
di apartemen mewah seorang gadis yang baru saja pulang dari sekolah menjatuhkan badannya di sofa ruang tamu
tapi Suara kode di pintu apartemen mengalikan pandangannya
ceklek
mata Anggi membulat setelah melihat siapa yang masuk
" nyonya " ucap Anggi
" kamu baru pulang sekolah " tanya ibu Widya
" iya nyonya " jawab Anggi
" maaf ibu harus ke sini karena Ivan tidak membawa mu ke rumah dengan alasan kamu sibuk sekolah padahal baru dua hari apa yang sibuk " cibir ibu Widya
" ayo beres kan pakaian mu ,kita pindah ke rumah " Anggi menelan ludahnya paksa
" tapi tuan ...
" sudah itu urusan ibu cepat buku mu saja , pakaian mu ibu sudah siap kan di sana " ucap ibu Widya
" nyonya mau minum apa nanti an...
" tidak perlu kalau ibu mau mnum tinggal ibu bikin sendiri kamu siapkan yang harus kamu bawa " Anggi menyerah
" baik nyonya, permisi" ucap anggi lalu meninggal kan ibu Widya sendirian di ruangan tamu
" apa dia membersihkan sendiri di apartemen yang luas ini " gumam ibu Widya lalu berdiri dari duduknya berkeliling di apartemen Ivan
" bersih " gumam ibu Widya lalu dia berjalan ke arah dapur
ibu Widya membuka kulkas " bahkan isi kulkas saja dia susun dengan baik " ucap ibu Widya lalu mengambil botol minuman dingin
setelah lelah berkeliling apartemen Ivan ,ibu Widya kembali ke ruangan tamu menunggu Anggi
" sudah " tanya ibu Widya
" sudah nyonya,maaf menunggu lama " ucap Anggi
" kenapa tidak ganti baju dulu !!! apa tidak gerah ??" tanya ibu Widya
" nanti kelamaan nyonya ,tidak papa nanti sampai di sana Anggi langsung mandi " ibu Widya mengaguk
" ayo kita pergi ,jangan lupa kirim pesan pada Ivan " ucap ibu Widya
" iya nyonya " ucap Anggi
setelah itu mereka ke luar dari uni apartemen Ivan itu
Anggi hanya membawa buku sekolah nya saja
sesuai apa yang di ucapkan ibu Widya
" mari nona Anggi " sapa sang sopir yang akan mengambil tas Anggi
" tidak usah paman, Anggi bisa sendiri terimakasih " ucap Anggi sopan
" ayo masuk " Anggi langsung masuk duduk di samping ibu Widya
tuan Ivan
📤 maaf tuan,saya di jemput nyonya ibu tuan ke rumah !!! send
Anggi sudah mengirimkan pesan pada Ivan
sedangkan Ivan yang di rumah sakit yang masih menerima pasien harus terhenti karena ada pesan yang masuk di HP nya
Anggi
*📥 maaf tuan,saya di jemput nyonya ibu tuan ke rumah !!
📤 hm ikuti saja ,kamu tau dia tidak akan berhenti jika kamu menolak*.
setelah itu Ivan kembali menyimpan HP nya dan melanjutkan kerjaannya
Anggi membuka HP nya , ternyata pesan dari Ivan
setelah membacanya Anggi kembali menyimpan HP nya
" di sana kamu sudah ada kamarmu,di sana juga kamu bukan pelayan tapi kamu anak kami " ucap ibu Widya
" tapi nyonya ...
" di sini kamu tidak bisa membantah " potong ibu Widya
apa mereka semua sama suka memutuskan sendiri batin Anggi
" iya nyonya " ucap Anggi
" satu lagi ,jangan panggil saya nyonya karena saya bukan majikan mu tapi saya ibumu mulai sekarang jadi biasakan itu " ucap ibu Widya
" ayo coba " desak ibu Widya membuat Anggi serba salah
" nyo...i-bu " ucap Anggi gugup setelah mendapat kan tatapan tajam
" biasa kan itu mulai sekarang " ucap ibu Widya
" iya nyo.. Bu " ucap Anggi cepat
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" kenapa kamu meminta ke sini " tanya Ricko yang baru saja sampai sedangkan di atas meja sudah ada minuman dua gelas
" aku hanya ingin menenangkan pikiran ku " ujar Dafa
__ADS_1
" apa kamu sudah bertanya dia siapa " Dafa menggeleng
" jika kamu seperti ini hubungan kalian bisa saja berkahir daf jangan kaya anak kecil " ucap ricko menjelaskan
" kamu tau aku Ric, aku tidak bisa menahan emosiku " ucap Dafa
" tapi bagaimana pun kamu harus bicara dengan nya " ucap Ricko
dering HP Dafa mengehentikan percakapan mereka
drettt .... dreett
" angkat lah " ujar ricko saat lihat nama yang menelpon
" hebm "
" bisa jemput Raya" tanya raya
" aku sibuk " ujar Dafa ketus
" mommy menelpon mengundang ku makan malam ,aku sudah izin sama Abang dan juga Kaka " ujar Raya
" nanti sopir yang menjemputmu " ucap Dafa
" iya kak Mak....
tuttt ...
