
tenyata Nisa membuktikan bicaranya ingin menemui indah, Nisa menunggu indah hingga kelasnya selesai ,saat melihat indah bersama dengan Naya dan raya dia ke luar dari mobilnya
" hai " Naya raya dan indah ,menatap ke arah Nisa
" hai juga kak * ucap mereka , Naya dan raya saling menatap
" bisa aku bicara pada indah " raya dan Naya tidak menjawab apa pun" tenang saja Kaka hanya bicara sebentar " ucap Nisa saat melihat tidak ada respon dari mereka
" sudah aku tidak papa " ucap indah lalu dia mengikuti langkah indah mereka bicara tidak jauh dari Naya dan raya tapi mereka tidak bisa mendengar ucapan mereka
" telepon Kaka cepat "Raya dengan gugup mencari HP nya dalam tas nya lalu menelpon Alex atau Brian terserah
tuuutttt.....tutttt...
" halo dek " ternyata raya menelpon Brian
" Abang Kaka Nisa, di kampus " ucap Raya sedikit berbisik
" **** ,kamu jaga Naya iya ,Abang akan ke sana sama Alex " ucap Brian di sebrang lalu mematikan sambungan teleponnya nya
Brian ke luar dari ruangannya bertepatan dengan Alex yang baru datang dari bertemu dengan Dafa
" kita ke kampus ,Nisa di sana " Alex langsung mengikuti langkah Brian tanpa bertanya lagi
" ****, apa pekerjaan mereka tidak ada yang beres Kenapa Lift nya sangat lambat " umpat Alex kesal
" gimana " raya menatap Naya " mereka akan ke sini " Naya hanya mengangguk
sedangan indah dan Nisa masih saling diam hingga akhirnya indah yang mulai bersuara
" apa yang ingin Kaka bicara kan " tanya indah , sebenarnya dia merasa canggung dengan keadaan ini apa lagi kemarin dia melihat mencium Alex
" tinggalkan Alex " indah menatap datar Nisa " untuk apa aku meninggalkan Kaka Alex " tanya indah
" dia lebih cocok bersama ku ,dari pada kamu anak yang baru kemarin sore " ucap indah
" kalau dia lebih cocok dengan Kaka , tidak mungkin dia memilih menikah dengan ku yang anak kemarin sore " ujar indah ketus ,dia mengira Nisa akan berbicara secara baik² tapi nyatanya tidak
" jangan kurang ajar " ucap Nisa emosi " sebelum kenal dengan mu ,dia lebih dekat dengan Ku kamu harusnya berkaca sebelum mendekati " ucap Nisa mengepal kan tangan nya
" lalu apa Kaka sudah berkaca sehingga menyuruh ku berkaca ,dan melihat Kaka sendiri kenapa Kaka Alex lebih memilih ku ,maaf Kaka ,indah tidak mau berdebat hanya karena masahlah yang ini " ucap indah, Nisa menahan lengan indah saat akan pergi
" aku belum selesai bicara ,kamu tinggalkan alex sekarang juga ,karena dia hanya milikku " ucap Nisa
indah tersenyum sinis " jika dia milik Kaka ,apa mungkin dia akan menikah dengan ku ,tidak bukan ' ucap indah ,nisa semakin terbakar emosi nya ,ternyata indah tidak seperti wanita yang lainnya
" kamu nya harus tau, selama kami sekolah hingga kuliah dan hirup di luar sana kamu tau pergaulan nya gimana " tanya Nisa tersenyum mengejek
" iya aku tau ,karena aku pernah di luar negeri tapi sayang nya aku tidak seperti Kaka " ucap indah lagi
" raya Kaka koh lama sih ,hubungi lagi atau kita ke sana " tanya Naya
__ADS_1
" jangan Naya, Abang bilang aku harus menjaga mu nanti kamu kenapa² " ucap raya sebenarnya dia juga khawatir " kamu masuk mobil saja " Naya menggeleng " aku mohon kamu harus ngerti jika nanti kamu kenapa² kamu akan tau apa saja yang akan Abang berbuat bukan hanya pada yang lain tapi aku juga " Naya pun melangkah kan kaki nya sedikit tidak rela tapi benar kata Naya ,sedikit kesalahan saja semua orang akan kena imbasnya ,raya mendekati mereka secara perlahan
