Sayangi Aku

Sayangi Aku
lamaran tegang


__ADS_3

kini mobil yang di tumpangi Dafa sudah sampai di kediaman Brian ,pak Mamat sudah bersiap sejak tadi saat anak buah Alex menghubungi nya jika mobil dafa sudah dekat masion


untuk sejenak keluarga Dafa menatap rumah mewah itu sebelum akhirnya sadar karena suara sopir mereka


lalu mereka turun di mana di sana sudah di tunggu oleh pak Mamat


" selamat datang tuan " ucap pak Mamat


tidak berselang lama ayah abbas dan ibu Sisil ikut bergabung


" selamat datang tuan Anggara di kediaman kami " ucap ayah abbas


" terimakasih tuan, suatu kehormatan bisa berkunjung ke istana anda tuan " ucap Daddy Dafa sambil menunduk kepalanya


" maaf nyonya kami hanya bawa ini saja " ucap mommy Dafa saat seserahan di masukan dalam rumah di bantu pelayan di rumah itu


" tidak papa,ini sudah lebih dari cukup bukan kha itu hanya sebagai pelengkap saja " ucap ibu sisil tersenyum


" ayo " ucap ayah abbas


lalu mereka mengikuti langkah kaki tuan rumah


" jangan tegang " bisik Ricko ,Dafa hanya mendengus saja


kini mereka sudah duduk berhadapan Naya dan indah tersenyum menatap teman mereka siapa lagi jika bukan dafa Ricko


tapi ada yang membuat mereka tertawa yaitu wajah Dafa yang terlalu tegang


"selamat malam tuan Brian,tuan Alex, tuan Ivan " sapa Daddy Dafa yang memang sudah sangat mengenal mereka


mereka hanya mengaguk saja tanpa membalas sapaan dari calon mertua adiknya


melihat itu Dafa semakin gugup dan canggung


" jangan terlalu tegang nak " ucap ayah abbas tertawa kecil, Dafa memaksakan senyumnya


" gimana kabar keluarga " tanya ayah abbas basa basi


" Alhamdulillah semuanya baik tuan ,mereka juga sedang berkumpul di rumah " ucap Daddy Dafa


" salam buat keluarga di sana ,maaf tidak bisa ikut semuanya " ucap ayah abbas


" tidak papa tuan, kami bisa mengerti " ucap Daddy Dafa


" maaf sebelumnya mungkin tuan dan nyonya serta yang lainnya sudah tau kedatangan kami ke sini ,tapi bagaimana pun kami harus memperjelas maksud dan tujuan " ucap Daddy Dafa lalu dia melirik Kaka tertuanya


" selamat malam tuan nyonya dan semuanya ,perkenalkan saya Paman dari Dafa Kaka dari Daddy nya Anggara " ucap sang paman


" selamat datang di rumah kami " ucap ayah abbas,di balas oleh senyuman tulus dari paman Dafa


" maaf jika kedatangan kami ke sini sedikit terlambat dan membuat tuan dan nyonya serta yang lainnya menunggu lama,itu semua karena anak kami terlalu tegang sehingga mengurung dirinya dalam kamar " ucap sang paman dengan senyum mengejek membuat Dafa berdecak


" benar kah , bukannya dia sudah sering ke sini bersama nak Ricko " tanya ayah abbas , Ricko hanya tersenyum sedangkan Dafa mengutuk sang paman dalam hati


"mungkin kali ini berbeda karena harus meminta izin terhadap tuan dan nyonya " ucap sang paman Dafa menatap sang paman dengan wajah kesalnya


"ah maaf jika saya terlalu banyak bicara, mungkin Dafa juga sudah tidak sabar jadi saya persilahkan Dafa untuk meminta pada tuan dan nyonya secara langsung " ucap sang paman ,Dafa menarik napasnya dalam lalu di hembuskan secara perlahan


" selamat malam ayah,ibu " ucap Dafa tersenyum di balas senyuman oleh mereka lalu Dafa menatap 3 pria yang kini hanya diam saja


" selamat malam tuan Brian ,tuan Alex dan tuan Ivan " ucap Dafa

__ADS_1


" hebm "


"maaf jika saja lancang " Dafa menatap ke tiga pria itu " tuan sudah menjaga Raya selama ini , sekarang bolehkan saya menggantikan posisi tuan dengan menjaga dan membahagiakan Raya layaknya perhiasan dunia yang paling berharga?


