
Los Angeles, Amerika Serikat
Brian membuka matanya saat merasa terusik dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui celah jendela dan mengganggu waktu tidurnya
meski begitu dia tetap bangun karena tujuan nya ke Los Angeles adalah kerja bukan untuk malas²an,dia mengambil HP nya di atas meja samping tempat tidurnya
" jam 7 " gumam Brian
dia berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah kami untuk membersihkan dirinya karena pagi ini mereka harus ke perusahaan xx tempat di mana Nisa bernaung
setengah jam berlalu,Brian turun ke lantai satu di mana di sana sudah ada asisten nya Alex yang sudah mulai sarapan
" apa tidur mu nyenyak " tanya Brian basa basi sambil mengambil jus jeruk di depannya
" tidak " ucap Alex, Brian hanya mengangguk
setelah sarapan mereka ke luar dari masion itu, menuju mobil yang sudah menunggu mereka sejak tadi
" selamat pagi tuan muda, tuan Alex " sapa sang sopir
" hebm "
sopir membukakan pintu untuk Brian , Sedangkan Alex membuka pintu sendiri nya dan duduk di samping sang sopir
tuttt......Tutt...
" sudah makan malam " tanya Brian saat panggilan itu sudah terhubung
" ini lagi makan malam bang ,Abang ngapain sudah sarapan ???" tanya Naya dari seberang sana
" sudah,ini lagi di mobil mau perusahaan xx " ucap Brian
" hati² jangan telat makan siangnya " ucap Naya
" iya sayang,jangan begadang iya, apa Ade rewel hari ini maaf tidak bisa menemani kalian " ujar Brian dengan wajah sendu
" Ade baik² saja dia paham kalau papinya lagi kerja ,tidak papa di sini ada ibu sama ayah " ucap Naya
" iya sudah kamu lanjut dulu makannya iya ,i Miss you " ucap Brian
" me to " ucap Naya setelah itu mematikan sambungan teleponnya
Brian membuka berkas² yang ada di pangkuannya sejak tadi sedangan Alex mainkan iPad nya memeriksa kerjaan yang di kirim Irma melalui email nya,baru sehari mereka tinggal tapi sudah ada saja kerjaan
saat mobil mereka sudah memasuki area parkiran perusahaan xx, Brian mau pun Alex menutup yang sedang mereka lihat dan kembali fokus pada tujuan mereka
di luar mobil di sana sudah ada Nisa yang menunggu mereka serta atasan di perusahaan itu
sopir membuka pintu untuk Brian,begitu juga Alex yang sudah turun dari mobilnya
jangan tanya kan tentang pesona mereka berdua bahkan mereka tidak akan percaya jika pria di depan mereka kini sudah menikah bahkan menyandang status calon Daddy hot
Nisa tersenyum hangat menyambut ke dua sahabat nya
eh ralat satu saja karena dia masih mengharap kan Alex
hingga saat ini, tapi tunggu dulu sepertinya dia belum tau tentang pernikahan Alex
iya karena Alex menutup rapat kabar itu dari Nisa
" selamat datang tuan Brian dan asisten Alex " sapa sang petinggi perusahan itu ,mereka hanya mengangguk saja
" mari tuan langsung ke ruangan saja " Brian mengaguk mengikuti langkah pria bule itu ,jangan lupa kan Nisa yang selalu mengekor di belakang mereka
" nanti setelah ini kita makan siang iya " Alex hanya diam saja enggan menjawab pertanyaan Nisa
setelah sampai di ruangan CEO mereka duduk berhadapan
__ADS_1
Alex membuka berkas yang sejak tadi mereka bawah ,lalu di berikan pada mereka
di sini Alex juga menjelaskan bahwa mereka tidak akan melanjutkan kerja sama atau kontrak mereka lagi
tapi perusahaan GM akan tetap mendukung apa pun yang mereka lakukan nanti nya
sebagai support mereka pada Nisa dan juga perusahaan yang menaungi Nisa sekarang
Alex juga menjelaskan semoga dengan berakhirnya kerja sama ini tidak menghambat karir Nisa di perusahaan itu
Nisa tetap akan berada di bawah naungan itu
ada rasa kecewa, tapi Nisa bisa apa
sahabatnya yang dulu selalu ada buatnya kini seolah membangun tembok tinggi
apa mereka marah dengan kejadian dulu
bahkan ini sudah lama bukan ,apa mereka masih mengingat nya
hampir satu jam mereka saling bercerita tentang pembahasan kontrak itu ,akhirnya selesai juga Brian dan Alex menjabat tangan atasan Nisa dan juga Nisa
" kami tunggu di masion " ucap Brian ,lalu ke luar di ikuti Alex dari belakang
bahkan lidah Nisa keluh hanya untuk menjawab atau bertanya alasannya kenapa pada sahabatnya itu
dia hanya menatap nanar punggung sahabat nya itu !!!
setelah urusan di perusahaan xx ,kini mereka menuju perusahaan cabang di mana masahlah di sana lebih penting lagi.
karena ada² saja kelakuan para tikus yang suka bermain dengan mereka,sekalipun mereka sudah tau apa yang akan mereka hadapi nantinya tapi mereka masih saja berulah
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di kediaman indah, entah karena apa dia terbangun saat pukul dini hari bahkan dia tidak benar² terlelap dalam tidurnya di hanya berguling ke sana ke mari di atas tempat tidur
dia ke luar dari kamarnya menuju kamar yang di tepati Ivan
tok .....tok ...
