
" gimana sayang, anak² sudah bobo " Naya mengaguk
" sabar iya ,tunggu sebentar lagi i "Brian memeluk Naya meletakan dagunya di pundak Naya
" cape " Naya mengelus pipi Brian
" hm tapi Naya suka bang, kapan lagi kan " Brian tersenyum lalu melepaskan pelukannya nya dan mengurut pundak Naya
" Abang " Brian hanya tersenyum
" tidak papa yank,kalau terlalu kuat pijitannya bicara iya " ucap Brian
" iyaa Abang ,makasih iya " Brian mengacak rambut Naya
" Abang seperti mimpi memiliki mereka " Brian menatap box bayinya " padahal baru kemarin kita menikah lalu kamu hamil sekarang mereka sudah berada di sini , dan berjalan nya waktu mereka akan tumbuh dewasa " ucap Brian tersenyum kuda
" hebm, semoga mereka tidak marah pada Naya ,karena kebanyakan waktu di luar " ucap Naya menatap ke arah box
" mereka anak yang pintar ,dan mereka paham jika maminya kuliah untuk mereka menjadi dokter pribadi untuk mereka " ucap Brian mengelus lengan Naya
"bantu Naya iya bang, kalau Naya salah mendidik mereka tegur Naya " Brian mengaguk sekalipun Naya tidak melihat nya
" pasti sayang, begitu juga sebaliknya " ucap Brian lembut
" ayo tidur ,nanti anak² bangun dan kamu belum istirahat " ucap Brian
" kalau mereka bangun ,Abang tidak usah bangun karena paginya Abang kerja " ucap Naya lembut
" tidak papa sayang ,Abang senang koh lakukan itu " ucap Brian.
lalu dia menghampiri anak² nya bersama Naya dan merangkul mesrah pinggang nya
"good night my angel " ucap Brian lalu mencium kening kedua anaknya
CUP
CUP
"mimpi indah anak mami " Naya mengelus pipi ke dua anaknya yang begitu terlelap karena kekenyangan
"ayo kita istirahat ,sebentar kita akan bangun tenda di bawah " Naya tertawa kecil karena memang saat anak² bangun mereka duduk di karpet bulu
"terimakasih, i love you " Naya tertawa kecil
" apa Abang baik² saja ,tumben " Brian berdecak kesal
" sana " Naya semakin tertawa lalu memeluk suaminya dan semakin menempel pada bidang dada suaminya
" kau menyebalkan " ucap brian tapi tetap membalas pelukan istrinya
" i love you to ATM ku " Brian melotot kan matanya menunduk melihat Naya
"kenapa " tanya Naya mengangkat kepalanya menatap Brian
" ATM " Naya mengaguk
" kalau Abang miskin tidak mungkin hidup Naya Seperti ini,dan tentu nya Naya tidak mau hidup miskin " Naya tersenyum kuda
" CK " Brian mengelus punggung Naya dengan lembut
Naya memejamkan matanya berada dalam pelukan Brian merupakan tempat ternyaman nya ,bahkan jika memilih dia tidak ingin melepaskan tempat ternyaman itu
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
pagi harinya Anggi merasa sudah lebih baik, tapi kenapa perutnya seperti ada yang menindih nya lalu dia menatap ke samping
ah bahkan dia melupakan Ivan yang menemaninya semalam
Anggi tersenyum " makasih sudah merawat ku, maaf sudah merepotkan Kaka, setelah ini Anggi akan berusaha melupakan Kaka " Ucap Anggi lirih
lalu dengan pelan dia mengakat lengan Ivan, tapi gerakan itu malah membangun kan Ivan
" kau sudah bangun " ucap ivan serak lalu menarik tubuh Anggi masuk dalam pelukannya
" i-ya kak, Anggi mau mandi gerah " ucap Anggi gugup
" istirahat lah, hari ini libur dulu sekolah nya " Anggi menggeleng
" Anggi sudah baik² saja kak " Ivan melepaskan pelukannya lalu menatap Anggi
" kau masih pucat " ucap Ivan lalu kembali memeluk Anggi
" Kak, Anggi mau buang air kecil " Ivan langsung melepaskan pelukannya
Anggi langsung berlari ke arah kamar mandi
BRAK
Ivan memegang dadanya kaget setelah itu dia melihat jam di dinding tanpa berpikir dia ke luar dari kamar itu
