Sayangi Aku

Sayangi Aku
belajar untuk adil


__ADS_3

indah benar² mengikuti ucapan Alex sehingga sampai sore hari pun dia tetap di dalam kamar, sedangkan pelayan setelah makan siang di minta indah untuk istirahat saja tidak usah menemaninya


indah hanya bisa bangun tidur saja sesekali dia berpindah ke arah sofa ,tak jarang dia juga mengajak CCTV untuk bicara berharap suaminya akan mengetahuinya dan mengizinkan dia ke luar


tapi harapan nya hanya tinggal harapan nyatanya Alex tidak menelpon nya atau bahkan mengirim pesan saja


membuat indah kembali mengumpat nya tapi kali ini hanya dalam hati saja


setelah merasa bosan indah memilih ke luar dari kamar nya menuju balkon setidaknya melihat dari arah sana lebih baik


ceklek


indah mendengar samar pintu kamarnya terbuka sehingga dia mengalikan pandangan nya sebentar berharap suaminya yang membuka pintu


" mas Alex " indah langsung berdiri ketika mengetahui jika suaminya lah yang masuk


" hebm "


" kangen " Alex mengeritkan keningnya menatap indah yang tersenyum manis


" bukannya kau tadi membenci ku bahkan kau mengumpat ku berkali²" ucap Alex sinis


GLEK


indah menelan ludahnya paksa, dia mengira Alex tidak akan melihat nya secepat itu


tapi tanpa indah sadari jika CCTV itu tersambung di HP bahkan di iPad milik Alex


" mengumpat " indah berlaga berpikir " kapan ?? bahkan indah sejak tadi tidur karena benar² lelah " ucap indah sambil meregangkan otot-otot nya


" bawa pelayan yang menjaga ny,.....


" tuanmu hanya bercanda silahkan lanjutkan kerja kalian " indah menarik paksa HP Alex, lalu tersenyum manis


" mau mandi sama² , indah masih kangen " ucap indah lirih ,sambil memainkan jarinya di bidang dada Alex , sedangkan Alex hanya diam saja


" ah bahkan aku menginginkan lagi " ucap indah dengan suara lembutnya bahkan kini tangan nya semakin ke bawah


" apa dia tidak kangen " indah menatap Alex saat tangannya sudah berada di bawah


Alex hanya diam saja, dia memilih membuka jas dan kemejanya tanpa peduli pada indah tapi dia masih diam di tempatnya


otak indah kembali bergerak agar dia bisa mengalihkan Amara Alex


indah tersenyum seringai saat ide jahilnya muncul


CUP


tangan indah bergerak di bawah sana ,sehingga membuat Alex harus menghentikan gerakan nya dan memejamkan matanya untuk tidak terpancing mengingat semalam dia sudah mengajar indah sampai 3 ronde


cukup lama indah Bermain hingga membuat Alex tersadar


" berdiri dan menjauh " ucap Alex dengan suara seraknya


" tidak " ucap indah,Alex mengepalkan tangannya tapi Alex tidak bisa menahan lagi karena indah benar² memancing nya


sehingga hanya sekali tarik indah sudah berada di gendongan Alex dan Alex membawanya ke dalam kamar mandi


jangan tanya bagaimana ekspresi indah gugup dan takut tapi sebisa mungkin dia terlihat menyukainya


bagaimana Tidak kegiatan semalam saja masih terekam jelas di ingatan nya dan sekarang sudah di pastikan akan terulang lagi


mau mundur pun salah karena dia lah yang memulai nya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" gimana apa mereka nakal " Naya tersenyum lembut, dia membantu Brian melepaskan pakaian nya sekalipun Brian melarang nya


karena dia baru saja pulang kerja tapi Naya beralasan bosan sejak tadi hanya duduk diam di kamar dan di ruangan tengah


" mereka tidak nakal hanya terlalu aktif bang " ucap Naya sambil membuka kancing kemeja Brian