Dafa memutuskan sambungan telepon nya tanpa menunggu Raya menyelesaikan ucapannya
" Dafa kau bisa membuatnya kecewa " ucap Ricko bahkan suaranya sedikit meninggi
" terserah, aku tidak urus " ucap Dafa lalu memejamkan matanya
" ayo lah daf, kalian akan tunangan beberapa hari lagi jangan hanya karena ego mu bisa membuat semuanya hancur " ucap Ricko
" minta lah penjelasan padanya agar tidak ada salah paham lagi " ucap Ricko sedikit lembut
Dafa menatap HP nya ketika ada pesan masuk
manja ❤️
📥 nanti raya ke sana sendiri saja kak ,tidak usah menyuruh sopir
Dafa melempar HP nya di atas meja ,tanpa berniat membalas pesan dari Raya,ricko hanya menghela napasnya
"ayo kita pulang, nanti raya duluan sampai di sana " ucap ricko
" apa mobilnya kamu akan bawah ke rumah mu " Ricko mengaguk
" bawah saja mobilku ,aku yang akan bawa mobilnya " ricko tersenyum
"ini ,mana kunci mobilmu " Dafa melempar kunci mobilnya pada ricko
" ingat selesaikan " ucap ricko
lalu mereka ke luar dari cafe itu setelah menghabiskan minuman pesanan mereka
Raya hanya bisa tersenyum kecut " pantasan banyak orang yang memilih sendiri ternyata rasanya seperti ini ,jangan menangis kamu bukan anak manja lagi " gumam raya menyemangati dirinya lalu bersiap² untuk ke rumah Dafa
setelah selesai dia turun ke bawah dan berpamitan pada orang tuanya
sedangkan Brian dan Alex juga sudah mengizinkan dengan catatan sebelum jam malam yaitu jam 9 dan Raya menyetujui nya
raya mengendarai koleksi mobil yang lainnya khusus Miliknya jangan di tanya dari mana
karena setiap ulang tahun kadang Brian dan Alex memberikan hadiah mobil keluaran terbaru
setelah menempuh perjalanan beberapa menit kini dia telah sampai di rumah Dafa
" apa mommy ada di dalam " tanya Raya saat sudah ke luar dari mobil nya
" iya non raya " raya hanya mengangguk lalu masuk dalam rumah
tidak berselang lama ,Dafa masuk dalam perkarangan rumahnya ,dia menatap mobil sport putih yang kini terparkir depan mobil yang ia bawah
" mobil siapa itu " tanya Dafa pada pelayan
" mobil nona Raya, tuan " Dafa Menatap mobil putih itu karena dia baru melihat nya
Dafa masuk dalam rumah bertepatan juga dengan Raya yang akan ke ruangan tengah
" kalian sudah datang " Dafa mengaguk ,raya menatap ke belakang
" aku mandi dulu mom, soalnya dari luar " ujar Dafa , sekali lagi Raya harus menahan kecewa dia memaksakan senyumnya pada mommy cira
" mommy apa kabar " tanya Raya lalu mencium punggung tangan mertuanya
" baik sayang ,gimana tadi kuliahnya " tanya mommy cira
" selalu baik kok mom, Daddy mana " raya Raya
" sebentar lagi pulang " Raya mengaguk
" tunggu sebentar iya mommy mau kebelakang dulu ada yang mommy urus. "
" Raya bantu iya mom " ujar raya
" kamu duduk saja ok " titah mommy cira ,membuat raya duduk kembali
Raya duduk sendirian di ruangan tengah itu sambil menunggu mommy cira dan juga Dafa
drettt...drettt
__ADS_1
" apa "
" jangan galak² nanti kamu tambah tua "
" bodoh amat,apa kamu sudah selesai kerjanya " tanya Raya
" sudah baru saja sampai di rumah " ucap nya
" kenapa kamu tidak kuliah siang saja ,jika kamu sudah baikan " tanya Raya
" tidak papa ,sambil cari uang sambil kuliah lebih enak dapat nya dobel " ujar nya sambil tertawa
" mata duitan " cibir raya Tertawa kecil
" eheebm " raya menatap ke samping ternyata sudah ada Dafa
" nanti lanjut lagi iya, fighting kuliah nya " ucap Raya
" pasti by " ucap nya
Raya menutup panggilan telepon nya lalu menatap Dafa
" ini kunci mobil mu tadi ricko memberikan padaku " ucap Dafa
" Kaka pakai saja ,aku juga bawa mobil " ucap Raya
" aku punya mobil juga " ucap Dafa ketus
" ah maaf, nanti Raya suruh orang saja yang antar pulang " Dafa hanya diam saja
" bisa bicara berdua kak " ucap raya
" kita ke balkon " raya hanya mengikuti langkah Dafa dari belakang
