
" Abang Ade mau ngomong " Raya menatap abangnya dengan perasaan takut walaupun dia lancar mengucap tapi tidak dengan hatinya
sejak pulang kuliah tadi hingga menunggu Brian dan Alex pulang dia sudah menyusun rencananya dengan baik tapi tetap saja dia tidak berani mengungkapkan nya ,dia menundanya hingga selesai makan malam pikirnya dia bisa karena ada ayah dan ibu jadi lebih santai tapi hasilnya sama saja membuatnya kesal
" apa katakan saja " Ucap Brian
" hm hm itu anu tidak jadi " ucap raya,membuat Naya tertawa kecil
" kenapa sayang " tanya Brian menatap istrinya
" raya mau minta izin tapi dia takut ,mau ikut kemah di kampus di sana semuanya ikut koh dalam rangka mendekatkan senior dan junior perginya Sabtu pagi ,pulang nya Senin pagi " ucap Naya menjelaskan dengan baik
" kamu " tanya Brian lagi
" aku di rumah saja ,kan weekend kita mau ke rumah bapak,lagian di sana banyak orang ,Naya sebenarnya pengen ikut tapi takut nanti seperti kemarin lagi " ucap Naya ,Brian memejamkan matanya
" nanti Abang pikirkan " ucap Brian
" Kaka, Indah boleh ikut iya " raya menatap Alex memelas
" dia belum izin " ucap Alex
" kalau dia izin,Kaka iya saya iya " ucap Raya memohon
" tunggu abang mu memberi izin " ucap Alex lagi ,membuat Raya lesu jika sudah seperti ini pasti sudah di pastikan tidak akan pergi
"memang Ade d kampus sudah banyak teman " tanya ayah abbas
" tidak ,cuma indah sama Naya terus Kaka Ricko sama Kaka Dafa " ucap Raya
" kalian berteman" raya mengagguk " terus mereka ikut " tanya ayah abbas
" kalau Kaka ricko sama Kaka Dafa ikut yah,mereka senior kami " ucap Raya
" kenal di mana sama mereka " tanya ibu sisil, Raya menunjuk Naya
merasa di tatap mertuanya Naya tersenyum " Kaka kelas Naya dulu yah,Bu dulu kami juga tetangga jadi bisa tau " ucap naya
" bukan hanya tetangga yah ,tapi dia suka Naya " Ucap Brian ,Naya menatap Alex
" tidak yah , Abang fitnah " Naya membantah ucapan brian padahal itu nyata
" Abang mana ada fitnah mau Abang putar kan rekaman nya saat dia bilang suka sama kamu di taman " Naya melotot kan matanya tidak percaya
apa raya dan indah merekam nya ,tapi tempat duduk kami agak jauh ,apa Abang Bojong batik Naya lalu menatap raya
" bukan dari raya " ucap Brian yang melihat istrinya menatap raya
" lalu dari siapa ,apa Abang memasangkan sesuatu di badanku sehingga Abang bisa tau semua yang aku lakukan jika jauh dari Abang ,bagian mana " Naya menyentuh semua bagian tubuhnya apa benar Brian melakukan itu
ayah,ibu ,Brian dan Alex serta raya hanya menggeleng saja
" badan mu tidak ada papa nya sayang " ucap Brian tersenyum
" tapi dari mana Abang tau " tanya Naya ,jika Naya bisa lebih peka mungkin dia akan tau saat di luar orang asing akan selalu berdiri di dekatnya walaupun menyamar
" sudah² Abang kalian bercanda "lalu ibu menatap raya" Ade yakin mau ikut ,ade kan tidak pernah ikut seperti itu memang sanggup tidur di luar tanpa tempat tidur dan AC banyak nyamuk dll " tanya ibu sisil
" Raya akan usahakan Bu, makanya pengen ikut karena Ade hanya melihat saja dari SMP sampai SMA,bahkan dulu Naya ikut Ade tidak karena takut minta izin sama Kaka " ucap Raya menunduk
"kenapa tidak izin " tanya Alex
" takut,apa lagi Kaka dulu tinggal di apartemen jarang ke sini baru sibuk sama perusahaan " ucap raya,Alex menggaguk
"iya sudah kamu ikut tapi sudah tau kan jika terjadi pa² " ucap Alex , Raya mengakat kepala ,lalu menatap Brian
" tapi Abang gimana " tanya Raya ,dia belum bisa puas
