
saat para tamu mulai sunyi ,orang yang di tunggu² raya akhirnya datang juga membuat wajah nya yang sejak tadi kesal semakin kesal,dia datang bersama ke dua orang tua nya
" selamat tuan Alex ,tuan muda maaf kami datang terlambat karena ada urusan di luar kota ,sekali lagi kami minta maaf " ucap ayah Dafa lalu menatap ayah Abbas dan menunduk kepalanya
" tidak papa sini duduk dulu, dafa silahkan selesai urusan kalian " ucap ayah abbas sambil membawa orang tua Dafa duduk di kursi, ibu sisil berdiri saat melihat kode dari suami nya
" Ade " raya menyapa kesal ke arah ibunya lalu berdiri
" apa " jawab raya ketus
" maaf , aku harus nunggu Daddy Sama mommy " ucap Dafa langsung menghampiri raya , orang tua Dafa menatap bingung pada Dafa dan raya
" tau ah ,kan bisa hubungi dulu " ucap raya kesal
" kan kamu lagi sibuk yank " seketika bola mata orang tua Dafa membulat
" tuan besar " ayah Abbas hanya tersenyum
" kami tunggu di rumah " ucap ayah abbas
" tapi itu sangat tidak mungkin tuan, karena
" kebagian anak ² ku lebih penting dari apa pun " orang tua Dafa menelan ludah nya paksa
" sapa dulu Daddy sama mommy iya " raya hanya mengangguk
" ayah ibu " Dafa mencium punggung tangan orang tua raya
" sayang " raya menatap Dafa
" om ,Tante " raya mencium punggung tangan calon mertuanya sekalipun wajahnya masih di tekuk
" maaf nona muda ,kami tadi keluar kota dan Dafa menunggu kami karena dia ingin kami datang bersamanya. "ucap Daddy Dafa
" iya om ,raya hanya kesal sama Dafa koh ,bukan sama om " ucap raya
" kan aku sudah minta maaf, sayang please wajah nya biasa saja ,apa kau tidak melihat Abang dan kakak mu sudah menatap ku ingin membunuhku " ucap Dafa lirih membuat ayah dan ibu Sisil tersenyum
raya menatap ke arah Abang dan kakak nya yang seketika membuang pandangan mereka
" maaf tuan nyonya ,jika Dafa lancang " ucap ibu Dafa ,ibu sisil hanya tersenyum
" maaf dia memang seperti itu karena Abang dan kakak nya selaku memanjakan nya " ucap ibu sisil
"iya sudah kamu mau apa hm " tanya Dafa
" indah sama Naya sudah di kamar ,kamu lama jadi tidak bisa foto² " ucap raya
" maaf sayang, aku harus menunggu Daddy dan mommy kan aku sudah bilang mau mengenalkan kamu bersama mereka ,jika tadi aku datang sendirian pasti kamu pikirnya aneh² lagi " ucap Dafa lembut
" kan Kaka punya hp ,bisa ngomong dulu ,raya cape tau nungguin " raya membuka hp nya ,yang di posting ricko dengan wajah indah dan Naya yang di tutup stiker " itu ricko ada fotonya " ucap raya ,Dafa menelan ludahnya paksa
" gini aja ,nanti jika sudah aktif kuliah ,kita berfoto berlima Gimana nanti aku izin sama Abang dan Kaka iya " raya mengagguk lemah membuat dafa tersenyum lega
" iya sudah kamu sama mommy dulu iya ,aku ketemu dulu Abang dan kakakmu " raya mengagguk
" ayah ibu ,Dafa ke sana dulu " ayah dan ibu sisil mengaguk
"maaf iya non ,kami benar² tidak tau ,tadi juga Dafa sampai marah² tapi Tante Sama om benar² tidak tau" ucap mommy Dafa
" panggil raya saja Tante " ucap raya malu ,membuat ayah dan ibu tersenyum kuda
" hebm ,tuan maaf saya telat datang nya " ucap Dafa menundukan kepalanya
" kamu membuatnya kecewa Dafa " ucap datar Alex
" maaf tuan, saya hanya tidak ingin ingkar janji jika datang sendirian tuan " ucap Dafa
" Bobby ,ajak Dafa " Bobby langsung mendekati Dafa
" mari dek " Dafa hanya mengangguk
" kapan ini selesai Lex ,aku sudah lelah " tanya Brian
" ini sudah berakhir " ucap Alex lalu duduk di samping Brian
sedangkan di meja yang satunya mereka masih penasaran dengan hubungan Irma dan fajar
" Kaka bisa jelaskan " tanya ayah indah baru datang bergabung karena kolega bisnis nya baru aja izin kembali
" maaf ayah , kenalkan ini Irma sekertaris nya tuan muda dan kekasih Kaka " ucap fajar
__ADS_1
huek ....huek
"kamu serius kak " tanya ibu setalah minum yang di berikan suaminya
" iya yah Bu. "ucap fajar
" nanti kita bahas lagi,tidak enak di bahas di sini " ucap ayah indah
" ayah ....