" jika Kaka memintaku meninggalkan Kaka Alex, silahkan Kaka minta padanya ,apa dia mau meninggalkan aku atau tidak jika dia mau aku akan melepaskan nya " ucap indah
" kamu yakin,bahkan kami habis makan siang bersama dan dia menyetujui nya ,dan silahkan tinggal kan Alex " ucap Nisa geram
" baik lah ,tapi suruh dia bicara dengan orang tuaku terlebih dahulu karena dia juga memintanya dengan baik pada orang tua ku " ucap indah skak mati ,Nisa semakin mengepal kan tangannya
" aku pastikan kamu akan di lempar dari hidup Alex ,ingat itu " ucap Nisa
" iya aku akan ingat ,dan aku juga pasti kan kamu akan di lempar dengan paksa dari hidup suami ku " indah tersenyum sinis apa lagi melihat mobil Alex " harusnya kamu berpikir sebelum menemui ku ,aku yakin kamu menemui ku karena Alex enggan bersama mu bukan ,kau salah jika aku akan percaya dengan omong kosong mu ,awalnya aku sedikit mengagumi mu,tapi melihat kamu sekarang membuatku sadar jika seorang Nisa model terkenal tidak lebih dari seorang pengemis yang meminta suami orang " ucap indah ketus
PLak
" dear / indah " Nisa menegang kaku saat mendengar suara yang sangat dia kenal,lalu dia membalikan badannya benar saja ada Alex dan Brian yang menatap nya tajam ,begitu juga dengan Raya, Alex mendekati mereka dengan langkah besar
" dear ,kamu baik² saja " indah mengaguk,Alex melihat pipi indah merah ,Alex menatap Nisa tajam
" Al....
PLak
" aku sudah bicara bukan ,jangan melewati batas mu ,kau sudah cukup tau siapa aku ,tapi ternyata kau memilih untuk mengusik ku,jangan karena kau wanita aku tidak berani menampar mu " Nisa menatap tak percaya pada Alex , syukur keadaan kampus sudah sunyi dan pengawal juga menjaga ketat keadaan sekitar
" Ade bawah indah ke mobil " raya membawa indah menjauh dari mereka
" kamu baik² saja,maaf aku tidak sempat membantumu aku kira dia tidak memakai kekerasan " indah tersenyum " i'm ok " ucap Indah ,Naya melihat indah dan raya mendekati nya langsung turun dari mobilnya
" Brian bukan ......
" bawah wanita ini menjauh dari sini dan jangan pernah dia kembali menginjak kakinya di sini ,dan urus semua yang bersangkutan dengannya termaksud agensinya " Nisa menatap Alex " kamu sudah salah ambil langkah " ucap Brian lalu meninggalkan Nisa yang masih mematung begitu juga Alex
" Brian ,Alex " tapi langkah nya terhenti saat pengawal menahan tangan Nisa
" lepaskan sialan " umpat Nisa ,pengawal menarik paksa Nisa masuk dalam mobil
"kita ke rumah sakit " ucap Alex saat sudah masuk dalam mobil
" aku baik ² saja " ucap indah
" tapi pipi mu merah dear " indah menatap Alex " kompres pakai air es saja iya please ,Kaka tau aku benci rumah sakit " bisik indah ,Alex menggaguk
" kita pulang ke rumah saja iya ,nanti aku antar " indah mengaguk ,Alex sudah tidak peduli sama urusan perusahaan syukur tidak ada hal penting
" sayang kamu tidak papa kan " Naya menggeleng " aku cuma kaget saja saat indah di tampar " ucap Naya
" dia ngomong apa sih Nda " tanya Naya ,indah tersenyum " sudah lupakan saja mungkin dia sedang khilaf " ucap indah
" memang ada orang khilaf nampar " indah mengaguk " tadi kamu lihat sendiri, bahkan kamu sudah lama berada di belakang nya tapi diam seperti patung " ucap indah
" lagi asik Mendengar cerita cinta segitiga Ternyata seruh " indah menatap kesal pada raya " semoga kamu tidak iya jika benar itu terjadi aku orang pertama yang akan mendengar cerita cinta segitiga mu itu" ucap indah
__ADS_1
" memang Dafa punya perempuan ......
