Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT part 15


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Cyra masih sangat berharap jika suaminya Reymond kembali ke pelukannya. Namun sampai saat ini hanya harapan semu yang selalu di terimanya. Usia kandungannya kian besar, tinggal dua bulan lagi wanita itu akan melahirkan. Dia membutuhkan sosok suaminya, ingin selalu bermanja dengan Rey namun semua itu hanya angan angannya, justru orang asinglah yanbg menjaganya selama ini.


Dominic datang membawakan segelas susu untuk Cyra namun Cyra memalingkan wajahnya. Cyra masih sangat membenci Dominic, ya wanita hamil itu tahu jika Dominiclah yang menyuruh Reymond pergi, lalu menghilang.


"Minumlah susu ini!


"Aku tidak mau, aku hanya ingin Reymond kembali!


Prang Dominic menjatuhkan gelasnya ke lantai, rahangnya mengeras dan tatapannya menajam kearah Cyra. Cyra merasa ketakutan melihat aura dingin keluar dari tubuh Dominic. Dominic mencengkeram tangan Cyra dengan kuat, Cyra meringis kesakitan. "Dengarkan aku, jangan pernah memohon padaku soal Reymond karena itu tak akan pernah terjadi Sweety!


"Apa kau tahu Reymond dan ibunya yang lebih dulu merebut ayah dariku dan bundaku, sekarang kamu calon istriku sebaiknya jangan berbuat ulah atau kamu terima akibatnya! Dominic langsung menghempaskan tangan Cyra begitu saja, Cyra memegangi tangannya sambil mengusap perut besarnya.


Dominic mengusap wajahnya kasar, dia lepas kendali. Diapun duduk di sofa, merangkul bahu Cyra kemudian diusapnya perut besar wanitanya. Cyra menoleh, menatap sendu kearah Dominic. "Maafkan aku Tuan, maaf membuatmu marah. " cicitnya.


"Lupakan saja. Princessa Scarletta Wallace, nama baby girl kita. " Cyra tak menyangka jika Dominic memberi bayinya nama, jelas jelas bayi dalam kandungan dirinya bukan milik Dominic. Dominic menurunkan wajahnya, mengecupi perut besar lalu kembali duduk seperti semula.


Dug Cyra meringis, namun bibirnya melengkung, membentuk sebuah senyuman. "Baby Cessa nendang, sayang mama tahu kalau kamu ingin segera lahir ya. " Dominic tersenyum simpul, tangannya menyentuh perut besar calon istrinya.


"Permisi Tuan, Nona. "


Seorang pengacara datang, menyerahkan sebuah surat perceraian pada Cyra. Cyra sangat terkejut, diapun akhirnya menangis kala Reymond telah menandatanganinya lebih dulu. Di tambah video di mana Reymond dan Maura telah menikah membuat hati Cyra kembali patah.


"Video ini pasti palsu bukan, kalian bohong. " jerit Cyra dengan histeris.


"Maaf nona video ini asli bukan editan. " Cyrapun menangis sesegukan, dia akhirnya membubuhkan tanda tangannya di surat perceraian itu, setelah tugasnya selesai pengacara langsung pamit pergi. Dominic tersenyum penuh arti, sambil memeluk tubuh wanitanya. Cyra mendorong tubuh Dominic, diapun bangkit dengan pelan pelan, bergegas pergi dari sana. Dominic merasa cemas langsung saja menyusul kepergian Cyra.

__ADS_1


"Aaa Rey kamu jahat, kenapa kamu lakuin ini ke aku hiks, aku sedang hamil calon anak kita. " teriak Cyra meluapkan segala emosinya.


Tap


tap


tap


Dominic menghampiri Cyra yang tengah menangis sambil berkata. "Untuk apa kamu menangisinya sweety, bukankah sudah ada aku di sini. "



Cyra menoleh, menatap tajam kearah Dominic. Dominic nampak menyeringai sambil melepaskan satu persatu kancing ke mejanya. "Ini semua karena kamu, aku kehilangan Reymond karena kamu Tuan Dominic. " ujarnya dengan suara tinggi.


