
kini mobil milik keluarga Brian sudah memasuki pekarangan rumah indah ,dan keluarga indah juga sudah menunggu mereka depan pintu, bahkan mereka semakin penasaran saat mobil mewah yang masuk kini sudah di depan mereka bahkan ada 6 mobil yang terparkir rapi depan mereka ,para pengawal yang berpakaian rapi turun sambil memegang seserahan membuat mereka melotot kan matanya, belum juga keterkejutan mereka hilang ,kini mereka harus menelan ludah nya paksa saat melihat siapa yang di depan mereka semua orang pasti kenal siapa pun itu ,lalu itu kenapa Ivan juga bersama mereka
" mba apa aku mimpi " ibu indah hanya tersenyum
" selamat datang tuan " ucap ayah indah sambil menunduk kan kepalanya begitu juga yang lainnya
" maaf jika semuanya serba mendadak, tanpa bicara dulu terlebih dahulu dengan kalian " ucap ayah abbas
" tidak papa tuan ,kami bisa memahami nya ,ayo silahkan masuk tuan " mereka mengikuti ayah Abbas dan yang lainnya masuk langsung menuju ruangan keluarga
kini mereka sudah duduk di ruangan keluarga saling berhadapan satu sama lain.
" Bu , panggilkan indah " ibu Ivan langsung berdiri " aku saja mas " ayah indah menggaguk
"astaga mamaku " ucap Ivan lirih ,Brian hanya tersenyum
tok ....tok.....
" sayang kamu sudah siap, mereka sudah datang kenapa kamu tidak bilang astaga jika calon suami mu sahabat Ivan ,mama setuju tanpa mereka minta ,mama akan dengan senang hati menyerahkan kamu " indah menekuk wajahnya kesal
" ayo kita turun " ibu Ivan menuntun indah berdiri " takut " ucap indah
" rileks ok, mereka sudah menunggu ayo " akhirnya indah ke luar juga dari kamarnya di tuntun ibu Ivan
kini mata semua orang memandang ke arah tangga saat mendengar suara sepatu hak ,mulai turun Alex yang baru melihat indah berpakaian seperti itu apa lagi dengan riasan wajah yang tidak terlalu tebal tapi bisa membuat Alex susah berkedip
" apa cantik " Alex sadar lalu melihat menatap Brian " biasa saja " ucap Alex ketus tapi berbeda dengan hatinya
kini indah sudah duduk depan Alex ,indah tidak berani mengangkat kepalanya menatap Alex yang kini duduk di depannya
berani sekali mereka memberikan pakaian begini batin Alex kesal tapi dia tidak bisa bohong jika indah sangat cantik
" hebm karena di sini sudah ada indah ,kami langsung saja " ayah abbas melihat pak Mamat yang Mengaguk ,pak Mamat menarik napasnya dalam²
" selamat malam semuanya, maaf jika kedatangan kami terkesan mendadak dan buru² " pak Mamat menunduk kepalanya " Maksud dan tujuan kami datang kesini ingin meminta izin kepada bapak/ibu serta keluarga yang lainnya untuk melamar putri bapak dan menjadikan dia sebagai istri untuk anak saya,dan lebih lanjut lagi akan di utarakan langsung anak saya Alex "pak Mamat menatap Alex yang duduk di samping kirinya, Alex berdiri dengan gaya wibawa nya siapa pun yang melihatnya akan terpesona
"saya tau pertemuan saya dengan indah terbilang sangat singkat tapi saya percaya pada takdir tuhan itu nyata dan adil, jika putri bapak/ibu memang jodoh saya,
Tujuan saya datang kesini bersama keluarga saya bermaksud untuk meminang putri bapak,saya ingin menyampaikan ketulusan hati saya bahwa saya mencintai anak bapak, izinkan kehadiran hidup saya mewarnai hidup anak bapak dan izinkan saya mengajak anak bapak kejenjang yang lebih serius dengan menikahinya " ucap Alex tegas dan jangan lupa wajah datarnya
