Sayangi Aku

Sayangi Aku
ke rumah mertua


__ADS_3

setelah kepulangan Ivan, Alex membereskan kerjaan nya yang kini sudah selesai di periksa dan sudah waktunya pulang juga , dia menatap jam dinding yang ada di atas pintu masuk


lalu menatap pintu kamar pribadinya,setelah selesai Alex langsung ke kamar pribadi nya


ceklek


dia melihat indah masih tertidur nyaman bahkan dia sudah memeluk bantal yang tadi Alex pakai untuk pelindungnya agar tidak jatuh


Alex menarik kursi kecil lalu duduk di samping tempat tidur mereka


" maaf jika kamu merasa di abaikan " gumam Alex lirih, sambil mengelus pipi lembut indah


cantik batin Alex


Alex merasa bahagia bisa mendapatkan indah


tangan Alex tidak berhenti mengelus pipi indah


ucapan Ivan tadi seketika kembali timbul di benaknya


rasa bersalah kembali muncul ,gimana indah selalu sabar menghadapi nya


bagaimana dulu dia selalu membela Nisa tanpa peduli pada perasaan wanita kini sudah menjadi istrinya


CUP


" i love you " bisik Alex


" i love you too " ucap indah dengan senyuman manis matanya masih terpejam


" ayo bangun ,jangan pura² tidur lagi " ucap Alex


" ah aku ketahuan iya " gumam indah ,Alex menarik hidung indah hingga membuat indah membuka matanya


iya sejak tadi indah sudah bangun, saat mendengar suara pintu terbuka dia kembali menutup matanya


niat hati ingin mengerjai Alex, tapi dia sendiri yang merasa malu karena ketahuan


" mau langsung ke rumah ayah " tanya Alex


" ke rumah dulu boleh " Alex mengaguk, lalu memeluk indah bahkan wajahnya kini sudah menyusup di leher indah


" maaf jika selama ini aku mengabaikan mu ,aku hanya tidak tau caranya,kamu tau aku bukan pria yang romantis Seperti pria kulit putih yang sering kamu nonton tapi yang harus kamu tau kalau aku benar² mencintai mu, maaf karena sifatku membuatmu terluka maaf aku tidak membelamu saat ada Nisa maaf untuk semua itu " ucap Alex lirih


indah membalas pelukan Alex, rasa sesak di dadanya yang selama ini dia tahan akhirnya dia bisa ke luarkan


Alex membiarkan indah menangis, dia mengusap punggung indah setidaknya dengan itu indah bisa merasa baik kan


" dear " Alex melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata indah ,setelah itu mencium kening Indah


CUP


" jangan nangis lagi,kasian baby " indah mengaguk


indah menatap bibir tebal milik Alex,dia memegang jas Alex dengan erat


srek


indah memberanikan diri mencium Alex ,sedangkan alex yang awalnya kaget kini sudah mulai terbiasa


sedangkan Brian dan Naya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh kini mereka sudah sampai


orang tua Naya menyambut kedatangan anak dan menantu nya yang sejak tadi sambil melihat orang² yang lewat dan bangunan toko depan rumah mereka yang di mana kini sudah rampung semuanya


bahkan sebagian sudah di isi tapi pak Jhoni belum membukanya karena belum semuanya

__ADS_1


saat melihat mobil sudah berhenti mereka mendekat ke arah mobil di mana Nathan juga ikut menyambut mereka bahkan kini dia sudah bisa berjalan sendiri membuat Naya tidak sabar turun dari mobil


" pak,ma " Brian mencium punggung tangan mertuanya


" sayang " tegur Brian ,karena Naya Masih sibuk dengan Nathan ,Naya tersenyum lalu mencium punggung tangan orang tua nya


" apa semuanya sudah di isi pak " tanya Brian saat matanya melihat bangunan di samping nya


" masih sebagian,makanya bapak belum buka karena takutnya nanti saat ada yang beli yang di tanyakan tidak ada " ucap pak Jhoni


"kapan baru mereka kembali kirim barang " tanya Brian


" besok semua nya akan di kirim semuanya, mau lihat dulu " Brian mengaguk


" ma minta tolong ambilkan kunci ruko " mama Lila masuk dalam rumah mengambil kunci ruko


" bapak sudah tidak mengajar lagi " tanya Naya


" sudah tidak nak, tapi hari Senin bapak masih ke sekolah acara perpisahan sama guru² yang lainnya serta murid ² " ucap pak Jhoni


" nanti di kirimkan makanan ke sana " ucap Brian


" tidak usah nak, itu hanya perpisahan biasa " ucap pak Jhoni


" tidak papa pak " ucap Brian, pak Jhoni ingin membantah tapi Naya menahan lengan bapaknya membuat pak Jhoni bungkam


