
Alex membawa indah di apartemen miliknya, indah hanya mengikuti saja ,karena dia enggan berdebat terlalu lelah bukan hanya fisik nya hanya batinnya
" mandi lah,pakai saja yang ada di seserahan itu ,nanti aku hubungi ayah jika kamu bersama ku " indah langsung masuk dalam kamar yang di bilang sama Alex
setelah kepergian indah ,Alex memejamkan matanya ,bukan maksud nya membela Nisa dia hanya ingin semuanya berjalan baik² saja tanpa ada yang terluka ,tanpa dia sadari jika indah Sudah terluka dalam sejak kedatangan Nisa,
"hanya diri sendiri yang lebih paham dan mengerti " gumam indah
dia masuk dalam kamar mandi membersihkan dirinya bahkan dia terlihat seperti enggan mandi hanya ingin merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya
hanya 10 menit indah ke luar dari kamar mandi dan mencari seserahan yang di bawah Alex dan di titip kan sementara di apartemen nya ,setelah selesai dengan semuanya ,indah menarik napasnya sebelum ke luar dari kamarnya ,menguatkan hati nya dan selalu mencoba untuk tersenyum
" Kaka " Alex membuka matanya " sudah " indah mengaguk " Duduk dulu aku mau bicara " ucap Alex
" kita balik saja iya " ucap indah
" kenapa " indah hanya tersenyum " pasti di tungguin di rumah ayo " ucap indah
" indah " indah memejamkan matanya , memaksakan untuk duduk " iya Kaka mau bicara apa " tanya indah
" apa kamu tetap seperti ini " tanya Alex
" bukannya sudah selesai aku juga sudah minta maaf ,apa lagi yang harus aku lakukan Kaka katakan saja kalau indah sanggup akan lakukan " Ujar indah
" indah " indah menatap Alex " sudah lupakan saja " ucap indah
" maaf untuk ucapan Nisa tadi " indah hanya mengangguk " tidak papa " hanya itu yang bisa indah ucap kan
bahkan kamu mewakili nya untuk sebuah kata maaf ,tanpa kamu tau perasaan ku Sedangkan aku harus meminta maaf sendiri bahkan sampai dia mengatakan j***** batin indah
" kamu mau ke mana dulu " tanya Alex
" balik saja ke rumah " Alex menatap indah " jangan menahan nya " ucap Alex
indah tertawa kecil " aku baik² saja kak " ucap indah setenang mungkin
" kita bermalam di sini ,aku sudah hubungi ayah dan ibu " ucap Alex
" iya sudah, aku tidak terlalu pintar masak ,apa bisa kita pesan makan malam nya " tanya indah
__ADS_1
" aku sudah pesan " indah mengaguk
" indah " indah menatap Alex " katakan saja kak,dari pada menganggu pikiran Kaka " ucap indah
" bukannya seharusnya kamu " tanya Alex
" kenapa harus aku, aku kan baik² saja " ucap indah
" apa kamu selalu seperti ini, memendam sendirian " indah menggeleng " sebulan kita akan menikah indah apa kamu yakin jika kamu seperti ini hubungan kita akan baik² saja " tanya Alex
" lalu aku harus seperti apa kak, bahkan aku diam saja saat di bilang wanita j***** dan kamu mengucap maaf hanya untuk yang dia ucap kan ,apa aku harus menolak memberontak atau bagaimana ,aku cukup tau posisiku di sini sepeti apa , perusahaan ayah , pertemanan kalian ,aku akan diam di tempat ku seperti sebelumnya tapi jika itu kurang membuatmu puas kata kan saja apa yang harus aku lakukan lagi untuk membuat mu lebih baik, aku cuma memegang apa yang aku miliki tapi sepertinya aku salah karena pada akhirnya aku yang di salahkan " indah menarik napasnya dalam²
" Kaka tunggu saja di meja makan aku saja yang ambil makanan nya " indah langsung berdiri dari duduknya menuju pintu apartemen
" makasih pak " Ucap indah saat makanan mereka sudah sampai setelah itu indah menutup kembali apartemen dan menuju dapur, indah menyiapkan semuanya lalu di tata di atas meja
" Kaka ayo makan dulu " panggil indah ,Alex berdiri mendekati meja makan,indah melayani Alex sebaik mungkin lalu di simpan depan Alex , setelah itu dia mengambil makanan untuk nya sendiri , sekalipun dia tidak berselera " selamat makan kak " Alex hanya diam saja ,mereka makan dalam diam, meskipun rasanya hambar buat indah ,tapi entahlah untuk Alex
