Sayangi Aku

Sayangi Aku
indah sakit


__ADS_3

sudah seminggu Alex mendiamkan indah begitu juga Raya,hanya Naya dan Brian yang mengajak indah berbicara sekali² jika mereka bersama


pagi ini seperti biasanya Alex dan Brian akan mengantar Raya dan Naya ke kampus,jika seperti biasanya Raya dan Naya akan berdebat atau Raya yang selalu merengek pada Alex dan Brian kini dalam mobil mewah itu hanya ada kesunyian , Brian mengelus perut Naya sedangan Naya memeluk lengan Brian , raya melihat ke arah luar jendela sedangkan Alex menatap lurus ke depan


saat sampai di kampus Raya mau pun Naya tidak melihat indah yang biasanya menunggu mereka sekalipun di diamkan Raya di selalu menunggu nya


" Kaka Abang Ade turun iya " ucap Raya


" apa indah belum datang biasanya dia selalu nunggu kita datang" ucap Naya


" hati² iya kuliah nya " ucap Brian mencium kening istrinya


" iya, Abang sama Kaka juga hati² iya " ucap Naya


" iya sayang " ucap Brian , lalu Naya turun dari mobil karena raya sudah menunggu di luar


" ayo kita ke ruangan " ucap Raya saat melihat mobil Alex pergi


" iyaa " ucap Naya, Raya selalu merangkul lengan Naya jika mereka menuju ke ruangan di mana pun ,karena ia takut kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi


saat sampai di ruangan indah memang belum ada ,membuat Naya aneh karena indah selalu datang pertama di antara dia dan raya, sebenarnya ada rasa penasaran juga dalam diri Raya karena sahabat nya itu jarang seperti ini .


" hai " ucap Dafa yang baru datang dengan Ricko


" iya kak " ucap raya dan Naya bersamaan


" segar amat pagi² " goda Dafa melihat Raya


" harus dong kak " ucap Naya tersenyum sambil melihat Raya


" apa aku meninggalkan sesuatu " yang Ricko bingung


" tidak, memang kamu ketinggalan apa " tanya balik Dafa


" ah tidak ada, indah mana " tanya Ricko


" belum datang kak,paling bentar lagi " ucap Naya ,ricko hanya mengangguk saja


" apa kamu baik² saja " Raya mengaguk


" serius " tanya Dafa lagi


" iya kak,kan Raya ada di sini berarti baik² saja " ucap raya sambil tersenyum


" iya sudah ,kaka ke ruangan dulu iya ,nanti siang makan bareng lagi kan " tanya Dafa,raya dan Naya mengagguk


setelah kepergian Dafa dan ricko ,tidak berselang lama dosen pun Sudak masuk ,tapi indah belum juga datang membuat Raya semakin takut


apa dia sakit,tapi kenapa tidak menghubungi Naya batin raya


" kamu kenapa " bisik Naya saat melihat Raya gelisah , Raya hanya menggeleng


sedangkan di kantor pun sama saat Brian dan Alex tiba di ruangan mereka tidak melihat fajar saat melintasi meja sekertaris yang ada hanya Irma sekertaris Brian


" apa fajar ada kegiatannya di kantor " tanya Brian


" nanti saya tanyakan sama Irma tuan " ucap Alex, Brian mengaguk ,setelah itu Alex ke Luar dari ruangan Brian menemui Irma


" apa fajar menghubungi mu " tanya Alex to the poin


" maaf tuan, hari ini tuan fajar izin karena adiknya di rawat di rumah sakit dari semalam " ucap irma ,tubuh Alex tiba² memaku,bahkan dia tidak tau indah di rawat, dia kembali masuk ke ruangan Brian


" maaf tuan apa saya bisa izin " tanya Alex,Brian menaikan alisnya sebelah


" tumben ,apa ada Masahlah " tanya Brian


" maaf tuan , indah sedang di rawat di rumah sakit sejak semalam " ucap Alex ,Brian menghembuskan nafasnya kasar


