Sayangi Aku

Sayangi Aku
belanja


__ADS_3

"Abang mau ikut makan " tanya Naya


" ayo kita turun saja " ucap Alex


Brian dan Alex melihat sekeliling mereka lumayan bersih lalu mereka mengambil duduk sambil berhadapan di meja panjang


"Abang makan saja biar adek Sama Ilham " ucap Ilham


" sudah tidak papa ,kalian pesan lha " ucap Brian


" biar Ade saja Kaka Ilham, Naya Kaka,Abang mau apa nanti aku kasih tau penjual nya "tanya Raya


"aku bakso beranak,tapi bakso dan kuahnya saja tidak sudah dengan yang lainnya ,terus kasih tetelan dan bakso kecil nya juga " ucap naya dengan senyum


" Ade itu bisa habis " tanya Ilham ,Naya menggaguk saja


" biarkan saja il " Ucap Brian


" tapi bang dia kaya kerbau " ucap Ilham


" Kaka " mata Naya berkaca-kaca


" Ilham hanya bercanda sayang ,jangan nangis ada Nathan di sini " ucap Brian sambil menatap Ilham


" ah iya dek ,Kaka bercanda tadi ,Kaka Ilham cuma berpikiran gimana kalau baksonya dari kerbau pasti lebih enak " ucap Ilham tersenyum kikuk sedangkan yang lainnya tertawa kecil melihat Ilham tidak berkutik karena ulah Naya


" sudah sudah ,Kaka Ilham Kaka Alex pesan apa " tanya Raya


" Ilham pesan mie ayam saja dek " ucap Ilham


" Kaka " tanya Raya


" Kaka lihat dulu makanan mu kalau Kaka minat Kaka pesan " Raya hanya mengangguk saja


" Abang " tanya Raya


" kalian saja yang makan , Abang belum lapar " ucap Brian


" selalu seperti itu kalau di ajak makan di tempat kaya gini " cibir Raya lalu berdiri dari duduknya


" Brian coba sini Nathan nya " ucap Alex


" jangan nanti dia salah urat " jawab Brian


" sini saja " Brian memberikan Nathan pada Alex


Alex tersenyum lalu mendudukkan di atas meja sambil memegang pinggang Nathan


" dia kaya si kembar Bri " ucap Alex


" makanya suruh mereka ke sini " ucap Brian


" suaminya kerja Bri " ucap Alex


" kenapa kamu dag pindah kan saja di perusahaan di sini atau yang lebih dekat" ucap Brian


" nanti aku pikirkan " ucap Alex


" selalunya " cibir Brian


" Ilham mau kerja di perusahaan tidak " Tanya Brian


"dia akan menjadi tentara tidak usah lagi kau mengajaknya kerja di perusahaan " ucap Alex


" siapa tau dia mau berubah pikirannya " ucap Brian


" menjadi Abdi negara sudah menjadi cita-cita ku bang "ucap Ilham tersenyum


" kita tunggu dulu iyaa ,aku sudah pesan " ucap Raya


" kamu pesan apa dek " tanya Brian


" sama kaya Naya,takutnya nanti Kaka minta jadi pesan yang bnyak memang " ucap Raya


" cih " cibir Alex


" habis ini kita ke mana " ucap Raya


" pulang " ucap Alex


" kita ke mall " ucap Raya


"tadi Abang bilang apa dek " ucap Brian


" mumpung ada Nathan dan Kaka Ilham bang kapan lagi " ucap Raya


"jangan alasan " ucap Naya


" serius , raya janji tidak melihat ataupun menunjuk yang lainnya serius " tanya Raya dengan wajah tentang nya


"kalau ingkar bagaimana " Tanya Alex


" potong seperempat " ucap Raya


" kamu yakin " tanya Alex , Raya mengaguk


" kamu mau ke mall Sayang " tanya Brian


" terserah sayang " Brian menggaguk


" Lex kosongkan mall sekarang setelah makan kita ke sana " ucap Brian ,Ilham menelan air liurnya dengan paksa


sebenarnya siapa mereka ini batin Ilham


karena Ilham memang belum tau siapa suami dari adiknya selain tidak di perbolehkan main HP dia juga tidak hadir saat mereka menikah jadi dia tidak bisa mengorek informasi lebih dalam bahkan ini baru pertemuan mereka yang ke dua


" adek kamu yakin bisa habis itu " tanya Ilham lagi saat pesanan mereka sudah datang


" Kaka tenang saja " ucap Naya ,lalu mengambil saos jeruk nipis dan sambal


" sayang dikit saja sambalnya iya " Naya mengaguk


" Ilham kue nya Nathan mana " tanya Alex


" ini kak " ucap Ilham ,karena selalu memanggil tuan akhirnya Alex menegurnya dan menyuruhnya sama dengan Raya dan Naya karena memang Brian dan Alex lebih tua darinya

__ADS_1


" Nathan makan kue saja iya " ucap Alex sambil memberikan kue pada bayi yang sudah 6 bulan itu


