
pagi kembali menyapa dan rembulan malam kini telah berlalu. Naya membangun kan Brian untuk menemani nya jalan² di sekitar rumah karena udara pagi hari di kampung sangatlah sejuk dan menenangkan
" Abang " Naya mengelus lengan suaminya dengan pelan
" Abang " panggil Naya ulang
" hebm "
" Abang mau tidak temani Naya jalan² pagi " Brian membuka matanya menatap Naya yang sudah rapi dengan pakaian rumah nya
" tunggu iya ,Abang cuci muka sama sikat gigi saja " ucap Brian,Naya memberikan air minum untuk suaminya
" kalau Abang masih lelah ,nanti Naya jalan² sendiri saja tidak papa " Brian menatap Naya
" tidak ,jika tidak bersama ku "ucap Brian
" iya sudah naya tunggu Abang " Brian langsung berdiri dan masuk dalam kamar mandi, sedangkan Naya membersihan tempat tidur dan menyimpan kan pakaian untuk Brian
" itu pakaian Abang " ucap naya saat melihat suaminya ke luar ,Brian hanya mengangguk saja
" apa kamu tidak sarapan dulu sayang " tanya Brian sambil memakai bajunya
" Naya sudah buat jus ,untuk sementara makan itu dulu nanti pulang dari jalan² pagi baru Saparan " ucap Naya
" ayo " Naya menerima uluran tangan Brian
mereka ke luar dari kamar itu dan menuju dapur hanya untuk minum jus yang sudah di buat Naya
" jadi kalian jalan pagi nya " tanya mama Lila
" iya ma, mama buat apa " tanya Brian
" lagi buat sarapan dan camilan untuk sebentar yang bantu bapak atur toko " ucap mama Lila
" camilan nya tunggu Naya saja ma, nanti Naya bantu " ucap Naya, sambil memberi jus nya pada Brian
" baiklah " ucap mama Lila
" jangan terlalu jauh, nanti kamu kelelahan " ucap mama Lila
" iya ma, bapak mana " tanya Naya
" jaga adik di kamar " ucap mama Lila
" kami jalan dulu ma, bilang bapak tunggu Brian dulu baru atur toko " ucap Brian
" iya nak " ucap mama Lila, Brian dan Naya meninggalkan dapur dan ke luar dari rumah
" kenapa tidak pakai sendal sayang " tanya Brian
" aku sering lihat orang² di sini seperti itu bang " ucap Naya
" tapi nanti kakimu luka sayang ,pakai lagi sendalnya " ucap Brian
" tapi pas di jalan besar aku buka iya " Brian masih saja diam
" Abang ini Baik untuk orang hamil sepeti aku ' ucap Naya meyakinkan
" kamu yakin " Naya mengaguk " baiklah tapi jika kakimu sakit harus pakai sendal ,dan jika sampai kakimu lecet awas saja " Naya mengaguk tersenyum
" terimakasih papi " ucap Naya Brian hanya diam saja
Brian memegang sendal Naya ,saat Naya sudah melepas kan sendalnya dan berjalan sambil memegang lengan suaminya
" selamat pagi nak Brian " sapa tetangga
" pagi pak Bu " ucap Brian ramah
" kalian jalan pagi juga Nay, ayo sama² dengan ibu " ucap nya
" iya Tante, mumpung masih di kampung " ucap Naya tersenyum
" kami duluan iya nak " ucap nya lagi
" iya pak Bu " ucap Naya tersenyum
__ADS_1
"mau pakai sendal " Naya menggeleng " kalau sakit jangan di paksa iya " ucap Brian
" iya Abang sayang " ucap Naya
Brian mengikuti langkah kaki Naya yang pelan sesekali dia mengelus perut Naya bahkan Brian melihat bukan hanya orang hamil yang masih muda tua pun ikut jalan pagi tanpa alas kaki
" Abang mau coba " tanya Naya saat Brian membuka alas kakinya ,Brian mengaguk
" dari tadi yang aku lihat seperti itu jadi Abang ingin mencoba nya " ucap Brian
" sini Naya yang pegang " ucap Naya
" tidak usah, kamu jalan saja dengan baik dan lihat baik² langka mu " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk
sedangkan di sisi yang lain ,ibu indah bangun lebih awal tujuannya kamar indah
tok ...tok ....tok
" tunggu iya dear, aku buka pintu dulu " indah hanya mengangguk lemah
ceklek
" apa indah baik² saja " tanya ibu indah saat Alex sudah membuka pintu
" sementara di kamar mandi Bu, mual " ucap Alex
" iya sudah ibu buatkan minuman hangat kamu temani dia dulu " ucap ibu indah ,Alex mengaguk tanpa menutup rapat pintu kamarnya
" masih mual " tanya Alex ,indah menggeleng lemah
Alex membantu indah membawanya ke tempat tidur
" ada yang kamu inginkan " indah hanya menggeleng
" mas minta tolong Elus perutku boleh " tanpa menjawab Alex mengelus perut indah ,membuat indah nyaman hingga dia kembali terlelap
" apa dia tidur lagi " tanya ibu indah masuk sambil membawa minuman hangat
" iya Bu " ucap Alex
" sayang,bangun minum dulu ayo tidak Baik tidur sedangkan perutmu kosong " ucap ibu indah
" istirahat lagi, nanti sebentar ibu antarkan ke sini sarapan nya " ucap ibu indah
" tidak usah Bu, kami akan turun di bawah ini hanya sementara " ucap indah lirih