Dafa membuka kamar tamu tanpa menutup pintunya lalu menuju balkon yang ada di sana tidak mungkin dia membawa Raya masuk dalam kamar nya
" apa yang mau kamu kata kan " ucap Dafa ,sambil menatap ke arah bawah berdiri di pagar balkon sedangkan raya duduk di kursi yang ada di situ
" kalau kaka sudah tidak nyaman raya bisa bicara sama Abang atau Kaka atau kakak mau undurkan juga tidak papa mungkin Kaka masih ingin fokus sama coass nya " ucap Raya , Dafa hanya diam
" diam nya Kaka ,aku anggap iya nanti setelah pulang aku bicara sama Abang dan Kaka !!! kaka tenang saja aku akan bicara kalau aku yang memintanya di undur nanti aku yang bicara dengan mommy dan Daddy " ujar Raya tapi Dafa tetap diam bahkan membalikkan badannya saja menatap Raya dia enggan
" Kaka " Raya tersenyum kecut
"hebm "
" teruslah seperti itu jika itu membuat Kaka lebih baik, raya lihat mommy dulu di dapur " ucap Raya lalu pergi dari kamar itu ingin rasanya menangis tapi dia tahan sekuat mungkin
Dafa mengusap rambutnya kasar ,dia hanya tidak ingin menyakiti Raya karena dia orang nya tidak cukup Sabar jadi memilih diam
tanpa dia tau jika diamnya bisa membuat hubungan mereka kacau
makan malam pun tiba di meja makan sudah ada mommy, Daddy ,Dafa dan raya
" dad ,mom raya mau bicara sesuatu " mereka Menatap raya
" maaf mungkin ini terlalu mendadak tapi kami sudah membicarakan nya sama² " Dafa masih di posisi duduknya
" kami sudah setuju mengundurkan hari lamaran ka....
" ikut aku " Dafa menarik tangan Raya membuat Raya kaget
" Dafa. " teriak Daddy tapi Dafa tidak peduli
" apa mereka sedang bertengkar dad " ucap mommy cira
" seperti nya begitu mom, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya kita makan duluan " ucap Daddy , sekalipun mommy cira tidak tenang tapi dia tetap makan
BRAK
Dafa menutup pintu kamarnya dengan keras lalu mengunci nya
" apa maksud mu hah " bentak Dafa, raya memejamkan matanya untuk pertama kalinya dia di bentak
Raya mengatur napasnya " agar Kaka bisa lebih fokus ...
" aku yang fokus atau kamu ," tanya Dafa
" sa...kit kak " ucap raya karena Dafa memegang bahu Raya
" Ray aku orang nya tidak bisa menahan ,jadi jangan berani memancing amarahku ,kapan kita membahas nya kapan " desak Dafa menatap tajam Raya
"kita bisa bicara baik² kak, nanti mommy dan Daddy tahu " ucap raya tak enak Jika permasalahan mereka di tahu sekalipun dia sendiri bingung apa yang membuat Dafa marah
" jika raya punya salah ,raya minta maaf tapi kalau bisa bicara apa kesalahan raya ,atau jika Kaka sudah mulai bosan juga kata kan karena memang hubungan kita awalnya hanya main² bukan dan Kaka juga mendekati ku karena ingin dekat dengan Naya , tapi raya diam saja selama ini berusaha tidak tau papa " ucap raya
" bukan kak Ricko yang memberi tahukan tapi Monica " ucap raya saat dafa menatap nya " jangan memaksa nya jika perasaan Kaka masih sama Naya " Raya tersenyum sekalipun dia tersakiti
" jika Kaka belum siap atau butuh waktu lebih lama lagi , raya siap " lanjut nya lagi
" ayo kembali ke meja makan, aku akan bicara pada Daddy dan mommy lamaran nya tetap di lanjutkan " ucap Raya menggegam tangan Dafa tapi di hempasan dengan kasar
" kamu bilang main² ?? apa aku sebodoh itu harus menerima semua syarat yang di ajukan keluarga mu dan kamu bilang saya main² " tanya Dafa
" lalu apa yang membuat Kaka marah " ucap Raya
" manaHP mu " raya memberi kan HP nya pada Dafa
pyaar
Dafa melempar HP raya ke dinding
raya menatap HP nya yang sudah retak di atas lantai
"apa sudah baikan " tanya Raya lalu duduk mengambil HP nya yang sudah retak
__ADS_1
" berdiri lah " raya masih dengan posisi nya " raya " teriak Dafa
" ayo kita turun ke bawah setelah ini aku antar kamu pulang " raya hanya menurut saja tanpa berniat menolak sudah terlalu sakit hati nya