" Abang mau makan Naya suapin " Brian hanya mengangguk


" adek coba yang kecil-kecil itu "ucap Alex


" tadi di suruh pesan dag mau " ucap Raya tapi dia tetap memberikan yang Alex minta


" enak kan bang " tanya Naya


" lumayan,iya sudah kalian makan lah habis ini kita me mall" ucap Brian


" kalau mau tambah ,tambah saja Ilham " Ilham menggaguk karena mulutnya masih ada isinya ,sedangkan Alex selalu meminta raya menyuapinya


" Kaka is " ucap Raya


" tidak usah cerewet " ucap Alex sambil mengunyah bakso yang di berikan Raya


setelah selesai makan mereka masuk kembali dalam mobil


" apa sudah kosong Lex " tanya Brian saat mereka sudah dalam mobil


"sudah mereka sudah menunggu kita di sana " ucap Alex sambil menjalankan mobilnya di samping nya ada Ilham yang menggendong Nathan sedangkan Brian Naya dan Raya di belakang


" 2 meter Lex " Alex hanya mengangguk saja


selama perjalanan mobil mereka di hiasi dengan suara Nathan yang tidak jelas berbicara apa ,bayi kecil itu belum juga tidur mungkin karena ke asyik atau suka di ajak jalan sehingga dia selalu tertawa sambil lompat lompat layaknya anak bayi


" ayo sekarang kita sudah sampai " ucap Alex saat mereka sudah berhenti depan mall


Ilham melihat di depan mall sudah ada pria berpakaian hitam saat melihat mobil berhenti mereka mendekat ke arah mobil dan membukakan pintu


" selamat datang tuan muda ,tuan asisten " ucap manajer mall itu


" tidak usah mengikuti kami " ucap Alex dingin karena ini bukan untuk bekerja hanya untuk jalan jalan saja


" baik tuan " ucap manajer mall itu lalu meninggalkan mereka


sedangkan anak buah Brian mengikuti mereka dari belakang ,Ilham semakin di buat bingung


" kita mau ke mana dulu " tanya Brian


" pakaian bayi untuk Nathan " ucap raya


" baiklah " ucap Brian


" Abang " ucap Ilham dan Naya


" sudah tidak papa ayo " ucap Brian lalu mereka berjalan menuju toko khusus perlengkapan bayi


Ilham melihat Naya hanya mengangguk saja ,jadi Ilham hanya bisa ikut saja


" selamat datang di toko kami tuan muda, " ucap pelayan toko sambil membukukan badannya


" cari pakaian yang sesuai dengan nya ,berikan yang terbaik pakaian sepatu dan yang lainnya " ucap Alex


" Baik tuan ,silahkan tunggu di sofa dulu " Ucap pelayan itu lalu meninggalkan mereka


" Abang " panggil Naya


" kenapa hm, " ucap Brian


" semuanya tidak ada yang berlebihan ,jadi jangan membantah ok " Naya hanya mengangguk saja


" Nay ayo kita bantu cari buat Nathan " ucap Raya ,Naya menggaguk


" ikuti mereka " ucap Alex pada pengawal


" baik tuan " ucap mereka


" Ilham mau beli apa " tanya Brian sambil bermain dengan Nathan


" tidak usah bang " tolak Brian


" jangan sungkan katakan saja " ucap Brian


" beneran bang,Ilham tidak mau papa " Brian hanya mengangguk saja


hampir sejam menunggu mereka akhir selesai juga ,Ilham melotot saat menatap tas belanjaan yang di bawah pengawal


" sekarang ikut ayo kita pergi lagi " ucap Brian


" ke mana bang " tanya raya


" ikut saja " raya mengagguk


mereka berhenti di salah satu butik ternama yang khusus menyediakan pakaian untuk laki laki mereka masuk di dalam


" selamat datang tuan muda " ucap mereka serempak


" bawa dia ke dalam pilihkan pakaian yang cocok untuknya dari atas sampai bawah " ucap Brian


" Abang " panggil Ilham


" ikut mereka saja " Ilham hanya mengangguk saja


" Abang ini saja sudah banyak " ucap Naya


" tidak papa sayang, kamu mau sesuatu belanja lah " Naya menggeleng


" kita beli buat Tante gimana " Naya menggeleng karena belanjaan buat Nathan saja sudah ratusan juta ,itu semua karena Raya


" sayang jangan takut habis uangku,aku kerja buat kalian jadi belanja lah buat mama iya " ucap Brian


" tapi ini saj ...


" sudah ayo kita Carikan baju buat mamamu " ucap raya memotong ucapan Naya ,lalu mereka ke luar dari butik itu di ikuti beberapa pengawal syukur Alex sudah mengosongkan mall nya


" Abang ,Kaka ,Ilham tidak usah iya " Brian dan Alex menatap Ilham


" lihat lah ,masa hanya baju kaos harganya segini ,beli di pasar dekat rumah saja bisa dapat 50 lembar " ucap Ilham polos


" ambilkan yang sesuai dengan ukurannya " ucap Alex


" Kaka di sini mahal " Alex hanya diam saja

__ADS_1


" Abang uangnya buat Ilham tabung saja iya buat nikah Nanti " ucap Ilham


" duduk saja kita tunggu mereka balik " ucap brian


pukul 10 malam mereka baru sampai di rumah ,depan rumah sudah ada ayah ibu bapak dan mama yang menunggu mereka.


