Sayangi Aku

Sayangi Aku
berkunjung ke perusahaan


__ADS_3

di sebuah apartemen mewah seorang wanita cantik sedang memilih pakaian yang cocok untuk nya,dia memilih pakaian yang berwarna merah yang menurut nya pas untuk bertemu dengan Brian ,lalu dia merias wajahnya sebaik mungkin,dia ingin menampilkan yang terbaik untuk Brian


" sudah selesai, tunggu aku sayang " ucap citra dengan senyuman manis sambil melihat penampilan nya lewat pantulan kaca di depannya


setelah di rasa semua sudah siap ,dia ke luar dari apartemen miliknya dengan membawa berkas yang sudah di berikan oleh suruhan tuan Askar


sepanjang perjalanan dari ke luar dari apartemen citra selalu tersenyum


berbeda dengan Brian yang sedang menahan emosinya setelah mendapat kan Dafa dan Naya sedang duduk berduaan, Alex yang melihat itu hanya bisa diam dia tidak berani untuk bersuara


" di mana mereka sekarang " tanya Brian


" mereka masih di kampus tuan " ucap Alex


" jam berapa perwakilan dari mereka datang " tanya Brian


" sedikit lagi tuan karena perjanjiannya jam 2 " ucap Alex


tok...tok....


" masuk "


" maaf tuan di depan sudah ada perwakilan dari perusahaan xx " ucap sekertaris Brian


" suruh dia masuk " ucap Alex


sekertaris itu ke luar memanggil nya tidak lama sekertaris nya masuk kembali


" tuan ini perwakilan dari perusahaan xx" ucap sekertaris Brian, masuklah seorang wanita cantik dengan penampilan yang terbuka ,Brian dan Alex menaikan alisnya


" apa kau tidak salah " tanya Alex lagi


" tidak tuan ,benar dia perwakilan dari perusahaan xx" ucap sekertaris Brian


" baiklah kamu ke luar " ucap Alex ,lalu sekertaris Brian ke luar dari ruangan itu


" kita ketemu lagi bri " ucap citra dengan suara manjanya


" hbm ,cepat selesaikan karena aku masih ada urusan lain " ucap Brian ,sedangkan Alex hanya diam menatap citra


" santai saja dulu, Kita mengobrol apa kau tidak merindukan kebersamaan kita dulu " tanya citra sambil mendekati Brian dan duduk di sampingnya


" jangankan merindukannya mengingatnya saja aku jijik " ucap Brian ketus


" ayo lah Bri,aku tau kamu masih mencintaiku " ucap citra dengan percaya diri


" jika kamu ke sini hanya untuk membuang waktu ku mendingan kamu ke luar " ucap Brian


"aku semakin yakin kalau kau masih memiliki perasaan padaku " ucap citra lagi


" KELUAR" teriak Brian sambil menatap tajam citra,dia memikirkan Naya di tambah lagi wanita ini mengusik nya


" baik kita bahas urusan kerjaan " ucap citra takut bisa bisa dia kehilangan kesempatan untuk dekat lagi dengan Brian


" cepat " ucap Brian


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" tugas tugas lagi " keluh indah


" iya kebiasaan jika tidak masuk pasti hanya di kasih tugas " ucap Raya


" sudah ayo, kita ke perusahaan mumpung dosennya tidak ada " ucap Naya


" iya sudah ayo, kantor Abang juga dekat dari sini " ucap Raya


" pakai mobil kalian kan ,nanti mobilku di bawah bodyguard " Raya menggaguk saja


mereka berjalan ke arah parkiran sambil bercerita sesekali mereka tertawa


sedangkan di perusahaan Brian dan Alex sudah mulai jengah karena sudah hampir satu jam dia datang citra seperti mengulur waktu agar ingin lama bersama mereka


" kenapa tuan askar mengirim orang bodoh seperti mu hah " ucap Brian ketus


" kenapa harus buru buru sih bri " ucap citra


Brian memejamkan matanya " Lex selesaikan cepat kepalaku pusing " ucap Brian


" aku tidak mau sama Alex " ucap citra


" aku bisa saja menolak jika kamu melewati batas mu ,kamu harus sadar diri kamu siapa " ucap Brian ketus


" kenapa kamu tidak memberi kan kesempatan padamu bri " ucap citra


" seperti nya kau memang benar benar bermain denganku , dari tadi kau mengulur waktu hanya untuk meladeni wanita j***** sepertimu " ucap Brian menatap tajam citra .


