Sayangi Aku

Sayangi Aku
pindah rumah


__ADS_3

hari ini adalah hari di mana Alex dan indah akan pindah di tempat mereka ,tepatnya rumah mahar yang di berikan alex untuk indah


letak rumah mereka berada di samping kanan rumah Brian, jika Siska sebelah kiri maka Alex ada di sebelah kanan mereka


rumah yang di berikan alex tak kalah mewah dari masion sekalipun masion lebih besar tapi setidaknya nyaman untuk mereka



indah menatap kagum pada bangunan yang baru saja mereka masuki


setelah itu dia menatap Alex, yang sejak tadi menggegam tangannya


" kenapa kamu tidak suka " tanya Alex sambil merapikan anak rambut istri nya


" suka ,sangat Kaka ini sangat cantik bagus makasih " indah memeluk erat tubuh indah yang tingginya hanya sebatas pundak Alex


" ayo kita masuk dulu " indah mengaguk


" nanti besok temani aku ambil² barang ku iya " ujar indah


" semuanya sudah lengkap, barang² mubiarkan di sana " ucap Alex


" benar kha " Alex mengaguk " ayo " Alex menuntut indah untuk masuk


indah membuka mulutnya saat masuk dalam rumah foto pernikahan mereka tergantung di dinding putih nan tinggi itu saat akan masuk dalam rumah


" jika ada yang ingin kamu rubah ,rubah lah nanti beri tahu saja " ucap Alex


dia menemani indah berkeliling di lantai satu


" tidak ini sudah bagus malahan aku tidak rela jika nanti mereka sampai kotor "


Alex hanya tersenyum saja mendengar ucapan istrinya


" kamar ku mana kak " Alex mengeritkan keningnya


" kamarmu, maksudnya kamu ingin tidur terpisah " tanya Alex memastikan


indah memukul pelan bibirnya ,membuat Alex menarik tangannya


" jangan sakiti dirimu ,aku tidak suka " indah menatap Alex


" manis , maksud aku kamar kita "


Alex menggegam tangan indah menuju lantai dua di mana letak kamar mereka


" nanti aku pasang lift iya ,jadi kamu tidak kesusahan nantinya ,apa lagi nanti perut mu besar " ujar Alex


" tidak usah kak, ini lebih baik koh " ucap indah


ceklek



" wah Kaka, bagus sekali ,luas ah " indah berjalan cepat meninggalkan Alex yang masih berdiri di pintu bahkan dia melepaskan genggaman tangan Alex


"mau di rubah " tanya Alex,indah menggeleng


kini mereka berada di ruangan walk in close mengikuti langkah kaki indah



" nanti besok, semuanya akan di isi,ini hanya sebagian saja " indah mengaguk


" sudah ayo kamu istirahat dulu setelah itu kita ke masion utama ,sekalian pamitan " indah menurut saja dengan ucapan Alex


" nanti di sini yang kerja akan ada 5 orang tapi setelah mereka selesai,mereka akan kembali ke masion kamu tidak papa kan " tanya Alex


" iya Kak, aku baik² saja sampai jam berapa mereka di sini " tanya balik indah


" jika pekerjaan mereka selesai,tapi nanti di depan tetap ada penjaga jadi jika kamu butuh papa kamu bisa minta tolong sama merek jika nanti aku tidak ada di rumah " ucap Alex lagi


" apa ayah tidak ikut dengan kita " Alex menggeleng " dia akan tetap di masion dear " indah mengaguk


"jangan cemburu iya jika perhatian kami fokus pada mereka " indah tersenyum


" Kaka tenang saja, bagaimana pun keluarga mereka yang membuat Kaka seperti sekarang begitu juga ayah dan Kaka Siska " ucap indah


" makasih " indah mengaguk


" tapi nanti boleh kan ayah nginap di sini * Alex mengaguk


kini mereka telah ke luar dari rumah mereka ,hanya berjalan kaki saja menuju masion


setibanya di sana mereka sudah di tunggu di meja makan


" maaf menunggu lama " ujar Alex


" tidak papa nak ,ayo makan dulu " ujar ayah abbas


ibu dan Naya melayani suami mereka ,begitu indah karena dia enggan di layani Alex lagi membuat nya tidak nyaman


" gimana Nda bagus rumah nya " indah mengaguk " Abang nanti selesai makan kita lihat iya " tanya Naya


"iya sayang makan dulu iya " Naya mengaguk

__ADS_1


" kalian akan tidur di sana atau masih mau tidur di sini " tanya ayah abbas di sela makannya


