
" apa kamu kembali ke rumah sakit " tanya Brian, sela makan malam mereka
" iya " jawab Alex
" siapa yang sakit " tanya ayah abbas
"indah " ucap Alex , Raya menatap Alex begitu juga Naya
" ade mau ikut " Ucap Raya
" besok saja iya dek, ini sudah malam jika kamu ke sana pasti Naya juga akan ikut " ucap Brian
" tidak lama² koh bang " ucap Raya lagi , sedangan Naya sudah menatap memohon pada suaminya
" adek" ucap Alex dengan suara rendah,jika sudah seperti itu bahkan Brian pun tidak bisa membantah
" indah sakit apa " tanya ibu sisil
" asam lambung " ucap Alex
" iya sudah makan dulu jangan di ajak ngobrol Alex nanti terlalu malam dia ke sana nya " ucap ayah abbas
" besok saja iya " ucap Brian mencium kening istrinya
" iya Abang " Ucap Naya ,Brian tersenyum
setelah selesai makan Alex meminta izin ke rumah sakit ,dan pak Mamat memberikan kotak bekal untuk indah
" maaf ayah tidak bisa ikut " ucap pak Mamat
" iya tidak papa ,ayah istirahat saja di kamar bawah mungkin aku tidak pulang " ucap Alex
" iya nak ,hati² iya kasih tau indah makanan nya di habisin " ucap pak Mamat
" Iya ayah ,Alex jalan iya " ucap Alex ,pak Mamat menggaguk
sedangkan di ruang keluarga berkumpul seperti biasanya
"berarti tadi indah absen " tanya ayah abbas
" iya yah " ucap Naya
" apa ada tugas nanti bantu dia kerjakan " ucap ayah abbas lagi
" tidak ada ayah " ucap Naya
" gimana toko ayah mu " tanya ayah abbas
" sudah jalan yah, mungkin besok sudah tahap pekerjaan " ucap Brian
" sering² lah ke sana jika weekend kasian mereka hanya sendiri " ucap ibu sisil
" gimana keadaan Ilham " tanya ayah abbas
" iya Bu,nanti weekend kami tidur di sana,Ilham baik² saja ayah cuma dia enggan selalu di hubungi karena tidak enak dengan yang lainnya " ucap Brian lagi
" iya sudah yang penting dia baik² saja,Ade kenapa tumben diam " tanya ayah abbas
" dia lagi sariawan ayah sejak seminggu yang lalu " ucap Naya asal
"jangan ajak raya ngobrol lagi malas debat " ucap raya
" dia lagi ikut lomba ayah ,di kampus mengadakan lomba siapa yang paling lama mendiamkan orang" ucap Naya
" sayang jangan mulai " ucap Brian tersenyum
" memang ada lomba seperti itu " tanya ibu sisil bingung
" ada Bu ,itu raya lagi latihan sudah seminggu mungkin dia akan mendapatkan juara umum " Ucap Naya lagi,Brian hanya tertawa kecil melihat kejahilan istrinya sama adiknya
" besok kamu pergi sendiri di kampus iya " ucap raya kesal
" boleh,berarti nanti Kaka potong uang bulanan mu kan " ucap naya
raya menatap Naya " sabar demi keponakan " ucap Raya
__ADS_1
" sayang sudah iya " Naya menggeleng
" ayah mau masuk kamar duluan ,ayo bu ayah dag mau kena imbasnya " ucap ayah abbas
" apa Abang tidak ada Niat, nikah lagi " tanya Raya
" memang nya ada yang lebih dari Naya " ucap Naya
" banyak " ucap raya
" oh iya, kalau banyak kenapa ayah jodohkan Naya dengan Abang " tanya Naya lagi
" terpaksa " ucap Raya
" apa ayah terpaksa " tanya Naya menatap ayah Abbas
" apa ayah bilang kan !!!!!tidak nak ayah bahagia koh sangat apa lagi kamu kasih ayah hadiah cucu " Ucap ayah Abbas tersenyum
" jadi ayah dag bahagia jika hanya ada Raya " ucap raya kesal
" Abang bawa istri mu ke kamar " ucap ibu sisil saat keadaan sudah tidak Baik ,jika berdebat pasti ujungnya seperti ini
" bahagia dek ,kan kalian berdua anak ayah " Ucap ayah tersenyum lembut
" tidak boleh harus pilih" ucap mereka bersamaan
" sayang ayo kita istirahat iyaa " ucap Brian
" ade istirahat nanti paman melaporkan kamu lagi sama kakak mu " ucap ibu sisil
" Ayah duluan ke kamar " ucap ayah abbas meninggal mereka begitu saja
" ayo istirahat nanti laptop kalian lebih lama di tahannya bukannya besok sudah di kasih kan " ucap ibu sisil lagi
" iya Bu, Naya istirahat dulu iya " ucap Naya ,ibu dan Brian bernapas lega karena biasanya Naya tidak mau mengalah
" iya nak ,jangan lupa minum susu nya " ucap ibu sisil
" ayo ibu antar ade ke kamar " Ucap ibu sisil lagi ,raya berdiri menggandeng tangan ibunya tapi sebelum itu Raya menjulurkan lidahnya ke arah Naya
" tidak papa iya ,ayo kita ke kamar " ucap Brian, Naya mengaguk lalu mereka pergi ke kamar mereka
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
saat Alex sampai di rumah sakit ,di ruangan indah hanya ada fajar
