
Pagi ini Cyra telah rapi dengan maxi dress motif bunga, namun bibirnya terus menggerutu mengingat suaminya meminta haknya lagi pagi tadi. Grep sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang, Cyra langsung membalik tubuhnya dan kini berada dalam dekapan sang suami. "Ray, apa tidak sebaiknya status kita di sembunyikan, aku takutnya menjadi masalah antara kamu dan orang tuamu. "
Ray melepaskan pelukannya, menatap istrinya itu dengan intens kemudian menggeleng. "Tidak sayang, biarlah orang tuaku tahu dan yang pasti aku akan memperjuangkan cinta kita. " kekehnya.
"Sangat keras kepala kamu Ray. " sindir Cyra pada sang suami.
Ray menanggapinya dengan kekehan, lalu membopong tubuh wanitanya lalu merebahkan nya di ranjang. Cyra merasa panik, dia berusaha keluar dari kungkuan Ray namun tak bisa karena Ray mengunci pergerakannya.
"Hari ini kamu harus ke kantor tuan muda, minggirlah biar aku menyiapkan pakaian kamu! Cyra menatap lembut kearah suaminya dengan senyuman manis. Ray mengusap lembut pipi istrinya kemudian menyeringai.
"Aku enggak pergi sayang, aku hari ini hanya pengen berduaan dengan istri seksiku di rumah, lebih tepatnya di atas ranjang. "
"Nanti malam 'kan bisa sayang biarkan aku turun ke bawah oke. " bujuk Cyra dengan lembut. Ray memilih mengalah, dia menyingkir dari atas tubuh istrinya. Dia segera mengambil dan memakai kaosnya kemudian menyusul sang istri ke luar dari kamar.
Drt
drt
drt
Cyra mengeluarkan ponselnya dan langsung menekan tombol hijau
"Halo Luna ada apa? "
"Gimana kabar kamu Cyra, terus hubungan kamu sama Tuan Ray gimana!
Cyra menjelaskan segalanya pada sepupunya, terdengar suara helaan nafas lega di ujung sana. Setelah beberapa menit mengobrol Cyra menutup sambungannya, dia taruh ponselnya di atas meja. Ray memeluknya dari belakang, tangan nakalnya meremas buah indah sang istri, sontak membuat Cyra melenguh pelan.
__ADS_1
"Astaga sayang kenapa kamu nakal banget sih dasar tuan muda mesum. " cibirnya.
"Habisnya kamu nyuekin aku dari tadi. " sungut Ray dengan raut kesalnya.
Cyra terkekeh melihat suaminya yang merajuk seperti anak kecil. Dia langsung memagut bibir seksi milik prianya dengan lembut setelah itu menjauhkan wajahnya. "Sudah sayang jangan ngambek lagi, kamu sangat lucu saat merajuk kayak gini!
Drt drt drt Cyra beralih mengambil ponselnya dan langsung menyapa sang paman.
" Halo paman Albert ada apa? "
"Nak kamu pulanglah ke mansion mommy kamu sedang sakit keras. " ujar paman.
"Iya paman aku akan pulang. " Cyra sangat pamit, dia menoleh kearah suaminya. Keduanya bangkit dan pergi ke kamar mereka. Setelah bersiap mereka berdua ke luar dari penthouse, Ray meminta sopir untuk mengantar mereka menuju kediaman Madison.
Selama perjalanan Ray terus mengenggam tangan istrinya itu, dia tahu Cyra saat ini tengah mencemaskan mommynya. Setibanya di sana keduanya turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam setelah pintu dibuka oleh para pelayan.
"Nona Summer, akhirnya pulang juga. Nyonya besar berada di kamar nona, menyebut nama Anda terus. " ujar salah satu pelayan.
Mommy Nadira membuka matanya perlahan, wanita paruh baya itu terharu sekaligus senang melihat kepulangan puteri sulungnya. Mommy mencoba bangun dan Cyra dengan sigap membantunya, lalu keduanya berpelukan saling melepas rindu satu sama lain. Cyra melepas pelukannya, dirinya menikmati ciuman di kening yang dilakukan ibunya tersebut.