"tapi kamu tidak papa kan ?? apa ada yang sakit " tanya Brian panik ,Naya hanya menggeleng


suaminya ini terlalu panik dan suka khawatir padahal dia biasa saja

__ADS_1


sekalipun kadang dia merasa sakit jika tendangan twins terlalu kuat


" kalau sakit bilang sayang jangan di tahan " ucap Brian lagi karena Naya hanya d


tersenyum saja


"Naya baik² saja Abang, mereka hanya mengajak Naya bermain dan bercerita itu saja " ucap Naya lembut sambil mengusap lengan suaminya


memberikan ketenangan pada Brian


" ayo mandi " ucap Naya lembut


" ayo mandi sama², tadi Abang bilang tidak usah bantu tapi kamu sendiri keras kepala " ucap Brian


" Naya hanya bosan " Brian terkekeh melihat wajah cemberut istrinya


" ayo " ucap Brian sambil menarik pelan hidung Naya


" jika bosan kenapa tidak menyusul Abang ke perusahaan " tanya Brian sambil berjalan ke arah kamar mandi


"nanti gangguin Abang kerja lagi "ucap Naya lalu dia masuk dalam bathup di bantu Brian


" terus abangnya lembur " lanjut Naya lagi


" kan Abang bisa bawa ke rumah nanti kerjanya Sayang " ucap Brian sambil membantu Naya mandi


" sama aja namanya juga lembur " ucap Naya


"jadi mau nya kaya mana hm " tanya Brian lembut


" Naya juga bingung tapi nanti juga tidak koh kalau sudah terbiasa " ucap Naya tersenyum sambil mengakat kepalanya


agar dapat melihat wajah suaminya dan Brian memberikan ciuman di kening Naya


CUP


" tapi jika kamu ingin pergi bicara saja, Abang tidak mau kehamilan mu membuatmu tidak bebas, bahagiakan dirimu asal jangan lupa dengan kewajiban mu nantinya " Naya mengaguk


"begitu juga saat twins lahir, yang penting kamu tidak terlalu lama mengabaikan mereka sekalipun nanti ada ibu yang menjaga mereka " lanjut Brian lagi


" kamu sudah menjadi istri yang baik buat Abang,semenjak kamu menjadi istri Abang,harusnya Abang yang minta maaf karena saat awal ....


" kenapa Abang selalu mengingat itu,Naya saja sudah melupakan nya, sekarang kita fokus pada twins saja iya, kita saling belajar karena sebenarnya Naya takut tidak bisa mengurus mereka nanti nya ,takut jika nanti Naya tidak bisa memberikan perhatian yang sama sehingga membuat mereka kecewa .....


" kita saling belajar iya, dan saling mengingatkan jika kita punya anak dua dan memerlukan perhatian kita" Naya mengaguk


dia akan berusaha sebisa mungkin, agar apa yang dia rasakan dulu anak² nya tidak merasakan juga


" jangan terlalu di pikirkan iya " ucap Brian


ketika melihat istrinya melamun


" ayo abang bantu bilas " Naya menahan lengan suaminya


" tapi Abang ....


" Abang mandi di shower saja " ucap Brian lalu membantu Naya berdiri


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan di tempat lain Ivan baru saja pulang dengan langkah gontainya dia memasuki rumahnya


jika tidak memikirkan Anggi dia memilih tidur di rumah sakit di ruangan nya karena di sana sudah seperti apartemen ke duanya lengkap .