" tidur di sana saja yah, pakaian kami juga di sana sudah ada " ucap Alex


"Kaka ,Ade boleh nginap " Alex mengaguk


" berarti nanti Ade punya kamar sendiri boleh " Alex mengaguk lagi


" Kaka, Naya juga boleh punya kamar di sana " tanya Naya dengan mata berbinar


" kita sudah ada kamar di sana sayang ,jadi kamu tenang saja iya" ucap Brian


" serius " Brian mengaguk " makan atau nanti kita tidak jadi ke sana " dengan patuh Naya makan dalam diam begitu juga yang lainnya


setelah selesai makan kini mereka masih menunggu bumil minum vitamin dan susu mereka ,jika Naya bisa ganti rasa apa pun ,tidak dengan indah yang hanya ingin rasa coklat


" kalian terlihat seperti anak kecil " cibir Raya


" apa kamu pernah melihat anak kecil hamil " celetuk Naya menatap Raya


" pernah, malahan kini duduk di depanku " ucap Raya ,Naya menyimpan gelas susunya yang sudah tandas


mereka menghembuskan napasnya,selalu saja tidak ada yang mau mengalah


" aku sudah dewasa ,bahkan aku sudah kuliah " ucap Naya


" tapi kamu tetap kecil " ucap Raya


" biarin,jadi nantinya saat anakku lahir aku tidak tua² amat ,kalau kamu gimana " tanya Naya balik


" Raya nanti seperti cucu dan Oma nya " celetuk indah ,Alex menatap indah


" sudah minumnya " indah mengaguk


" cih lihat saja nanti,aku akan nikah " ujar Raya


" kapan ??? besok bahkan Abang sama Kaka belum setuju " ucap Naya


" mereka sudah setuju iya kan bang kak " mereka hanya mengangguk


" lihat lah mereka setuju " ucap Raya


" kamu yakin ,bahkan setelah lulus nanti Kaka Dafa ke Landon untuk lanjut kuliah " ucap indah menimpali


" aku ikut " ucap Raya


" bahkan kamu belum lulus nantinya " ucap Naya lagi


" jika kalian berdebat terus kita tidak akan ke rumah Alex " ucap ayah abbas


" iya sudah ayo kita ke sana " ucap Naya


" lewat pintu belakang aja " ucap Brian


" memang bisa " Brian menggaguk,dia terlalu malas untuk ke luar pagar lagi ,jadi dia melewati jalan pintas saja


" ayah tidak ikut melihat rumah kami " tanya indah menatap mertuanya


" nanti ayah nyusul ,atau nanti ayah akan tidur di sana " indah mengaguk lalu mengikuti langkah yang lainnya


Bu lihat lah anak² kita memilih pendamping yang penyayang dan lembut batin pak Mamat sambil menatap punggung indah yang mulai menjauh


" ayah " pak Mamat menatap Siska dan suaminya yang baru saja datang


" susul lah mereka baru saja ke sana " Siska mengaguk lalu mengikuti mereka yang sudah duluan


tapi sebelum itu dia mencium cucu nya dalam gendongan ayah dan ibu nya


" ayah tidak ikut " tanya Boby


" kalian duluan saja ,ayah masih ada kerjaan " ucap pak Mamat


" kami ke sebelah dulu yah " pak Mamat mengaguk


setibanya di rumah indah, Naya dan Raya menatap setiap sudut dengan mata berbinar


"ini bagus sekali Nda,tapi apa nanti kamu tidak kepanasan dinding nya kaca seperti ini " tanya Naya


" apa kamu kepanasan saat di kamar kalian yang dinding nya semua kaca " tanya balik Raya


" tidak sih " ucap Naya


" itu kamu tau " ujar raya


mereka berkeliling hingga sampai lantai atas ,tapi ayah,ibu ,Brian dan Alex sudah duduk di sofa ruangan santai , membiarkan para wanita itu berkeliling dan di ikuti pengawal dengan jarak aman


" kenapa tidak ada pelayan " tanya ayah abbas


" setelah selesai kerja mereka akan kembali ke masion bekerja di sana " ucap Alex


" biarkan mereka bekerja di sini,di masion juga masih banyak pelayan " ucap ibu sisil


" jadi nantinya indah tetap ada yang jaga ,jika kamu mengandalkan penjaga mereka tidak akan tau keadaan dalam rumah karena mereka hanya fokus berjaga di luar " ucap ayah abbas lagi


" iya Lex, setidaknya kamu bisa tenang saat kalian berjauhan " timpal Brian

__ADS_1


" berapa orang yang kamu tarik " tanya ayah abbas


" 5 saja yah, dapur 2 orang ,satu mencuci,dua nya untuk bersih² " ucap Alex


" rumahmu besar nak, apa mereka mampu jika hanya berdua ,di masion saja 10 orang tidak cukup belum lagi kamar " ucap ibu sisil