" cuma sendiri " tanya Alex
" iya tuan " ucap fajar
" ini makan lah " ucap Alex,fajar mengambil nya
" makasih tuan" ucap fajar lalu berjalan ke arah sofa sambil membawa kotak makan kecil
" sudah makan " tanya Alex menatap indah
" apa aku tidak di bawah kan " tanya indah
" bukannya ada makanan rumah sakit " tanya Alex lagi
" tidak enak " ucap indah
" memang ada makanan rumah sakit yang enak " tanya Alex lagi
"ngapain ke sini " tanya indah sinis ,Alex berjalan ke arah sofa mengambil bubur raya yang di berikan oleh ayah nya tadi, sedangkan fajar makanan restoran yang di beli Alex sebelum ke rumah sakit
" duduk yang benar " ucap Alex ,indah bangun dan Duduk di atas tempat tidur
" kapan aku pulang aku bosan " tanya Raya
" bukannya kamu suka ,sehingga kamu mogok makan agar masuk rumah sakit " ucap Alex sambil menyuapi indah bubur, sedangkan fajar tersenyum mendengar ucapan Alex yang selalu membuat adiknya kesal
" apa tidak ada niat mau balik saja ke rumah di sini sudah ada Kaka fajar yang jaga " ucap indah kesal
" maka jangan membuat orang repot kamu sudah besar bukan anak kecil " ucap Alex ketus
__ADS_1
" aku kenyang" ucap indah kesal
" habisin Bubur mu,bukannya kamu bosan di rumah sakit " ucap Alex memberikan bubur pada indah
" terserah" ucap indah lalu memakan sendiri buburnya sedangkan Alex duduk di sofa dengan fajar
" apa mereka ibu tidak ke sini " tanya Alex
" mereka baru pulang tuan ,karena sejak tadi di sini " Ucap fajar
" ini bukan di kantor ,bicara lah senyaman mu " ucap Alex
" tidak papa tuan, saya sudah terbiasa seperti ini dan saya nyaman " Ucap fajar
" apa kata dokter " tanya Alex
" mungkin besok indah sudah bisa pulang " Ucap fajar ,Alex mengaguk
" makanlah ,setelah ini balik biar aku yang jaga indah " ucap Alex
" tapi tuan
" pulang saja " titah Alex tak terbantahkan
" baik tuan " ucap fajar ,Alex berdiri mendekati indah
"mau tambah " tanya Alex saat melihat bubur indah ludes
" kalau pun aku mau ,memangnya masih ada " tanya indah balik
" tidak,aku hanya bertanya saja " ucap Alex ,lalu memberikan botol minum pada indah ,indah menatap kesal pada Alex sambil meminum air nya
" apa kamu tidak pernah melihat orang tampan seperti ku " tanya Alex lagi , membuat indah membuang pandangan nya
setelah fajar selesai makan, dia membersihkan bekas makanan nya
" maaf tuan ,saya sudah selesai " ucap fajar
" hebm "
" Kaka balik iya ,jika kamu mau papa nanti kasih tau Kaka "ucap fajar
" pakai apa ,bahkan Kaka tidak membawa hp Ade " ucap indah,fajar memasukan tangannya di saku celananya lalu memberikan HP pada indah
" Kaka di sini sudah berjam² dan Kaka baru kasih HP Ade sekarang " tanya indah kesal
" Lupa,sudah Kaka balik ,tuan " ucap fajar , Alex mengaguk
" sini hp mu " ucap Alex , saat fajar sudah ke luar
" bu....buat " tanya indah gugup
" baik lah ini " Ucap indah pasrah saat Alex menatap nya
Alex menerima HP indah ,lalu dia mengeluarkan hp nya sendiri
" aku bosan, bisa bawa aku jalan² di luar " Ucap indah, alex naik ke atas tempat tidur indah membuat indah harus menggeser tempat duduknya
" mau nonton " tanya Alex ,indah mengaguk
"ini " Alex memberikan HP nya pada indah ,dengan senang hati indah menerima nya
" boleh iya " sambil menatap Alex ,Alex menggaguk
" makasih " ucap indah ,dia mulai mencari film drakor setelah Alex mengizinkan nya ,Alex menarik indah untuk berbaring dengan berbantal kan lengan Alex lalu mereka nonton bersama lengan Alex satu nya berada di perut indah
" apa yang kamu suka dari film ini " tanya Alex saat ikut nonton dengan indah
" suka saja, nonton dulu jangan dulu tanya² " Ucap indah
" iya sudah kamu nonton saja "ucap Alex memejamkan matanya ,sedangkan indah hanya diam saja
setelah beberapa lama alex membuka matanya dia melihat indah sudah tertidur sedangkan hp nya masih memutar film yang di tonton tadi ,Alex mematikan HP nya lalu membenarkan posisi tidur indah dan menarik lengannya yang di jadikan bantal oleh indah
" bahkan ini pertama nya aku melakukan hal bodoh seperti ini ,cuma karena dia sakit " gumam Alex lirih
__ADS_1
lalu dia turun di tempat tidur indah ,dan berjalan ke arah sofa dia kembali mengeluarka HP indah untuk mengatur aplikasinya sehingga dia bisa tau siapa saja yang menghubungi Nya