" jangan paksakan nak ,kalau tidak sanggup " indah hanya mengangguk
" ibu tinggal iya ,jika butuh papa nanti bilang saja " ucap ibu indah
" iya Bu " ucap Alex
" mau tidur lagi " indah mengaguk
" sini mas " indah menepuk samping nya ,Alex mendekat dan memeluk indah
" kenapa hm " tanya Alex lembut
" pengen di peluk saja mas" Alex tersenyum lalu mencium kening indah
" maaf, membuatmu selalu seperti ini saat pagi hari " ucap Alex mengelus rambut indah
" ini sungguh nikmat mas ,kapan lagi coba indah seperti ini bukannya semua perempuan yang sudah menikah akan seperti indah jika hamil Bahkan Dulu Naya juga kan " Alex hanya diam sambil mengelus kepala indah
" tenang lah semua akan membaik setelah 3 bulan " ucap indah
" mau makan sesuatu " indah menggeleng
" lidah ku masih pahit " Ucap indah
" sabar sedikit lagi iya " indah mengaguk
" sayang jangan buat mama lelah iya, jika ingin sesuatu bilang sama papa ,papa akan membelikan apa pun yang kamu inginkan " Ucap Alex mengelus perut indah
" apa Kaka Ivan cerita sesuatu " tanya indah
__ADS_1
" hebm "
" jangan mempercayai nya " ucap indah
" tapi aku percaya " ucap Alex , indah hanya tersenyum
" kenapa memendam nya sendiri hm " tanya Alex
" aku hanya tidak ingin membuat hubungan kalian renggang apa lagi kalian sudah dekat satu sama lain " ucap indah
" tapi itu sudah terjadi dear ,apa pun yang tidak membuatmu nyaman katakan saja jangan kamu pendam sendiri " ucap Alex
" akan aku coba ,karena aku tidak suka mengungkit karena itu membuat ku semakin sakit " ucap indah lirih
" kamu diam pun akan tetap sakit bukan, padahal belum tentu yang kamu pikirkan itu benar " ucap Alex
" indah hanya ingin semua nya berjalan dengan lancar mas " ucap indah
" iya aku tau ,tapi dengan sikapmu seperti itu akan membuat masahlah semakin menumpuk dan itu akan membuat kita seperti orang asing nanti nya " ucap Alex
" seperti nya aku harus berterima kasih pada Kaka Ivan ,karena pagi ini mas cerewet sekali " ucap indah ,Alex hanya diam saja
" tetap lah seperti ini ,aku tidak peduli di luar sana mas bersikap seperti apa ,tapi saat di depanku dan berdua seperti ini aku ingin mas Seperti ini " ucap indah
" sepertinya kamu sudah baikan "indah terkekeh pelan
" mau mandi " indah menggeleng " dingin mas " ucap indah
" dingin " beo Alex ,indah hanya mengangguk
" apa kamu takut air " tanya Alex lagi
"tidak hanya dingin saja " ucap indah
" kan bisa pakai air hangat dear " ucap Alex
" nanti saja iya mas ,baru indah mandi " Alex Mengaguk saja
" iya sudah sini aku bantu cuci muka sama gosong gigi " ucap Alex lalu membawa indah ke kamar mandi untuk membantu membersihkan diri
setelah selesai mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama bahkan mereka masih memakai piyama tidur sedangkan indah memakai jubah luarnya.
" kalian belum mandi " tanya ayah Bakrie
" dingin ayah " ucap indah
" dingin, sejak kapan Ade takut air " tanya fajar
" sejak pagi tadi, air di kamar mandi indah seperti es batu " ucap indah
" sudah ayo kita sarapan dulu " ucap ibu indah
" Bu apa tidak ada jeruk " tanya indah
"mau langsung makan jeruk " tanya Alex ,indah mengaguk
" tidak papa nak " ucap ibu indah
" maaf non "indah mengambil jeruk yang di bawa pelayan
" makasih bibi " ucap indah ,pelayan hanya mengaguk lalu pergi dari meja makan itu
mereka hanya menatap indah yang memakan jeruk itu tanpa rasa asem sama sekali
" Kaka mau " tanya indah saat fajar menatap nya dengan cepat fajar menggeleng
Alex menyuapi indah ,yang awalnya indah menolak tapi saat melihat tatapan Alex membuat indah menciut
" kunyah dengan benar ,jika Tidak ingin aku membuang nya ke tempat sampah " ucap Alex
ayah dan ibu merasa kasihan tapi itu demi kebaikan indah karena dia belum makan nasi sama sekali tapi dia malah makan jeruk yang sudah di pastikan rasanya seperti apa
" benar itu Abang ,marahin saja " indah menatap sinis Kaka nya yang berani memprovokasi suaminya
" buka mulutmu " Dengan terpaksalah indah membuka kembali mulutnya bahkan kini dia sudah lupa dengan jeruknya yang sudah di makan setengah
__ADS_1
setidaknya indah sudah makan bukan ,jadi anaknya tidak akan ileran itu lah pikiran Alex makanya sejak tadi dia membiarkan indah makan hingga setengah
"jangan memasang wajah seperti itu " indah tersenyum manis bahkan ayah ibu dan fajar tidak bisa menahan tawanya membuat indah semakin kesal sedangkan Alex hanya diam saja tanpa peduli dengan kekesalan istrinya