Jika allah mengizinkan, saya ingin menjadikan Raya sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan " Dafa menjeda ucapannya tapi masih menatap ke tiga pria itu sambil menarik napasnya


"mungkin tuan sudah tau awal kami berhubungan seperti apa ?? dan untuk itu saya minta maaf yang sebesar² nya " ucap Dafa menunduk badannya lalu kembali seperti semula " Maksud dan tujuan saya datang kesini ingin meminta izin kepada tuan " ayah Abbas dan ibu Sisil mengaguk mempersilahkan Dafa untuk melanjutkan ucapannya karena di sini keputusan Brian serta Alex maupun Ivan sangat di butuhkan makanya sejak tadi Dafa hanya menatap ke tiga pria itu tapi bukan berarti dia melupakan calon mertuanya tapi itu semua juga permintaan calon mertua nya


" untuk melamar Raya dan menjadikan dia sebagai istri saya. Saya berjanji akan membahagiakan dan memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.


Saya ingin menyampaikan ketulusan hati saya bahwa saya mencintai Raya, izinkan kehadiran hidup saya mewarnai hidup Raya dan izinkan saya mengajak Raya kejenjang yang lebih serius dengan menikahinya " ucap Dafa tulus


untuk sejenak semuanya kembali terdiam menunggu jawaban dari ke 3 pria itu


ricko menepuk punggung Dafa dengan pelan " kau hebat " bisik ricko memberikan semangat pada sahabatnya itu


" dear panggil raya " indah mengaguk lalu pergi dari hadapan mereka menuju kamar tamu karena Raya berada di sana tidak kembali ke kamarnya


" raya,ini aku indah " ucap indah dari balik pintu


ceklek


" ayo ke sana " raya menatap indah takut


" apa Abang sama Kaka sudah memberi jawaban" indah menggeleng, Raya menghembuskan napasnya sangat susah membujuk 3 manusia batu itu apa selama ini belum cukup perjuangan Dafa yang selalu mengikuti ucapan mereka


" ayo nanti mereka marah " raya mengaguk lalu mengikuti indah dengan perasaan yang hanya dia yang tau


Dafa menatap takjub pada penampilan Raya dia terlihat lebih dewasa dari sebelumnya nya kesan manja dari dirinya kini seolah hilang entah ke mana


raya menatap Dafa tersenyum begitu juga dengan Dafa


kini Raya sudah di hadapan mereka semua tapi masih saja keheningan itu terjadi ,raya menarik napasnya menatap ayah dan ibu nya yang di balas senyuman


" apa kamu bahagia " tanya Alex yang membuka suara , raya hanya mengaguk tapi wajahnya masih menunduk


" apa yang membuat mu bahagia bersama nya " kini Brian yang balik bertanya


" semuanya " ucap raya mantap


" apa yang bisa kami pegang Jika Kamu tidak bahagia bersamanya " tanya Ivan


kenapa ribet sekali , seperti nya jalanmu masih panjang bro batin ricko menatap Dafa


sedangkan yang lain masih duduk terdiam menunggu jawaban mereka


" maaf jika memotong sebuah hubungan tidak selamanya berjalan mulus saya tidak ingin berjanji karena saya takut akan ingkar tapi saya akan berusaha sebisa mungkin membahagiakan raya, sekalipun nantinya tidak semua kenginginan raya saya bisa penuhi seperti tuan yang selalu memberikan apa pun yang di minta raya tapi sebisa mungkin saya akan wujudkan sekalipun akan membutuhkan waktu " ucap Dafa lalu menatap Raya


