
hari begitu cepat berlalu jika biasanya Brian akan ke rumah mertua nya ,hari ini harus di batalkan karena akan ada sesuatu malam ini,tapi tidak dengan seseorang perasaan nya sudah mulai was² sejak pulang kampus tadi
" kamu sudah siap " Dafa menggeleng kepalanya cepat
" ayo lah ,nanti kita terlambat bisa² lehermu di potong oleh tuan Alex " Dafa menatap ricko
" bagaimana penampilan ku " ricko tertawa kecil " kau seperti ingin melamarnya karena terlalu tegang " ucap ricko
"sudah ayo " ricko menarik tangan Dafa untuk ke luar dari kamar nya
"bunda aku izin ke luar sebentar iya " izin Dafa pada orang tua nya yang sedang duduk santai bersama
" Lo kalian mau ke mana son ,tidak lama lagi waktunya makan malam " tanya ayah Dafa
" kami mau ke rumah mertua Dafa om, Dafa di undang makan malam bersama " Dafa langsung menatap tajam ricko
" kau sudah punya kekasih " tanya bunda Dafa
" by Bun,yah " Dafa langsung menarik tangan ricko menjauh dari orang tuanya sebelum mereka bertanya lebih jauh lagi
" anak itu iya kebiasaan jika sudah di tanya selalu kabur terus " ucap bunda Dafa
" biarkan saja Bun " ucap ayah Dafa, bunda hanya mengangguk saja
" pakai mobilmu saja " Ricko mengikuti saja
" siap kan mental mu bro ,aku tidak cukup kuat memapah mu nanti saat pulang " ucap ricko terkekeh
" jangan berisik kau membuatku ingin batal ke sana " ucap Dafa kesal
" maka siaplah kau berhadapan dengan manusia harimau itu " ucap ricko
"kau membuatku merinding ric,bahkan hanya dengar suaranya apa aku sanggup atau tidak nantinya " Dafa berdigik ngeri begitu juga ricko
" apa kita akan pergi dengan tangan kosong " tanya ricko
" lalu kita membawa apa " tanya Dafa
" cari dulu apa yang perlu di bawah jika berkunjung ke rumah mertua " Dafa mendengus berat
" apa harus seribet ini " tanya Dafa
" cepat jangan banyak bicara , mobil ini terus berjalan tidak diam di tempat " Dafa langsung memulai pencariannya sekalipun ingin rasanya pulang
sedangkan di kediaman Raya, mereka sedang berkumpul bahkan ada juga indah yang di jemput oleh Alex sore tadi
" gimana kabar keluarga mu nak " tanya ayah abbas
" baik yah " ucap indah
" apa ayahmu masih bekerja " tanya ibu sisil
" sudah tidak Bu, Kaka sudah mau di tinggal sendiri " ucap indah
" kakakmu seperti anak kecil saja tidak mau di tinggal" ucap raya,indah hanya tersenyum
"gimana persiapan kalian " tanya ayah abbas
" sudah mulai berjalan yah,tapi nanti Siska yang lihat besok mereka sudah menepati masion di sebelah " ucap Alex
" berarti nanti indah akan bersama Siska " tanya ibu sisil
" iya Bu, nanti ayah yang jaga si kembar " ucap Alex
" biarkan sama ibu saja ,kasian si kembar jika di tinggal lama oleh ibu nya ,karena itu bukan waktu sebentar " ucap ibu sisil
" tapi Bu ...