karena harus ke rumah sakit , pikirannya sudah kembali tenang saat melihat Anggi pagi ini
tidak sepanik tadi malam karena mendapat kan Anggi Demam
kini Anggi di meja makan termasuk ayah dan ibu bahkan dia sudah siap dengan seragamnya hanya tinggal menunggu Ivan saja
"ayah ,Anggi boleh minta sesuatu " tanya Anggi ragu
" Anggi boleh pindah sekolah tidak " tanya Anggi menunduk kepalanya takut
" pindah " Anggi mengaguk
" apa ada yang mengganggumu Sayang di sekolah , katakan siapa ??akan ibu buat dia jadi prekel manusia " ujar ibu Widya kesal
" tidak ada Bu, Anggi hanya ingin mandiri dari sekarang sebelum nantinya kuliah ,bolehkan yah Bu " ucap Anggi memohon
" pindah ke mana " tanya ayah
" Paris " ayah dan ibu saling melirik
" tapi sayang itu jauh ibu belum bisa jauh dari kamu ?? tunggu kuliah dulu iya " ucap ibu Widya lembut
" iya Bu " ucap Anggi lirih ,ayah memperhatikan Anggi seperti nya ada yang di sembunyikan anak gadisnya itu
" kamu serius ingin ke sana ??? bukan karena menghindari sesuatu Khan " selidik ayah, Anggi mengaguk cepat
" baik ayah, akan urus " ibu Widya kaget
" ayah " pekik ibu Widya , bertepatan. dengan ke datang Ivan
" masih pagi Bu " ucap Ivan lalu duduk di samping Anggi dan mengacak rambutnya
" ayah mu " ucap ibu Widya kesal
" ada apa dengan ayah " tanya Ivan lalu mengambil jus yang ada di dekatnya
" adikmu minta pindah sekolah ke Paris " ucap ibu Widya
__ADS_1
uhuk ......uhuk.....
Ivan langsung menatap Anggi yang hanya membuang pandangan nya ke sembarang arah
" Paris " ibu Widya mengaguk
" kapan " tanya Ivan lagi
" kalau ayah sudah selesai mengurusnya " ucap ayah, Ivan hanya diam saja tidak lagi bertanya
sedangkan ibu Widya masih kesal dengan keputusan suaminya itu,belum juga lama dia bersama Anggi tapi suaminya itu malah menyetujui permintaan anak gadisnya sekalipun bukan anak kandungnya tapi mereka menyayangi Anggi sama seperti Ivan, bahkan lebih
maaf ,aku harus menjauh agar tidak terlalu tergantung sama Kaka batin Anggi sambil memakan sarapannya
setelah selesai sarapan Ivan berpamitan begitu juga Anggi
" di antar sopir iya sayang " Anggi mengaguk
CUP
CUP
" Anggi berangkat sekolah ayah ibu " pamit Anggi setelah memberi kan ciuman pada ke dua orang angkat nya
setelah itu Ivan yang mencium pipi ke dua orang tuanya
" ikut aku " ucap Ivan menarik tangan Anggi
" Anggi pakai sopir saja kak " ucap Anggi ,tapi Ivan menulikan telinganya
dia tetap membawa Anggi ke arah mobilnya
" masuk " mau tidak mau Anggi menurut
BRAK
Anggi memegang dadanya saat Ivan menutup pintu mobilnya secara keras
" katakan apa alasan nya kamu meminta ke luar negeri " tanya Ivan saat mobil sudah jalan
" Anggi hanya ingin mandiri kak " Ucap Anggi meremas ujung roknya
" hanya itu " Anggi mengaguk
" kamu yakin " tanya Ivan lagi
" iya kak,kan nanti Anggi juga akan kuliah jadi Anggi bisa belajar dari sekarang " ucap Anggi
" kamu bisa pindah ke luar kota kalau ingin belajar mandiri ,kenapa harus langsung ke luar negeri " Anggi terdiam tidak bisa menjawab
" tetap dia ini ?? aku yang membawa mu dan kamu hanya bisa menurut Dengan ku " tekan Ivan tak terbantah
" tapi ...
" jangan membantahku dan aku tidak butuh kata tapi " ucap Ivan tegas
" iya kak " jawab Anggi lirih lalu memandang ke arah luar jendela
Ivan membuang napasnya kasar kenapa semakin rumit batinnya
dia melirik ke arah Anggi yang hanya melihat ke arah luar sambil memainkan jarinya di pintu kaca mobilnya
ada apa Dengan ku batin Ivan kesal
__ADS_1