Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
ISTM PART 4 - PERGI DIAM DIAM


__ADS_3


Pagi ini Cyra nampak telah siap, seperti biasa di layani para pelayan bak seorang ratu. Cklek pintu terbuka lalu masuklah Ray, Ray menyuruh para pelayan ke luar setelah itu menghampiri Cyra. "Ray, bisakah aku ganti pakaian saja, gaun ini terlalu terbuka pada bagian dada. "


Raymond memperhatikan dada Cyra yang sedikit menyembul, dia menelan salivanya kasar lalu beralih menatap Cyra lagi. "Baiklah, kamu boleh menggantinya, lagian aku tak akan membiarkan pria lain melihat aset ku. " gumamnya pelan.


Cyra segera mengambil gaun yang lain lalu membawanya ke kamar mandi. Tak lama diapun ke luar dan langsung menghampiri Raymond. Raymond langsung memeluk pinggang Cyra dan merapatkan tubuh mereka.


Tangannya menyentuh perut rata Cyra, sontak membuat Cyra terlihat kebingungan. "Tak akan lama lagi perut kamu akan terisi benih, calon pewarisku saat kita resmi menikah nanti. " pandangan mereka bertemu, Cyra tertegun melihat keseriusan di wajah Ray.


"Tapi kenapa aku Ray, aku enggak pantas dan kita hanyalah orang asing!


Ray langsung membungkamnya, Cyra melotot dengan tindakan yang dilakukan tuan muda.


Tuan muda menciumnya, astaga!


Cyra berusaha menghentikannya namun Ray menahan tangannya, hingga akhirnya terbuai dan dia membalas ciuman Ray. Ray tersenyum tipis di sela sela ciuman mereka, dia memperdalam ciumannya. Setelah ciuman mereka berakhir, Cyra memasok oksigen sebanyak banyaknya. Entah kenapa dia merasa sangat nyaman dan aman berada di dekat Ray meskipun mereka baru saling mengenal.


Tak ada pilihan lain selain menyetujuinya daripada harus menikah dengan Bryan pikirnya.


"Dengan kamu menikah denganku, aku bisa melindungi kamu Cyra!


" Baiklah aku mau menikah denganmu! Ray sangat senang mendengarnya, dia kembali memeluk gadisnya sekilas lalu mengajaknya ke luar dari kamar.


**


Di meja makan kedua orang tua Ray datang, Nyonya Nayyara dan Tuan Romano Wallace bersama dengan puteri Elizabeth. Cyra langsung menunduk, merasa tak pantas berada di sebelah Ray. "Putraku, jelaskan siapa gadis yang berada di sebelah kamu!


"Dia Cyra Anabella calon istriku, Ibunda!

__ADS_1


Ketiganya sangat syok mendengar pengakuan Ray. Ray mengeratkan genggamannya di tangan Cyra, Elizabeth menahan kekesalannya dan menatap benci kearah Cyra.


Nyonya Nayyara menatap puteranya itu dengan lekat, lalu menghela nafas panjang. " Tapi Ray, apa kamu lupa kalau kamu sudah.. "


"Bunda, saya tahu saya di jodohkan tapi saya menolaknya, hanya Cyra yang saya inginkan!


Merekapun sarapan bersama, diam diam Elizabeth mengepalkan tangannya, merasa tidak terima dengan keputusan Ray yang menolak perjodohan mereka hanya demi gadis asing di depannya. Selesai sarapan, ibunda dan ayahanda berpamitan pada putera mereka itu.


"Kak Ray, kenapa kakak memilih gadis ini daripada aku, padahal aku lebih dulu kenal sama kamu. " cecar Elizabeth.


"Aku tak menyukaimu Elizabeth dan aku hanya menganggapmu adik. "


Elizabeth berkaca kaca, dia beralih menatap Cyra penuh kebencian. "Karena kamu, aku ditolak dan harusnya kamu enggak hadir dalam hidup kak Ray. " Elizabeth mengamuk, menarik rambut Cyra, Cyra tak tinggal diam dan membalasnya dengan kencang.


Ray pun berusaha memisahkan mereka berdua, memeluk pinggang Cyra posesif, melayangkan tatapan tajam pada Elizabeth. "Sebaiknya kamu kembali ke istana Snowy atau aku akan memanggil pengawal untukmu Elizabeth. " geram Raymond. Elizabeth berdecak kesal, dia sangat kecewa dan langsung pergi begitu saja.