" pergi lah,lagian hari ini tidak ada kegiatan papa " ucap Brian


" terimakasih tuan ,kalau begitu saya permisi " ucap Alex menunduk kepalanya


" hebm "


Brian menyadarkan punggungnya di kursi kerjanya setelah kepergian Alex, dia memikirkan istirnya semoga dia belum tau tentang indah sakit sehingga tidak membuat nya khawatir


Alex menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi ,saat sudah tau rumah sakit tempat di rawatnya indah dari irma ,karena dia berencana akan menjenguk nya,karena dia dan fajar sudah seperti teman sekalipun saat di kantor mereka harus berbicara formal karena itu tuntutan kerja


hanya membutuhkan waktu hampir satu jam ,Alex sudah sampai di rumah sakit ,saat sudah memarkir mobilnya dia bergegas masuk dalam rumah sakit menuju ruangan indah di rawat tanpa peduli mata yang menatapnya


tok. ....tok....


" masuk tuan " ucap fajar saat membuka pintu melihat Alex datang sendiri


" kenapa tidak menghubungi ku " tanya Alex sambil melangkah masuk


" maaf tuan,karena kami panik " ucap fajar ,Alex hanya mengangguk

__ADS_1


" siapa ka.....


indah menatap tak percaya melihat Alex kini sudah ada di ruangan rawat nya ,indah menatap fajar ,merasa di tatap fajar menggeleng kan kepalanya ,karena sejak sadar dia memberi tahu keluarga jangan memberi tahu Alex karena takut mengganggu kerjaannya


" dia sakit apa " tanya Alex pada fajar


" asam lambung tuan ,karena tidak makan teratur dan kadang dia tidak makan " ucap fajar , sedangkan Alex menatap indah


" bisa kamu ke luar dulu " tanya Alex lagi


" iya tuan, Ade Kaka ke luar dulu iya ke kantin sebentar mau ngopi " ucap fajar, indah mengaguk


" jangan lama iya kak " ucap indah,fajar mengaguk lalu meninggalkan sepasang pasangan yang hubungan nya tidak jelas


" kenapa tidak menghubungi ku " tanya Alex to the poin


" aku ingin tidak mengganggu kerjaan anda " Ucap indah


" ah baik lah,ternyata memang hubungan ini tidak ada artinya bagimu kan, aku kira selama seminggu ini kamu bisa introspeksi diri tapi ternyata tidak " ucap Alex ketus


" bukannya aku selalu menghubungi anda dan menemui anda " tanya balik indah


" iya aku tau, tapi apa kamu pernah menjelaskan sesuatu dengan ku " tanya balik Alex


" iya maaf , sekarang anda sudah melihat keadaan saya jika saya baik² saja ,jadi anda bisa kembali ke kantor " ucap indah, Alex pun langsung ke luar dari ruangan indah ,indah menatap tak percaya


indah menarik rambutnya kasar dan berteriak melempar bantalnya bahkan dia menarik paksa selang infus nya ,membuat tangannya berdarah


" apa yang kamu lakukan hah" bentak alex, sambil memencet tombol di samping ,setelah itu dia menatap tajam indah , saat mendengar indah berteriak Alex masuk kembali dalam ruangan


" apa kamu gila " tanya Alex dengan suara meninggi,lalu dia menarik tisu yang ada di atas meja, menutup tangan indah karena darah nya masih mengalir


" kenapa anda kembali pergi lah " ucap indah lirih ,Alex menarik tengkuk indah dan mencium bibir indah


" ambil nafas mu " ucap Alex saat melepaskan ciuman nya saat indah sudah ke habisan nafas,dan bertepatan dengan perawat yang masuk dalam ruangan


" lakukan tugas kalian " ucap Alex datar lalu melepaskan tangan indah yang berdarah , perawat pun membersihkan tangan indah setelah selesai mereka memasang infus kembali dengan yang baru ,setelah itu mereka meninggalkan ruangan indah


