
Kediaman Johnstone begitu ramai, para tamu telah datang ke acara penyambutan Ella. Ella sebenarnya keberatan dengan rencana mertuanya, namun dia hanya bisa menuruti keinginan mommy Elena yang tak bisa ia bantah. Gara merangkul istrinya, memperkenalkan Ella pada para koleganya yang datang.
"Kenalkan ini Daniella istri saya. " ucap Gara pada Tuan Louis yang hadir bersama Angela, istri pengusaha itu. Angela langsung menyapa Ella dengan senyuman hangatnya.
"Xander, Elena ternyata putera kalian sangat pintar memilih seorang istri ya. " Tuan Louis terlihat menggoda teman lamanya itu, Daddy Xander hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Tentu saja, keturunanku memanglah
cerdas. " ucap Daddy dengan bangga. Gara hanya berdecak pelan melihat daddy-nya yang sangat percaya diri.
"Daniella, kau sangat cantik dan selamat atas kehamilan kamu nak. " puji Nyonya Angela.
"Terimakasih Nyonya eh Bibi. " jawab Ella tersenyum canggung. Nyonya Angela juga mengenalkan putera puterinya pada Ella. Ella tampak akrab dengan Elvira, puteri bungsu Nyonya Angela dan Tuan Louis. Ella mengulas senyumnya melihat sisi ceria yang di tunjukkan Elvira padanya, dia juga tertawa kecil melihat Elvira yang berdebat dengan pasangan gadis itu.
Ella kembali mengusap perut yang membuncit, rasa bahagia menyeruak dalam dadanya. Banyak orang yang mencintai dirinya, membuat semangat hidupnya kembali berkobar. "Kalian lucu sekali, tapi di balik perdebatan kalian, kamu dan suamimu saling mencintai 'kan Vira? " ucap Ella sambil mengulum senyumnya.
"Tentu saja Ella, tapi awal pertemuan kami seperti kucing dan tikus, ribut terus. " Elvira tergelak sambil menceritakan awal pertemuannya dengan sang suami pada Ella.
"Sebaiknya kamu duduk deh, soalnya kamu lagi hamil El. " Elvira membantu Ella duduk, memastikan bumil itu nyaman, Ella cukup senang dengan perhatian Elvira padanya layaknya saudara kandung. Nagara kini tengah berbincang dengan Faraz, suami dari Elvira namun sesekali Gara mengedarkan pandangannya kearah sang istri.
"Kalau boleh tahu, jenis kelaminnya apa
Ella? " tanya Elvira.
"Kembar laki laki Vir. " jawabnya sambil tersenyum lebar. Elvira sangat senang mendengarnya, memberikan selamat untuk Daniella.
"Vir, bolehkah aku minta tolong ambilkan minuman untukku. " pinta Ella dengan canggung. Elvira mengangguk, wanita itu hendak pergi namun seorang pelayan datang menghampirinya. Ella segera mengambil salah satu gelas berisi minuman. Pelayan itu menatap lekat kearah Ella, tanpa curiga Ella langsung meminumnya.
"Tugasku sudah selesai. " batin Pelayan itu yang langsung pergi sebelum semua orang curiga padanya. Sementara Ella tersenyum riang setelah melepas dahaganya, kembali mengobrol dengan Elvira.
Ella mengernyitkan dahi, menyentuh perut besarnya sambil meringis. "Aw sssh. " gumamnya pelan. Elvira merasa panik melihat Ella yang kesakitan.
__ADS_1
"Ella ada apa, katakan? "
"Gak tahu Vir, tiba tiba perut aku sakit. " keluhnya pelan. Elvira segera memanggil Gara dan lainnya, tak sanggup melihat Ella yang kesakitan. Gara langsung berlari kearah istrinya, memastikan keadaan sang istri.
"Sayang ada apa, apa yang terjadi!
"Perutku sakit mas, ssh aku takut baby twins kenapa kenapa. " Gara yang cemas segera menggendong sang istri, membawanya pergi diikuti keluarganya. Elvira menyusul mereka dengan Faraz, suaminya ingin memastikan. keadaan Ella. Sontak terjadi kehebohan di tengah pesta, Daddy dan mommy meminta maaf pada para tamunya setelah itu menyusul Gara ke rumah sakit.
Gara dan kedua mertuanya menunggu di luar, Ella tengah di tangani oleh Dokter. Suster ke luar dan memberitahu keadaan Ella pada Gara. "Ada obat yang berbahaya masuk ke dalam tubuh nyonya tuan, kami meminta persetujuan untuk melakukan caesar pada kedua bayi Nyonya Ella. "
Deg
"Apa tidak ada cara lain suster? "
"Tidak ada tuan, jika tidak segera di lakukan caesar, takutnya obat itu akan mempengaruhi calon baby dan ibunya. " ujar Suster.