"benar kata ibu Lex , Kasian si kembar ,apa lagi paman " ucap Brian
" apa nanti Kaka akan mengadakan pesta " Alex menggaguk
" wah sepertinya seruh " ucap raya
" apa ada yang ingin kamu undang " tanya Naya jahil
" tidak ada " sanggah raya cepat
" yakin, siapa tau nanti kamu mau titip nama " ucap indah menaikan alisnya
" tidak ada " ucap Raya kesal
" padahal aku sudah siapkan undangan kosong " ucap indah ,raya mendengus kesal
" dear " seketika mulut indah tertutup rapat ,raya menjulur kan lidah nya
__ADS_1
" maaf menganggu di depan ada tamu ,katanya undangan dari tuan muda dan Alex " mereka menatap Brian dan Dafa , sedangkan indah sudah senyum² sendiri
" suruh mereka masuk " ucap Brian ,Naya menatap Brian
" siapa paman " tanya Naya
" paman juga tidak tahu nak, karena baru pertama saya lihat " ucap pak Mamat ,setelah itu dia kembali ke depan melihat tamu spesial Brian dan Alex
" Kaka undang siapa " Alex hanya menaikan bahunya
" selamat malam" semua menatap ke sumber Suara ,tidak terkecuali Brian dan Alex
raya melotot kan matanya ,menatap siapa yang ada di depannya lalu menatap Brian dan Alex yang diam saja
" kalian datang ,sini duduk nak " ucap ibu sisil berdiri mendekati Dafa dan Ricko yang sudah keringat dingin
" maaf nyonya kami tidak tau harus membawa apa ,jadi kami hanya membawa ini saja " ucap Dafa
" terimakasih ,ini kesukaan ibu Lo, bibi siapkan cake nya di piring lalu bawah di sini iya " ucap ibu sisil
" baik nyonya " Dafa memberikan kue yang mereka bawah pada pelayan setelah itu ikut duduk di sofa bersama yang lainnya
situasi macam apa ini batin Dafa dan ricko bersamaan
" koh Abang tidak bilang mengundang mereka " tanya Naya menahan senyumnya
" Abang hanya ingin mengenal teman² dari istri dan adik ku " ucap Brian datar
" tidak usah tegang ,kami tidak memakan orang " ucap ayah abbas
"iya tuan ,maaf " ucap mereka berdua
" kalian baik² saja kan " mereka mengaguk
" Baik Nay " ucap Ricko tersenyum kikuk
" permisi nyonya, tuan " ucap pelayan lalu meletakkan kue yang di bawah oleh Dafa dan ricko setelah itu pelayan undur diri
" Ade tidak makan " tanya ayah abbas membuat Raya menelan ludah nya paksa
" hati² dek " ucap ibu sisil ,raya hanya mengangguk saja dan memaksakan senyumnya
ingin rasanya aku menghilang sekarang batin Raya
" adek tidak coba ,padahal ini juga kesukaan adek Lo " timpal ibu sisil ,raya mengambil sepotong bahkan dia sudah tidak tau rasanya seperti apa
" gimana kuliah kalian " tanya ayah abbas
" lancar tuan " ucap Dafa
" aku dengar kamu ,teman nya Naya sejak kecil iya " Dafa tersenyum
" iya tuan " ucap Dafa
" berapa lama lagi kuliah nya " tanya ibu sisil
" 3 bulan lagi, kami akan coass nyonya " Ucap Dafa
" kuliah lah dengan benar " ucap ayah abbas ,mereka mengaguk
" makan malam nya sudah siap " ucap pak Mamat
" ayo kita makan malam dulu ,baru lanjut lagi " ucap ayah abbas lalu mereka berdiri begitu juga Dafa dan ricko
" bisa kita pulang saja " bisik Ricko ,Dafa mengaguk setuju
" aku sudah tidak tahan lagi "bisik Dafa
" ayo nak tidak usah sungkan anggap saja rumah sendiri " ucap ibu sisil
" iya nyonya " ucap mereka lalu ikut makan bersama yang lainnya
" Abang mau itu " Brian mengambil kan apa yang di inginkan istrinya
" yang mana lagi " tanya Brian
" itu saja " dengan telaten Brian memotong kecil daging untuk istrinya
" buka " Naya langsung membuka mulutnya ,Dafa dan ricko memperhatikan Naya yang terlihat manja pada Brian, membuat mereka tersenyum
" Ade makan " Raya langsung menatap piring makannya saat mendengar suara Alex ,indah memukul paha Alex , sedangkan Alex membiarkan saja
mereka makan dalam hening hanya ada suara garpu dan sendok ,biasanya meja makan selalu ribut karena perdebatan raya dan Naya yang tidak mau diam dan kalah salah satunya
setelah selesai makan mereka masih duduk di meja makan ,tapi meja makannya sudah di bersihkan
__ADS_1
" jangan melewati batas kalian ,Alex tidak mungkin mengundang kalian jika tidak terjadi papa " ucap ayah Abbas dengan tegas , seketika tubuh Dafa menegang kaku begitu juga Raya
" kuliah yang benar, jika kamu sudah siap bawa orang tuamu menemui Ku " Ucap ayah Abbas lagi
sedangkan yang lainnya hanya diam
" ayah ...