Cyra menghela nafas lega setelah kepergian Elizabeth, dia langsung berhambur memeluk tubuh Raymond. "Maafkan aku honey, kamu pasti mulai lelah berurusan dengan Elizabeth yang selalu menyerangmu!


"Permisi Tuan Muda, sudah saatnya pergi ke kantor!


"Jaga dirimu baik baik, aku pergi ke kantor dulu honey. " Ray mengecup kening Cyra singkat, kemudian berlalu pergi. Cyra mengambil ponselnya dari sama dompet, dengan cepat dia menghubungi paman Alberto.


"Halo paman ini aku Summer, aku baik saja paman dan sekarang berada di tempat yang aman! Bisakah paman menjemputku, jangan lupa periksa keadaan jangan sampai ada yang tahu!


" Ya sudah paman akan jemput kamu nak, kirim alamat di mana kamu berada! Sambungan terputus, Cyra mengirim alamatnya setelah itu bergegas ke luar dari istana. Para pengawal menghadangnya, Cyra menghela nafas kasar dan memandangi mereka satu persatu.


"Biarkan aku pergi, aku ingin pulang menemui pamanku!


" Maaf nona, ini perintah langsung dari tuan muda yang tak mengizinkan anda ke mana mana. "

__ADS_1


"Ayolah aku ada urusan penting, soal tuan muda biar aku yang urus. " Pengawal memberikan jalannya, Cyra bergegas ke luar dari istana lalu masuk ke mobil. Paman Alberto melajukan mobilnya dengan kencang.


Cyra segera mengirim pesan pada Ray dan menjelaskan segalanya.


To Raymond


Maaf Ray aku tak mendengarkan ucapanmu, aku harus pulang untuk sementara tolong kamu jangan marah ya! Aku hanya ingin menenangkan diri setelah pernyataan kamu yang mengumumkan aku sebagai calon istrimu, membuatku terguncang.


Cyra menonaktifkan ponselnya, lalu di simpan nya dalam dompet. Sesekali paman Alberto melirik kearah keponakan tersayangnya itu setelah itu kembali fokus menyetir. "Bagaimana bisa kamu berada di istana Wallace nak? "


"Ceritanya panjang paman, kehidupan istana sangatlah rumit membuat kepalaku pusing saja, " keluh Cyra. Paman Alberto tertawa kecil mendengar keluhan dari keponakannya.


"Oh ya paman bagaimana keadaan mommy dan daddy? "


Terdengar suara helaan nafas berat yang terdengar dari pria baruh baya tersebut hingga membuat Cyra menoleh. "Daddy kamu tengah sibuk mencari donor ginjal buat adikmu nak!


Cyra pun terdiam, pikirannya entah melayang ke suatu tempat kemudian menghela nafas panjang. Keputusannya tetaplah sama, tak berniat mendonorkan ginjalnya pada Maura, adiknya. Kalau di pikir pikir egois bukan, tapi daddynya lebih lebih egois, tak pernah memikirkan perasaannya.


Mereka tiba di Villa, Paman Alberto menoleh ke samping dan menatap keponakannya. "Apa yang tengah kamu pikirkan Cyra? "


"Enggak ada paman, hanya saja mungkin Daddy sangat marah dan malu karena aku kabur dari mansion. " ucapnya getir. Paman Alberto merasa iba dengan keponakan sulungnya itu, dia usap kepala Cyra dengan lembut.


"Sabar ya nak, lagian masih ada paman yang akan selalu melindungi kamu!


" Iya paman terimakasih. "


"Ya sudah ayo turun dan masuk, bibi dan Luna sudah sangat merindukanmu! Cyra langsung mengangguk, mereka turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam Villa. Luna langsung berlari menghampiri sang sepupu dan memeluknya.


"Kamu kemana saja sih Cyra aku kangen banget sama kamu!

__ADS_1


"Kita ke ruang tamu, aku jelasin semuanya di sana. " mereka bergegas ke ruang tamu, di sana Cyra menjelaskan segalanya pada keluarga pamannya.


bersambung


__ADS_2