Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
THE CRUEL OF BLACK SHADOW| S2


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


Author percepat ke season 2 nya, tokoh utama Louis. THE CRUEL OF BLACK SHADOW, SEQUEL DARI TERJERAT CINTA SANG PEWARIS TAHTA.


NB kisah Selena dan Gerry hanya selingan di season pertama agar kalian tidak bosan.


**


Louis Flynn Greyson Wallace atau biasa di juluki sebagai King atau Black Shadow, pria misterius dengan sejuta pesonanya. Memiliki sikap kejam melebihi sang Daddy dan juga sikapnya bertolak belakang dengan Leon saudaranya. Di usianya ke tiga puluh, pria itu begitu ambisius ingin menaklukkan wilayah barat yang


merupakan wilayah dari klan Veroice.


Ya dia ingin mendirikan istananya sendiri tanpa campur tangan sang daddy, hingga memutuskan memperlebar wilayahnya. Louis dan Leon juga memiliki seorang adik perempuan yang di adopsi dari panti oleh orang tuanya, Sarah Kyle.


Terlihat seorang pria kini tengah memegang pistol di tangannya, raut wajahnya nampak menunjukkan kemarahan. Rahangnya mengeras mendengar laporan dari anak buahnya akan penolakan dari Klan Veroice. Ya Louis ingin merebut kekuasaan dari Klan Veroice dengan cara apapun, dia tidak menerima penolakan.


"Lakukan sesuatu Harry, tekan mereka supaya tidak berkutik, tak ada pilihan selain menyerahkan kepimpinan klan Veroice padaku!


"Baik King! Harry langsung pamit, bergegas melaksanakan perintah dari Kingnya itu. Louis berjalan menuju ke balkon, memperhatikan pemandangan kota. Dia kembali menyalakan cerutunya, setelah itu menghisapnya hingga keluar kepulan asap. Ya saat Louis sedang marah, biasanya pria di sapa King atau Black itu menghabiskan waktunya dengan merokok, minuman alkohol atau berlatih dengan pistolnya. Saat dirinya remaja, dia di latih oleh paman Gerry bagaimana menggunakan senjata saat berhadapan dengan musuh.


Louis melempar puntung rokoknya, dia mengambil ponselnya dan melihat sekilas nama yang muncul di layar ponselnya. Pria itu menekan tombol merah, entah kenapa dia sangat malas harus berurusan dengan adik angkatnya itu. Hubungan Louis dan Sarah memang tidak baik, Louis menghindari perempuan itu karena risih dengan sikap Sarah padanya.


Louispun ke luar dari kamarnya, menuruni anak tangga. Dengan wajah datarnya, pria tampan itu menemui keluarganya yang ada di ruang tamu. Sarah menatap kedatangan kakak angkatnya itu dengan pandangan memuja, tercium aroma maskulin dari pria yang di sukanya itu.


"Ada apa Mom, kenapa kalian datang ke sini tiba tiba? " tanya Louis pada sang Ibu. Kiara tersenyum hangat, menatap salah satu putera kembarnya.


"Sarah ingin kamu menemaninya jalan jalan nak. " ujar Kiara dengan nada lembutnya. Louis melirik sekilas kearah Sarah yang tersenyum padanya setelah itu memalingkan mukanya.

__ADS_1


"Maaf mom aku sibuk! Louispun bangkit dan berlalu pergi begitu saja, Sarah terlihat kecewa dengan penolakan Louis namun dia tidak akan menyerah. Mommy Kiara menghela nafas panjang, sudah dia duga jika puteranya itu akan menolak. Wanita paruh baya itu menoleh kearah Sarah puteri angkatnya.


"Sarah, maafkan sikap kakakmu Louis ya nak. Mungkin memang benar jika dia sibuk!


"Iya Mom, aku enggak papa kok! Sarahpun menyimpan kemarahannya dengan menampilkan senyuman manis. Daddy Dominic hanya memperhatikan keduanya dalam diam, tak berkomentar apapun.


"Mom, Dad aku pergi ke rumah teman aku. "


"Iya sayang, pergilah. " Sarah bangkit dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya, sepeninggal Sarah, mommy Kiara menoleh kearah Daddy.


"Ada apa Daddy? "


"Mommy, bagaimana reaksimu jika tahu Sarah bukan anak yatim piatu namun dia adalah puteri dari Gabby, sepupuku yang artinya Sarah keponakan kita. " batin Daddy.