" kenapa tidak ada yang angkat di hubungi " tanya ayah abbas


" kami singgah di mall yah " ucap raya


tidak lama para pengawal membawa banyak tas belanjaan bahkan hampir 10 orang yang menenteng tas belanjaan


" koh ibu tidak di ajak " ucap ibu sisil


" ini dadakan Bu" ucap alex


" tapikan bisa nyusu kita nya " ucap ibu


" sudah sudah ayo kita masuk dulu ,itu kasian Nathan sudah bobo mungkin karena ke capeaan " ucap ayah abbas,mereka masuk di ikuti oleh pengawal yang membawa tas belanjaan tadi


" apa yang terjadi " ucap mama pada Ilham


" Ilham ingin pingsan ma " ucap Ilham.


" kenapa " tanya pak Jhoni


" lihat lah sebentar " ucap Ilham


" maaf ma pak mungkin ini tidak sesuai dengan kesukaan kalian , Raya yang memilih nya " Ucap Brian saat pengawal sudah menyimpan barang belanjaan mereka


" maksudnya " tanya pak Jhoni


" ini barang buat kalian " Ucap ibu sisil


" semuanya " tanya pak Jhoni


" iya om ,itu ada baju Kaka Ilham ,Nathan,sama Tante dan om " ucap Raya


bapak dan mama menelan ludah nya paksa lalu melirik ke arah Naya


" di terima iya pak ma " ucap Naya


" tapi ini banyak sekali Nay ,bahkan kami tidak sanggup pakai nya " ucap mama Lila


" pakai saja ma, " ucap Brian


" makasih banyak bang " ucap Ilham


" kamu sudah mengatakannya hampir 100 kali " ucap Brian tersenyum


" astaga nak Brian ini harganya bisa buat beli tanah d kampung " ucap mama Lila


" kalau begitu Tante tukar saja bajunya dengan tanah di kampung "


PLak


raya menggosok lengan nya yang di pukul ibu sisil


" sayang nak ,baju bagus kaya gini di tukar dengan tanah " ucap mama Lila lalu dia melihat baju untuk Nathan matanya melotot


" astaga kenapa mahal mahal semua nak " ucap mama Lila


" tidak papa " ucap Brian


" Abbas " panggil pak Jhoni


" sudah tidak papa , pakai lah supaya kamu awet muda " ucap ayah Abbas tersenyum


" terimakasih banyak " ucap pak Jhoni


" ini tidak sebanding dengan kehadiran Naya dan hadiah yang dia bawah dalam keluarga kami ,karena dia kami bisa seperti ini ,jadi jangan sungkan atau merasa terbebani ,Brian suami anak kalian jadi nikmati lah " ucap ayah abbas


" hei kenapa menangis " tanya Brian


" Naya senang lihat bapak mama dan Kaka tersenyum" ucap Naya


" sudah jangan nangis nanti Ade bangun " ucap Brian karena Nathan masih di gendongan nya ,Naya mengaguk


" makasih nak ,maaf " ucap pak Jhoni


" tidak papa Naya bahagia " ucap Naya tersenyum


"ini nanti bapak pakai saat kerja" ucap pak Jhoni


" pakai saja Jhon " ucap ayah abbas


" kalau mama pakai nya mau ke mana , kecuali ada pesta " ucap mama Lila


" pakai di rumah mba " ucap ibu


" Kasian mba sayang " ucap mama Lila


" Kaka kenapa diam " tanya Raya


" bingung dek ,Kaka mau pakai gimana sedangkan Kaka masih pendidikan " ucap Ilham


" kan Kaka bisa pakai saat sudah selesai " ucap Raya lagi


" ah iya ya " ucap Ilham tertawa kecil


" sudah ayo kita istirahat, kasian Naya nanti besok kita lanjut jalan jalan nya ,jangan lupa minum susunya nya iya "ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap Naya


" sudah sudah ayo kita ke kamar masing-masing, belanjaan nya nanti di beres kan pelayan " ucap ayah Abbas


lalu mereka masuk dalam kamar masing-masing untuk sedangkan belanjaan di baikan saja nanti pelayan yang arus


" pak ,mama jadi tidak enak " ucap mama Lila saat mereka Sudah di kamar


" bapak juga ma ," ucap pak Jhoni


" iya tapi kita tidak mungkin menolak nya takutnya mereka kecewa, tadi mama lihat harganya saja mama hampir jantungan pak " Ucap mama Lila


" sudah ayo kita istirahat ,lihat Nathan mungkin dia terlalu lelah hingga tidurnya Ateng bangat " ucap pak Jhoni

__ADS_1


" iya pak " ucap mama Lila


sebelum mereka tidur dia mengganti pakaian Nathan mengganti pempers menggosokkan minta telon lalu mereka tertidur


__ADS_2