" berapa lama kamu akan terjun di rumah sakit" tanya Brian menatap Dafa


" kurang lebih 2 tahun tuan " ujar Dafa


" lakukan itu selama setahun " titah Brian, Dafa hanya bisa mengaguk


apa ada yang bisa membantah atau menolak ucapan tuan muda Malik jawaban sangat mustahil


" baik tuan " ucap Dafa


" abang gimana " tanya ayah abbas


" hebm "

__ADS_1


ayah Abbas mendengus kesal atas jawaban Brian sedangkan Alex dan Ivan hanya diam saja


"tidak usah tegang nak,Brian,Alex dan Ivan sudah menerima nya " ucap ayah abbas membuat mereka bernapas lega , Raya tersenyum lalu berdiri memeluk ke tiga pria itu


" terimakasih Ade sayang kalian,Abang Kaka Alex dan Kaka Ivan mempunyai tempat tersendiri di hati Ade terimakasih sudah mengizinkan Ade memulai hidup baru terimakasih " ucap raya lalu mencium pipi ketiga pria itu


" terimakasih tuan " ucap dafa menundukan kepalanya


" mommy mana cincin nya cepat " titah Dafa yang tidak sabaran


" sabar nak, apa segitu takutnya " Ucap Daddy Dafa membuat mereka tertawa tidak kecuali 3 pria itu


" Daddy diam dulu, Dafa belum bisa napas " ucap Dafa kesal


" sabar nak " ucap sang paman


Dafa mengambil cincin dari tangan mommy nya lalu berdiri di hadapan raya begitu juga raya


raya menatap cincin pertunangan nya dengan mata berbinar senyum di wajahnya menunjukkan jika dia sangat menyukai cincin itu



" maaf jika kamu tidak suka soalnya aku bingung ini saja mommy yang memilih " ucap Dafa ,lalu memasukkan cincin di jari manis Raya


" makasih kak, ini sangat cantik raya suka " ucap raya tersenyum


" makasih jika kamu menyukai nya " Raya mengaguk lalu mengambil cincin satunya untuk di pasang kan di jari Dafa


" terimakasih " ucap Raya, Dafa hanya membalas nya dengan senyuman


" apa aku bisa mencium mu kening saja " raya menggeleng pelan


" lakukan saja " ucap Ivan yang mengerti tatapan Dafa


CUP


Dafa mencium kening raya dengan lembut sehingga membuat raya menutup mata nya


" so sweet, aku bersama kalian " ucap Naya bertepuk tangan seperti anak kecil


" semangat Kaka Dafa, raya aku mendukung kalian " ucap Indah ikutan bersuara


" hebm "


dua wanita itu langsung terdiam ketika mendengar kode alam lalu mereka menatap suami mereka yang sudah memasang wajah dingin


Naya dan indah hanya tersenyum kaku membuat Ricko ingin tertawa keras tapi dia menahannya


" selamat Ade, sekarang kamu sudah tidak sendiri lagi jadi jangan berbuat sesuka hati karena harus ada perasaan orang yang kamu jaga " ucap ayah abbas ,raya mengaguk


' terimakasih sudah menerima lamaran anak Daddy, jika dia menyakiti kamu katakan sama Daddy ,nanti Dady yang akan menghukum nya " raya mengaguk


" maaf jika nanti raya sedikit manja itu karena Abang dan Kaka nya selalu menuruti keinginan nya " ucap ibu sisil


" tidak papa nyonya,kami senang jika dia bermanja² karena dia membuat keluarga kami berwarna karena tingkah lakunya yang lucu" ucap ibu Dafa


" maaf makan malam nya " ucap pak Mamat memotong ucapan mereka karena di sini harus memikirkan perut ibu hamil


" ah iya ,ayo kita makan malam dulu " ucap ayah abbas


" iya tuan , terimakasih atas jamuan nya " ayah abbas hanya tertawa kecil

__ADS_1


lalu mereka ke ruangan makan,ini terbilang makan malam yang tertunda selain kedatangan Dafa yang terlambat , negosiasi antara Dafa dan raya dengan Brian Alex dan Ivan memakan waktu yang cukup lama



__ADS_2