
sedangkan di rumah mewah itu tepatnya di lantai tiga tempat yang cocok untuk santai
kini para wanita muda itu duduk santai sambil menatap langit cerah
" ini sangat menyenangkan " gumam Naya
" iya tempatnya sejuk anginnya sangat alami " ucap indah lirih bahkan dia memejamkan matanya seperti naya
raya hanya tertawa kecil melihat sikap dua ipar dan sekaligus sahabatnya
" kalian seperti baru pertama naik ke sini " ucap raya lalu mendekati Naya dan indah
tiba² mata Naya dan indah terbuka lebar saat kursi yang mereka duduki berubah menjadi tempat tidur sekalipun sandaran nya tidak terlalu lurus
membuat raya tertawa keras melihat wajah panik mereka
" kau membuat ku kaget raya " pekik Naya kesal
" jika terjadi papa tadi kau akan di gantung dari lantai ini sama kakakmu " timpal indah kesal
" cerewet !!!nikmati saja bukannya posisi kalian sekarang lebih enak " ucap raya tanpa dosa
Naya dan indah hanya berdecak saja tapi benar kata raya jika kini mereka lebih nyaman seperti itu
" apa kamu belum bertemu dengan kakak Dafa " tanya Naya saat melihat raya kembali ke tempat duduknya dan kini posisi mereka sama menatap lurus ke atas langit biru yang cerah
" hebm, terkahir malam lamaran " ucap raya tersenyum miris
" tapi kalian baik² saja kan " raya mengaguk
" kami bertukar kabar hanya lewat pesan atau VC " ucap Raya
' syukurlah " ucap indah
__ADS_1
" cih apa kau ingin aku dan dia pisah " ucap raya kesal
" pikiran mu jelek sekali, aku bersyukur karena kalian baik² saja bego " ucap indah kesal,membuat raya terkekeh
raya juga tau jika temannya itu tidak mungkin mendoakan yang jelek padanya
dia hanya mencair kan suasana saja agar tidak terlihat tegang saat membahas hubungannya dengan Dafa
"berapa malam kamu di sana " tanya Naya,raya melirik sebentar pada Naya lalu pandangan nya kembali lurus ke depan
" mungkin hanya semalam tapi jika masih kangen bisa berlanjut " ucap raya terkekeh
" kenapa tidak sekalian kamu bawah lemari pakaian mu ke sana " ucap indah ketus
" awalnya seperti itu ,tapi takutnya mereka mengira aku di usir oleh Abang sama Kaka " ucap raya tertawa kecil
" bercanda aku hanya semalam saja di sana !!! di izinkan Abang sama Kaka saja aku sudah bersyukur " lanjutnya lagi
" Abang sama Kaka cinta pertama ku karena mereka pria pertama yang aku kenal sejak aku kecil hingga sekarang sebelum bertemu kakak Dafa dan aku mohon dan meminta tolong pada kalian jaga mereka dengan baik mungkin kalian berpikir ucapan dan permintaan ku terdengar seperti lelucon tapi aku bersungguh² karena mereka nyawaku, separuh hidupku " raya menjeda ucapannya lalu memejamkan matanya setetes air mata jatuh begitu saja membuat Naya dan indah saling melirik
" terimakasih sudah menerima mereka dengan tulus jujur dulu saat aku dengar Abang akan menikah aku menangis sepanjang malam !! aku sempat berpikir apa nanti Abang akan berubah saat akan menikah apa lagi saat itu Abang baru pulang dari luar negeri setelah masalah yang dia hadapi dan itu semakin membuat ku takut jika Abang benar² melupakan ku jika sudah menikah nanti " Naya dan indah berdiri memeluk raya saat mendengar isakan wanita itu
" maaf , bukan niat ku membuat kalian merasa bersalah aku hanya ingin berterimakasih dengan tulus karena susah hadir di antara mereka " ucap raya sesegukan kedua wanita itu hanya diam sama sambil mengelus punggung raya
