Sayangi Aku

Sayangi Aku
bermain


__ADS_3

" nyonya muda ,tuan besar dan nyonya besar sudah menunggu di dalam " ujar pengawal ,Dafa dan ricko saling melirik


" sayang , orang tuamu ikut " raya hanya mengangguk pelan


" ketemu mertua bro " ucap ricko,dan Dafa memberikan hadiah pukulan di lengannya


" mari nyonya muda " mereka mengikuti langkah sang pengawal hingga sampai di dekat ayah dan ibu.


" kalian sudah sampai " tanya ibu sisil


" ini siapa " tanya ayah abbas


"ini teman kami ayah ,ini Kaka Dafa dan ini Kaka ricko" ucap Naya


" pasti salah satu dari mereka pacar Ade " tanya ayah abbas ,wajah raya seketika menegang kaku , sedang kan Dafa menelan ludahnya paksa


apa mereka semua Senayan batin Ricko


"kami teman semua ayah " ucap indah


" ayo ,kalian sudah Makan siang " tanya ibu sisil


" sudah Bu"ibu melihat Naya " mau ke mana dulu hm " tanya ibu


" dia mau lihat² pakaian bayi Bu " ucap Raya


" tidak jadi Bu, Naya mau main saja " ayah abbas menatap Naya


" kau yakin mau main ,lihat perutmu sudah besar " ucap ayah abbas


" main capit boneka saja ayah ,yang ringan² boleh iya " ayah Abbas menghembuskan nafasnya kasar


" kosongkan semua lantai permainan jangan biarkan ada yang naik ke arah Situ " ucap ayah Abbas


" mertuamu ngeri sekali " Dafa menatap ricko "diam lah matanya ada di mana² " Ricko menatap sekeliling nya bahkan dia merinding sendiri


" kita mau ke mana dulu " tanya ibu sisil


" beli Snack boleh kha Bu " ibu sisil mengagguk


" ayo anak² " ucap Ibu Sisil tersenyum


" apa mereka tahu " raya menaikkan bahunya " bahkan aku juga tidak paham Nda, ingin rasanya mau mati saja " ucap Raya ,indah hanya tersenyum


" kamu kenapa nak " tanya ibu sisil menatap indah


" ah aku baik² saja Bu ,hanya sedikit lelah saja " ucap indah tersenyum canggung


" kamu mau apa " tanya ayah abbas


" mau itu " tunjuk Naya pada deretan es krim ,ayah abbas mengikuti tangan Naya " baiklah ayo kita ke sana " ucap ayah abbas


" mba aku mau rasa vanilla,coklat sama bluberi " ucap Naya


" aku coklat saja mba " ucap raya


" aku coklat dan stroberi " ucap indah


" kalian mau apa " tanya ibu sisil menatap Dafa dan Ricko bergantian


" coklat saja nyonya " ucap mereka bersamaan, raya tersenyum lalu menatap Dafa di balas senyuman


" di tunggu iya " mereka mengaguk


" ayah, aku mau beli sepatu itu " ucap naya menunjuk sepatu bayi perempuan " tunggu iya baru kita ke sana " ucap ibu sisil


" iya Bu" ucap Naya ,mereka menunggu dengan sabar


setelah selesai mereka masuk dalam toko sepatu khusus anak kecil yang di tunjuk Naya tadi,semua karyawan menundukan kepalanya saat melihat siapa yang masuk dalam toko mereka


" cari lah apa yang kamu inginkan " ucap ibu sisil


" mau itu saja Bu " ucap Naya


" bungkus kan yang dia minta " ucap ibu sisil


" baik nyonya besar " pelayan pun membungkus sepatu bayi yang berwarna putih


setelah semua selesai mereka pergi ke area bermain dengan pegangan es krim di tangan mereka masing² sedangkan Sepatu bayi tadi sudah di berikan pada pengawal


" karena kita berlima ,satu orang jadi wasit gimana " ucap Naya

__ADS_1


" aku saja iya ,Dafa sama Raya " raya menatap tajam indah " ricko bersama Naya,gimana " tanya indah


