggak mungkin wanita itu adalah Zafira anaknya tante Amira. " gumam Zianka mencoba tak percaya akan kenyataan yang dia terima. Diapun langsung menghubungi Ethan untuk menceritahu soal hal ini, namun panggilannya tak di angkat Ethan.


Gadis cantik itu hanya mampu mengumpat pelan, dia masih tak percaya akan hal ini. Dia perlu bertemu dengan tante Ella, ya dia harus menemui calon mertuanya itu sekarang juga.


Diapun ke luar dari kamar dengan buru buru, Mama Vera yang melihatnya langsung mengejar sang anak. Zia melajukan roda empat nya dengan kecepatan penuh menuju kediaman Johnstone.


Gadis itu langsung turun dan masuk ke dalam, nyonya Ella tampak terkejut melihat kehadiran Zianka di rumahnya. Saat ini dia tengah berbicara dengan besannya, nyonya Amira.


"Ada apa Ella, kenapa kamu bengong? " tanya Nyonya Amira kebingungan. Wanita itu ikut bangkit, menoleh dan matanya langsung membola melihat kehadiran Zia.


"Kau. " pekik Nyonya Amira dengan tatapan penuh kebencian. Zia juga tersentak kaget, gadis itu langsung mendekati mommy Ella.


"Tante Ella, katakan siapa istri dari kak Evan saat ini? " tanya Zianka penasaran.


apa. " sahut nyonya Amira dengan sinis. Raut wajah Zia langsung berubah, gadis itu menangis mendapati kenyataan pahit ini. Nyonya Amira awalnya kebingungan namun melihat Zia menangis, wanita itu tersenyum puas.


"Kau mengenalnya Mir? " tanya Ella bingung. Tak lama Ethan datang bersama Daddy Xander, kedua pria itu langsung menemui mommy di ruang tengah. Nyonya Amira sebenarnya malas jika mengungkit masa lalunya yang begitu pahit.


"Dia adalah putri dari seorang pelakor, ibunya dia telah merebut suamiku hingga suamiku meninggalkan aku dan Zafira kecil. " ujar Nyonya Amira dengan tatapan penuh kebencian. Mommy Ella dan suaminya terkejut mendengar kenyataan ini, nyonya Vera datang dan terkejut melihat putrinya menangis.


"Nah ini mantan pelakor senior, dia yang menyebabkan rumah tanggaku rusak dulu. " ketus nyonya Amira.


"Ya Tuhan bagaimana bisa, Zia sendiri dulunya teman masa kecil Evan. " gumam Mommy Ella yang masih bisa di dengar besannya. Nyonya Amira begitu marah mendengarnya, wanita itu mendekati Zia.


Plak


plak

__ADS_1


plak


Dia melayangkan tamparan nya ke wajah Zia, meluapkan segala kemarahannya. Nyonya Vera terkejut dan tentu tak tinggal diam, dia tak terima putrinya di sakiti. "Ini balasan untuk kamu wanita murahan, berani beraninya kamu mau merebut suami dari putriku. " maki nyonya Amira dengan emosi meledak.


"Hentikan Amira. " bentak Vera emosi. Nyonya Amira juga langsung memberinya tamparan,dia meluapkan kemarahan dan sulit hatinya selama ini pada Vera.


"Ini balasan untuk wanita murahan seperti kalian berdua, memang ya buah jatuh tak jauh dari pohonnya ibu dan anak sama sama menjijikkan. " Zia menangis terisak, hatinya hancur dan malu dengan sikap Nyonya Amira padanya. Gadis itu menoleh kearah nyonya Ella, namun wanita itu menatapnya kecewa.


"Enggak nyangka saja ya, aku kira gadis lemah lembut sepertimu memang baik dan memiliki masa depan cerah namun ternyata sikapmu tak jauh berbeda dari ibumu, memiliki sikap iri dengki!


"Tapi saya yang lebih dulu mencintai Evan tante. " gumam Zia dengan lirih, gadis itu masih terus menangis.


"Apa kau tidak dengar, putraku sudah menikah Zia. Di mana harga dirimu hingga memohon hanya demi bertemu Evan dan memiliki niat merebutnya dari menantuku? " ucap Nyonya Ella dengan nada datarnya.


"Cukup jangan merendahkan putriku, Ella. " sentak Vera dengan tatapan tajamnya.


"Kita pulang. " Nyonya Vera menarik putrinya pergi dari sana. Nyonya Ella tubuhnya hampir tumbang namun Daddy Nagara segera menahannya, pria paruh baya itu langsung menggendongnya menuju ke kamar.


Ethan segera menghubungi adiknya untuk segera datang, tak lupa menghubungi dokter keluarganya. Nyonya Amira kembali duduk, dia berusaha menenangkan diri setelah melampiaskan amarahnya.


"Mom. " panggil Daddy Gara yang begitu panik melihat keadaan istrinya yang tumbang. Dokter masuk di antar oleh Ethan, Daddy membiarkan dokter memeriksa keadaan mommy saat ini.


"Tekanan darah nyonya Ella naik tuan,beliau tidak boleh stres dan banyak pikiran, ini resep obat yang perlu di tebus. "


"Biar saya saja yang nebus dok. " Dokter memberikan resepnya pada Ethan, pria itu langsung pergi begitu saja. Setelah kepergian dokter, daddy Nagara duduk di sebelah sang istri sambil menggenggam erat tangannya. Pria yang berkepala lima itu terus menciumi tangan istri tercintanya.


Mommy Ella membuka matanya,wajahnya tampak masih pucat berusaha untuk bangun. Daddy langsung membantunya bersandar di atas kepala ranjang. "Dad, ada apa dengan aku? "


"Tadi kamu pingsan mom, untuk sekarang jangan pikirkan apapun dulu, Daddy sangat takut akan keadaan mommy tadi. " gumamnya lirih.


"Maafin mommy, Dad. Aku terkejut dan kecewa pada Vera, orang yang selama ini aku percaya dan anggap sendiri kayak adikku tapi ternyata seperti ini sikap aslinya!


"Bagaimana jika Zafira tahu hal ini, hatinya pasti akan kembali hancur. " gumam mommy sendu.

__ADS_1


"Kita pikirkan saja nanti, sebaiknya mommy istirahat. " tegas Daddy tak mau di bantah sedikitpun. Mommy mengangguk, dia memilih menuruti perintah suaminya.


__ADS_2