"simpan saja,nanti bibi yang bersih kan tiap pagi dia datang membersihkan apartemen " ucap Alex
" tidak papa kak ,hanya sedikit saja " ucap indah sambil melanjutkan pekerjaan nya
setelah semua ,mereka kembali terdiam seperti orang asing satu sama lain
" selamat malam kak " indah berdiri meninggalkan Alex tapi sebelum itu dia berbalik menatap Alex " makasih untuk semuanya " setelah itu indah melanjutkan langkahnya , sedangkan Alex hanya diam menatap indah yang mulai masuk dalam kamar
tidak ingin masalah mareka semakin rumit Alex mengikui indah
" ada yang Kaka butuhkan " tanya indah saat menyadari kehadiran Alex dalam kamar Alex mendekati indah tanpa menjawab ucapan indah
" aku ingin bicara , dengarkan aku baik² " indah duduk di tempat tidur nya " mungkin kata maaf sudah tidak bisa menghapus luka dalam hatimu ,maaf jika aku terkesan lebih membelah Nisa dan aku sadari itu ,aku hanya merasa tidak enak karena aku menampar nya tadi,aku bingung harus seperti apa karena aku tidak pernah berhadapan dengan situasi seperti ini " ucap Alex
"aku juga di tampar " ucap indah
" maaf maksudku ....
" tapi perasaan Kaka baik² saja kan " indah tersenyum " istirahat lah ,lupakan kejadian tadi " ucap indah
" tapi kamu tidak " indah menarik napasnya " aku sudah biasa semenjak kehadiran nya hingga sampai dia akan pergi ,Kaka tidak perlu khawatir aku sudah cukup terlatih " ucap indah sambil tersenyum kuda ,Alex membenci keadaan seperti ini ,sehingga tanpa sadar dia mencium indah, hingga.......
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di rumah sakit besar seperti biasa Ivan akan selalu standby jika keadaan darurat seperti ini ,sehingga dia baru saja menyelesaikan operasi nya yang membutuhkan waktu hampir 4 jam
" gimana keadaan ayah saya dok " tanya seorang wanita
"apa kamu anaknya " wanita itu mengaguk " semuanya baik² kita berdoa saja semoga dia bisa melewati masah kritisnya " ucap Ivan
" apa aku bisa menemui nya " tanya nya lagi
" untuk sekarang belum bisa,karena perawat masih harus selalu memantau nya ,jika keadaan nya sudah lebih baik kita akan pindah kan dan kamu bisa menemui nya " ucap Ivan
" terimakasih banyak Dok " ucap wanita itu sambil menunduk kepalanya
" tidak perlu seperti ini sudah jadi tugas kami ,kamu bersihkan dirimu dulu , pakaian mu penuh darah ,ayah mu tetap ada yang jaga " wanita itu melihat penampilan nya benar saja
" maaf dok ,kalau begitu saya permisi dulu " Ivan hanya mengangguk lalu ikut pergi dari situ
" Abang bisa minta tolong " Brian menatap istrinya
" kenapa sayang " tanya Brian
" apa aku boleh tidur seperti ini " Brian langsung menjauh saat indah memeluk nya dan bersandar di dadanya sedangkan perutnya menyentuk kulit Brian membuat Brian merasa ngilu
" maaf sayang ,bukannya Abang tidak mau tapi perut mu sudah membesar Abang Takut Ade kenapa² " ucap Brian
" tapi Naya pengen tidur di dalam pelukan Abang " ujar naya
" tunggu Abang mikir dulu, kamu nyaman nya gimana sayang nanti Abang sesuai kan posismu saja " tanya Brian
" Naya juga bingung " ucap Naya
" gini kamu tidur terlentang bisa " Naya mengaguk tapi jika terlalu lama belakang ku agak panas " ucap Naya
" iya sudah sini Abang peluk tapi jangan terlalu erat iya " Naya mengaguk " Ade kangen pengen peluk ayah iya " ucap Brian
" Naya yang pengen bukan Ade Abang " Brian tertawa kecil
" baik² istriku yang pengen ,kasih Abang ciuman dulu " Naya memberikan ciuman pada Brian
__ADS_1
" boleh " Naya mengaguk malu² sambil menunduk
" nanti aku pelan² " lagi² Naya hanya mengangguk