"Mommy sangat merindukanmu nak, kemana saja kamu selama ini sayang? "
"Aku berada di tempat yang aman kok
mommy. " Cyra tersenyum manis pada wanita yang telah melahirkannya itu, mommy beralih menatap kearah Ray setelah itu memandang puterinya dengan raut penasaran.
"Siapa pria yang bersamamu nak!
" Dia Raymond mommy, suami aku. " Cyra menjelaskan statusnya dengan Raymond di hadapan keluarganya.
__ADS_1
Daddy mengeraskan rahangnya mendengar penjelasan puterinya, dia menatap Cyra dengan raut menahan amarah. "Kamu menikah diam diam tanpa sepengetahuan kami, apa kamu sudah tak menganggap kami orang tua kamu Summer. " ujar Daddy Damian emosi.
"Lalu apa Daddy pernah memikirkan kebahagiaan aku, tidak bukan. Daddy sangat egois hanya demi kepentingan daddy dan juga Maura, daddy mengorbankan aku. " Cyra merasa tidak terima dengan ucapan daddy nya yang seolah menyudutkannya.
Cyra menoleh dan menatap sinis kearah Maura. "Ada satu rahasia lagi yang kamu perlu tahu Maura, kamu hanya anak yang diadopsi di sini tapi kamu diperlakukan layaknya tuan Puteri sementara aku yang anak kandung.... " Cyra tertawa mengingat perlakuan daddy nya selama ini padanya.
"Summer hentikan! bentak Daddy. Daddy tak ingin Maura tahu dengan rahasia yang di simpannya selama ini.
Maura kini menangis karena syok dengan kenyataan yang diterimanya, dia tak menyangka dirinya bukan bagian keluarga Madison. Daddy menghampiri Cyra dan melayangkan tamparan namun Ray menangkis nya dengan cepat.
" Meski Anda mertua saya, tapi saya tak akan membiarkan siapapun menyakiti istri saya dan jaga sikap anda. " ujar Raymond menghempas tangan Daddy.
Raymond membantu istrinya berdiri, lalu mengajaknya ke luar dari sana. Mommy Nadira berteriak memanggil puterinya namun tak digubris, wanita paruh baya itupun menangis. Daddy menghela nafas kasar melihat kepergian puteri kandungnya. Maura menghampiri daddy nya itu lalu mengguncang bahunya. "Katakan Daddy, apa yang dikatakan kak Summer tidak benar bukan!
" Apa yang dikatakan kakakmu benar nak! Daddy sebenarnya tidak tega, namun dia terpaksa mengatakan kebenarannya. Maura menggeleng sambil menangis, dia langsung ke luar dari kamar orang tuanya menuju ke kamarnya.
Lagi lagi pria paruh baya itu menghela nafas kasar, dia memilih duduk di samping mommy. Mommy menatap sendu kearah suaminya dengan raut kesalnya. "Uhuk, bukankah Daddy sudah puas sekarang, menyakiti Summer Puteri kandung kita sendiri hanya demi Maura. " cecar Mommy.
"Karena Daddy egois makanya Summer memberontak dan menentang Daddy, berfikirlah dulu sebelum bertindak Daddy. Aku tak mau sampai kehilangan puteri kesayangan aku itu. " Mommy kembali berbaring di ranjang dan membelakangi suaminya itu.
Daddy bangkit dan ke luar dari kamarnya tanpa mengatakan apapun. Sementara di sisi lain Cyra menangis dalam dekapan Ray, Ray berusaha menenangkan istri tercintanya itu. Sampai di penthouse, keduanya segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam.
Cyra berjalan cepat menuju ke kamar mereka, meninggalkan suaminya sendiri. Raypun membiarkannya, dia tahu istrinya itu saat ini butuh waktu sendiri.
Hiks hiks hiks
"Aku benci Daddy. "
Cyra menangis sesegukan mengingat daddy nya tadi hendak menampar nya, kecewa dan marah tentu saja atas sikap daddynya yang sangat egois. Dia merasa tidak adil kenapa Daddynya itu selalu memperlakukan Maura lebih, jelas jelas Maura bukan puterinya.
__ADS_1
"Apa aku enggak pantas untuk mendapat kasih sayangmu Daddy. " gumamnya lirih.
bersambung