" terimakasih untuk niat baik nak Alex yang datang langsung meminta putri bapak, tapi di sini kami sebagai orang tua dari indah tidak memiliki hak untuk menjawab tapi kami yakin apa pun nanti keputusan yang indah ambil ,itu yang terbaik untuk " ucap ayah indah ,Alex menatap indah yang masih menunduk
" indah " indah mengangkat wajahnya memberikan diri menatap Alex " Saya tidak bisa menjanjikan bahwa hidup akan mulus sepanjang waktu. Akan ada saat-saat ketika hidup akan menjadi neraka... tapi, aku berjanji kita akan melewatinya bersama,. Aku di sini untuk perjalanan panjang. Aku di sini untuk membuatmu tertawa dan tersenyum. Aku di sini untuk berdiri di sampingmu di setiap sudut. Aku di sini untuk melanjutkan perjalanan hidup bersamamu, sampai akhir. Aku di sini sekarang, aku di sini selamanya dan Aku memintamu untuk menikah denganku, bukan hanya karena aku tahu bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidupku tanpa kamu berada di sisiku Maukah kamu menikah denganku?" ucap Alex menatap indah ,indah yang merasa terharu tidak bisa menahan air matanya lagi
" kau hebat " bisik Brian ,Alex hanya diam saja
cih Manusia kutub itu mulutnya manis sekali batin Ivan
" Ade jawab itu di tungguin " bisik ayah saat melihat indah hanya diam , indah mengaguk lalu berdiri
" Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kaka,karena telah mempercayakan hati kepada saya serta mencintai saya secara tulus. Telah menemani saya disaat suka maupun duka dan berusaha membuat saya bahagia, atas ridho dari Allah yang diiringi dengan restu dari Ayah dan Ibu serta keluarga besar " indah menarik napasnya panjang " Lamaran dari Kaka aku terima secara lahir batin”ucap indah tersenyum ,Tubuh Alex mendadak luruh setelah mendengar jawaban dari indah ,Brian menepuk pundak Alex
Siska mendekati indah sambil membawa sepasang cincin untuk Alex dan indah kenakan
Alex mendekat ke arah adik dan calon istrinya yang kini sudah berdiri berdampingan
" terimakasih " ucap Alex setelah memasang cincin di jari manis Alex , sedangkan cincin yang lama di simpan dalam kotak ,indah mengambil cincin yang satunya untuk di pasang di jari manis Alex
" makasih untuk semuanya " ucap indah tersenyum
setelah selesai Siska memeluk indah " terimakasih Telah menerima kakak ku, aku titip dia padamu sekarang aku bahagia karena dia mendapat wanita hebat sepertimu , terimakasih,selamat datang di keluarga kami " ucap Siska di sela tangisannya
" terimakasih telah menerima indah dengan baik, aku akan lakukan yang terbaik ,tegur aku jika aku salah nantinya " ucap indah mengusap punggung Kaka ipar nya
setelah selesai dan semua seserahan telah di terima kini mereka sedang menikmati santapan makan malam yang sudah di sediakan keluarga indah dan pernikahan Alex dan indah akan di adakan bulan depan
" mba kenapa tadi Ivan datang bersama mereka " tanya adik bungsu ibu Ivan yang bernama Erlin
" aku juga tidak tau dek, karena aku juga sebelum nya tidak tau jika tuan alex yang akan melamar indah ,mereka Temanan sejak SMA " ucap ibu Widya ibu Ivan
__ADS_1
" koh Ivan tidak bilang jika berteman dengan mereka " ucap Erlin
" terus tadi yang hamil siapa iya " tanya Erlin lagi
" maaf menyela,dia menantu saya istri dari Brian " seketika wajah Erlin pucat pasi bahkan lainnya juga tak kalah terkejut kecuali ibu indah dan ayah indah
" maaf nyonya ,saya tidak bermaksud menyinggung perasaannya " ucap Erlin sesal
" tidak papa ,karena memang kami belum mengadakan resepsi jadi wajar saja jika kalian tidak tau " ucap ibu sisil tersenyum
sedangkan di meja lain raya dan Naya tak henti ² nya mengganggu indah