" Ade kenapa " tanya fajar saat melihat perawat ke luar dari ruangan indah


" dia ingin bunuh diri " jawab Alex sambil menatap indah


" indah " teriak fajar " apa kau gila hah " bentak fajar dia tak peduli lagi dengan Alex


" Ade baik² saja kak" ucap indah kesal menatap tajam ke arah Alex


" tidak papa ingin yang baru saja " tanya indah asal


" kamu sebenarnya kenapa sih , belakangan ini Kaka lihat kamu banyak diam ,apa ada Masahlah di kampus " tanya fajar lagi


"Tidak ada Kak, hanya banyak tugas saja,Kaka balik ke rumah dulu gantian mandi sebentar lagi ibu akan ke sini " ucap indah bohong


" tuan....


" pulang lah " ucap Alex memotong ucapan fajar


" terimakasih tuan ,Kaka pulang dulu iya " indah mengaguk


" kenapa tidak sekalian kamu lompat dari jendela itu jika ingin mati, kenapa harus menyiksa diri " ucap Alex ,saat fajar sudah ke luar


" pulang lah ,jika hanya ingin membuatku kesal " ucap indah


"bukanya memang seperti itu ,untuk apa kamu harus mogok makan dan masuk rumah sakit lalu menarik paksa selang infusnya jika tidak ingin mati , apa kamu perlu bantuan ku " Alex langsung berdiri dan menggendong indah


" yaaaakk Alex kau gila " bentak indah sambil memeluk Alex


" sejak kapan kau memanggil namaku ,apa ini hari terakhir mu melihatku dan dunia " tanya Alex sinis dan masih menggendong indah sekalipun bokong indah masih menumpuk di tempat tidur


" jangan gila ,aku belum menikah ehs kenapa harus ketemu orang seperti mu sih ,lepas " ucap indah kesal


" bukannya kamu yang berpegangan di leherku " ucap Alex lagi ,indah langsung menarik tangannya malu


" jangan lakukan hal bodoh lagi, aku diam bukan aku marah ,hanya aku tidak ingin menyakiti mu ,kamu tau aku orangnya emosian jadi aku menghindari itu " ucap Alex lembut sambil menggegam tangan indah


" lebih baik aku di pukul setelah itu baikan dari pada di diamkan seperti kemarin aku benci itu " Ucap indah serak,Alex memeluk indah


" kenapa kamu memakai cincin mu " tanya Alex sambil tersenyum ,indah mendorong paksa tubuh Alex tapi tidak bisa


" apa kamu tidak bisa romantis sedikit " ucap indah


"apa kamu berharap aku seperti pria yang sering kamu tonton di laptop mu " tanya Alex lalu menatap indah


" tau ah ,malas ngomong sama kulkas dua pintu " gumam indah ,Alex hanya tersenyum


" jangan menyiksa diri lagi, jika kamu masih seperti ini aku akan memberi tahu dokter untuk menyuntik mati kamu " ucap Alex


" iya iya bawel betul " ucap indah

__ADS_1


"kenapa bisa ke rumah sakit " tanya Alex


" karena perut ku sakit lalu pingsan setelah itu aku tidak tau lagi saat sadar aku sudah di sini " ucap indah


" boleh aku pulang ,aku bosan di rumah sakit baunya sangat menjengkelkan " ucap indah lagi


" jika kamu membenci rumah sakit ,kenapa kamu harus mencari penyakit " ucap Alex lagi


" apa selama ini kamu tidak pernah pacaran ,apa kamu tidak tau bagaimana bersikap manis jika pacar atau tunangannya sakit " tanya indah


" apa aku harus bersikap manis saat kamu sakit saja " tanya Alex


"Kaka" rengek indah " aku ingin menangis tapi tidak tau mau nangis kan apa " ucap indah lagi