" Deal, tapi nanti jika aku lelah kamu gantian denganku iya " indah mengaguk


" mau main apa dulu " tanya ricko


" basket " ucap Naya


" kamu yakin " tanya raya ,Naya mengaguk mereka menatap ayah Abbas


"pelan² " mereka semua mengaguk ,lalu memulai permainan mereka ,bahkan tidak ada rasa canggung di antara Dafa dan Raya


" sayang kita harus menang " raya hanya mengangguk


" kalau kamu lelah , istirahat saja nanti indah yang ganti " Naya hanya menaikan tangannya tanda setuju


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" apa yang mereka lakukan " tanya brain


" beli es krim,beli sepatu bayi dan main game " Brian menatap Alex


" Naya " tanya Brian


" maaf tuan ,tuan besar mengizinkan nya " ucap Alex


" jika terjadi sesuatu dengan istri ku ,akan ku habisi mereka " ucap Brian menatap lurus ke depan


" lantai khusus permainan sudah di kosongkan dan di jaga ketat " Brian hanya mengangguk


"pengawal menjaga salah satu ruangan VVIP atas keinginan Ivan " Brian menatap bingung pada Alex ,ruangan VVIP itu bukannya lantai khusus keluarga mereka


" siapa yang mereka jaga " tanya Brian, Alex memberikan iPad nya,Brian menatap satu persatu foto dan data wanita itu secara baik²


" apa Ivan menyukai nya " tanya Brian


" saya juga kurang tahu tuan ,tapi di lihat dari cara nya kemungkinan hanya membantu saja Sesama manusia " ucap Alex


" baiklah, biarkan saja " ucap Brian


" baik tuan " ucap Alex


Ivan menepatkan dirinya ke ruangan VVIP hanya untuk melihat keadaan ayah Anggi dan juga Anggi


" kamu sibuk " tanya Ivan


" tidak dok " ucap Anggi


" pulang lah, nanti ayah mu mereka yang jaga bersih kan tubuh mu " Anggi hanya diam saja


" kamu tidak perlu takut mereka bisa menjaga ayahmu " ucap Ivan lagi


" bukan begitu dok,saya percaya sama mereka begitu juga dokter ....


" lalu apa yang kamu takutkan " tanya Ivan


" aku takut pulang , kemungkinan mereka juga di sana " ucap Anggi


" sebenarnya ada apa " tanya Ivan ,Anggi hanya diam saja


" katakan saja ,siapa tau aku bisa membantu mu " Anggi menggeleng


" aku sudah terlalu banyak merepotkan dokter " ucap Anggi


" baiklah,aku tidak akan membantu mu Tapi setidaknya beban di pikirkan mu berkurang saat bercerita " ucap Ivan


" ayah terluka karena ulah mereka yang membawa ku paksa ,sehingga ayah membawaku pergi, ayah punya utang dan mereka meminta ku sebagai bayaran nya " ucap Anggi sambil menunduk


" berapa utang nya " Anggi menggeleng " aku tidak tau karena setiap aku tanya ayah selalu menghindar " ucap Anggi


" umurmu berapa " tanya Ivan


" 18 dok " jawab Anggi


" masih sekolah " Anggi mengaguk " kelas 11 dok " ucap Anggi


" baiklah, kamu temani saja ayah mu ,nanti ada yang datang mengantar keperluan mu di sini " Anggi menatap ivan


" tidak perlu dok, nanti sebentar saat larut malam aku akan pulang ,siapa tau di sana aman " ucap Anggi


" kamu yakin Aman,gimana kalau tidak " Anggi hanya diam saja " sudah tidak usah di pikirkan kamu jaga ayah mu saja ,jika tidak sibuk nanti malam aku akan ke sini lagi " ucap Ivan

__ADS_1


" terimakasih dokter " Anggi menundukan badannya


" hebm " setelah itu Ivan ke luar dari ruangan rawat ayah Anggi dan memilih untuk pulang karena jadwal hari ini tidak terlalu banyak


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


setelah bermain cukup lama dan mulai lelah dan berkeringat mereka memilih untuk istirahat , sedangkan ayah dan ibu hanya mengawasi saja, tidak berapa lama pengawal membawa minuman untuk mereka