Dominic melempar kemeja dan dasinya setelah itu menarik tangan Cyra lalu menggiringnya ke atas ranjang Cyra nampak ketakutan. "Mulutmu sangat nakal sweety, sepertinya aku perlu menghukum kamu dengan sesuatu yang panas. "


"Kamu dan Reymond bukan suami istri lagi, sweety mulai sekarang kamu harus melayaniku. " Dominic membungkam bibir Cyra agar tak lagi bicara, dan pagi itu Dominic dan Cyra saling memadu kasih.


Setelah dua jam kemudian Dominic mengakhir kegiatannya, menjatuhkan dirinya di samping, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Wajah tampannya terlihat sangat puas dia mulai candu dengan tubuh wanitanya.


Sementara hati Cyra kian hancur, kala tubuhnya di nikmati oleh pria lain yang bukan suaminya. Dia merasa sangat bersalah pada Reymond, wanita hamil itu terus menangis terisak. Dominic menoleh, memperhatikan wanitanya dengan tatapan sulit diartikan. "Mulai sekarang lupakan Reymond, bukankah kamu membenci Maura maka balas dendamlah padanya. "


"Satu tahun lagi Maura akan kembali ke indonesia bersama mantan kamu, mulai sekarang kamu harus tegar dan kuat demi baby Cessa. " ujar Dominic mengusap lembut pipi wanitanya.


"Dan selama satu tahun ini, aku akan membuatmu mencintaiku Sweety! batinnya. Cyrs hanya diam, dia masuk ke pelukan Dominic, Dominic mengusap perutnya yang besar. Setelah di rasa tenang, dominic segera membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


Skip



kini Cyra tengah bermain piano, dia memainkan nada lagu mellow yang menggambarkan perasaannya saat ini. Dari belakang Dominic mdmperhatikannya, pria itu kini bertelanjang dada hanya memakai celana panjang. Pria tampan itu berjalan kearahnya, kemudian mengecup leher dan kening Cyra setelah itu duduk di sebelelahnya.


"Kenapa aku, kenapa harus aku yang kamu pilih tuan!


"Sejak awal aku sudah tertarik dan selalu memantaumu dari jauh, satu lagi jangan panggil aku Tuan! Dominic mengulurkan tangannya, Cyra menyambutnya lalu berdiri di bantu Dominic.


Keduanya berada di ruang tamu, Dominic mulai memijat kaki wanitanya. Cyra berusaha menahan tangisnya, tak mau membuat pria di sebelahnya kembali marah padanya. "Seharusnya Reymond 'lah yang memijat kakinya bukan Dominic!


Dominic melirik kearah Cyra dia hanya diam melihat wajah sedih yang tergambar jelas di paras cantik wanitanya. Selesai memijat, Dominic memperhatikan Cyra dengan lekat. Cyra mengusap wajahnya kasar kemudian mengusap perut besarnya itu.


##


Di negara lain Reymond kini berdiri di depan jendela, pandangannya kosong dan terlihat jelas jika pria itu memikirkan sesuatu. Ya Reymond ingin sekali memeluk dan menciumi Cyra dan calon anak mereka namun keadaan tak memungkinkan.


"Cyra sayang, aku merindukanmu. Aku harap kamu dan calon baby baik baik saja! Reymond menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan. Seandainya dia tak berjanji, Reymond tidak akan rela jika istrinya di rebut Dominic atau pria lain siapapun itu. Dia pandangi foto pernikahannya dengan Cyra, istrinya yang kini menjadi mantan.


"Maaf sayang, maaf karena aku telah menyakiti hati kamu! Aku harap kamu bisa berbahagia bersama Dominic meski hati aku sakit meihat kalian bersama. " Reymond berbalik dan memilih duduk di atas ranjang sambil memandangi foto Cyra.


Reymond pov


Cyra, selamanya hanya kamu yang aku cintai. Aku harap kamu jaga kesehatan kamu dan calon baby, aku sudah tak sabarenanti baby kita lahir. Aku akan berusaha menemuimu meskipun taruhannya nyawa, aku akan menghadapi Dominic demi kamu Cyra.

__ADS_1


"Aku sangat sangat mencintaimu Cyra, dan sekali lagi maafkan aku!


bersambung


__ADS_2