"di mana Anggi " tanya Ivan saat berpapasan dengan pelayan


" di kamar tuan muda " ucap pelayan lalu menunduk kepalanya


" dia sudah makan " tanya Ivan sambil membuka dasi dan jasnya


" belum tuan,nona Anggi menunggu anda untuk makan malam " Ivan melihat jam tangan mahalnya yang melingkar di tangannya


"siapkan makanannya " ucap ivan lalu melanjutkan langkahnya ke kamar terlebih dahulu setelah itu akan memanggil Anggi untuk makan malam


sedangkan di kamar Anggi sedang mengerjakan tugas nya yang di berikan tadi

__ADS_1


setiap tugas yang di berikan dia akan mengerjakan setelah pulang atau malam harinya


agar tidak menumpuk dan dia merasa lega ketika mengerjakan langsung ketimbang harus menunggu esok nya akan di kumpul


KREk


Anggi membunyikan lehernya yang terasa kaku serta tangan nya juga


" kau bisa salah urat " ucap seseorang yang baru saja masuk


" Kaka sudah pulang " tanya Anggi ketika melihat siapa yang masuk


" hebm "


" Kaka sudah makan malam " tanya Anggi lagi


" kenapa tidak duluan saja hm " Ivan mengelus kepala Anggi dengan lembut " habis kerjakan tugas " lanjutnya lagi ketika menatap meja Anggi


" iya kak !!! Anggi sudah terbiasa makan ramai² jadi terasa aneh kalau makan sendiri, mau ajak pelayan makan tapi Anggi takut " ucap Anggi lirih


"ayo kita makan !! kamu sudah lapar kan " Anggi mengaguk lemah


' lain kali makan saja, tidak perlu menunggu siapa pun. karena nanti kamu sakit " ucap Ivan


ceklek


" iya kak " ucap Anggi,.lalu mereka turun bersamaan


" apa ibu sudah menelepon mu " tanya Ivan, Anggi mengaguk sekalipun Ivan tidak melihat nya karena dia fokus pada pijakan nya


" sudah,mereka sudah sampai sejak jam 4 sore tadi " Ivan mengaguk mengerti


" selamat malam tuan ,nona " Anggi membalas ucapan pelayan dengan tersenyum


" malam bibi,bibi sudah makan " tanya Anggi lembut


Ivan menarik kan kursi untuk Anggi ,lalu membantunya duduk


sedangkan Anggi masih menatap pelayan


" sudah nona Anggi ,kalau begitu saya permisi dulu " ucap pelayan lalu menunduk kepalanya


" makasih bibi " pelayan hanya membalasnya dengan senyuman


" Kaka mau makan apa " tanya Anggi menatap Ivan yang sudah duduk di samping nya


" apa saja " Anggi langsung mengambil makanan untuk Ivan


setelah itu dia letakan di depannya, baru dia mengambil makanan untuknya


" besok pagi aku ke luar kota " ucap ivan di sela makan mereka


" apa Kaka lama " tanya Anggi kaget


" paling cepat 3 hari !!! apa kamu takut tinggal di rumah sendirian " tanya Ivan ketika melihat wajah sendu Anggi


" ah tidak kak, kan ada pelayan dan security " Anggi langsung merubah wajah nya tersenyum


' jika kamu takut tinggal lah bersama indah, bukannya kalian sudah akrab " tanya Ivan menatap Anggi


Anggi terdiam sejenak mencerna ucapan Ivan barusan


apa aku harus ke sana !! tapi nanti ibu dan ayah khawatir jika aku ke sana dan mereka akan berpikiran kalau aku takut,lagian di rumah Kaka indah aku takut sama suaminya batin Anggi bimbang


" tidak Kak, Anggi di rumah saja sekalian jaga rumah toh di sini ada pelayan teman Anggi " putus Anggi


" baiklah, tapi jika kamu mau ke sana nanti minta sopir yang akan mengantar mu " Anggi mengaguk


" makanlah setelah ini kita istirahat nanti aku temani tidurnya " ucap Ivan enteng


" Anggi bis....


" Anggi " ucap Ivan datar


" iya kak " Ucap Anggi lirih

__ADS_1


apa dia tidak sadar jika aku berdekatan dengannya seperti apa jantung ku batin Anggi kesal


__ADS_2