Dada Gara terasa sesak mendengarnya, pria itu segera menanda tangani dan membiarkan suster kembali ke dalam. Mami menangis dalam pelukan papi, keduanya sangat terkejut mendengar kondisi puteri mereka saat ini.
"Tunggu tuan, tadi Ella sempat minum minuman yang di bawa oleh seorang
pelayan. " sela Elvira yang datang bersama suaminya. Gara menoleh, mendengar penjelasan Elvira membuat emosinya meluap.
"Sialan. " umpatnya marah. Gara mencoba menahan amarahnya, yang terpenting saat ini memastikan keadaan istri dan calon baby twinsnya. Dia terlihat mondar mandir, menunggu dokter ke luar, hatinya sangat resah sekaligus ketakutan. Elvira merasa bersalah, kenapa dirinya hanya diam dan tak melarang Ella untuk tidak minum.
Beberapa jam kemudian
Oek
Oek
Suara tangisan Bayi laki laki terdengar kencang, di susul bayi yang ke dua yang berjenis kelamin sama. Gara tersenyum bahagia melihat kelahiran kedua jagoannya, namun di sisi lain dirinya sedih karena kedua anaknya lahir prematur.
__ADS_1
Mami dan Papi memberikan selamat pada menantunya itu, mereka semua turut bahagia akan kelahiran si kembar. "Dokter, bagaimana dengan keadaan istri saya Dok? " tanya Gara khawatir.
"Istri Anda baik baik saja Tuan. " jawab Dokter. Mereka semua segera ke ruangan rawat Ella, Gara lebih dulu masuk dan memastikan keadaan sang istri. Pria itu memberikan kecupan di kening sang istri, membisikkan ucapan terimakasih pada Ella.
"Dua jagoan kita sudah lahir sayang, cepatlah sadar. " bisiknya pelan. Gara menggenggam tangan sang istri, pria itu menunggu istrinya sadar. Gara bangkit, ke luar sebentar dan Segers melihat keadaan dua jagoannya. Sepasang bayi berada di dalam inkubator, Gara melihatnya dari luar.
"Selamat datang di dunia boy, Daddy dan Mommy sudah sangat menantikan kalian lahir ke dunia. " gumam Gara lirih. Gara mengulas senyumnya, menatap kedua jagoan kecilnya itu. Setelah memastikan keadaan kedua anaknya, Gara kembali ke ruangan sang istri dan segera beristirahat mengingat hari sudah larut malam.
#
Pagi harinya Gara menyuapi sang istri yang telah sadar, istrinya sempat panik takut terjadi sesuatu dengan baby twins. Gara dengan senyum bahagianya menjelaskan semuanya pada Ella. "Aku ingin sekali melihat baby twins mas. " ucap Ella dengan manja.
"Nanti kita akan melihatnya, sebaiknya habiskan dulu sarapan kamu. " ujar Gara pada istrinya. Ella mengangguk, menerima suapan demi suapan dari suaminya hingga makanannya habis.
Dengan menggunakan kursi roda, Gara mengantar istrinya menemui baby boy. "Oh ya mas Gara, apa kamu sudah memberikan nama untuk kedua putera kita? "
"Evan Sagara Johnstone dan
Ethan Nathaniel Johnstone, bagaimana menurutmu sayang? "
"Namanya bagus mas, aku suka. " Gara tersenyum kecil melihat rona bahagia di wajah sang istri, dia bisa bernafas lega sekarang. Ella kembali menatap kedua bayinya, dia tak percaya kini sekarang dirinya telah menjadi seorang ibu dari dua bayi laki laki yang tampan.
"Baiklah kita kembali ke ruangan sekarang, kamu tetap harus istirahat sayang. " tegas Gara yang tak bisa di bantah. Ella menurut, membiarkan suaminya mendorong kursi roda dirinya. Mommy dan Daddy datang menjenguknya, membawakan buah untuk menantu tercinta mereka.
Teringat kejadian kemarin, rasa bersalah menyeruak di dada Ella. Diapun meminta maaf pada semuanya karena membuat mereka khawatir. "Kau tahu sayang,aku sangat khawatir jika aku akan kehilangan kamu, namun rasa khawatir itu lenyap setelah mendengar keadaan kamu dan baby twins.
"Sekali lagi maafkan aku mas, aku begitu ceroboh hingga hampir membahayakan baby twins. " sesalnya.
"Lupakan saja sayang, mulai sekarang aku akan menjaga kamu dan baby twins dengan ketat. " pikirnya. Gara tak ingin keselamatan istri dan kedua jagoannya kembali terguncang karena ulah seseorang.
tbc
__ADS_1