masih asik dengan percakapan mereka tiba tiba pintu terbuka, Raya dan Naya masuk dalam ruangan itu sedangkan indah tadi ke toilet


Raya dan Naya melotot kan matanya melihat siapa yang ada di ruangan Brian ,citra yang melihat kedatangan Naya dengan cepat mencium pipi Brian ,membuat Brian dan Alex kaget


" Abang " panggil Raya ,Brian dan Alex melihat ke arah pintu mata mereka melotot melihat raya dan Naya sudah dalam ruangan mereka dengan keadaan diam di tempat sedangkan citra tersenyum bahagia


Naya mendekati Brian dengan kesal sedangkan Raya dan Alex menelan ludahnya paksa Raya mengikuti Naya sedangkan Alex mendekati citra


PLak


dengan tenangnya Naya menampar citra saat sudah di depannya dengan keras membuat mereka semua kaget dengan yang ada di depan mereka di Mana Naya yang mereka kenal yang sangat manja dan takut ,citra mengepalkan tangannya


" apa yang kau lakukan hah " bentak citra


" sayang " ucap Brian


" DIAM " teriak Naya dengan emosi yang sudah meluap

__ADS_1


"kau bertanya apa yang aku lakukan ,lalu kau sendiri apa yang kau lakukan hah " bentak Naya


" sayang jaga emosimu ,Lex seret wanita ini ke luar" ucap Brian


" kakak diam di tempat nya " Brian menatap Alex


" jika Kaka mengeluarkan dia Naya akan pulang ke rumah bapak " Alex bingung harus berbuat apa ,sedangkan Raya juga bingung


" sayang dengar kan dulu " ucap Brian lembut


" diam " bentak Naya , Raya menahan tangan Brian


" kau " tunjuknya pada citra " apa segitu cintanya sama suamiku sehingga membuatmu tidak punya malu hingga bertelanjang di depannya seperti ini " ucap Naya


Naya melihat berkas yang ada di atas meja lalu dia mengambilnya lalu merobek berkas yang di bawah citra lalu melemparkan ke wajah citra


Brian Alex hanya bisa memejamkan matanya


" yakkk apa yang kau lakukan j******" teriak citra ,Brian berdiri saat citra menyebut istrinya j*******


PLak


Brian langsung memeluk istrinya tapi Naya menolak ,citra yang mendapat kan tamparan yang ke dua kali nya ingin membalas tapi tangannya di tahan Alex


" bukanya aku sudah memberikan peringatan padamu " ucap Alex dingin,citra hanya meringis saat Alex menghempaskan tangan ya


" sadar siapa kau ,di mana tempat mu ,kau hanya sampah busuk yang masih mengharapkan suamiku ,jangan karena aku diam selama ini kau dengan sesukamu mendekati nya ,kau salah karena sudah mengusik hidupku, kau memang orang yang perna dia cintai tapi itu dulu sebelum kau mengobrol tubuhmu, percuma kau cantik jika murah " ucap Naya tersenyum jijik


" sayang " Naya masih menolak pelunakan Brian sedangkan citra sudah memberontak karena Alex menahan nya


"lihat lah penampilan mu bahkan anak jalanan saja masih sopan dari pada kamu, apa dengan memperlihatkan asetmu itu dia akan tertarik yang ada suamiku jijik karena dia tau jika sudah banyak yang menikmatinya " ucap Naya ketus


" kau ....


Alex langsung menarik paksa citra ke luar sebelum menyelesaikan ucapannya dari ruangan itu karena Brian sudah Menatapnya nya ,setelah kepergian citra Naya duduk di sofa , Raya langsung mendekati nya


" setelah ini jangan harap hidupmu bisa tenang , seret wanita gila ini ke luar " ucap Alex pada pengawal raya dan Naya ,setelah mereka membawa citra dia melihat wanita yang tidak asing dia mendekati nya


" apa yang kau lakukan di sini " tanya Alex dingin


" maaf tuan, saya mencari raya tadi kami ke sini sama sama tapi aku izin ke toilet " ucap indah


" siapa yang menyuruhmu ke sini " tanya Alex lag


" raya kami datang sama sama " ucap indah


" ikut " ucap Alex ,indah hanya mengikuti langkah Alex sedikit berlari karena langkah Alex besar


sedangkan dalam ruangan Brian dan Raya masih menenangkan Naya


" kau Baik-baik saja " tanya raya


" Ray.....