" antar dia pulang ini sudah larut tidak baik wanita pulang larut malam " fajar menarik napasnya panjang
" selamat malam tuan nyonya " ucap Irma
setelah itu mereka ke luar dari ruangan itu
" maaf " Ucap fajar ,Irma hanya tersenyum " tidak papa kamu jangan l terlalu keras dengan orang tua mu mereka hanya ingin yang terbaik untuk mu " ucap Irma , bohong jika dia tidak kecewa ,sangat terlihat jika orang tua fajar sangat menolaknya
" sayang ...
" ayo kita pulang ,kamu juga harus balik di sini " seketika fajar menjadi diam, dia membawa irma masuk dalam mobilnya tanpa berkata apa apa pun
" aku lelah " keluh Ivan langsung duduk di meja
"ini yang aku benci jika harus mengadakan pesta " Ucap Ivan lagi
" kenapa kau tidak membawa nya di sini " tanya Brian
" dia bukan siapa² ku ,aku hanya menolong nya karena kemanusiaan dan janji " ucap Ivan
" tapi kamu sudah menepati janjimu "ucap Alex
" iya aku tau, dan sekarang dia lagi mencari pekerjaan " ucap Ivan
" terus. " tanya Brian
" terus apa lagi,dia mencari pekerjaan untuk dia makan apa lagi " ucap Ivan
" apa dia masih tetap tinggal di apartemen " tanya Alex
" iya untuk sekarang ,entah sampai kapan lagian apartemen itu tidak ada yang tinggali jadi biarkan dia jadi penghuni nya " Ucap Ivan
kini bathroom hanya tersisa para laki² saja , sedangkan para wanita sudah masuk kamar ,begitu juga orang tua Dafa terpaksa menginap di hotel karena permintaan Raya
" istirahat lah ,besok kamu harus kuliah lagi " ucap brain
" mau minta izin ke taman sebentar apa bisa " Alex hanya mengangguk
" jangan melewati batas mu " ucap Alex
" terimakasih tuan " setelah itu Dafa mendekati raya yang duduk sendirian sambil menunggu nya meminta izin
" siapa " tanya Ivan
" pacarnya raya " Ivan menelan ludahnya paksa
" kau serius" mereka mengaguk
" anak mana " tanya Ivan
" senior nya " ucap Brian
" apa itu ada kaitannya dengan pakaian tadi " mereka mengagguk
" awas memang jika dia macem² akan aku sunat sampai habis " ucap Ivan
" sudah ayo gabung sama mereka sekalian kita istirahat "mereka ikut gabung dengan para orang tua
sedangkan di taman Dafa dan raya duduk berdampingan ,Dafa menggegam tangan raya
" apa kamu masih marah " raya menggeleng
" maaf iya " raya mengaguk,Dafa mengambil sesuatu dari kantung celananya lalu berdiri ke arah belakang raya
" diam di tempat " ucap Dafa saat melihat pergerakan raya
Dafa memasang kalung asli di leher jenjang kekasihnya
" kau terlihat cantik sayang " ucap Dafa mencium kepala raya
__ADS_1
raya menatap kalung yang baru saja di pasang sang kekasih tapi dia heran kenapa harus ada huruf yang awalan nama Dafa
" kenapa huruf D " tanya raya
" karena namaku Dafa " ucap Dafa tersenyum
" ada yang aku tunjukkan Dengan mu ,tapi aku harap kamu jangan marah iya " raya menatap Dafa ,yang membuka penutup tangannya yang sama dengan warna kulit nya sehingga tidak terlalu kentara ,raya menatap Dafa bahkan rahang nya terbuka