" terimakasih pak " ucap Naya dan indah , pengawal hanya tersenyum saja setelah itu mereka menghilang dari hadapan mereka


" gila, apa kalian selalu di layani seperti ini " tanya Ricko


" tidak juga ,kalau kami bisa, kami lakukan sendiri " ucap Raya


" menurut ayah apa yang di bicarakan Ade kemarin ada kaitannya dengan ini " tanya ibu sisil


"mungkin ,karena Ade tidak pernah dekat dengan laki² selama ini ,tapi seperti nya beda dengan mereka apa lagi yang di samping nya" ucap ayah abbas


" apa dia laki² yang Baik " tanya ibu sisil


" Alex hanya membiarkan mereka berarti dia sudah mencari informasi tentang mereka, bukannya selalu seperti itu jadi biarkan saja selama mereka baik² saja " ucap ayah abbas


" iya ayah " ucap ibu sisil


" kita mau apa lagi " tanya Dafa


" aku lelah ,kita istirahat saja iya " ucap Naya


" iya aku juga sudah lelah " ucap indah


" baiklah ,kita istirahat saja kita main juga sudah terlalu lama " ucap Raya


" kalau begitu kita pulang saja ,karena ini juga sudah mulai sore " ucap Dafa mereka semua mengaguk lalu mendekati ke arah ayah Abbas


" sudah selesai " tanya ayah abbas


" sudah ayah, kita bisa pulang saja boleh " ayah dan ibu mengaguk


" iya sudah ayo ,kita pulang " ucap ibu sisil sambil membantu Naya jalan


" indah mau singgah di rumah dulu " tanya ayah abbas


" tidak ayah ,indah langsung pulang saja ,nanti di antar sama Kaka Dafa dan kak ricko " ucap indah


" baiklah ,hati² bawah mobilnya" Dafa dan Ricko saling bertatapan


" baik tuan " Ucap mereka bersamaan


setelah sampai di area parkiran mereka memasuki mobil masing² lalu pergi meninggalkan area mall


" Kaka tegang iya " indah tertawa begitu juga ricko


" mau Kaka turunin di sini " Ucap Dafa


" nanti aku kasih tau mertua Kaka kalau Kaka tidak mengantar ku dengan baik " Dafa hanya mencibir saja


" kamu tau Nda,kemarin dia ketemu sama tuan Alex " indah langsung menatap ricko yang duduk di samping Dafa sedangkan dia duduk di belakang


" koh bisa " tanya indah seolah tidak mengerti


" iya, kamu tau bahkan tuan Alex tau semua apa yang mereka lakukan saat jalan bersama kemarin,bahkan yang lainnya juga ,kau tau aku bahkan merinding melihat tatap tuan Alex sekalipun terlihat Biasa saja tapi aura nya sangat menakutkan " ucap Ricko


aku saja kadang ketakutan apa lagi kalian batin indah


"kamu sendiri pernah bicara dengan tuan Alex Nda " tanya Dafa


" dia irit bicara kak ,mana sempat bicara " ucap indah


" betul sih ,bahkan kemarin saat datang langsung bicara tanpa basa basi dulu ,setelah itu langsung pergi ,kau tau Nda dia mengundang Dafa weekend nanti " indah melotot kan matanya


" kau serius " Ricko mengagguk " raya tau " mereka menggeleng " mereka hanya menyuruh ku ke sana,jangan beri tahu Raya iya " ucap Dafa ,indah hanya mengangguk


" koh aku merinding iya " ucap indah


" jangan kan kamu ,aku saja sampai dari semalam memikirkan itu " ucap Dafa


" Kaka pergi sendirian " Dafa menggeleng


" ricko akan menemani ku " ricko menatap Dafa " aku dag mau ,kau gila bahkan bertemu di luar saja membuatku ingin mati ,apa lagi aku sampai ke rumah mereka " tolak ricko


" ayo lah ric, apa kau tega melihat sahabat mu ini sendirian memasuki kandang harimau " ucap Dafa ,indah tertawa kecil

__ADS_1


" iya Kak,kasian Kaka Dafa " ricko mendengus kesal " iya² aku temani demi sahabat " ucap ricko


" begitu doang " ucap Dafa


__ADS_2