"PJ " ucap Raya
" apa itu Pj " tanya Ivan
" pajak jadian " ucap Raya
" kalian sudah tua ,masih saja kaya anak kecil " cibir Ivan
" justru kami kecil makanya meminta PJ dari indah ,kalau Kakak kan sudah tua " Ivan menatap horor raya yang berani menatap tua
" kamu bisa memilih dari salah satu kotak tadi " ucap indah asal
" tidak boleh ,itu dari kakak untuk kamu ,aku mau yang lain " ucap raya lagi
" kamu mau apa ,PJ dari kamu saja aku belum dapat malah minta dari aku " ucap indah ceplos sedetik kemudian pun dia mulai sadar ,dia melihat ke arah Alex dan Brian memasang wajah datar
mati aku batin indah
mulutmu indah membuatku mati secara mendadak batin Raya kesal
" apa ade punya pacar, siapa katakan " desak Ivan ,raya merasa terpojok meminta bantuan pada Naya
" aku lapar mau makan jangan di ganggu, ngomong saja sendiri " ucap Naya karena raya selalu saja memegang tangannya
" boneka kelinci " bisik raya " dag ada kaitannya " ucap Naya
" Ade " raya tersenyum " teman kak,teman serius teman " ucap indah
" masih mau tambah " Naya menggeleng " kenyang " ucap Naya " Abang sudah " Brian menggaguk
" Nisa menelpon ku " Alex menatap Ivan
" angkat katakan nanti setelah ini kita ke sana tapi jangan bilang tentang ini " Ivan mengaguk lalu meninggalkan mereka dan menjauh dari meja itu
" iya Nis " jawab Ivan setelah terhubung
" apa kamu sibuk ,lusa aku akan kembali " ucap Nisa lirih , mendengar suara indah Ivan hanya bisa bernapas panjang
" iya nanti jika urusan ku sudah selesai aku akan ke apartemen mu atau besok kita ketemu sebelum kamu kembali gimana " Nisa menarik napasnya panjang
" iya besok saja , sekalian makan siang iya" ucap Nisa
" baik lah ,sudah dulu iya soalnya ada kerjaan " ucap Ivan
" iya "
setelah itu panggilan dari Nisa benar² terputus dan Ivan kembali ke tempat duduk nya
" besok makan siang " ucap Ivan saat sudah mendarat kan bokongnya ,Brian dan Alex hanya mengangguk
" apa kami boleh gabung " Alex tersenyum hangat pada sang adik " duduk lah " Siska dan Boby ikut duduk dan jangan lupa si kembar dalam gendongan mereka
" apa mereka baik² saja " tanya Brian menatap si kembar
" iya tuan muda , terimakasih untuk hadiah nya maaf baru bisa menyampaikan sekarang " ucap Boby menunduk kepalanya
" bagaimana pun mereka keponakan ku ,jadi tidak perlu sungkan " ucap Brian
" selamat untuk pernikahan kalian, semoga selalu di berikan kesehatan hingga sampai lahiran nanti nyonya muda " ucap Siska
" terimakasih kak doa nya ,nama di kembar siapa kak " tanya Naya
__ADS_1
" Azzam dan azzura nyonya muda " ucap Siska
" nama yang cantik ,hai Azzam hai azzura " ucap Naya tersenyum kuda
" kalian akan menginap di masion kan " Boby dan Siska menatap Alex menggaguk
" iya tuan muda " ucap mereka
" tinggal lah di rumah di samping masion ,nanti Alex yang urus ,tidak usah mencari rumah yang terlalu jauh agar paman bisa tinggal bersama kalian tidak tinggal di paviliun lagi," ucap Brian
" terimakasih tuan muda " Brian hanya mengangguk
" apa kalian melupakan Tante hah " bentak ibu Widya yang baru datang ,seketika Brian Alex dan Ivan berdiri
" kamu melamar anak mama tanpa bicara sama mama iya ,apa kamu pikir kamu itu siapa " Alex hanya tersenyum mendengar bentakan ibu Ivan
" aku tidak tau ma, jika indah sepupu Ivan maaf nanti Alex kirim tas buat mama " seketika wajah Bu Widya berbinar
" terimakasih itu baru adil " ucap Bu Widya
" mukanya sangat mengerikan jika sudah menyangkut hobby nya " umpat Ivan