" tambahkan dua atau 3 lagi untuk yang bersihkan rumah kalian, begitu juga yang nyuci, setidaknya nanti kerjaan mereka tidak menumpuk sehingga ada waktu mereka istirahat ,untuk tempat mereka biarkan di masion toh mereka bisa lewat pintu belakang " ucap ayah abbas


" sisakan saja nanti yang masak² di sini ,takutnya nanti istri mu butuh apa² untuk dia makan ,apa lagi dia sedang hamil "ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap Alex


" maaf kami terlambat " ucap Boby ,mereka mengaguk


Alex berdiri mengambil azzura dalam gendongan iparnya


"azzam bawa sini sis " Siska mendekati Brian lalu meletakkan Azzam di pangkuan Brian


" kalian sudah makan " tanya ayah abbas


" sudah tuan,sebelum menyusul ke sini " ucap Boby


" gimana kerjaan mu apa kamu kesulitan " tanya ayah abbas


" tidak tuan ,di sini lebih baik setidaknya lebih dekat lagi dengan ayah " terang Boby


" Kaka,indah mana " tanya Siska


" keliling,mungkin mereka di lantai dua atau di belakang " ucap Alex sambil memainkan tangan azzura


" Abang kakak " meraka menatap para wanita yang mulai mendekat ke arah mereka


"sudah selesai " tanya ayah abbas


" iya sudah ayah, ayah tahu....


" tidak tahu " potong ayah abbas


" ehz Ade kan belum selesai bicara nya ayah " ucap raya kesal membuat mereka tertawa


" maaf dek, kenapa " tanya ayah abbas


" kamar indah bagus sekali ,terus bagian depan cantik sekali ayah baru di belakang juga luas sekali ada tempat santai kaya di pantai ² bahkan Kaka menempatkan tenda juga " ucap Raya


" bukannya di rumah juga seperti itu dek " tanya ibu sisil


"bahkan kolamnya juga besar ,apa Ade amnesia " tanya Brian


" intinya Ade suka ,nanti ade bangun rumah sepeti ini eh lebih bagus lagi seperti ini " ucap Raya


" terserah " ucap mereka tidak terkecuali Alex ,Brian ,Siska dan Boby


" Kaka sudah lama " tanya indah duduk di samping Siska sambil merangkul lengan nya


" belum dek " ucap Siska


" nanti kaka sering main ke sini iya ,sama Naya dan raya " Siska mengaguk


" terus ayah kalian apa dia akan tetap tinggal di paviliun sendirian " tanya ibu sisil


" tidak Bu, nanti terserah di mana dia akan tinggal dan tidur " ucap Alex


" Senin sampai Kamis bersama kalian saja ,Jumat sampai Minggu sama siska ,karena kalian weekend di rumah mertua kalian kasian Jika ayah kalian Sendirian " ucap ayah abbas


"iya ayah /tuan " ucap Alex dan siska


" berarti nanti ayah tidur dengan kita dari malam selasa sampai malam Jum'at ,setelah itu di rumah kakak Siska " tanya indah


" iya " jawab Alex ,indah mengaguk saja


" sudah kalian istirahat lah, kami kembali dulu " ucap ayah abbas


" kami juga lex " ujar Brian


" Ade mau tidur di mana " tanya ibu sisil ,raya menatap Alex lalu menatap ibu nya


" malam ini Ade tidur di rumah dulu setelah itu nanti Ade tidur di rumah Kaka " ucap Raya


" apa kamu akan tinggal bersama alex " tanya ayah abbas


" nanti aku bagi seperti paman " ucap Raya


" Kaka jangan dulu pulang iya ,temani indah cerita" ucap indah


" dear, kamu tidak sendirian kamu harus istirahat " ucap Alex


" baik lah ,tapi besok kaka ke sini iya aku pulang cepat " Siska mengaguk tersenyum


" indah ,aku balik iya nanti besok aku ke sini lagi " ucap Naya


" aku tunggu, nanti ajar aku buat masak " Naya menaikan jempol nya tanda setuju


" iya sudah kami balik iya " Alex dan indah mengaguk


setelah kepergian mereka Alex dan indah juga bergegas ke kamar mereka untuk membersihkan diri ,setelah itu mereka istirahat karena sudah menunjukkan pukul 10 ,saat mereka berkumpul bahkan mereka melupakan waktu jika tidak mengingat ibu hamil yang butuh waktu istirahat lebih banyak

__ADS_1


__ADS_2