" kenapa menyebutkan nama " bisik indah bahkan dia menepis tangan Alex yang masih mengelus pipinya dan berdiri menutup mulut Naya ,raya Sudah menunduk kepalanya
siap² saat pulang di rumah batin Raya
" maaf Naya keceplosan " ucap Naya lirih , sedangkan Brian dan Alex hanya diam saja
hingga mobil mereka masuk dalam rumah mewah itu keheningan tetap ada , semenjak Naya menyebutkan nama Dafa tadi ,mereka turun dari mobil secara bergantian dan di depan pintu masuk sudah ada pak Mamat
" selamat datang tuan muda " Brian menggaguk ,lalu masuk dalam rumah bersama dengan naya sedangkan raya mengekor di belakang
" ayah " indah mencium punggung tangan mertuanya " pipi kamu kenapa " tanya pak Mamat panik
" tadi ke cium tembok tidak sengaja " pak Mamat menatap Alex yang hanya menggeleng artinya indah berbohong " iya sudah kalian ke paviliun saja nanti ayah antar kan obat dan es untuk kompres pipi mu " ucap pak Mamat
" makasih ayah ,maaf indah repotin " pak Mamat hanya mengangguk saja,lalu meninggalkan Alex dan indah
" loh Abang ,koh sudah pulang " tanya ibu sisil
" iya Bu, kerjaan sedikit longgar jadi bisa pulang dan jemput mereka " ucap Brian saat berpapasan dengan ibunya
" iya sudah sana kalian bersih² dulu baru istirahat " ucap ibu sisil
" iya Bu " ucap mereka bersamaan
" Abang koh bisa punya teman kaya gitu" tanya Naya saat mereka sudah di kamar
" Abang juga tidak tau sayang ,mungkin karena cinta atau apa lah Abang tidak tau " ucap Brian
" padahal aku suka Kaka Nisa ,dia lembut baik juga tapi setelah kejadian tadi aku merasa kesal jengkel " ucap naya mengepalkan tangannya ,Brian tersenyum
" hai anak ayah,gimana tadi ikut ibu kuliah apa kamu rewel hm " Brian berjongkok depan istrinya yang duduk di tepi ranjang " jangan nakal iya di dalam sana kasian ibu" Brian mencium perut Naya dengan lembut
" Abang " Brian menatap istri nya " jangan marah sama Raya iya ,tentang yang di mobil tadi " Brian menggaguk
" janji " Brian tersenyum " iya sayang,Abang janji " ucap Brian
" tapi Kaka gimana " Brian berdiri dan duduk di samping istrinya " kami sudah mengetahui nya ,jadi kamu tidak usah memikirkan apa pun, selain kesehatan mu dan Ade paham kan * Naya menggaguk
" apa Kaka marah " Brian tersenyum " dia tidak akan marah jika mereka tidak melewati batas " Naya menutup mulutnya , mengingat kembali ucapan raya jika mereka sudah ciuman lalu menatap suaminya ,yang masih menatap nya
" kenapa hm " Naya menggeleng " kamu menyembunyikan sesuatu dari Abang ," Naya menggeleng " sayang apa sekarang kamu belajar berbohong " Naya membuang napas nya kasar " maaf ,tapi Naya takut Kaka sama Abang akan marah sama Raya dan menghukum raya dan memukul Dafa " ucap Naya lirih
" kenapa hm " Naya menatap Brian " kata Raya mereka perna ciuman " Brian hanya tersenyum " sudah ayo mandi dulu baru kamu istirahat " Naya mengagguk
" gimana nak apa masih sakit " tanya pak Mamat saat Alex sudah mengoper nya dengan air es " tidak yah,sudah lebih baik " Alex mengoleskan salep di pipi indah dengan lembut
" iya sudah ayah ke depan dulu iya " indah mengaguk." makasih ayah" pak Mamat hanya tersenyum
" mau istirahat " indah mengagguk karena memang dia sangat lelah " ayo " Alex menggegam tangan indah dan masuk sebuh kamar " istirahat lah, aku ke masion mau ke ruangan kerja " indah mengaguk " kalau Kaka sibuk nanti aku pulang sendiri saja " Alex pergi meninggalkan indah dan tidak berniat menjawab ucapan nya
__ADS_1
"cih lihat lah sifatnya ,bahkan aku kena tampar karena mempertahankan nya "indah memilih untuk istirahat di sofa karena dia sangat tidak suka saat tidur di atas tempat tidur dalam keadaan kotor dari luar