" adek " raya menutup rapat mulutnya saat Brian bersuara
" tapi jika kamu hanya main² lebih baik kamu menjauh, raya baru kali ini dekat dengan pria selain Alex dan Brian dan kamu pasti sudah bayangkan apa yang akan terjadi jika kamu menyakiti raya " ucap ayah abbas
" sudah berapa lama " Dafa mengakat kepalanya
" sejak kemah bersama tuan " ucap Dafa tegas ,ayah mengaguk kan kepalanya , sedangkan raya sudah menundukan kepalanya
" apa yang sudah kalian lakukan " tanya ayah abbas lagi ,Dafa menelan ludahnya paksa bahkan tangan nya sudah menggegam tangan ricko
" maaf jika saya terkesan kurang ajar ,kami sudah ciuman " ucap Dafa tanpa ragu, raya menghela napasnya panjang sambil memejamkan matanya , begitu juga indah dan Naya
" ayah tidak melarang kalian atau menyetujui tapi ingat batasan kalian jika terjadi sesuatu dengan Raya kamu tidak akan tenang" ucap ayah abbas
" ayah sudah,Ade sama Kaka Dafa tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang ayah ucapkan ,kenapa ayah seolah mengancam Kaka Dafa sih " Ucap Raya kesal bahkan dia meninggikan suaranya
" duduk dan tutup mulutmu ,Abang tidak menyuruh mu bicara " bentak Brian ,seketika suasana di sana menjadi hening
" kenapa tidak bisa , Ade juga berhak bicara Ade hanya menjalin hubungan dengan Kaka Dafa kenapa kalian seolah menantang nya " ucap raya
" Raya Gani Malik " panggil Alex dengan suara rendah
" mungkin saya bukan laki² pertama untuk Raya setelah tuan Alex dan tuan Brian ,tapi tuan bisa pegang kata² saya jika saya tidak main² dengan Raya apa lagi berbuat yang lainnya ,saya menjalani hubungan ini dengan serius bukan yang lainnya " ucap dafa tegas sambil tersenyum menatap Raya , sedangkan yang di tatap hanya menampilkan wajah kesal nya
jika tau seperti ini ,aku tidak akan ikut batin ricko
" apa aku bisa pegang ucapan mu " tanya Alex
" bisa tuan " ucap Dafa
" sudah²,Kita mengundang mereka untuk makan malam bersama bukan nya berdebat ,maaf nak " ucap ibu sisil mencoba membuat situasi lebih baik lagi
" tidak papa nyonya ,memang Dafa yang salah tidak meminta Raya pada kalian sebelum memulai hubungan kami ,itu karena saya memiliki alasan " ucap dafa
" apa alasannya " tanya Brian
" kami hanya ingin menjalani hubungan ini dengan nyaman, dan Raya juga belum cukup siap jika hubungan kami di ketahui selain indah ricko dan Naya " ucap Dafa
" apa dia takut aku akan membunuhmu " tanya Alex ,Dafa hanya diam saja
" iya " ucap raya kesal
" baiklah " alex mengadakan tangannya ,seketika penjaga datang menghampiri nya dan memberikan pistol untuk Alex
" Kaka " pekik raya dan indah
" kenapa " tanya Alex datar
" Ade minta maaf " ucap raya Alex meletakkan pistolnya di atas meja
Dafa ini baru awal ,tapi ingin rasanya aku mati saja batin ricko
" datang lah tiap weekend untuk latihan,jika kamu ingin bersama Raya " Ucap Brian
"Abang itu berat ,Kaka Dafa juga akan praktek nantinya " ucap raya
" jika dia tidak mampu bagaimana dia bisa melindungi mu " ucap Alex ,raya hanya menghela napas nya
" tidak papa yank, baik aku akan ikut latihan " ucap Dafa ,raya menatap kesal ke arah Dafa yang hanya pasrah
setelah mereka duduk dengan tegang akhirnya Dafa dan ricko berpamitan untuk pulang setelah melewati ketegangan yang membuat keduanya berkeringat dingin
" kau membuatku seperti mayat hidup daf " ucap Ricko lalu menyalakan AC hingg full bahkan dia membuka jaketnya karena gerah
" jangan kan kamu aku saja hampir lari dari sana saat tuan Alex memegang pistol " ucap dafa lagi
" kau yakin ingin ikut latihan " Dafa mengaguk
" jika itu harus ,maka aku lakukan " ucap Dafa
" cih kau seperti laki² yang bertanggung jawab " cibir ricko
" jika tidak seperti itu kau lihat sendiri tadi bukan " ucap Dafa
" bahkan aku masih mengingat wajah ayah Raya,tuan Brian dan tuan Alex ,apa nanti aku bisa tidur " tanya ricko
" bahkan aku enggan memejamkan mataku ric " ucap ricko lalu mereka tertawa bersama
__ADS_1