" sudah ikut saja bukannya Alex sudah bicara boleh " ucap Brian , Raya tersenyum kuda
" indah sama Naya " tanya Raya
" aku dag bisa ikut ,kalau pun ikut pasti kamu tidak bisa bebas tidak bisa ikut kegiatan dengan baik karena selalu menjaga ku ,tapi janji nanti aku ke sana lihatin kamu,boleh kan bang ,kak " ucap Naya melihat mereka bergantian
" kamu yakin tidak mau ikut nak " tanya ayah abbas
" iya yah ,takut di sana banyak orang terus sama saja kalau aku ikut tidak bisa ikut kegiatannya jadi repotin Raya sama indah yang hanya menjaga ku ,kan di sana mereka mau ikut kegiatan bukan mau jaga Naya " ucap Naya bijak , Brian tersenyum mengusap perut istrinya
" nanti kita lihat mereka di sana "ucap Brian
__ADS_1
" Abang serius " Brian menggaguk
" makasih Abang,Kakak " ucap Naya
" tapi Nay, aku harus bawah apa " tanya Raya yang memang tidak mengerti papa
" kan Ade bisa cari di hp nya " ucap ibu sisil
" sudah Bu ,tapi jika Ade bawah semua yang seperti Ade baca ,kaya orang pindahan " ucap raya
" kamu tanya indah dulu ,kan nanti kalian satu tenda ,tapi apa indah ikut " Naya menatap Alex
" belum tau ,paling besok " ucap Raya
" iya sudah besok saja dulu " ucap Naya , Raya mengaguk
" Ade yakin " tanya ayah Abbas
" iya ayah ,Ade ingin coba " ucap raya
" baiklah ,tapi kalau ada papa langsung telepon iya " ucap ibu sisil
" iya nyonya " ucap Raya sambil menunduk kepalanya
" hati² di sana iya dek apa lagi banyak orang " ucap ayah abbas,raya mengagguk
"kalau indah tidak di izinkan gimana dek " tanya ibu sisil,raya menatap Alex
" ade juga tidak ikut " ucap raya menunduk
" kan ada teman yang tadi kamu sebutin " ucap ayah abbas
" mereka senior yah,masa tiba² gabung dengan mereka " ucap Raya,ayah dan ibu mengaguk
" iya sudah nanti besok saja kamu bahas dengan indah " ucap Naya
" tapi Kaka belum kasih izin sama indah " ucap Raya
"siapa tau besok sudah di izin kan " ucap ibu sisil
" kepala Abang sama Kaka itu susah di tebak Bu " Ucap raya
" sudah² ayo kita istirahat,Naya jangan lupa susu mu iya " ucap ayah Abbas
" Kaka nanti indah di izinkan iya " Raya Masih saya berusaha membujuk Alex
" nanti kita lihat besok " ucap Alex
" baiklah " ucap Raya
" istirahat jangan sampai telepon larut malam " ucap Alex ,raya menarik napasnya kasar
" raya telepon sama siapa kak " tanya Naya kepo
" sayang ayo kita istirahat " ucap Brian ,Naya mengaguk walaupun dia masih penasaran
" iya kak ,Ade ke kamar dulu iya " ucap raya
" hebm "
lalu mereka kembali ke kamar masing-masing begitu juga dengan Alex yang kembali ke paviliun
"sayang kamu yakin tidak Inging ikut " tanya Brian saat mereka sudah di kamar
" bohong jika tidak ingin Abang ,tapi kan Naya harus pikirkan Ade juga ,kalau kenapa² gimana Naya sering² ikutan yang begituan, kadang juga mendaki gunung ,olahraga terus adakan kegiatan seperti lomba dll " ucap Naya
" tapi kamu tidak keberatan kan " tanya Brian
" iya Abang Naya baik² saja ,kan Abang sudah janji nanti kita ke sana lihat mereka " ucap Naya
" makasih iya, maaf jika Abang terlalu membatasi pergerakan mu ,Abang cuma tidak mau kalian kenapa² nantinya " ucap Brian menatap istrinya
" iya Abang ,Naya ngerti koh " ucap Naya
"kamu bersihin diri dulu ,baru ganti baju Abang mau buatkan susu mu ,hati² di kamar mandi iya sayang " ucap Brian ,Naya berdiri
" iya Abang, Abang yang rasa vanilla saja iya " ucap Naya ,Brian menggaguk mengerti
sementara Brian membuat susu ,Naya masuk dalam kamar mandi, setelah selesai dia ke luar