" sayang kamu kenapa " tanya Brian panik karena wajah Naya pucat, Raya langsung mengambilkan minum untuk Naya dia membantu nya untuk minum


" raya Elus perutku keram " ucap Naya lirih , sebenarnya dia sudah merasakan dari tadi tapi dia menahannya syukur Alex sudah menariknya paksa citra ke luar


Brian langsung mengelus perut Naya dengan lembut begitu juga dengan Raya


" sayang buka matamu jangan membuatku khawatir " ucap Brian tapi Naya masih memejamkan matanya


" Abang kita ke rumah sakit ,adek takut " ucap Raya dengan suara bergetar


" aku tidak papa" ucap Naya sambil membuka matanya


" jangan membuat ku takut " ucap Raya meneteskan air matanya


" sayang kita ke rumah sakit iya " Naya menggeleng


Alex dan indah masuk melihat keadaan Naya mereka lngsung mendekat


" kenapa " tanya Alex panik


" perut Naya keram kak , Raya takut " tangisan Raya pecah ,indah langsung memeluk Raya sambil mengelus punggung


" sayang please kita ke rumah sakit iya " Naya masih menggeleng


" segera ke kantor sekarang,gunakan helikopter " ucap Alex di sambungkan telepon lalu mematikan nya


" angkat nyonya ke kamar tuan " ucap Alex


" di sini saja ,Naya baik baik saja " ucap Naya lirih sambil tersenyum


"tunggu sebentar iya ,Ivan akan ke sini " Naya hanya mengangguk dia masih memejamkan matanya sedangkan tangan satunya memegang lengan suaminya ,Brian dan Raya masih mengelus perut Naya ,tiba tiba saja Naya menetes kan air matanya membuat Brian merasa bersalah ,syukur hari ini dia tidak memiliki jadwal di luar atau meeting


" sayang maaf " ucap Brian sambil menghapus air mata Naya,sedangkan indah menggegam tangan Raya


" maaf " Ucap Ivan yang baru datang syukur dia menggunakan helikopter dia sudah berpikiran buruk karena tidak pernah dia di panggil menggunakan helikopter


" periksa cepat " ucap Brian yang melihat Ivan datang ,Ivan hanya mengangguk


" indah " ucap Ivan ,indah melihat Ivan kaget


" kamu ngapain di sini " tanya Ivan


" kamu ke sini memeriksa nyonya muda bodoh bukan mengobrol dengan nya " bentak Alex ,Ivan menelan ludah nya paksa mendengar bentakan Alex


" periksa istri ku dengan baik setelah ini kamu beres kan semua barang-barang mu " Ucap Brian


" maaf aku hanya kaget ,bisa baring kan atau antar dia ke kamar supaya aku bisa memeriksa nya dengan baik " Brian langsung mengangkat Naya ke kamar


Ivan memeriksa Naya dengan teliti,sedangan Naya hanya melihat orang yang menatap nya Brian Alex Raya indah mereka tidak kalah cemas

__ADS_1


" jangan biasakan dia emosi atau menahan sesuatu yang membuatnya pikiran karena itu berdampak pada janin nya, orang hamil muda rentan dengan keguguran jadi sebaik kalian hindari itu karena itu yang membuatnya sedikit keram tapi jika terus seperti ini akan berbahaya " ucap Ivan sambil merapikan alat nya


" untuk nyonya muda jika ada sesuatu yang mengganjal utarakan jangan menahannya ke luarkan ,tetap jaga kesehatan nya,semuanya baik baik saja tapi jika ingin memastikan bisa USG " Ucap Ivan lalu berdiri


" biarkan dia istirahat " mereka mengaguk lalu ke luar dari ruangan itu hanya ada Brian dan Naya


" maaf sudah membuatmu seperti ini " ucap Brian sambil mengelus punggung tangan Naya


" Abang " panggil Naya dengan suara bergetar


" iya sayang kenapa hm ,mana yang sakit " tanya brian panik


" maaf Naya sudah merobek kertas tadi, maaf " Ucap Naya menangis ,Brian langsung memeluk istrinya


" tidak papa sayang ,kamu lebih berharga lebih penting dari selembar kertas tadi " ucap Brian


" tapi Naya ,sudah membuat Abang kehilangan kerja sama dengan orang lain " ucap Naya sesegukan dalam pelukan Brian