" tapi aku bersyukur saat tau jika calon Abang Naya ,dan aku sangat bersyukur dan berterima kasih pada ayah karena jika itu orang lain aku tidak tau apa Abang akan tetap peduli pada raya atau tidak !!!!sedang kan kamu,aku sudah sangat mengenalmu terlalu dalam " lanjutnya lagi
" dan aku kembali terluka tapi bukan luka yang sakit tapi luka sama seperti Abang ,saat ayah harus menjebak Kaka dan bertunangan dengan indah, awalnya aku bingung karena orang yang aku sayangi akan menikah cepat atau lambat dan aku sempat berpikir apa sekarang sudah saatnya aku Mandiri tanpa bantuan Abang sama Kaka , sekalipun sejak dulu mereka selalu memanjakan ku bahkan sampai sekarang, terimakasih dan maaf jika raya selalu membuat kalian tidak nyaman karena sikapmu terhadap Abang dan Kaka " ucap raya tulus sambil menggegam tangan Naya dan indah yang ada di pundak nya
" harusnya aku yang berterima kasih karena sudah menerimaku dalam keluarga ini yang tidak sebanding denganmu dan tidak memiliki papa " ucap Naya yang ikut menangis tapi tidak seperti raya
" kami tidak akan melarang mu jika ingin bersama tuan Brian dan mas Alex ,karena kami tau kamu menyayangi mereka begitu juga mereka menyayangi mu jadi tidak ada alasan kami melarang mereka untuk lebih perhatian padamu begitu juga sebaliknya nya ,kami juga punya Kaka jadi kami tau bagaimana posesif dan sayang nya mereka pada kami ,jadi kamu tidak perlu takut jika kami akan marah atau kesal padamu " ucap indah panjang lembar
" makasih kalian hadiah terbaik yang di berikan tuhan pada keluargaku " ucap raya tulus lalu pandangan nya jatuh pada perut Naya dan indah
__ADS_1
" jangan iri nantinya jika ayah kalian lebih sayang Sama aunty iya " ucap raya tersenyum lembut
" kami juga akan menjadi cinta pertama untuk aunty " ucap Naya menirukan suara akan kecil
membuat mereka tertawa kecil melupakan kesedihannya yang barusan mereka rasakan
" kau membuat bajuku basah Ray " ucap indah memasang wajah kesal
" iya bahkan aku juga basah karena air matamu !! apa aku harus ganti baju nanti masuk angin " raya berdecak kecil membuat Naya dan indah tertawa
sedangkan di perusahaan besar itu hanya diam terpaku saat melihat apa yang ada di depan mereka
kiriman video dari pak Mamat membuat Brian dan Alex terdiam sekalipun ini bukan yang pertama untuk mereka tapi melihat raya mengatakan itu pada Naya dan indah itu pertama bagi mereka mau pun indah dan Naya
" blokir semua Kartu nya Lex ,karena sudah berani membuat istri ku menangis " ucap Brian kesal
tapi itu hanya ucapan semata saja
mana bisa dia memblokir karut sakti adik kesayangannya itu
" iya tuan , seperti nya uang jajannya selama ini sudah banyak sehingga dia memiliki keberanian yang banyak membuat indah menangis " ucap Alex menimpali
" dia terlihat seperti istri yang di tinggalkan suaminya selingkuh " cibir Alex membuat Brian tertawa kecil
" bahkan dia beracting sangat apik sehingga orang di luaran sana akan mengira begitu jika tidak tau yang sebenarnya " ucap Brian ,Alex mengaguk setuju
" bahkan tangisan tidak lebih kencang saat saya memotong uang jajannya dan mengisahkan 10 persen bahkan dia menangis sampai ke apartemen" cibir Alex lagi
" kau seperti emak² kompleks Lex jika sedang mengomel " ucap brian tertawa kecil sedangkan Alex hanya diam saja
"ayo kita lanjutkan agar cepat pulang dan menyerang nya karena telah berani bikin mereka nangis awas saja nanti jika anak² ku ikutan cengeng karena sudah mendengar suara cempreng nya " ucap Brian
Alex tersenyum kuda lalu kembali fokus pada pekerjaan nya begitu juga dengan Brian
__ADS_1