" kenapa menyakiti diri sendiri sih " omel raya ,Dafa hanya tersenyum
" kamu suka " raya mengagguk tapi wajahnya masih saja cemberut " apa ini sakit " tanya raya sambil menyentuh tangan Dafa
" tidak, jangan pernah lepaskan Kakung nya apa pun alasannya " raya mengagguk
" ada pengawal sayang " bisik dafa saat raya ingin mencium nya ,raya langsung menjauhkan dirinya
" cih menyebalkan sekali mereka itu " ucap raya kesal
" sudah ayo kita kembali lagi ke dalam kamu harus istirahat ini sudah jam 11 " raya mengaguk
" tangan Kaka Gimana nantinya " tanya raya
" tidak papa ,Daddy dan mommy sudah tau lagian ini kecil jadi tidak terlalu terlihat " ucap Dafa
" makasih Kak" Dafa hanya mengangguk lalu masuk kembali dalam hotel
raya langsung menuju kamar nya begitu juga Dafa yang di antar oleh pengawal yang di minta Alex,
sedangkan di kamar pengantin baru Alex masuk dalam kamar nya Lelah itu lah yang dia rasakan ,tapi wajah tersenyum saat melihat istrinya tidur dengan damai ,dia langsung membersihkan dirinya,tidak butuh waktu lama ,dia langsung memakai celana pendek dan kaos
" Kaka " Alex menegang kaku saat mendengar suara indah bahkan dia berhenti sejenak sebelum menaikan kakinya ke atas tempat tidur
" dear kamu bangun " indah mengaguk lemah
" apa aku menganggu tidurmu " indah menggeleng
" bau badan Kaka membangunkan aku " indah membuka matanya tersenyum
"kamu sudah makan " indah mengaguk ,Alex menarik indah dalam pelukannya
" tadi Dafa ke sini Lo ,tapi kamu sama Naya sudah di kamar " ucap Alex
" apa raya marah " Alex hanya mengangguk saja
" Kaka pasti lelah , istirahat lah " ucap indah
" apa dia rewel " tanya Alex
" tidak ,mungkin dia mengerti keadaan kita seperti apa selama ini dia baik² saja. "ucap indah
" maafkan papa sayang " ucap Alex mengelus perut indah ,indah hanya diam saja
" susu vitamin nya " tanya Alex
" sudah di antar sama pelayan tadi " Alex bernafas lega setidaknya indah meminum susunya dan vitamin nya
" apa masih banyak tamu " tanya indah
" sudah tidak ada dear " ucap Alex
" maaf tadi kami lagi cerita² sama yang lain tidak enak jika di tinggal " indah menggaguk
" tadi kakak Siska , nungguin Kaka ,tapi indah usir kasian si kembar Kaka Siska dari kemarin sibuk terus " ucap indah
" makasih dear " ucap Alex
" nanti kita nginap dulu di masion utama 2 malam iya ,baru kita ke rumah kita sendiri " seketika ingatan indah berputar saat mas kawin yang di berikan alex
" indah boleh tanya " Alex menatap indah lalu mengaguk
" kenapa mas kawinnya banyak sekali " tanya indah
Alex tersenyum " semua itu tidak papa nya dear , kehadiran mu , kehadiran nya lebih penting dari itu semua " ucap Alex
" tapi ..
" sudah ayo istirahat ,aku sangat lelah hari ini " indah mengaguk karena memang dia juga lelah
" semalam my husband ,i love you " ucap indah sebelum memejamkan matanya
__ADS_1
" aku tau " indah hanya tersenyum karena Alex sangat susah membalas ucapan nya jika tidak kepepet