" kamu tenang saja ,kami belum membahas papa sayang ,belum ada kontrak papa ,kamu tenang iya ,ingat baby sayang kata Ivan kamu tidak boleh banyak pikiran " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk


"istirahat iya ,abang temani di sini " Naya menggaguk,Brian mencium kening istrinya


saat Naya sudah terlelap dengan baik , Brian ke luar dari ruangan itu di sana masih ada Ivan


" sudah tidur " Brian mengaguk


" selesai kan semuanya Lex jangan biarkan wanita itu kembali buang dia sejauh mungkin " ucap Brian lalu duduk di samping Raya


" Abang Naya baik baik saja kan " Brian mengaguk


" tenang lah dia cuma istirahat " ucap Brian mengelus kepala Raya


" aku hampir lupa ,kamu ngapain di sini dek " tanya Ivan


" ikut Raya sana Naya " ucap indah


" kamu kenal " tanya Brian


" iya adikku " ucap ivan


" adikmu yang mana " tanya Alex


" adik sepupuku " ucap Ivan


" koh bisa bersama mereka " tanya Ivan


" kan mereka teman indah kak,satu kampus " ucap indah


" kirain kamu ke sasar ke sini ,kamu sudah pulang kuliah " indah mengaguk


" sebenarnya tadi kenapa " tanya Ivan


" ada nenek sihir kak ,adek sampai jengkel ingin rasanya tabok kepalanya " ucap raya


" bukannya tadi kamu diam saja dek " Ucap Alex


" Ade diam karena aku takut Naya kenapa napa" ucap raya kesal ,Alex hanya mengangguk saja


" iya sudah aku balik dulu ,kamu tau aku masih ada jadwal operasi tahu " Ucap Ivan sambil menatap tajam Alex


" pergilah " Ucap Alex


"jangan lupa bayaran ku ,adek mau ikut " tanya Ivan


" kau tidak berkerja saja kami membayar mu " ucap Alex ,Ivan hanya tertawa kecil


" tidak, indah bawah mobil " ucap indah


" kamu bawah mobil " tanya Ivan


" sopir " Ivan mengaguk saja lalu ke luar dari ruangan itu karena masih ada jadwalnya jadi harus kembali lagi ke rumah sakit


" adek,Abang mau tanya jawab dengan jujur " ucap Brian , raya hanya mengangguk saja


" apa tadi Naya bertemu dengan Dafa " tanya Brian, Raya sudah duga pasti nanti akan di tanya


" iya tapi adek sama indah temanin koh, tadi Kaka Dafa ada yang ingin di bicarakan jadi kami duduk di kursi yang beda dengan mereka ,Abang jangan marah dengan Naya ,Naya sudah menolak kak Dafa karena Dafa mengutarakan perasaannya pada Naya , tadi Raya yang paksa ketemu supaya Kaka Dafa tidak terlalu berharap pada Naya, awalnya Naya menolak tapi kami berjanji menemani ,benarkan indah " indah mengaguk" Naya menganggap kaka Dafa hanya sebagai teman " ucap Raya sekalipun sebagian bohong tapi Raya berbicara dengan lancar ,dia tidak ingin Abang nya bertengkar dengan Naya setidaknya yang di takut sudah bisa di atasi


" jangan bohong dek " Ucap Alex


" apa Kaka pernah lihat adek bohong "ucap Raya sekalipun takut tapi sebisa mungkin terlihat biasa saja


" raya ,aku duluan iya " ucap indah


" tidak sama sama saja " tanya raya


" kan Naya lagi istirahat, mobil sudah di bawah " ucap indah


" mau aku antar ke bawah " tanya Raya


" aku bisa sendiri " ucap indah


" antar dia Lex " ucap Brian


" mari saya antar ke bawah " ucap Alex ,indah melihat Raya menggaguk


" ah terimakasih tuan " ucap indah ,tapi Alex diam saja


" Abang kenapa bisa ada citra di sini " tanya Raya saat Alex dan indah ke luar


" Abang juga tidak tau, kata sekretaris Abang itu perwakilan dari perusahaan xx " Ucap Brian


" pasti ini sudah dia rencana kan ,jika tadi terjadi papa dengan Naya dan ponakan ku sudah adek kuliti " ucap Raya sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


" sudah ,nanti Alex yang bereskan ,Naya juga sudah tidak papa " ucap Brian


" iya bang " Ucap Raya


__ADS_2