Daddy Dominic hanya menyimpannya dalam hati tanpa memberitahu sang istri, pria paruh baya itu tak ingin membuat istrinya bersedih. Dia menyimpan rahasia itu sendiri selama belasan tahun, Daddy menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya pada mommy.


"Tak ada Mom! Daddy Dominic menatap hangat wanitanya itu dengan lembut. Kiara hanya mengangguk, dia bersandar di dada sang suami.


"Aku muak di mansion, sikap Sarah membuatku Risih. " ujarnya dengan nada datar.


"Bro, apa perlu aku beri dia pelajaran berharga pada adik tersayang kita itu. " sahut Leon dengan seringainya.


"Lakukan saja! Louis mengambil ponselnya, dia terlihat menghubungi seseorang dan terdengar pembicaraan yang serius. Sedangkan Leon mengirim chat pada sahabatnya, mengatur rencana untuk memberi pelajaran pada Sarah. Setelah selesai Leon melirik saudaranya, lalu menghembuskan nafas berat.


"Black, carilah wanita dan menikahlah. " celetuk Leon pada saudaranya itu.


Louis melirik kearah Leon dengan tatapan malasnya, tak tertarik dengan nasihat dari saudaranya itu. Baginya cinta dan wanita hanya akan membuatnya lemah sama seperti sang daddy, kecuali wanita yang melahirkan dirinya dan Leon. Leon hanya berdecak kesal mlihat tanggapan Louis yang tak tertarik.

__ADS_1


##


Sementara Sarah kini bertemu dengan Alea temannya, wajahnya nampak masih menunjukkan kekesalan atas penolakan Louis padanya. "Kita cari lagi cara lain Sarah kamu jangan psimis seperti itu, aku jadi penasaran sama sosok saudara angkatmu itu. " ujar Alea.


Sarah melirik tajam pada sahabatnya itu, lalu mengusap wajahnya kasar. Tidak dia harus melakukan sesuatu, dia semakin penasaran untuk menaklukan seorang Louis Flyn. Banyak pria di luaran sana yang menginginkan dirinya namun berbeda dengan Louis. Gadis itu segera menyesap kopinya dengan elegan, ditaruhnya kembali di atas meja. Alea segera membisikkan sesuatu di telinga Sarah, kedua gadis itu tersenyum penuh arti satu sama lain.


Huh Sarah, kamu belum mengenal Louis sepenuhnya. Pria yang kamu sukai itu memiliki sisi gelap yang misterius.


"Oh ya Sarah bukankah kamu memiliki saudara yang lain? " tanya Alea basa basi.


"Maksud kamu Leon saudara kembar Louis! Alea mengangguk, Sarah menatap sahabatnya itu dengan tatapan intimidasinya.


"Kenapa kamu tertarik padanya! Alea hanya tersenyum penuh arti, Sarah hanya berdecih dan kembali menyesap kopinya. Keduanya kembali berbincang membahas rencana licik mereka.


##


Sore harinya Louis tersenyum miring mendengar laporan dari Harry, Clan Veroice meragukan kemampuannya membuat pria itu tertawa mengerikan. Harry memperhatikan bossnya dengan wajah datarnya. "Oh ya boss, yang aku dengar pria tua bernama Rusell sang petinggi Clan Veroice memiliki cucu perempuan boss!


"Hm aku tahu maksudmu, lakukan tugasmu selanjutnya Harry. Jangan membuatku kecewa, setelah apa yang akan ku dapat nanti menjadi keputusan akhir jika mereka masih


menentang. "


Tut sambungan terputus, Cklek pintu ruangan kerjanya terbuka lalu masuklah sang daddy kemudian duduk di sofa. Pria paruh baya itu memperhatikan puteranya dengan tatapan intimidasi. "Daddy dengar kau berniat merebut kepemimpinan Clan Veroice, Louis? "


"Ya Daddy. " sahut Louis dengan singkat tanpa basa basi. Louis dan Daddynya memang jarang berbicara serius seperti sekarang, pria tua itu menghela nafas panjang mendengar jawaban sang putera.


"Daddy harap tidak ada pertumpahan darah son, daddy tidak ingin jika mommymu tahu dia pasti akan kecewa padamu!

__ADS_1


"Jika mommy kamu tahu, maka Daddy yang akan turun tangan! Mata Louis berkilat, menahan amarah dalam dirinya mendengar ucapan sang daddy. Daddy Dominic mematap datar sang putera, ucapan pria paruh baya itu tifak pernah main main. Louis menghela nafas panjang, sepertinya dia harus hati hati dalam mengambil tindakan.


tbc


__ADS_2