Alex mencium bibir indah ,bahkan dia membaringkan indah di tempat tidur nya ,indah memejamkan matanya dan membalas ciuman Alex ,saat pasokan udara merek menipis Alex mengakhiri ciuman mereka


" apa seperti itu " tanya Alex ,indah menatap Alex dengan napas ngos-ngosan


" terserah Kaka saja ,aku cape bicara dengan Kaka " ucap indah menutup matanya karena Malu,Alex menggeser tubuh indah dan naik di atas tempat tidur indah dan memeluk nya


" tidur lah ,aku tau otakmu isinya apa " ucap Alex sambil memeluk indah ,indah mengusap kan wajah nya di dada Alex


" I love you " ucap indah


" aku tau " ucap Alex ,indah memukul dada Alex dan memeluk erat Alex


" jangan seperti ini lagi,kaka membuatku takut bahkan aku mengumpat semua jenis laki² karena kesal " ucap indah ,Alex hanya diam saja sambil mengelus punggung indah


" aku tidak ingin merasakan sakit lagi.....


" tidur lha ,jika tidak aku akan kembali ke perusahaan, kerjaannya ku menumpuk " ucap Alex bohong


" apa segitu penting nya perusahaan " ucap indah kesal


" kau harus terbiasa ,jika nanti kau memang ingin menikah dengan ku " ucap Alex


" hebm " Alex menatap indah yang sudah memejamkan matanya ,saat Alex mendengar dengkuran halus indah dia berusaha turun tapi pintu rawat indah mengalihkan pandangan ke arah pintu


"ibu " gumam Alex,sedangan ibu hanya tersenyum melihat Alex sepeti ke tangkap basah


" tidak papa ,indah memang manja jika sudah sakit " ucap ibu mendekati mereka


" maaf Bu " ucap Alex, ibu hanya mengangguk


" apa dia sudah lama tidur nya " tanya ibu


" belum Bu" ucap Alex masih berusaha membuka pelukan indah


setelah selesai dia turun dari tempat tidur indah dan menarik selimut indah menutupi hingga dada nya


" kata fajar tadi tangan indah berdarah " tanya ibu


" iya Bu, dia menarik nya " ucap Alex


" sudah makan nak " tanya ibu


" sudah Bu, tadi sebelum ke sini " ucap Alex


" itu ibu bawah kue makanlah " ucap ibu indah


" iya Bu ,nanti Alex makan " ucap Alex


"tidak usah sungkan sama ibu ,kamu juga anak ibu " ucap ibu indah Alex menggaguk


" kamu tidak ke kantor " tanya ibu karena Alex masih berpakaian formal


" tadi sudah dari sana Bu " ucap Alex


" apa kalian ada Masahlah ,karena jika dia sudah malas makan atau tidak memperhatikan makannya biasa dia sedang banyak pikiran " tanya ibu indah


" iya Bu,tapi kami baik² saja sekarang " ucap Alex tersenyum


" iya beberapa hari yang lalu ayah kalian memarahi nya karena tidak melihat cincin tunangannya ,setelah itu dia selalu memakainya ,apa ada kaitannya dengan itu " ucap ibu indah


" iya " ucap Alex singkat


" maafkan sifat indah yang masih kekanakan karena dia selalu di manjakan Kaka nya dan ayah nya " ucap ibu


" tidak papa Bu ,Alex hanya memberikan sedikit hukuman untuknya nanti jika sembuh " ibu tertawa kecil


" iya terserah kalian saja ,asal jangan melewati batas iya nak " ucap ibu indah ,Alex menggaguk


" apa fajar belajar dengan baik ,maaf jika menambah pekerjaan mu " tanya ibu


" tidak papa Bu " ucap Alex


mereka larut dalam cerita mereka,Alex merasa dia sedang bercerita dengan ibu nya sendiri sehingga mengalir begitu saja tanpa ada rasa canggung dan membiarkan indah yang tidur mungkin karena pengaruh obat

__ADS_1


__ADS_2