" aku mendengar nya Ivan ,kamu cepat dari calon " ucap ibu Widya
" Bu, dengarkan tadi kata² Alex takdir itu adil dan nyata ,ibu harus sabar siapa tau nanti aku seperti Ade dan Alex " ucap Ivan,ibu Widya memilih diam
kini satu persatu orang tua mulai ikut gabung dengan mereka
" kenalkan aku adiknya ibu indah Erika dan ini suamiku Indra " Alex menundukan kepalanya " saya Alex Tante / om " ucap Alex menerima uluran tangan mereka
" aku adiknya mertua mu yang bungsu Erlina dan ini suamiku satria nanti kapan² jalan ke rumah " Alex hanya tersenyum dan menerima uluran tangan mereka
" aku dari tadi di sini kalian tidak menyapa ku ,dasar wanita² mata buaya, paman jaga istri kalian lihat yang bening saja matanya seperti mau ke luar " cibir Ivan melihat tingkah para Tante nya membuat dia jengkel
" maaf tuan, seperti ini lah jika kami sudah berkumpul " ucap ayah indah menundukan kepalanya
" tidak papa pak, maaf sebelumnya pak Bu kami harus pamit karena anak saya sedang hamil jadi harus istirahat " ucap ayah abbas
" ah iya maaf nyonya muda " Naya tersenyum " tidak papa Tante ,Naya senang koh " ucap Naya tersenyum menundukan kepalanya ,membuat mereka bingung
"kalau begitu kami antar ke depan tuan, nak Alex mungkin ada yang ingin di bicarakan dengan indah ,kami kasih waktu 5 menit " ucap ayah indah
" iya pak " ucap Alex
" kamu bahagia " tanya Alex setelah kini sisa mereka berdua
" iya ,tapi kenapa banyak sekali bawa barang nya ,aku mau simpan di mana nanti " Alex tersenyum mengacak rambut indah " kamu tidak perlu membongkar semuanya , nanti saat kita menikah baru kamu bawa yang belum kamu pakai , ini pertama dan terakhir nya aku melihat mu memakai pakaian seperti ini , seperti nya butik sialan itu sudah siap di tutup, kamu pisahkan saja yang mana yang kamu mau pakai nanti untuk sementara di simpan di apartemen dulu tapi jika kamu mau ambil nanti bicara saja " ucap Alex
" iya kak ,maaf ini aku pilih sendiri ,jangan lakukan yang aneh² mereka hanya melakukan tugas mereka " ucap indah
" besok aku ketemu Nisa ,bersama Brian dan Ivan ,kau mau ikut " indah menggeleng " Kaka saja aku tau Kaka perlu waktu untuk bicara dengannya ,sampaikan saja kata maaf untuk nya " Alex menggaguk
" iya sudah ayo ke depan " indah mengaguk menerima uluran tangan Alex
" kenapa lama sekali " ucap Ivan kesal " aku tidak mengenal mu " ucap Alex ketus
" kau mau ke mana * tanya Bu Widya saat melihat Ivan membuka pintu mobil
" malam ini aku keluarga tuan Abbas Gani Malik ,bukan akan mama dan bapak " ucap Ivan
" sekalian tidak perlu pulang " ucap ibu Widya ketus ,Ivan tidak menggubris omongan ibunya dia memilih masuk dalam mobil
" kami permisi semuanya , terimakasih atas sambutan dan jamuan nya " ucap pak Mamat menunduk kepalanya
" indah ,mba balik dulu iya nanti kapan² mba telepon " indah mengaguk " hati² mba by azzzam azzura " ucap indah
setelah mereka berpamitan,satu persatu memasuki mobil dan meninggalkan kediaman rumah indah
" ade ,Tante mau lihat seserahan nya sepertinya barang nya tidak main ² mana banyak lagi " ucap ibu Erlin
" iya ,aku tadi melihat tas cantik sekali sama sendal " ucap ibu Erika
" jangan di bongkar Tante ,karena itu mau di kirim ke apartemen Kaka Alex, untuk sementara aku akan memakai yang perlu saja " mereka mengaguk karena memang seserahan nya banyak sekali siapa pun pasti bingung mau pakai yang mana dulu
__ADS_1
" mama mau lihat cincin nya sayang " ibu Widya melihat cincin indah yang menurutnya sangat cantik dan elegan