__ADS_1
" Abang juga bersih² nanti aku sekalian siap kan bajunya "ucap Naya sebelum masuk ke ruangan walk in close
" iya sayang " ucap Brian ,lalu pergi ke arah kamar mandi
" sudah " tanya Naya ,saat melihat Brian sudah ke luar
" iya sayang ,habisin susunya nanti dingin " ucap Brian ,Naya mengaguk , sedangkan brian mengganti baju tidur
" ayo istirahat " ucap Brian
" Ade tidak di sapa bang " tanya Naya karena itu sudah menjadi kebiasaan Brian
" sapa dong sayang " ucap Brian ,membantu istrinya duduk di tempat tidur,lalu dia berjongkok depan perut Naya
" hai anak ayah ,hari ini ngapain hebm ,ayah minta maaf iya tidak bisa izinin ibumu ikut kemah ,takut Ade kenapa ² " Brian menatap Naya ,yang di balas senyuman " Ade paham kan maksud ayah,Ade sehat² di dalam perut ibu iya ,ayah menunggu kamu lahir " Brian mencium perut Naya lembut dan lama dia menyalurkan rasa sayang nya setelah itu dia mengusap nya " ayah sayang sama kalian ,i love you " Ucap Brian lalu berdiri mencium kening dan bibir istrinya
" ayo istirahat " ucap Brian ,Naya mengaguk
" jangan kencang ² sayang perutmu sudah membuncit " ucap brian ,saat Naya memeluk nya Dengan erat
" Naya cuma sebentar saja Abang ,i love you too" ucap Naya, lalu menyembunyikan wajahnya di bidang dada Brian ,Brian terkekeh melihat tingkah istrinya
" selamat malam " ucap Brian ,sebelum ikut memejamkan matanya
jika Brian dan Naya sudah mulai masuk alam mimpi nya ,tidak dengan asisten dan tangan kanan nya dia masih memeriksa email dari sekretaris Brian dari laptopnya sesekali dia melihat iPad nya
" Kaka sibuk iya " ucap indah di seberang sana
ternyata dia sedang memalukan panggilan video Dengan sang tunangan
" dikit lagi selesai ,kenapa hm " tanya Alex tanpa menatap iPad nya dia masih fokus pada laptop nya
" apa raya sudah bicara " Alex menatap iPad nya sekilas
" tentang " tanya Alex, seakan dia belum mengetahui papa
" itu anu ,apa kau boleh ikut kemah " tanya indah
" berapa hari " tanya Alex
" 2 malam " ucap indah ,Alex menyimpan laptopnya lalu menatap iPad nya
" kamu pengen ikut " indah hanya diam saja
" tidak mau " tanya Alex lagi
" mau " ucap indah lemah
" pergi lah , Raya juga pergi " indah menatap Alex tersenyum
" boleh,serius dag bohong kan " tanya indah beruntun
" bawa bodyguard mu " ucap Alex ,indah mengaguk lemah
" iya,tapi dia mengawasi dari jauh iya " ucap indah
" hebm " Alex kembali lagi fokus sama laptop nya
" besok aku bawah mobil sendiri iya ,karena setelah kuliah mau ke mall beli perlengkapan kemah " Ucap indah
" sopir ,nanti semuanya di siapkan " Ucap Alex
" baik lah " ucap indah,dia harus mulai terbiasa seperti naya dan raya karena itu harus dan mau tidak mau dia harus meninggalkan sifatnya yang bar²
" istirahat lah, nanti besok ketemu di kampus " Ucap Alex
" tapi aku boleh ke mall iya ada yang aku mau beli " ucap indah
" apa " tanya Alex
" keperluan wanita " ucap indah ,Alex menggaguk
" iya sudah istirahat,aku masih mau selesai kan kerjaan" ucap Alex
" Kaka juga istirahat jangan kerja terus nanti Kaka sakit ,besok saja di lanjutkan " ucap Indah
" iya " ucap Alex
" iya sudah matikan laptopnya " ucap indah,Alex menatap indah
__ADS_1
" istirahat lah jangan cerewet, pekerjaan ku sedikit lagi" ucap Alex
" iya² ,i love you " Ucap indah ,Alex hanya mengangguk ,membuat indah semakin kesal dan mematikan telepon tanpa berkata papa lagi ,Alex menatap datar layar iPad nya ,lalu tersenyum