" Kaka " panggil indah dari balik pintu
indah kembali mengetok pintu kamar Ivan hingga ke tiga kalinya baru Ivan membuka pintunya dengan wajah bantalnya
" kenapa dek " tanya Ivan dengan mata tertutup
" hiks hiks hiks ' Ivan membuka matanya lebar saat mendengar isakan indah
" dek kenapa apa ada yang sakit ?? yang mana hm ??" tanya Ivan panik
" indah tidak bisa tidur ,kangen Kaka Alex " tangisan indah semakin histeris membuat Ivan semakin frustasi
tanpa menunggu lagi ,Ivan mengambil HP nya
masa bodoh Alex mau sibuk atau tidak
yang penting indah berhenti menangis
sedangan di perusahaan cabang GM Corp Brian dan Alex memasuki ruangan Brian setelah membasmi para tikus jalanan bahkan mereka harus menjeda nya karena makan siang baru mereka melanjutkan lagi
dreett...drettt ..
" apa ada Masahlah " tanya Alex to the poin
karena tidak mungkin Ivan menghubungi nya di jam segini bahkan sudah di pastikan kalau di Indonesia masih sangat larut malam bukan ,
apa istri nya menginginkan sesuatu seperti sebelum nya
__ADS_1
atau ada hal lainnya ,Brian menatap Alex
" Kaka " Alex menarik napasnya nya kasar apa lagi mendengar isakan indah
" apa ada yang kamu inginkan kan " tanya Alex lembut
" aku susah tidur, tidak bisa tidur tidak ada yang memeluk ku, tidak ada yang mengelus perut ku , tidak ada yang membantuku tidur " ucap indah
" jadi aku harus gimana ,kan aku kerja dear bukan jalan² apa aku suruh Siska untuk menemanimu tidur " ucap Alex
"tidak usah kak, aku sudah baikan koh , apa boleh aku mencari makan dengan Kaka Ivan "
Alex seperti orang bodoh sekarang ini
saat mendengar ucapan indah
bukannya tadi dia menangis histeris ingin di peluk
lalu sekarang apa ,Alex menatap Brian yang sedang menatap nya juga
" berikan pada Ivan " ucap Alex
" hebm "
" temani istri ku, belikan saja apa pun yang dia ingin kan nanti aku TF maaf harus menyusahkan mu " ucap Alex
" tenang saja, aku hanya sedikit syok dengan perubahan yang ada di depan ku saat ini " ucap Ivan
" iya sudah, nanti minta beberapa pengawal untuk menemani kalian " ucap Alex
" iya kamu tenang saja , selesaikan kerjaan mu di setho aku pasti menjaga indah dengan baik " ucap Ivan
" terimakasih ,iya sudah aku tutup iya " ucap Alex
setelah itu Alex, meletakan kembali HP nya di saku jas nya
sedangkan di Indonesia, Ivan menatap indah yang juga menatap nya
" kamu mau makan apa " tanya Ivan
" sate kambing boleh " tanya indah
" pakai jaket dulu iya,ganti pakaian yang tebal, Kaka tunggu di bawah " indah mengaguk lalu kembali masuk ke kamar nya
" oh God " ucap Ivan menatap nanar ke arah jam dinding di dalam kamar yang di tepati Ivan
setelah beberapa saat indah menuruni tangga di mana di sana sudah di tunggu Ivan
" ayo kak, aku sudah lapar " Ivan hanya mendengus kesal
apa tadi katanya lapar
bahkan tadi makan malam saja porsinya melebihi orang dewasa makan
apa makanan yang tadi dia makan langsung berproses menjadi daging di tubuh nya
orang hamil memang sangat aneh,
bahkan sangat aneh sekali pun sering berjumpa dengan orang hamil
tapi Ivan masih saja kaget dan bingung
" mau makan sate di mana " tanya Ivan kini mobil mereka sudah ke luar dari pagar tinggi itu dan di ikuti beberapa pengawal
" terserah kak, yang penting sate kambing " Ivan mengaguk pandangan mereka melihat sekeliling jalanan tidak mungkin jam segini masih ada restoran yang buka
makanya mereka mencari yang ada di pinggiran jalan saja
__ADS_1
yang pasti nya standar kebersihan nya bagus dan memenuhi kriteria Ivan .