" iya nak , terimakasih " Brian hanya mengangguk


" ini pak " pak Jhoni mengambil kunci yang di berikan istrinya


lalu membuka ruko di ikuti Brian dan Naya dan mama nya


" ini baru sebagian bapak atur di bantu mama kalian " ucap pak Jhoni


" iya sudah nanti setelah makan malam, nanti Brian bantu bapak atur barang lagi " ucap Brian


" di atas sudah ada isinya " tanya Brian


" iya " ucap pak Jhoni


Brian menatap toko yang akan di jadikan tempat rezeki untuk mertuanya


" kalau rak nya kurang bapak ngomong saja " ucap Brian


"ini sudah cukup nak, mungkin nanti sebagian tidak akan terpakai " Ucap pak Jhoni


" Abang, setau Naya toko sembako tidak seperti ini " tanya Naya yang sejak tadi menatap toko bapaknya


" lalu gimana yank " tanya Brian bingung


" ini lebih tepatnya seperti di indo**** bang " ucap Naya


" biar pembeli nyaman sayang, dan enak belanjanya kalau rapi yank " ucap Brian acuh, pak Jhoni dan mama Lila hanya tersenyum saja


" iya tapi kenapa harus ada pendingin es krim dan pendingin minuman juga " tanya Naya


" kalau mau jualan jangan setengah² sayang, kita harus tarik peminat pembeli bukan hanya orang besar tapi anak² juga " ucap Brian


" susah ngomong sama pembisnis " Brian hanya tertawa kecil


Brian melihat sekeliling di mana AC nya juga sudah terpasang dengan baik, ada juga keranjang kecil untuk belanja, menatap meja kasir sana juga sudah lengkap


" bapak suka " tanya Brian


" iya nak, ini Di luar dugaan bapak " ucap pak Jhoni

__ADS_1


" apa bapak tidak ingin mempekerjakan orang " tanya Brian


" insya Allah,kalau usaha nya maju ,bapak mau pekerja kan orang " ucap pak Jhoni


" cari yang memang niat bekerja pak, jangan karena kasihan " ucap brian


" iya nak,ayo kita masuk dalam dulu kalian baru sampai langsung lihat toko pasti kalian lelah ,ibu juga sudah membuatkan gorengan tadi " ucap pak Jhoni.


iya pak " ucap Brian dan Naya


setelah menutup kembali ruko mereka masuk dalam rumah


" mau bersih² dulu atau mau makan gorengan dulu " tanya mama Lila


" makan dulu ma " ucap Naya tersenyum kuda


" baiklah,cuci tangan sana " ucap mama Lila


Naya berjalan ke arah dapur begitu juga Brian


sedangkan orang tua Naya menunggu di meja makan


" wah ada sambal terasi nya " ucap Naya dengan mata berbinar


" dikit saja yank " Naya mengaguk


" mama tadi ke pasar " tanya Naya


" iya, karena hari ini kalian ke sini jadi mama pergi belanja kebetulan stok di kulkas sudah habis " ucap mama Lila


" kenapa tidak tunggu Naya saja ,nanti ke sana sama² " ucap Naya


" iya nanti kalau kalian ke sini mama tunggu kamu " ucap mama Lila


" gimana nak " tanya pak Jhoni


" enak pak, sambalnya juga enak sekalipun ada rasa asem² nya pedas nya juga pas " ucap Brian


" kalau Abang suka nanti Naya bikin kan " ucap Naya


" tidak " ucap Brian tegas ,Naya hanya mengangguk saja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan di perusahaan sepasang suami istri, indah mulai membuka matanya ,indah menatap sekeliling nya yang sudah gelap,lalu dia melihat ke arah samping nya di mana Alex Masih tertidur ,sambil memeluknya dengan erat


" apa perutmu baik² saja " tanya Alex dengan suara seraknya


" iya mas " ucap indah lirih


" kenapa " tanya Alex saat indah kembali masuk dalam selimut


"sudah gelap " Alex mengaguk " ayo mandi dulu kita langsung ke rumah ayah saja ,mungkin mereka sudah menunggu kita " ucap Alex


tanpa ba-bi-bu lagi dia menarik selimut yang menutupi tubuh mereka dan mengakat tubuh indah


tanpa persetujuan membuat indah memekik kaget


" mas " Alex hanya tersenyum


" lebih baik, tidak memakan waktu yang lama " ucap Alex


" baju...


" sudah aku siapkan di lemari tidak usah khawatir " Alex meletakan indah dalam bathup lalu mengisinya dengan air hangat

__ADS_1


" panas " indah menggeleng


setelah itu mereka melanjutkan ritual mandinya


__ADS_2